SNAPSHOT ARTIKEL HUKUM BISNIS AgsS LAW – SACO AgungsS

1 Juli 2019

POTENSI BERTAQWA DAN FUJUR

Filed under: POTENSI Bertaqwa dan Fujur — agungssuleiman @ 2:15 am
Tags:

Syukur ALHAMDULILLAH,  Penulis masih diberi kesempatan dan diberikan oleh ALLAH S.W.T. Yang Maha Pencipta Kehidupan didunia ini, untuk bisa diizinkan masih  hidup dan bernafas didunia ini selama lebih dari 67 Tahun.

Sebagaimana kita ketahui ALLAH Yang Maha Kuasa Maha Pengasih dan Maha Penyayang  telah  menginformasikna kepada kita di Surat Insaan (manusia) Surat ke -76 dari Kitab Suci AL Quran, dengan sebuah pertanyaan yang ditujukan kepada kita manusia dalam Ayat 1 dari Surat Insan ini :

Referensi: https://tafsirweb.com/11729-surat-al-insan-ayat-1.html 

76 Surat Insan dari Kitab Suci AL Quran.

Surat Al-Insan Ayat 1

هَلْ أَتَىٰ عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا

Arab-Latin: Hal atā ‘alal-insāni ḥīnum minad-dahri lam yakun syai`am mażkụrā

Terjemahan :

Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

1. Telah berlalu waktu yang panjang atas manusia sebelum ruh ditiupkan padanya, di mana saat itu dia bukan merupakan sesuatu apa pun yang dapat disebut, dan tidak diketahui jejaknya.

https://tafsirweb.com/11730-surat-al-insan-ayat-2.htm

Terus pada ayat ke-2 dari Surat Insaan ini ALLAH berfirman :

Surat Al-Insan Ayat 2

إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا Arab-Latin:

Innā khalaqnal-insāna min nuṭfatin amsyājin nabtalīhi fa ja’alnāhu samī’an baṣīrā

Terjemahan

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.

https://tafsirweb.com/11730-surat-al-insan-ayat-2.html

Selanjutnya ALLAH berfirman dalam Surat ke- 30 Surat Rum ayat 21 dari Kitab Suci AL Quran.

Referensi :

https://tafsirq.com/30-ar-rum/ayat-21

Surat ke – 30 Surat Rum ayat 21  Kitab Suci Al Quran : 

Terjemahannya :

Dan diantara tanda-tanda kekuasaan NYA ialah DIA menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentaram kepadanya dan dijadikan NYA diantara mu rasa kasih dan sayang. 

“Selesai Salin” : 

Pelajaran yang dapat kita ambil dari Firman ALLAH diatas antara lain, yang Penulis mencoba simak setelah mendapatkan tausyiah dari para Ulama dan Ustad secara ringkas terangkum dibawah ini.

Berdasarkan keterangan Firman ALLAH, tersebut diatas,  kita sebagai insan manusia yang telah diciptakan ALLAH Yang Maha Pencipta,    haruslah berusaha untuk  senantiasa pandai – pandai bersyukur sebagai  umat Islam,  yang dibesarkan dan dilahirkan menjadi seorang Muslim, dimana setelah phisik kita tercipta, maka dalam masa 4 Bulan dalam rahim Ibu kita, maka roh yang diciptakan oleh ALLAH akan  ditiupkan kedalam tubuh phisik  kita yang diciptakan oleh ALLAH sesuai Firman ALLAH didalam Kitab Suci Al Quran dan Hadist Nabi Muhammad S.A.W. sebagaimana seringkali diutarakan oleh para Para Ulama Ahli ilmu agama serta para Ustad antara lain Ustad Adi Hidayat dalam Tausyiah Youtube yang dapat kita temukan di Medsos dalam Era Globalasi internet.

https://www.youtube.com/watch?v=l28EmPef2O8

dimana penyatuan antara Ruh dan Phisik inilah yang kemudian menurut Uztad Adi Hidayat,  Ruh yang ditiupkan kedalam Jasad Phisik, oleh ALLAH disebut dengan  nama “Nafs”. Memang menarik di Era Internet dan You Tube, maka kita dapat mendapatkan ilmu pengetahuan dari para Uztad antara lain Uztad Adi Hidayat, dimana insan tersebut setelah bercampurnya Ruh dan Phisik dapat  mulai  bernafas.

pic3

Phisik yang terdiri dari  materi antara lain tanah  dan segala materi yang dimakan oleh Ibu yang mengandung Rahim tempat penyimpanan Nafs, mengandung “Nafsu- Fujur” sedangkan  “Ruh” yang diciptakan oleh ALLAH, mempunyai sifat  Taqwa, dimana setelah Ruh dan Phisik ini  bercampur, maka ALLAH, sesuai  Firman ALLAH dalam Surat Asy-Syams Surat 91  Matahari  ayat 8,  mengilhamkan :

“Fa – Alhamaa fujurahaa Wa Taqwaahaa”, 

Terjemahan : Maka ALLAH mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan Ketaqwaannya.

Ayat 9 Qad aflaha man zakkaahaa 

Terjemahannya : Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu –

Ayat 10 : Wa Qad khaaba man dassaahaa

terjemahannya

Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

Komentar :

Dengan mengacu kepada Firman ALLAH diatas, sebagai informasi yang mendasar dan penting terkait dengan penciptaan kita sebagai manusia oleh ALLAH, dan yang dapat memberikan pencerahan cahaya kepada kita bahwa ternyata memang setiap dari diri kita manusia mempunyai  Potensi untuk Bertaqwa maupun Fujur atau Fasik yaitu menyimpang dari ketaqwaan, karena memang telah diilhamkan oleh ALLAH kepada kita dalam proses penciptaan sebagaimana antara lain dijelaskan oleh ALLAH,  sebagaimana terurai diatas.

Nah sekarang sepenuhnya tergantung dari kita sebagai Manusia Insan yang diciptakan oleh ALLAH, dimana manusia ini telah  diberikan “kebebasan” untuk dapat memilih diantara kedua potensi Bertaqwa dan Fujur – Fasik,  dengan segala akibat konskwensi dari pilihan kita untuk mensucikan jiwa kita dengan mengikuti perintah ALLAH dalam Kitab Suci AL Quran atau kita mengotori Jiwa kita dengan mengikuti “hawa nafsu” kita,  dengan mengabaikan segala peringatan dan petunjuk yang telah diberikan oleh ALLAH kepada kita   melalui Kitab Suci AL Quran serta Hadist sunnah Nabi Muhammad S.A.W dimana Rasul dan Nabi Muhammad S.A.W. adalah penutup Rasul dan Nabi diakhir zaman ini.

Yang jelas kita sebagai manusia diberikan akal serta qalbu  dan diberikan pendengaran dan penglihatan oleh ALLAH yang akan diminta pertanggungan jawaban oleh ALLAH diguanakan untuk apa pendengaran dan penglihatan kita tersebut.

Yang jelas

didalam ajaran keimanan kita sebagai muslim, diberi petunjuk pedoman keimanan untuk mempercayai Gaib yaitu ALLAH yang tidak terlihat maupun para Malaikat dan Syetan yang tidak bisa kita lihat, serta alam sebelum Ruh kita ditiupkan dalam Tubuh Phisik kita, hingga dicabutnya Nafs kita dari tubuh phisik kita untuk kemudian berpindah ke alam khubur,  hingga nanti dihidupkan kembali di Hari  Kiamat mulai dari Penghancuran semua bumi, bintang, matahari, bulan dan semua alam semesta ini dimana bumi menjadi rata dan mengeluarkan semua isinya dan kemudian ada hari Kebangkitan manusia yang mati dari kuburnya oleh ALLAH untuk mendapatkan Hari Pembalasan di Hari Pembalasan yang banyak sekali tersebut didalam Kitab Suci AL Quran yang kita harus imani sebagai Kitab Suci yang diturunkna oleh ALLAH kepada Rasul dan Nabi Muhammad S.A.W, sebagai Rasul dan Nabi Penutup diakhir zaman ini.       

   Demikian sekilas renungan pedoman hidup untuk kita resapi dan sadari yang berasal dari Firman ALLAH sesuai dengan tausyiah dari Para Ulama dan Ustad yang perlu sekali kita perhatikan.

Jakarta, 1 Juli 2019 diedit 2 Juli 2019 pagi

Agung Supomo Suleiman 

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: