SNAPSHOT ARTIKEL HUKUM BISNIS AgsS – SACO – AgungsS

22 Oktober 2019

PRIORITAS PERSATUAN BANGSA JELANG PEMBENTUKAN KABINET KERJA JILID II

Menurut pengamatan PENULIS INDEPENDEN BLOG, kita dapat secara kasat mata melihat terjadinya 2 (Dua) Tokoh Nasional “YANG TELAH SECARA NYATA” mem-“Prioritaskan” “Persatuan DAN KESATUAN BANGSA dari “POLARISASI (PERBEDAAN MERUNCING) antara DUA Kelompok,  khususnya kalangan bawah termasuk PARA FANS FANATIKNYA/ dan Para Buzzernya,  yang cenderung kian meruncing saling memaki, menjelekan, melontarkan kebencian, engga jelas kejuntrungannya, mau kemana arah tujuannya,  sehingga “SANGAT RAWAN” dimanfaatkan pihak ke-3 yang “MEMANG SECARA SENGAJA  hendak  “Memecah-belah Kesatuan Bangsa kita”.

Kecenderungan “Mendahulukan Prioritas Pertama Kesatuan Bangsa” sudah terlihat dengan “kedekatan” Tokoh Nasional “Megawati dan Prabowo” (“Politik Nasi Goreng”), SETELAH SELESAINYA PILPRES 2019, dimana KEDUA TOKOH BANGSA ini  memang dari “SANA -nya sudah merupakan  keturunan Kracht “Tokoh Nasional Bangsa”,  yang senantiasa mem -“Prioritaskan” “KESATUAN KEUTUHAN, KEKOMPAKAN, dan PERSATUAN BANGSA INDONESIA”. 

Pertanyaan kita : Apa mau polarisasi yang tidak jelas kejuntrungannya terus menerus akan dilanjutkan ….???  cape deh.

Maka kita sebagai Bangsa Indonesia asli yang Memiliki “Jati Diri” : “Musyawarah Mufakat, Gotong-Royong”, dan  bukan saling sikat menyikat, saling benci,  saling mencaci-maki dan saling menjatuhkan, karena di “Bagian Bawah” dari masing-masing Pendukung Tokoh Nasional  bahkan Para Fans Fanatiknya pada “FAKTA KENYATAANYA” terindikasi kuat masih Menterjemahkan Pengertian “demokrasi” menjadi “Democrazy” yang mengakibatkan terjadinya Polarisasi yang kian meruncing, yang sangat rawan ditunggangi Penunggang Pihak Ke-3 yang memang berniat secara SENGAJA menghendaki  “BUBARNYA KESATUAN DAN PERSATUAN BANGSA INDONESIA.

Polarisasi ini “Memang Harus Segera” di-Akhiri dan di-Hentikan oleh “Para Tokoh Nasional Bangsa” yang pada “fakta kenyataannya” pada Pemilu Pilpres 2019 lalu, HASILNYA masing- masing “TOKOH NASIONAL”,  mempunyai pendukung dan masa yang “SIGNIFIKAN BESAR”.

Maka untuk mematangkan “Kesadaran Wawasan National Character Building Jati Diri Bangsa Indonesia – Musyawarah Mufakat- Gotong – Royong”, kita patut  bersyukur kepada Allah Yang Maha Kuasa, bahwa Perkembangan Terakhir Kedewasaan Politik Kepempinan Tokoh Nasional Persatuan yang terjadi beberapa saat terakhir JELANG pembentukan Kabinet Kerja Jilid II Jokowi – Ma’ruf, tereskpose DI Media TV,  bahwa Prabowo, 

{sesudah dipanggil dan bertemu dengan Presiden Jokowi, (setelah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin disumpah dan dilantik MPR), (yang sebenarnya telah dimulai dari TEMA “Politik Nasi Goreng Megawati – Prabowo” Pasca Pemilu Pilpres /Wapres 2019)}, 

diberi wewenang oleh Presiden Jokowi,  untuk “menyatakan secara Langsung kepada Pers di Istana pada Hari Senin 21 Oktober 2019, bahwa Prabowo diminta membantu Presiden dalam bidang Pertahanan, dimana Prabowo menerima tawaran Presiden JOKOWI untuk mengabdi kepada Negara mendukung Presiden Jokowi dalam bidang Pertahanan.

Signal Pesan”- KUAT diatas, dengan Bersatunya Kedua Tokoh Nasional diatas, yang didahului dengan Politik NASI GORENG MEGAWATI – PRABOWO,  adalah TINDAKAN NYATA PARA TOKOH NASIONAL MEMPRIORITASKAN PERSATUAN BANGSA guna “MENGHADANG” DAN MENG-AKHIRI  BERLANJUTNYA POLARISASI dari PARA PENDUKUNG BAWAH MAUPUN FANS FANATIK DARI DUA KUBU, guna mewujudkan PERSATUAN BANGSA, sebagai JAMINAN MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT UMUM, sebagaimana dicita-citakan oleh pendahulu “Para Pendiri ” (“The Founding Fathers”) bangsa ini pada saat Sumpah Pemuda Tahun  1928 maupun Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia tahun 1945, jelas merupakan Panutan” untuk berembuk kompak bersatu kembali dengan Landasan Jati Diri Bangsa Indonesia “Musyawarah Mufakat – Gotong Royong “ menuju Cita-Cita Bersama Bangsa Kita, ditujukan kepada masing-masing Para Pendukung Tokoh Nasional maupun kepada Pihak ke-3 siapapun mereka itu termasuk “Para Elit Oligharki”.  

Berdasarkan Uraian Catatan Ringkas diatas,  yang menjadi Catatan Pertanyaan Besar kita adalah : “Apakah para pendukung dari Tokoh Nasional masing-masing pihak, merasa lebih pinter, mampu dan cakap dari Para Tokoh Nasionalnya masing-masing yang didukung ???

  • Jangan-jangan para pendukungnya punya agendanya sendiri diluar Para Tokoh Nasional yang didukungnya…hehehe🤣🤣

Jakarta 22 Oktober 2019

Agung Supomo Suleiman

PENULIS  INDEPENDEN BLOG 

IMG_1588

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Mollyta Mochtar

Travel and Lifestyle Blogger Medan

The Signs

Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?’ (adz-Dzariyat: 20)

Mollyta Mochtar

Travel and Lifestyle Blogger Medan

The Signs

Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?’ (adz-Dzariyat: 20)

%d blogger menyukai ini: