SNAPSHOT ARTIKEL HUKUM BISNIS AGSS LAW – SACO AGUNGSS

29 Juni 2017

INDEPENDENT LAWYER BEBAS KEPENTINGAN

Filed under: Independent Lawyer Bebas Kepentingan — agungssuleiman @ 5:03 pm

Independent Lawyer, harus bebas kepentingan, agar pandangan hukumnya tidak bias dan melenceng dari  kwalitas profesi  kebenaran.

Hampir sama dengan Ulama dan LSM, disuatu negara harus ada Pihak Ke-3 Independent Professional  yang benar – benar berusaha untuk “bebas dan merdeka” dari Kepentingan Politik, Penguasa, Eksekutif, Yudikatif, maupun Pengusaha, dimana, Pihak Ke-3 ini diharapkan dari “kaum Profesional”, yang tidak boleh berpartisan, maupun partial (atau dengan kata lain harus “Impartial” dan “Non-Partai” – “Non-Partisan”) untuk menjaga Independensi Opini dan Pandangan profesionalitasnya serta harus mempunyai pandangan yang Kritis terhadap Kebijakan maupun Undang-undang,  Peraturan yang merupakan “Produk Politik” dibuat oleh Pemerintah (Eksekutif) dan  Legislatif.       

Oleh karenanya pandangan dari Kalangan Akademis – Professional Cendekiawan – Study Akademis, harus selalu ada, sebelum dibuat Rancangan Undang-Undang tertentu, maupun dalam penerapan dan pelaksanaan dari Undang-Undang tersebut.  

Pembuatan Undang-undang ini secara Hukum Konsitusional tidak boleh bertentangan dengan amanat yang dituangkan dalam Undang – Undang Konstitusi dari suatu Negara, dimana Landasan Dasar dari Negara tersebut pada umumnya adalah Konstitusi Undang Undang Dasar yang dibentuk   dan disepakati  untuk menjadi Landasan Konstitusi dari Negara tersebut.

Memang, setiap Negara,  masing-masing berbeda Konsep dasar Pembentukan Negaranya maupun Landasan Konstitusi dari Negara tersebut yang sepakat dibentuk oleh Masyarakat disuatu Wilayah tertentu dimuka bumi ini.   

Jika kita berpatokan pada Kitab Suci Al Quran, yang diyakini oleh Umat Muslim sebagai Firman Allah yang membenarkan Kitab-Kitab Suci terdahulu, maka ALLAH berfirman bahwa ALLAH yang menciptakan berbagai bangsa dan suku untuk saling mengenal.

Selanjutnya ALLAH juga berfirman bahwa setiap Umat itu ada umurnya yaitu ada awal dan ada akhirnya, sama dengan manusia ada saat lahir dan ada saat meninggalkan dunia ini. Makanya, dalam ajaran Islam yang mengacu kepada Kitab Suci Al Quran, di firmankan oleh ALLAH bahwa atas  setiap Umat ada Rasul dan Nabi yang diturunkan oleh ALLAH, dimana Rasul dan Nabi yang terakhir dan sebagai penutup adalah Nabi Muhammad S.A.W. yang diturunkan oleh ALLAH lebih kurang 600 ratusan tahun setelah Nabi Isa A.S,  dan menurut pada Ahli sejarah Agama, adalah  ribuan tahun setelah Nabi Musa A.S. 

Sebagaimana kita ketahui,  Umatnya  Nabi Nuh, termasuk anaknya Nabi  Nuh, yang tidak beriman kepada ALLAH Yang Maha Esa maupun kepada Nabi Nuh,  telah dimusnahkan oleh ALLAH, melalui banjir besar yang diturunkan oleh ALLAH dari langit dan dapur bumi,  dimana Nabi Nuh beserta umat – orang yang beriman kepada ALLAH dan Nabi Nuh  telah “diselamatkan oleh ALLAH”,  dan dimana   sebelumnya, kepada Nabi Nuh telah  diwahyukan oleh ALLAH untuk membuat perahu untuk mengangkat dan menyelamatkan Nabi Nuh dan  umat kaum yang beriman kepada Nabi Nuh serta beberapa pasangan binatang. 

Begitulah proses cerita para Nabi beserta Umatnya banyak diceritakan oleh ALLAH kepada Nabi Muhammad S.A.W. melalui Wahyu yang  dirisalatkan kepada Nabi Muhammad dalam Kitab Suci Al Quran. 

Jika kita tarik ke bumi Nusantara, menurut sejarah, dahulunya terdiri dari berbagai Kerajaan-Kerajaan, antara lain Kerajaan Sriwijaya, Majapahit,  dan berbagai kerajaan lainnya,  dengan cakupan batasan Wilayah serta Kekuasaan serta Penduduk dan asal usul latar belakang etnis dan budaya, serta kepercayaan serta sistim menjalankan Kerajaannya juga berbeda-beda satu dengan lainnya.

 

Dengan timbul dan tenggelamnya Kerajaan-Kerajaan tersebut, nampaknya ajaran kepercayaan yang dianut oleh Umat pada periode Kerajaan – Kerajaan tersebut juga berbeda satu dimages Candiengan lainnya, dimana dari peninggalan  Candi Prambanan, Candi Borobudur yang ditemukan di daerBorobudur-new-101-_smallah Pulau Jawa, nampaknya kepercayaan Budha dan Hindu  yang berasal dari India  adalah kepercayaan yang dianut pada zaman Kerajaan tersebut yaitu pada perkiraan Abad ke 7 Masehi, sebelum  datangnya  ajaran Islam yang menurut Ahli sejarah yang Penulis temukan di Website, datangnya Islam adalah pada abad ke 7 melalui hubungan pedagang Gujarat India ke Kerajaan Sriwijaya, sumber http://kisahasalusul.blogspot.com/2015/10/sejarah-masuknya-islam-ke-indonesia.html, namun ada juga yang berpandangan dimulai abad ke 13 – 14 Masehi,  dimana disebutkan  adanya peninggalan batu Nisan yang ditemukan di Pasai, dimana terindikasi disebutkan Tahun 17 Dzulhijah 831 atau 21 September 1428 Masehi yang identik dengan Batu Nisan yang ditemukan di makannya Maulana Ibrahim 822 H atau 1279 M.

Begitulah dalam perjalanan panjang dari sejarah di Wilayah Nusantara, kita ketahui bersama kejayaan Arsitek Candi serta peninggalan sejarah suatu masa Kerajaan dapat terlihat dari peninggalan budaya yang ada pengaruh kepercayaan dari suatu umat pada masa perjalanan kehidupan manusia yang tinggal bergantian di bumi Pertiwi Nusantara ini.

Kini di Era Demokrasi,  pemikiran dari Para Intelektual  baik dari Kalangan Ulama maupun Cendekiawan Profesional, Budayawan  yang harus bebas, lepas  dan Independent  dari pengaruh para Penguasa, Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, yang acapkali berkolaborasi dengan Pemodal,  dibutuhkan untuk dapat mengontrol maupun mengingatkan para Penguasa, Eksekutif maupun perangkatnya, Legislatif, Yudikatif, untuk tetap berpedoman kepada Petunjuk ALLAH maupun Landasan Konstitusionalnya, yaitu antara lain :

melaksanakan Keadilan, Kepastian Hukum dan Pengadilan yang berpihak kepada Kebenaran, Amanah untuk men-Sejahterakan Masyarakat Luas, terutama kesamaan Hak Akses memperoleh  Pendidikan, Kesehatan, Sandang, Papan Perumahan yang terjangkau dan memadai,  Pangan yang sehat dan terjangkau,  Pelayanan Transportasi Umum Publik yang nyaman, aman dan bersih dan lancar serta tepat waktu,  mendapatkan akses atas air bersih dan air minum yang sehat berkwalitas, kwantitas yang cukup dan kontinu berkelanjutan, mendapatkan udara yang bersih dan bebas dari Polusi, pencemaran emisi, memperoleh kesempatan untuk berkarya, membuat lapangan kerja, menyalurkan kreatifitas yang positif, tersedianya taman hijau tempat penyerapan air maupun bermain dan berolahraga, bersepeda, berjalan kaki.

Terkait dengan hal diatas, maka Para Cendekiawan Intelektual termasuk Para  Independent Lawyer, haruslah menyediakan waktu untuk memberikan saran pikiran, masukan antara lain :

berupa karya tulisan yang konstruktif melalui misalnya menulis di Blog yang dibuat oleh masing-masing Independent Lawyer yang memang perduli dan tertarik untuk memberikan sumbang saran sesuai bidang dan profesinya masing-masing termasuk keilmuan dan pengalaman yang diperolehnya selama masa kerjanya, demi terwujudnya kesadaran dan meleknya Hukum  untuk tercapainya rasa keadilan bagi masyarakat  khususnya perjuangan  “menegakan  rasa keadilan dan perasaan mendapatkan kenyamanan dan perlakuan kesamaan  hukum yang adil dan transparan”,  sesuai dengan cita-cita kita bersama termasuk dari para pendiri dari Bangsa Indonesia ini.

Memang tidaklah mudah untuk dapat  memberikan saran dan pandangan yang bebas dari kepentingan politik, maupun tempat kita berkerja atau berkarya, sehingga Independensi dari Para Lawyer diharapkan dapat terwujud,  sesuai  batas kemampuannya masing-masing, mengingat  tahapan untuk dapat mencapai level Independensi tidaklah semudah yang diucapkan maupun dinyatakan, karena pada fakta realitas hidup sehari-hari kita masing-masing harus berjuang untuk menyalakan asap dapur kita masing-masing, sesuai tahapan level kebutuhan kita dari satu tahapan ke tahapan berikutnya, yang tentunya melalui proses yang panjang dan membutuhkan kesabaran dan ketabahan.

Mungkin sekian dahulu pemasukan sekilas pemikiran Penulis pada malam ini, dengan harapan dapat bermanfaat bagi kita semua dalam rangka menciptakan dunia yang lebih baik bagi kita semua dari generasi ke generasi.

Wassalam,

Agung S.Suleiman

Jakarta, 29 Juni 2017

AgungSS Experimental Blog   

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

PELANGI

Pelangi menjadi salah satu bukti keagungan Tuhan YME..

Angwie on Blog

No one else...just you and me...

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

Un2kmU

semuanya hanya untukmu...

PELANGI

Pelangi menjadi salah satu bukti keagungan Tuhan YME..

Angwie on Blog

No one else...just you and me...

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

Un2kmU

semuanya hanya untukmu...

%d blogger menyukai ini: