SNAPSHOT ARTIKEL HUKUM BISNIS SACO AGUNGSS

18 September 2009

Sekilas Kesan Penanganan Kasus Arbitrasi

Filed under: Uncategorized — agungssuleiman @ 10:06 am
  • Kantor kami pada satu saat pernah mengalami membantu Klien kami dalam membela kepentingannya di Arbitrasi yaitu di BANI ( Badan Arbitrasi Nasional Indonesia)
  • Memang sangat menarik untuk menangani kasus masalah komersial di BANI, dimana forumnya terasa sangat berbeda dengan berperkara di Pengadilan di Indonesia.
  • Suasananya sama sekali tidak menegangkan dimana ruangan sidangnya lebih seperti bersifat berada di suatu  ruangan yang tidak terkesan tegang
  • Para Tim Arbiternya juga bukan harus terdiri dari yang berlatar belakang sarjana hukum
  • Yang ditekankan oleh Ketua Sidangnya adalah bahwa bukan hanya masalah hukum yang dikedepan dan dipertimbangkan oleh Para Arbiternya melainkan kelayakan dan kewajaran yang seharusnnya diperlakukan bagi para pihak yang hendak menyelesaikan masalahnya melalui Bani.
  • Pihak yang memohon diadakannya sidang Arbitrasi yang biasanya harus menalangi dahulu biaya Arbitrasinya, karena jika pihak Termohon belum membayar sidang Arbitrasi sesuai dengan yang ditetapkan oleh Badan Arbitrasi, maka Arbiternya tidak bersedia untuk memulai melaksanakan sidang Arbitrasi.
  • Pihak Pemohon akan mendaftarkan permohonan kepada BANI, dimana Pemohon sudah menunjuk Arbiternya.
  • Adapun Pihak Termohon akan mendapat panggilan dari BANI atas adanya permohon Sidang Arbitrasi di BANI, dimana diberitahukan Permohonannya beserta Arbiter dari Pemohon, dimana pihak Termohon akan diminta untuk menunjuk dan memilih Arbiternya, dan nantinya Pemohon dan Termohon akan setuju atas adanya Arbiter yang ketiga yang dipilih secara bersama.
  • Setelah Termohon memilih Arbiternya maka Termohon akan memberitahukan kepada BANI atas pilihan Arbiternya ini.
  • Setelah penunjukan Arbiternya telah selesai dilakukan, yang pada waktu Penulis bersidang wewakili kepentingan Klien, terdiri dari 3 Arbiter  dan biaya Arbitrasinya telah dibayar yang biasanya ditalangi dahulu oleh Pemohon, karena Termohon tidak bersedia untuk membayar biaya Arbitrasi, karena bukan Termohon yang menghendaki penyelesaian perkara yang diajukan oleh Pemohon, maka BANI akan menetapkan harus sidangnya .
  • Suasana sewaktu sidang dimulai dan berlangsung akan lebih bersifat masing-masing pihak diusahakan untuk mengemukan argumentasinya masing-masing, dan akan diusahakan oleh Arbiter untuk mencari jalan keluar yang dapat diterima oleh Para Pihak yang berperkara.
  • Jika terjadi Deadlock atau jalan buntu, maka biasanya dilakukan reses atau ditunda kelanjutan sidangnya oleh Arbiternya untuk diberikan kesempatan agar adanya colling down oleh para pihak.
  • Memang sidangnya berbeda dengan di Pengadilan, dimana bukan hanya bersifat tukar menukar memberikan jawaban tertulis, melainkan lebih banyak seperti suasana meeting argumentasi didepan Arbiter, dimana masing-masing pihak berhak dan diberikan kesempatan untuk memberikan presentasi dari sudut pandangan Termohon atau Pemohon.
  • Bahkan jika ada jalan buntu, maka Para Pihak akan menyampaikan masalahnya kepada pimpinan dari masing-masing Pihak Yang Berperkara untuk mengadakan sidang diluar Arbitrasi untuk mencari suatu titik temu.
  • Karena para Arbiternya bukan hanya semata-mata berlatar belakang Sarjana Hukum, maka terkesan  penanganan masalahnya adalah lebih memandangan dari kacamata keahlian Arbiternya dalam bidang business perkara yang sedang bersidang di BANI.
  • Jika sudah terjadi suatu titik temu atas penyelesaian perkara, maka ARBITRASI akan membuat satu Putusan Arbitrasi yang merampung kesepakatan hasil perundingan yang terjadi dimana biasanya terjadi suatu putusan yang mendekati Win-Win, karena sudah melalui suatu sidang yang alot bahkan hampir terkesan Deadlock, sehingga jika memang sudah buntu sekali barulah Anggota Badan Arbitrasi akan memberitahukan akan mengambil keputusan yang harus dapat diterima oleh Para Pihak sebagai Putusan yang Final dan Mengikat.
  • Demikian sekilas kesan pengalaman Penulis menangani Kasus  Arbitrasi di BANI.
  • Jakarta, 18 September 2009
  • Agung Supomo Suleiman
  • Partner
  • Law Firm Suleiman Agung & Co

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

PELANGI

Pelangi menjadi salah satu bukti keagungan Tuhan YME..

Angwie on Blog

No one else...just you and me...

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

Un2kmU

semuanya hanya untukmu...

PELANGI

Pelangi menjadi salah satu bukti keagungan Tuhan YME..

Angwie on Blog

No one else...just you and me...

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

Un2kmU

semuanya hanya untukmu...

%d blogger menyukai ini: