SNAPSHOT ARTIKEL HUKUM BISNIS SACO AGUNGSS

9 September 2009

Kepastian Hukum Simbol Majunya Negara

Filed under: Uncategorized — agungssuleiman @ 3:37 am
  • Menurut hemat penulis negara yang maju akan sangat memperhatikan simbol yang menandakan negara tersebut maju, beradab, berakhlak, bermoral, berkepribadian.
  • Salah satu hal yang Penulis perhatikan dari majunya negara dan dipandang oleh negara dan bangsa lain, adalah jika negaranya benar – benar berhasil dapat “memberikan  kepastian hukum” maupun “rasa aman bagi warganya” yang tinggal dinegara tersebut.
  • Jika kita menengok ke negara tetangga dekat kita yaitu Singapore, maka dalam praktek dunia bisnis,  setiap Pengusaha yang membuat kontrak Perjanjian di Indonesia, akNambang Timah di Bangka an dengan senang hati untuk memilih Hukum Singapore sebagai “hukum yang mengatur Perjanjian mereka.
  • Begitu juga mengenai forum-tempat wadah penyelesaian sengketa, Para Investor akan senang, dan merasa nyaman untuk memilih forum Pengadilan di Singapore,  untuk menyelesaikan setiap sengketa masalah yang timbul diantara para Pihak, atas  pelaksanaan atau interpretasi dari kontrak Perjanjian mereka, meskipun para pihak secara nyata “berdomisili” di Indonesia dan pelaksanaan operasional dari Perjajnjiannya Bisnisnya  adalah dilaksanakan dan dan beroperasi di Indonesia
  • Kenapa hal ini bisa terjadi ?
  • Kenapa “tidak ada rasa nyaman” atau “tidak ada rasa  kepercayaan” dari para Investor Asing di Indonesia dengan hukum Indonesia maupun forum Pengadilan di Indonesia?
  • Penulis sebagai praktisi Lawyer bisa merasakan hal tersebut,  karena Penulis pernah bekerja selama 5 tahun sebagai In-House Counsel  di Perusahaan Amerika Minyak dan Gas yang beroperasi di Indonesia yaitu Huffco Indonesia ( kini bernama Vico Indonesia) yang bergerak dalam bidang Mingak/Gas yang menghasilkan produk LNG ( Liquid Natural Gas) untuk di ekspor ke Jepang   maupun 5 tahun kerja sebagai In-house Legal Counsel di PT Freeport Indonesia ( perusahaan tambang tembaga(copper) dan emas dari Amerika Serikat )   yang mempunyai kegiatan bisnis operasional di Indonesia, serta pengalaman sebagai Konsultan Hukum Bisnis di kantor Konsultan Hukum Adnan Buyung Nasution & Assicociates 5 Tahun, Partner – Konsultan Hukum di  kantor Delma Juzar-Wiriadinata ( Wiriadinata-Widyawan)  2 Tahun, dan Kantor Hukum Suleiman Agung & Co lebih dari 11 tahun.
  • Hal yang Penulis rasakan sangat “unik” “lucu” namun nyata,   adalah pengalaman sewaktu Penulis bertindak sebagai Lawyer yang mewakili suatu Klien Perminyakan/Gas Local Indonesia,  sedang berunding mengenai suatu Perjanjian Joint Operation Agreement (JOA) dengan suatu Perusahaan  ternama Minyak/ Gas di Indonesia yaitu Medco, dimana ternyata Lawyer dari Medco, tidak setuju untuk memilih Hukum  Indonesia maupun  Forum Pengadilan di Indonesia, dalam Perjanjian Joint Operastion Agreement, dengan alasan bahwa, sekiranya, nanti Participant Interest ( Penyertaan Kepentingan ) dalam  Production Sharing Contractnya, bermaksud untuk dijual ke pihak Investor Asing, maka Medco sebagai Investor “akan rugi” karena, nilai Investasinya dalam Oil/Gas tersebut akan turun.
  • Bayangkan, Lahan atau Blok minyak/gasnya di Indonesia, sehingga operasional nyatanya adalah dilakukan di Indonesia, namun In-house Lawyernya menyatakan bahwa  dia memilih hukum “bukan Hukum Indonesia” untuk mengatur Joint Operation Agreementnya, karena “khawatir” nilai investasinya yang akan disuntikan dalam business minyak/gas di Indonesia, dalam PSC dan JOA tersebut  akan ” turun nilainya”, sehingga memilih hukum Inggris sebagai Hukum yang berlaku, atas Joint Operating Agreementnya .
  • Pandangan dari inhouse lawyer Perusahaan Minyak ternama di Indonesia tersebut, mungkin tidak salah, karena, dia harus melindungi Investor – Medco,  yang akan menginvestasikan dananya ke suatu Block/Lahan Minyak/Gas di Indonesia, dimana,  untuk mendapatkan harga yang tetap bagus, jika dikemudian, Participant Interest Penyertaan Modalnya) dalam PSC atau JOA, tersebut akan dijual kepada  Investor Asing, maka pilihannya adalah “Hukum” suatu negara yang lebih memberikan” kepastian perlindungan” kepada Kepentingan   Investasinya yang akan ditanamkan/disuntikan di Indonesia.
  • Hal ini sangat jelas, menggambarkan bahwa “persepsi” dan “rasa  kepercayaan”  pada Hukum Indonesia, oleh Investor Minyak /Gas Indonesia sendiri,   sebagai hukum yang akan mengatur hak dan kewajibannya para pihak dalam Perjanjian Joint Operation Agreementnya “tidak ada”.
  • Namun, jika kita lihat  Perjanjian Pokok nya yaitu Production Sharing Contractnya antara BP Migas ( dahulunya Pertamina), yang dibuat oleh Kontraktor Minyak – dari Klien, yang Penulis wakili, kita lihat bahwa   Hukum yang dipilih oleh Para Pihak yaitu BP Migas ( dahulu Pertamina) adalah  “hukum Indonesia”.
  • Dengan demikian,  Kontraktor Asing/ Kontraktor Minyak /Gas,  setuju untuk memilih Hukum Indonesia sebagai hukum yang mengatur perjanjian PSC-nya tersebut.
  • Kita lihat  disini    bahwa Kontraktor Minyak secara kekuatan posisi negosiasi dengan Pertamina/BP Migas atau Pemerintah –  kalah kekuatan- kedudukan nya  atau “Power” nya,  sehingga Hukum Indonesia setuju untuk dipilih sebagai Hukum Yang berlaku atau “Governing Law”-nya
  • Namun,  begitu memasuki Joint Operation Agrement, turunan PSC yang merupakan Perjanjian diantara Para Participant Interest ( Peserta Kepentingan/Equity) dalam PSC, maka Perusahaan Minyak Domestic sekelas Medco- Icon Indonesia dalam Perminyakan/Gas , pada kenyataannya ” kurang yakin”/ “kurang merasa aman -comfort”  bahwa dengan memilih Hukum Indonesia, “nilai Investasinya” dalam business Minyak/Gas tersebut akan tetap bertahan diatas, bahkan mereka, menganggap “Nilai Investasinya” akan turun, jika Hukum Indonesia dipilih sebagai hukum yang mengatur Joint Operastion Agreement tersebut.
  • Disisi lain Penulis mengalami terdapatnya  beberapa Joint Operation Agreement terkait  kegiatan Minyak/Gas – yang   memilih Hukum Indonesia sebagai hukum yang berlaku atas Perjanjian JOA tersebut.
  • Berdasarkan kenyataan diatas, kita semua dapat melihat, betapa pentingnya dibangunnya ” Rasa Kepastian Hukum” atas Hukum Indonesia kepada masyarakat umum khususnya masyarakat Business  yang melakukan kegiatan Business dan operasional di Indonesia, untuk dapat menjadikan Hukum Indonesia dapat menjadi ” Tuan Rumah” di negaranya sendiri, seperti, yang dialami dinegara tetangga kita yang tidak jauh, cukup, nyeberang, pakai Ferry dari Batam – yaitu  “Singapore”.
  • Pertanyaannya paling signifikan adalah : Tugas siapa untuk membangun kepercayaan dan menjadikan Hukum Indonesia sebagai Tuan Rumah di negeri Indonesia kita ini, tentunya, hal ini adalah tugas kita semua di Indonesia, khususnya para aparatur Hukum di Indonesia, mulai dari Kepolisian, Kejaksaan, Hakim, Pengadilan, dan para Advocat, Pengacara dan Cendikiawan Hukum, Intelektual Hukum di Indonesia.
  • Kepastian Hukum memang tidak lepas dari Kesejahteraan dari para Karyawan dari segala Instansi Hukum tersebut, sehingga bagaimana caranya Eksekutif dan Legislatif di negara kita dapat memberikan “prioritas alokasi dana” dari APBN atau sumber dana lainnya untuk perbaikan kesejahteraan aparatur Penegak Hukum di Negara Indonesia ini.
  • Selama  minimum standard kesejahteraan bagi para Penegak Hukum itu tidak diperhatikan oleh Eksekutif dan DPR, maka selama itu pula peluang untuk melakukan perbuatan yang tidak terpuji akan senantiasa terjadi, dimana hasil akhirnya…yaitu  “Kepastian  Hukum” sebagai Simbol Majunya suatu Negara  tidak akan terjadi dan hanyalah merupakan Mimpi di ” Siang Bolong”.
  • Hal diatas seharusnya dapat dilakukan , karena pada  kenyataannya
  • ” Bayaran dari anggota DPR”  – ternyata diatas rata2 Rakyat Indonesia,   maupun Pegawai – Pejabat Negeri di Bank Indonesia diatas rata Rakyat  Indonesia.
  • Sama-sama pengabdi negara kenapa fasilitas bayarannya berbeda ??
  • Jakarta, 9 September 2009
  • Agung Supomo Suleiman
  • Partner
  • Law Firm Suleiman Agung & Co

2 Komentar »

  1. This paragraph gives clear idea in support
    of the new visitors of blogging, that genuinely how to do
    blogging and site-building.

    Suka

    Komentar oleh http://52.co.nz/user/profile/benjamin13/ — 20 Desember 2012 @ 11:23 am | Balas

    • Hi, Benyamin, thanks for your nice comments.By the way did you get the English translation of my writing or can you understand Bahasa Indonesia…Cheers

      Suka

      Komentar oleh agungssuleiman — 20 Desember 2012 @ 11:53 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

PELANGI

Pelangi menjadi salah satu bukti keagungan Tuhan YME..

Angwie on Blog

No one else...just you and me...

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

Un2kmU

semuanya hanya untukmu...

PELANGI

Pelangi menjadi salah satu bukti keagungan Tuhan YME..

Angwie on Blog

No one else...just you and me...

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

Un2kmU

semuanya hanya untukmu...

%d blogger menyukai ini: