SNAPSHOT ARTIKEL HUKUM BISNIS AgsS LAW – SACO AgungsS

4 April 2018

SEKILAS GAMBARAN KEGIATAN MIGAS YANG PENUH RISIKO

Memang sama sekali tidak mudah menjadi Pengusaha yang berbisnis di Migas, termasuk di Wilayah Perminyakan dan Gas di Indonesia,  karena Investor Pelaku Bisnis Migas akan menghadapi berbagai faktor penting yang perlu diperhatikan yaitu :   “membutuhkan Modal Dana yang Besar”,  namun dengan Faktor Risiko Uang Tenggelam – Singking Fund” atas Dana yang dikeluarkan,   apalagi jika dari awal  berani  terjun dan mencoba untuk  “mengambil alih Block Migas” yang masih dalam Tahapan Explorasi,  sehingga belum ada pemasukan atau Cash In bagi Sang Investor Pengusaha Migas tersebut yang hendak “mengambil alih sebahagian atau seluruh  Working Interest / Participant Interest atas  Block yang di Farm Out atau dijual Participant Interest atau ” Working Interest”   oleh Investor Migas pendahulu.

Penulis dari Blog Snapshot Artikel Hukum Bisnis ini, dalam pengalaman berprofesi sebagai Independent  Business Lawyer sempat berpengalaman  membantu Pengusaha Migas  dalam Aspek Hukum Bisnis suatu Group Perusahaan Lokal yang  berminat untuk mengambil alih “Participant Interest” dari Block Migas yang dijual oleh Perusahaan Asing,  di Wilayah MIGAS di Indonesia.

Drilling RigAdapun Group Perusahaan Lokal tersebut  telah memiliki  Perusahaan Afiliasi dalam bidang Jasa Drilling Rig dibidang MIGAS yang sudah aktif mengoperasikan lebih kurang  8 Rig, di beberapa  Block Lapangan Migas di Indonesia,  namun baru pertama kali  ditawarkan untuk mencoba   melakukan Kegiatan Mengelola Lapangan Migas sendiri di Wilayah Indonesia oleh seorang Ahli Managemen dalam Bidang Perminyakan dan Gas.

Dari sisi Keuangan Group Perusahaan,  Posisi Kekuatan Keuangan dari Group Perusahaan Migas ini adalah termasuk  baik,  karena sudah ada Cash In atau Cash Receivables dari Perusahaan Unit Drillingnya, sehingga dapat menunjukan “Bank-Able” dari Group Perusahaan Migas ini,  untuk keperluan mendapatkan pendanaan dari “Pemberi Dana”  kepada Investor Perusahaan Migas tersebut. Tentunya track record dari data keuangan khususnya pengalaman mempunyai Cash in dari Pemberian Jasa Drilling akan menjadi salah satu perhitungan positif bagi Pemberi Pinjaman yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan Operasi Migas di Block Lapangan Migas yang memang sudah berproduksi namun sudah menurun level produksinya dan hendak dijual oleh Pengelola Kontraktor Migas terdahulu, karena sisa Cadangan Produksi maupun Lapangan yang perlu di Explorasi lebih lanjut bagi Investor Asing dianggap sudah tidak terlalu komersial lagi bagi Investor Asing dimaksud.  Namun disisi lain Block Lapangan yang telah berproduksi ini, bagi Investor Lokal tentunya merupakan Entry Point untuk memulai beraktivitas di dalam Melakukan Kegiatan Minyak dan Gas, dimana Operatornya akan dipimpin oleh Ahli Managemen di Bidang Operasi Migas, yang telah berpengalaman memimpin Pengelolaan Migas dibeberapa  Perusahaan Asing yang beroperasi di Indonesia.

 

Bagi Penulis permintaan sebagai Independent Business Lawyer untuk membantu Ahli Managemen Migas tersebut,  juga merupakan pengalaman yang menarik sebagai Independent Business Lawyer secara mandiri,  didalam membantu Ahli Management serta Group Perusahaan Lokal tersebut tersebut untuk mengakuisi Working Interest dari Block yasudah berproduksi tersebut, dengan mereview Sale Purchase Agreement ( “SPA”) atas Working Interest atau Participant Interest dari Block Lapangan Migas tersebut.     

Dalam pengalaman memberikan Jasa Hukum tersebut secara mandiri, ada transaksi menarik lainnya yang dialami oleh Penulis sebagai Independent Business Lawyer  terkait dari suatu Group Perusahaan Migas lainnya untuk mengadakan  Restrukturisasi Loan,  dimana Holding Company dari Group Migas ini bertugas untuk mencari Potensial Investor Migas yang tertarik untuk turut serta berpartisipasi menggelola maupun mengakuisisi  sebahagian dari aset Block Migas yang dioperasikan oleh Anak Perusahaan Migas dari Holding Company ini, yang sedang   mengoperasikan 3 Block Migas melalui 3 (Tiga) Perusahaan terafiliasi yang masing-masing  mempunyai Block Migas berdasarkan Kontrak Migas dengan Pertamina / BP Migas yang kini adalah SKK Migas.

Holding Perusahaan Migas yang Penulis bantu dari Aspek Hukum Bisnisnya  telah memiliki Penyertaan Modal Saham didalam  3 (Tiga) Perusahaan Migas Unit Operasi yang terpisah dan masing-masing anak Perusahaan tersebut,  mengelola Wilayah Block di Wilayah Migas di Indonesia, dimana hanya 1 (Satu) Block di Wilayah Migas yang telah    berproduksi,  sedangkan 2 (Dua) Wilayah Block lainnya masih dalam tahapan Explorasi.

Dengan fakta keadaan diatas, Potensial Investor yang mengadakan perundingan dengan Perwakilan dari Holding Company dari Group Migas Lokal tersebut,  hanya berminat dan tertarik untuk mengakuisisi  salah satu dari 3 Block Wilayah Migas yang sudah berproduksi. 

Keinginan dari Potensial Investor Migas ini, tidak dapat diterima oleh Holding Company Migas,  yang sedang melakukan Restrukturisasi Pinjaman untuk memperbaiki kedudukan keuangannya didalam melakukan kegiatan Migas di Indonesia ini, karena secara “Strategi Business Migas”, yang sedang dilakukan oleh Holding Company tersebut, berpersepsi bahwa,  Keseluruhan Aset Blok dari Group Migas Lokal ini, tanpa adanya Block Wilayah Migas yang sudah berproduksi secara Komersial, akan menyebabkan “Turunnya Nilai Saham dari Holding Company, yang terdaftar di Bursa Saham Luar Negeri, jika “Sisa Aset Block Migas  yang dioperasikan oleh Holding Company tersebut masih berstatus Explorasi, dengan pengertian belum ada Produksi Minyak maupun Gas, mengingat bahwa 1 (Satu) Block yang sudah berproduksi merupakan “Crown Jewel” dari  Group Holding Perusahaan Migas tersebut, yang dapat Mendongkrak Nilai sahamnya yang terdaftar di Bursa Saham Luar Negeri.

Sebagaimana kita ketahui, dalam Praktek Kegiatan Group Perusahaan di Indonesia,   yang biasa umum  diterapkan adalah bahwa “tugas dan fungsi dari  Holding Company dalam suatu Perusahaan Group Migas, adalah mencari dana Bagi Anak Perusahaan Afiliasi yang membutuhkan melaksanakan kegiatan Operasi Migas di Indonesia, termasuk dana dari Bursa Saham yang dapat diperoleh oleh Holding Company di Bursa Saham di Luar Negeri atau mencari Pinjaman dari Penyandangan Dana untuk keperluan melaksanakan Kegiatan Operasi Migas mulai dari Tahapann, Study Pengumpulan data dari suatu Wilayah Block Migas yang dianggap Prospek,   Penyelidikan Umum, Explorasi, Exploitasi, Konstruksi, Produksi hingga Pemasaran atau Penjualan hasil Produk Migas tersebut.

Setelah Dana diperoleh Holding Company dari Publik di Bursa Stock Exchange di Luar Negeri, maka Holding Company selaku Pemegang Saham yang telah memiliki saham melalui Penyertaan Modal pada Unit Anak Perusahaan yang mengoperasikan Kegiatan Migas di Suatu Block  berdasarkan Suatu PSC dengan Pertamina atau BP Migas atau SKK Migas dalam Praktek Bisnisnya akan membuat Shareholder Loan Agreement dengan Anak Perusahaan dari Holding Company tersebut, yang Draftnya dipersiapkan dan dibuat oleh Penulis sebagai Independent Business Lawyer untuk kemudian di Review oleh Management baik  dari Holding Company Migas tersebut maupun Anak Perusahaan yang memegang PSC (Production Sharing Contract) atau TAC  (Technical Assistance Agreement). 

 

 

Dari pengamatan dan pengalaman dari Penulis sebagai Independent Business Lawyer khususnya dalam Migas, dalam memberikan Bantuan Jasa Hukum Bisnis kepada Perusahaan Migas di Indonesia, Penulis juga mengetahui dan terlibat membantu suatu Group Perusahaan Lokal Migas,  yang sudah beroperasi selama lebih dari 20 Tahun, dengan pengalaman  mengoperasi Kegiatan Migas di Indonesia, baik sebagai Pemegang PSC dengan SKK Migas maupun TAC dengan Pertamina Persero,  Group Perusahaan Lokal  ini  telah pula  mengalami masalah didalam mengelola melanjutkan kegiatan explorasinya, khususnya masalah  keuangan untuk dapat melanjutkan operasi kegiatan Migasnya, sehingga  tentunya Perusahaan Lokal tersebut berjuang untuk mencari Investor yang mempunyai Dana yang memadai untuk diajak berpartisipasi didalam melanjutkan kegiatan Usaha Perminyakan dan Gas tersebut.

Masalah yang sering dihadapi oleh Group Perusahaan Lokal antara lain adalah termasuk untuk  menyelesaikan tagihan pembayaran kepada   Para Vendornya atas Jasa Penunjang yang mereka telah berikan, berikan kepada Group Perusahaan Migas Lokal tersebut. Kita bahkan mengetahui bahwa  seringkali terjadi  potensi gugatan dari para Vendor mereka, dimana ada potensi Perusahaan Migas lokal tersebut, dapat   digugat oleh salah Satu Perusahaan Jasa Drillingnya yang merasa tidak dibayarkan Jasa Drillingnya, dimana Perusahaan Jasa Drilling ini ada yang  melakukan Gugatan baik Perdata bahkan hingga Gugatan Kepailitan.

Dengan jatuh bangunnya jam terbang dari Para Investor Migas Lokal  ini, maka Investor tersebut, Penulis seringkali terinspirasi oleh Daya Juang mereka untuk  tidak pernah berputus asa didalam mencari cara untuk dapat mewujudkan impian atau keinginan mereka untuk dapat menjadi Pemain Migas Lokal, dengan mencari  Investor baru dengan ditawarkan schema kerjasama maupun schema menawarkan sebahagian dari Saham Equity dari PT Perusahaan Migas tersebut.

Dalam Pengajuan Proposal inilah dilibatkan Independent Business Lawyer untuk membantu Klien Investor Migas Lokal untuk membuatkan segala macam bentuk Perjanjian yang dibutuhkan mulai dari MOU / Letter of Intent/ Nota Kesepahaman, hingga memberikan advis, pemeriksaan Dokumen Hukum, Pandangan Hukum /Legal Opinion,  hingga Perjanjian Kerjasama Operasi atau Investasi Migas yang diperlukan dan dibutuhkan.

Yang tidak kalah menariknya untuk diamati adalah bahwa terdapat juga suatu Perusahaan Minyak Gas yang digugat bukan oleh Para Vendor yang merasa Jasa mereka belum dibayar, melainkan juga oleh Pemberi Dana, sehingga memang dalam fakta kenyataannya tidak mudah bagi Perusahaan Lokal Migas yang mencoba untuk terjun dalam Kegiatan Migas ini, mengingat adanya Risiko Tinggi dalam melakukan Kegiatan Migas yang membutuhkan “Dana Yang Signifikan  Besar” yang berpotensi untuk “tidak Kembali dan Tenggelam”, karena belum dicapainya Tahapan Produksi Migas yang Komersial yang diharapkan oleh Investor Pelaku Perusahaan Migas, mengingat perbandingan Ratio dari Kegiatan Migas adalah 8 berbanding 1 yaitu dari  8 (Delapan) Sumur Explorasi yang kemungkinan Discovery adalah 1    (Satu) Sumur .

Faktor Risiko tinggi di Kegiatan Usaha Perminyakan  Gas yang banyak dialami oleh Para Pengusaha Hulu, khususnya yang masih dalam Tahapan Explorasi, atau sudah dalam tahapan Produksi, namun  Jumlah Produksi dari Minyaknya dari beberapa Sumur,  masih belum mencukupi dalam jangka panjang untuk dapat menutup biaya Operasinya, sehingga membutuhkan lebih banyak Sumur Explorasi untuk dilakukan, namun sudah kehabisan Dana untuk membiaya  Kegiatan Pengeboran Sumur Explorasi. 

Dalam hal seperti diatas, biasanya Perusahaan Migas tersebut akan berusaha untuk menarik Investor lain untuk terlibat didalam melaksanakan Kegiatan Explorasi tersebut, dengan melakukan Presentasi kepada Calon Potential Investor, bahwa Wilayah Block Potensial Migas yang sedang ditawarkan untuk bekerjasama berinvestasi tersebut,  adalah Potential menemukan Deposit Cadangan Minyak atau Gas, dengan memberikan Hasil Study dari Yang telah dilakukan oleh Perusahaan Migas tersebut, termasuk data- data dari Lapangan yang dekat dan masih tersambung Struktur lapangannya   dengan Lapangan Block yang menunjukan hasil produksi Minyak atau Gas yang Komersial.

Perlu diingat bahwa dalam Kegiatan Migas ada beberapa Tahapan Kegiatan yang harus dilewati, yaitu Tahapan General Survey atau Penyelidikan Umum, Tahapan Explorasi, Tahapan Exploitasi dan Konstruksi jika telah mendapatkan persetujuan dilakukannya POD atau Plan of Development  dari SKK MIGAS, Tahapan Produksi hingga Tahapan Penjualan.

Mengingat bahwa Setiap Tahapan tersebut ada masa Periode batas waktu yang diberikan misalnya, 3 Tahun dengan Perpanjangan 3 Tahun lagi, dimana jika misalnya masih dalam Periode Tahapan Explorasi sudah Berakhir dan sudah diberikan Perpanjangan Tahapan Explorasi namun belum juga menemukan Hasil Produksi Yang Komersial, maka Investor haruslah mengembalikan Block tersebut kepada SKK Migas dengan risiko adanya Dana Explorasi maupun Pre Contract yang belum balik sehingga Investor tersebut mengalami “Singking Fund” atas semua dana Pre Contract atau Pra -Operating maupun Dana Eksplorasi, sehingga jika ada Calon Investor yang berminat untuk berpartisipasi untuk turut sebagai Participant Interest atau Membeli Saham dari PT Perusahaan Migas, maka biasanya yang terjadi adalah “Masalah Perundingan Komposisi dari Perbandingan Participant Interest/Working Interest atau Porsi Saham dalam Equity Perusahaan Migas yang menjadi Alot”.

Nah, jika kita kebetulan Profesi keahlian kita  adalah Independent Lawyer Bisnis Migas, maka kita harus memperhatikan semua Point yang Significant dalam Tahapan Pembuatan Pemeriksaaan Dokumen Legal, pembuatan Pendapat Hukum atau Legal Opinion maupun Advise/Nasehat  kepada Klien kita, tergantung Pihak mana yang kita wakili kepentingan Hukum Bisnisnya, hingga ke tahapan Pembuatan MOU/ Letter of Intent,  Perjanjian Kerjasamanya, Perjanjian Farm In atau Farmoutnya, maupun Perjanjian Pembelian Saham jika yang terjadi adalah Pengambil Alihan Saham Equity dari Perusahaan Migas tersebut, serta Perjanjian Pinjaman Dana tergantung dari Kompleksitas dari Transaksi yang perlu dilaksanakan oleh Para Pihak dalam menjejaki dan melaksanakan Kerjasama Bisnis dalam Kegiatan Migas tersebut.

 Begitulah sekilas Snapshot  Gambaran  KEGIATAN MIGAS YANG PENUH RISIKO yang  Penulis hendak kemukakan pada kesempatan tulisan pagi ini, dengan harapan semoga bermanfaat bagi pembaca.

Jakarta, 4 April 2018

Agung Supomo Suleiman 

AGUNGSS BUSINESS LAWYER NOTE 

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: