SNAPSHOT ARTIKEL HUKUM BISNIS AGSS LAW – SACO AGUNGSS

22 Juni 2017

Tunduk pada “Hawa Nafsu” Hasilkan Kerusakan DUNIA

Filed under: Tunduk pada Hawa Nafsu hasilkan Kerusakan Dunia, — agungssuleiman @ 3:06 pm

Tanpa Petunjuk dan Tuntunan  dari ALLAH melalui Firman NYA dalam Kitab-Kitab Suci NYA jelas akan menghasilkan “kerusakan didunia”, karena orang cenderung untuk tunduk kepada “Hawa Nafsunya“, jika tidak beriman dan tunduk kepada ALLAH.  Memang orang yang cenderung untuk tunduk kepada “Hawa Nafsu”, akan tidak sadar, bahwa dia sedang membuat kerusakan didunia,  karena, sesuai  Firman ALLAH dalam Kitab Suci Al Quran, khususnya permulaam ayat Surat Al Baqarah, manusia yang tidak beriman  kepada ALLAH, dan Hari Akhirat,   jika kita nasehati dia untuk jangan membuat Kerusakan didunia, dia  akan membalas menyatakan bahwa dia sedang melakukan perbaikan dan bukan kerusakan, padahal sesungguhnya kata ALLAH,  dia telah melakukan kerusakan didunia ini, tanpa dia sadari. Merdeka

Bagi kita penganut muslim, indikator melakukan kerusakan didunia berpedoman kepada Firman  ALLAH yang terdapat dalam Kitab Suci Al Quran.

Pada fakta kenyataan didalam kehidupan kita sehari-hari, didalam masa kekinian, terlihat, bahwa  jika kita tidak mau mengikuti dan taat pada Petunjuk ALLAH dengan mau membaca Kitab Suci dari ALLAH, yang merupakan Cahaya untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju penerangan, maka, kecenderungan manusia akan membuat Kerusakan didunia ini. 

Kita sebagai orang yang beriman dituntut  untuk beriman kepada ALLAH, kepada Para Rasul dan Nabi, yang mendapatkan  wahyu dan risalat dari ALLAH sebagaimana difirmankan ALLAH  dalam Kitab Suci AL Quran, guna  disampaikan kepada kita semua manusia,  untuk  senantiasa menyembah ALLAH yang telah menciptakan Langit dan Bumi dan segala yang terdapat diantara keduanya, dan kepada Kitab2 Suci sebelumnya yang diturunkan kepada Para Rasul dan Nabi sebelum Nabi Muhammaad S.A.W,,  serta beriman kepada Hari Akhirat. 

Paramater dan ukuran dari implementasi atas tunduk dan patuhnya manusia kepada ALLAH, dapat  terlihat dari hasil perbuatan dan kelakuan manusia  yang dialami  oleh sesama penghuni didunia yaitu apakah :

  • telah terjadi kerusakan didunia yaitu ditempat kita tinggal,  baik kerusakan sistem, didalam membuat Peraturan Kebijakan, yang cenderung mengikuti “Hawa Nafsu” keserahkan dan ketamakan yang melampui batas, yang outputnya menghasilkan  Kerusakan di dunia yang tidak diridhoi oleh ALLAH Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, misalnya antara lain : terjadinya kesenjangan yang semakin melebar baik dalam kesempatan memperoleh pendidikan, kesehatan, papan-tempat tinggal, pangan  antara komponen elemen masyarakat, akses informasi, kesempatan untuk berkarier, berkarya, fasilitas transportasi Umum Publik yang aman, nyaman, bersih,  pelayanan rumah sakit umum bagi segala lapisan masyarakat  yang terjangkau dan memadai, kenyamanan memperoleh kebutuhan dasar untuk dapat hidup yaitu air bersih untuk minum, mandi, mencuci, perlakuan dan pemenuhan rasa keadilan di Pengadilan, rasa mendapatkan pengayoman dan perlindungan bagi semua lapisan masyarakat tanpa ada diskriminasi .

  • atau telah terjadi perbaikan sistim  dimulai dari Kebijakan dan Peraturan yang dilandasi dan diwarnai oleh  Petunjuk dari ALLAH untuk antara lain : memberikan rasa keadilan,  tidak diskriminatif, memberikan rasa aman, nyaman, kesejahteraan, ketersediaan kesempatan yang sama dan adil dalam memperoleh kesempatan pendidikan, kesehatan, papan-tempat tinggal pangan  antara komponen elemen masyarakat, akses informasi, kesempatan untuk berkarier, berkarya, fasilitas transportasi umum pubik yang aman, nyaman, bersih,  pelayanan rumah sakit yang memadai, kenyamanan memperoleh kebutuhan dasar untuk dapat hidup yaitu air bersih untuk minum, mandi, mencuci, perlakuan dan pemenuhan rasa keadilan di Pengadilan, rasa mendapat pengayoman dan perlindungan bagi semua lapisan masyarakat tanpa ada diskriminasi.

Dengan pengalaman kita hidup didunia ini termasuk di negara kita, maka guna dapat mempertahankan Independensi cara berpikir, kita harus berusaha hanya boleh takut kepada ALLAH Yang Maha Kuasa  dan bukan kepada selain ALLAH.

Sebagai penganut Muslim, salah satu kunci pedoman yang harus kita pegang dan lakukan, sesuai  Kitab Suci Al Quran,  adalah bahwa kita dituntut untuk  bersabar dan senantiasa berdoa dan berikhtiar melaksanakan misi dan tugas fungsi tugas dan misi kita masing-masing dalam bidang maupun profesi yang kita masing-masing, dengan senantiasa berusaha untuk bertaqwa dan hanya takut kepada ALLAH. Nambang Timah di Bangka

Kita harus senantiasa ingat kepada Janji ALLAH bahwa bahwa Bumi ini diwariskan oleh ALLAH kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada ALLAH dan Rasulnya serta percaya kepada Kitab Suci serta Hari Kiamat, atau Hari Pembalasan.

Memang dalam praktek kehidupan tidaklah semudah dengan ucapan saja, dimana kita akan berproses untuk dapat mengenal Hakekat makna pengenalan kita kepada ALLAH yang Maha Kuasa dan Maha Pengasih,  yang senantiasa mengamati diri kita dimanapun kita berada, dimana   ALLAH tidak pernah ngantuk dan tidak pernah tidur, sebagaimana tersebut dalam Surat Kursi –  Al Quran.

Masing-masing dari diri kita telah dijatahkan rejeki dan talenta oleh ALLAH. Memang pada fakta kenyataannya,  nasib dan garis tangan setiap manusia adalah berbeda satu dengan lainnya, dimana setiap manusia ujian dan cobaannya tidak sama, melainkan berbeda satu dengan lainnya.DSC00719

Beruntung bagi kita yang diberikan kesempatan oleh ALLAH untuk dapat berpikir dan menggunakan akal kita,  sehingga bisa menuangkan waktu kita untuk berbagi pengalaman dengan sesama kolega.  Penulis kebetulan jika ada waktu luang akan menyempatkan diri   menulis di Blog yang tersedia di dunia Maya, sehingga rasanya kita mempunyai  Media untuk  dapat  saling bertukar   pikiran  maupun   membagi ilmu dan  pengalaman dari kehidupan kita baik dalam berkarya, profesi, berkarier,  usaha, maupun apapun kegiatan kita, termasuk menginjak masa pensiun,   sehingga  dengan mudahnya di Era Teknologi informasi ini,  kita  dapat membina dan memelihara  rasa kepedulian kepada sesama kita, guna dapat terciptanya dunia yang lebih baik, nyaman, aman, bersih, tertib, bagi kita semua dari generasi ke generasi. 

Mungkin sekian dahulu saling bersapa melalui Blog ini dengan harapan kita semua diberkahi dan mendapatkan pencerahan di Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Amiin Ya Robil Al Amin….

Wassaalam,

Jakarta, 22 Juni 2017, Malam Jumat, Hari Kedua terakhir Bulan Ramadhan.

Agung S.Suleiman

 

 

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

PELANGI

Pelangi menjadi salah satu bukti keagungan Tuhan YME..

Angwie on Blog

No one else...just you and me...

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

Un2kmU

semuanya hanya untukmu...

PELANGI

Pelangi menjadi salah satu bukti keagungan Tuhan YME..

Angwie on Blog

No one else...just you and me...

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

Un2kmU

semuanya hanya untukmu...

%d blogger menyukai ini: