SNAPSHOT ARTIKEL HUKUM BISNIS AGSS LAW – SACO AGUNGSS

8 Februari 2014

NUANSA YANG MELINGKUPI KONTRAK KARYA PERTAMBANGAN BERBEDA JAUH TAHUN 2014 DAN TAHUN 1967 di Indonesia

NUANSA YANG MELINGKUPI KONTRAK KARYA PERTAMBANGAN BERBEDA JAUH TAHUN 2014 DAN TAHUN 1967 di Indonesia yaitu 44 Tahun semenjak Penaman Modal Asing pertama kali di Undang Masuk ke Indonesia sudah jauh berbeda.

  • Pemerintah Indonesia harus lebih cakap didalam menyikapi tanggapan atau reaksi dari Investor Asing terkait  Kebijakan Pemerintah untuk “dapat lebih memperoleh keuntungan dan manfaat dari Nilai Tambah Bahan Galian yang di Explorasi, Exploitasi, Produksi maupun boleh dibawa keluar dari Batas Wilayah Teritory Indonesia; 

Keadaan Perekonomian di Indonesia sudah “Tidak dalam keadaan kesulitan ekonomi dan keuangan apalagi Kebangkrutan” seperti yang dialami bangsa Indonesia 44 Tahun Yang Lalu yaitu tahun 1967, dimana Kontrak Karya Pertambangan Pertama dibuat dan ditandatangani antara Pemerintah yang diwakili oleh Menteri Pertambangan RI dan  Freeport Indonesia, Incorporated  pada tanggal 7 April 1967, dimana disebutkan bahwa semua Kekayaan Mineral (all mineral Resources) yang terletak di Wilayah Teritory Irian Barat adalah merupakan bagian dari Wilayah Republik Indonesia dan semua Mineral Resources adalah asset nasional dibawah Kontrol Pemerintah Indonesia.Undang-Undang Penaman Modal No.1/Tahun 1967  dimana Undang-undang Penanaman Modal ini lahir dari Amanah Putusan MPRS tahun 1996 No.XXIII/MPRS/1996 terkait dengan dibutuhkannya untuk segera dikeluarkan Undang-Undang Penanaman Modal Asing pada saat itu,  mengingat keadaan krisis ekonomi  malah mendekati kebangkrutan sebagaiman tertera dalam isi Putusan MPRS tahun 1996 No.XXIII/MPRS /1996, dimana disebutkan bahwa “Modal Dalam Negeri masih terbatas” sehingga sangat mendesak untuk dibuatkan Payung Hukum Undang Undang Penaman Modal Asing yang melahirkan Undang-Undang Penaman Modal No.1/Tahun 1967 tersebut;

  • Disebutkan dalam Contract Of Work tersebut dalam  bagian Witnessethnya bahwa :

Erstberg telah diexplore, dipetakan dan sampled oleh Freeport Sulfur Company pada tahAGUNGSS AT MINING SITEun 1960 sesuai dengan Izin Explorasi yang telah diberikan  Pemerintah Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bahwa Republic Indonesia : desires to advance the economic development of the people of the Territory, and to that end desires to encourage and promote the further exploration of the Ertsberg, and, if, an ore deposit of commercial grade and quantity to exist there, to take all appropriate measures, consistent with the needs of the people of the Territory and the requirements of the Republic of Indonesia, to facilitate the development of such ore deposit and the operation of a mining enterprise in connection therewith.

  • Disebutkan juga bahwa FI has or has access to the information, knowledge, technical ability and resources to undertake such further exploration development and operation and is ready, willing and able to do so on sesuai dengan ketentuan yang akan disebut dalam Perjanjian COW ini.

Disebabkan Freeport Sulfur Company telah menyelesaikan investigasi awal dari Erstberg, maka FI akan melakukan program explorasi, development, construction dan operasi yang dibagi dalam 3 Tahapan yaitu Periode Explorasi, Periode Konstruksi dan Periode Operasi. Juga disebutkan dalam pertimbangan bagian depan Witnesseth dalam Perjanjian COW,  bahwa Pemerintah Indonesia sudah mengeluarkan Undang-Undang No.1 Tahun 1967 tertanggal January 10,1967 terkait dengan Penaman Modal Asing dan Perjanjian COW ini dilakukan sesuai dengan Undang-Undang tersebut.

  • Kita mengetahui bahwa Undang  Undang No 1 Tahun 1967 dikeluarkan sebagai implementasi dari salah satu Butir di Ketetapan MPRS tahun 1996 No.XXIII/MPRS/1996 terkait dengan dibutuhkannya untuk segera dikeluarkan Undang-Undang Penanaman Modal Asing pada saat itu,  mengingat “keadaan krisis ekonomi  pada tahun 1967 malah mendekati kebangkrutan sebagaiman tertera dalam isi Putusan MPRS tahun 1996 No.XXIII/MPRS /1996, dimana disebutkan bahwa “Modal Dalam Negeri masih terbatas” sehingga sangat mendesak untuk dibuatkan Payung Hukum Undang Undang Penaman Modal Asing yang melahirkan Undang-Undang Penaman Modal No.1/Tahun 1967 tersebut;    

Begitulah suasana dan NUANSA dan pertimbangan dibuat dan ditandatanganinya Kontrak Karya Generasi pertama tersebut di Indonesia tahun 1967.

Kini sudah banyak Para Ahli Indonesia dalam Managemen, Reservoir Engineering, Geologis Indonesia, Teknik Pertambangan, Perbankan, Keuangan, Ahli Hukum, Lingkungan, Asuransi, Logistik, Pajak dibidang Pertambangan Umum termasuk “Penanaman Modal Dalam Negeri sudah tidak lagi terbatas” khususnya untuk melanjutkan Amanah Pasal 33 ( 3) dari Undang -Undang Dasar 1945 untuk mensejahterakan Rakyat Indonesia dimana  Pemerintah atas nama Negara selaku penerima Kuasa Pertambangan Umum  melakukan Kegiatan Pertambangan Umum di Wilayah Teritory Pertambangan di Indonesia dengan mengadakan Perjanjian Kontrak Karya dengan Para Investor Tambang baik Asing maupun Dalam Negeri.  IMBung Karno Sihanok

Maka dengan  telah dikeluarkannya  ketentuan  Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 2014 yang “kewajiban Pemegang Kontrak Karya  untuk melakukan Pemurnian Dalam Negeri” dimana Pemegang Kontrak Karya yang melakukan kegiatan penambangan mineral logam dan telah melakukan pemurnian dapat melakukan Penjualan ke Luar Negeri dalam Jumlah tertentu dimana ketentuan Batasan Minimum Penglohan dan Pemurnian akan diatur dengan Peraturan Menteri,

Kebikan ini merupakan langkah yang tepat dari Pemerintah, dan menunjukkan “Kekuatan dan Kemauan Politik Pemerintah” untuk mewjajibkan Investor Asing untuk membuat Pengelohan atas Bahan Galian di Wilayah Indonesia, sehingga dilarang bagi Pelaku Tambang untuk Langsung Mengekspor Bahan Galian Tambang dalam keadaan Belum Diolah di Indonesia untuk batasan tertentu yang akan ditentukan oleh Peraturan Menteri ESDM.

  • Menurut Pengamatan Penulis sebenarnya Investor Asing didalam Kontrak Karya “sudah sangat mengetahui” bahwa Pemerintah  menghendaki “pada suatu saat”   Investor Pertambangan diwajibkan untuk membuat “Smelter” atau “Tempat pengolahan Bahan Galian Tambang untuk dilakukan di  Indonesia”,  sehingga “bukanlah” merupakan suatu Hal Yang Mengagetkan Investor Asing jika pada saat ini Pemerintah Mengeluarkan “Peraturan dan  Kebijakan” untuk Memaksa Investor Tambang maupun Investor yang memang Ahli dalam melakukan Pengolahan Bahan Galian   untuk Mengolah BAHAN GALIAN tersebut guna dapat memberikan “Nilai Tambah” dari Hasil Bahan Galian dilakukan di Indonesia oleh Para Investor Tambang maupun Investor Pengolahan Tambang,   demi memberikan Nilai Tambah kepada Kesejahteraan Rakyat Indonesia  sesuai dengan amanah dari ketentuan Pasal 33 (3) Undang-undang Dasar 1945.
  • Dalam Pasal 10 ayat 5 Periode Operasi dari Kontrak Karya yang ditandatangani oleh Pemerintah Indonesia dan PT Freeport Indonesia Company tertanggal 30 Desember 1991 (Kontrak Karya Generasi V) ditentukan :
    • Perusahaan (dalam hal ini PT Freeport Indonesia) menyadari Kebjaksanaan Pemerintah untuk mendorong pengolahan di dalam negeri semua kekayaan alamnya menjadi produk akhir apabila layak. Perusahaan juga menyadari  keinginan Pemerintah agar Pabrik Peleburan dan Pemurnian Tembaga didirikan di Indonesia dan setuju bahwa Perusahaan akan menyediakan Konsentrat Tembaga yang dihasilkan dari Wilayah Kontrak untuk Pabrik Peleburan dan Pemurnian yang didirikan di Indonesia tersebut dengan ketentuan dibawah ini  : 
      • Selama suatu Jangka Waktu dimana fasilitas-fasilitas peleburan dan pemurnian untuk suatu produk tambang dari Perusahaan belum dibangun di Indonesia oleh atau atas nama Perusahaan, atau setiap subsidiari yang seluriuhnya dimiliki Perusahaan, akan tetapi sudah dibangun di Indonesia oleh Badan lain, Persusahaan “HARUS” apabila diminta oleh Pemerintah menjual produk-produk Tambang tersebut kepada Badan Lain dimaksud dengan Harga dan Kondisi yang tidak kurang menguntungkan bagi badan tersebut dibanding yang dapat diperoleh Perusahaan dari pembeli-pembeli lain untuk jumlah dan mutu yang sama dan pada waktu yang sama serta tempat dan waktu penyerahan yang sama, dengan ketentuan bahwa kondisi kontrak masing-masing dan kondisi-kondisi yang diberikan oleh Perusahaan kepada Badan Lain tersebut tidak akan kurang menguntungkan bagi Perusahaan.
      • Lebih Lanjut juga ada ketentuan bahwa Apabila dalam waktu 5(lima) tahun sejak ditandatnganinya Persetujuan ini, Fasilitas Peleburan dan Pemurnian Tembaga yang berlokasi di Indonesia “Belum Dibangun” atau tidak dalam proses untuk dibangun oleh Badan Lain, maka, tunduk kepada penilaian bersama oleh Pemerintah dan Perusahaan atas kelayakan ekonomi suatu Pabrik Peleburan dan Pemurnian, Perusahaan “HARUS” melakukan atau menyebabkan dilakukannya pendirian Pabrik Pengolahan dan Pemurnian Tembaga di Indonesia sesuai dengan Kebijaksanaan Pemerintah. Berdasarkan salah satu contoh Pasal Ketentuan mengenai Pembangunan Pengolahan dan Pemurnian Tembaga tersebut diatas, maka sebenarnya Investor Pertambangan di Indonesia “SANGAT MENGETAHUI” adanya kebijaksanaan PEMRINTAH tersebut sehingga sudah Saatnya PEMERINTAH Indonesia  berani membuat Kebijakan Politik Yang Lebih Mengungtungkan Kepastian Pemberian Jaminan kesejahteraan kepada Masyarakat Indonesia sesuai dengan Pasal 33 (3) Undang-Undang Dasar Indonesia, karena memang “KEDUDUDUKAN DAN KEKUATAN PEMERINTAH NEGARA REPUBLIK INDONESIA beserta semua Profesional AHlinya dalam Bidang Pertambangan serta Pengusaha Indonesia dalam Pertambangan Di Indonesia  kesiapannya sudah harus “Jauh Berbeda dengan keadaa pada Tahun 1967 atau 44 Tahun yang lalu.
  • Tentunya kiat dan strategy yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia  dari suatu Negara Berdaulat seperti Indonesia, menjelang Pemilu Tahun 2014, adalah    memberikan “Tekanan” kepada Para Investor Asing untuk secara sungguh-sunguh melakukan Ketentuan ini, melalui Instrumen Hukum lain, misalnya mengenakan sanksi konkrit dan nyata secara komersial terhadap Investor yang melanggar ketentuan Larangan Export Bahan Galian yang belum sama sekali diolah di Wilayah Indonesia dalam batas waktu sampai tahun 1917 termasuk telah dikeluarkannya Peraturan  Menteri  Keuangan No.6/PMK/011/2014 yang merupakan rangkaian kebijakan Pemerintah untuk “mengenakan Bea Keluar Atas Bahan Tambang yang lebih tinggi” apabila pengolahan dan pemurnian Hasil Penambangan dari Bahan galian Tambang ini  belum sampai tingkat yang diharapkan.

Dapat pula kita amati adanya Pasal 11 Ayat 2 dari Perjanjian Kontrak Karya antara PT Freeport Indonesian Company dan Pemerintah Indonesia tanggal 30 Desember tahun 1991 dimana ditentukan bahwa:

“Pemerintah mempunyai hak atas dasar yang berlaku umum dan tidak mendiskriminasi terhadap Perusahaan(PT Freeport Indonesia Company) untuk “Melarang Penjualan atau Ekspor mineral-mineral atau Produk apabila penjualan atau ekspor tersebut akan “Bertentangan  dengan kewajiban-kewajiban International dari Pemerintah atau menurut pertimbangan politik luar negeri akan mempengaruhi “kepentingan Nasional Indonesia” .

Sebagaimana kita ketahui kini Tahun 2014, dimana “Rakyat Indonesia”   melalui Demokrasi Politik berhak dan dapat bersuara karena Rakyat Indonesia sudah banyak yang Cerdas, Pintar Sadar akan “Hak Mereka”  untuk menentukan dan mengawasi “Tindakan Pemerintah Maupun DPR”  terkait Langkah Tindakan mana yang Benar-benar”  mewakili kepentingan men-sejahterakan Rakyat Indonesia, termasuk Hak Rakyat untuk  Mengawasi Kegiatan Pertambangan Umum oleh Investor yang dilaksanakan melalui ketentuan dalam Kontrak Karya, Kuasa Pertambangan, Idzin Pertambangan dan kini IUP berdasarkan Undang-Undang Minerba No.4 Tahun 2009 agar Negara Indonesia tidak hanya Sekedar Mengekspor Bahan Galian yang belum Diolah, melainkan Bahan Galian tersebut harus telah Diolah oleh Investor Pertambangan sebelum di Ekspor  untuk mendapatkan Nilai Tambah Atas Pengolahan Bahan Galian Pertambangan  guna dapat meberikan ksejahteraan bagi  Rakyat Indonesia.

  • Penulis sebagai Business Lawyer  yang  memang sudah lama berkecimpung dan mengamati serta berpraktek sebagai Business Lawyer Perminyakan dan Pertambangan menyadari benar bahwa Kontrak Karya sebagai implementasi dari ketentuan Peraturan Perundangan Pertambangan di Indonesia haruslah memberikan landasan “Mensejahterakan Masyarakat Indonesia” dan Konteks serta Nuansa pada Tahun 2014 sudah Sangat Berbeda Jauh dengan  Nuansa tahun 1967.
  • Penulis sangat mengetahui bahwa Investor didunia Pertambangan selalu hendak memakai alasan bahwa Kontrak Karya merupakan “Lex Spesialis Derogat Generalis”, namun pada saat Peraturan Pemerintah No.20 Tahun 1994 mengenai Pelonggaran Kewajiban Divestasi  bagi Investor Asing dapat  tetap 95% bagian Investor Asing dan 5 % Investor Lokal, Penulis yang pada saat itu Inhouse Legal Cpounsel dari PT Freeport Indonesia telah diminta untuk  berdiskusi dengan Anggota DPR, agar PT FI yang telah terikat dan mendatangani Kontrak Karya dengan kenetuan Divestasi dalam 10-15 Tahun mendivestasi Kememilikan Saham Asing dari mayoritas menjadi 49% Pemegang Saham Asing dan 51% Pemegang Saham Nasional,  dapat menikmati  Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 1994 tersebut.  

Dengan demikian Ketentuan dari Peraturan Menkeu Nomor 6 /PMK.O11 /2014 yang merupakan rangkaian dari PP No.1/2012  sudah merupakan Hak dan Wewenang dari Pemerintah yang harus berlaku dan dipatuhi oleh Investor Asing, apalagi kewajiban Pembuatan Pengolahan dan Pemurnian dari Bahan Galian dalam Kontrak Karya maupun Hak Pemerintah untuk Melarang Ekspor Baha Galian yang masih belum di Olah  demi Kepentingan Nasional Indonesia juga telah disepakati oleh PT Freeport Indonesia dala Pasal-Pasal yang terurai diatas. 

Sekian Tulisan dan Paparan Penulis  untuk pagi ini karena sudah ada Adzan Subuh di Mesjid Kompleks Depleu Cipete.AGUNG DI MINYAK

Iklan

30 Januari 2014

SALING MEMBERDAYAKAN

Yah, sebagai Business lawyer Independen, Penulis  benar-benar merasa bersyukur kepada ALLAH SANG MAHA PENCIPTA, bahwa Penulis dapat diperbolehkan oleh ALLAH Yang Maha Kuasa dan Maha Pencipta Bumi ini termasuk kandungan didalamnya, memberikan kebebasan Penulis untuk menjadi Business Lawyer yang Independen dan Merdeka, dengan pengertian tidak terikat pada suatu institusi melainkan bebas menentukan Profesi Hukum apa yang Penulis dapat aktualisasikan diri Penulis didalam menerapkan keahlian yang diberikan oleh ALLAH maupun kesempatan untuk berkiprah sebagai Independend Lawyer dengan menjalankan wadah sendiri yang kini bernama SACO LAW FIRM ini maupun pribadi  yang secara Hukum Indonesia berhak untuk menjadi ADVOKAT dan anggota PERADI. DSC01588

Menurut Pengalaman Penulis sebagai Business Lawyer yang Independ kita juga haruslah mempunyai jiwa enterpreneur dan merdeka dan bebas ber-Insisiatif dan Kreatif untuk mencari Unit Proyek apa sebagai Business Lawyer

  • Seperti Ahok, dalam talk show atau wawancara dengan AHOK Versus TV ONE di You Tube...dimana menurut Penulis, Wagub DKI Ahok sangat berwibawa dan negarawan sekali dan tidak perlu takut untuk tidak diberitakan oleh TV ONE, karena kapasitas AHOK adalah Wakil Gubernur DKI yang benar-benar Negarawan yang Mulia dan Terhormat.

Biasanya Orang Negarawan Yang Jujur dan mempunyai karakter seperti JOKOWI dan AHOK inilah, yang jelas dihormati baik secara Lokal maupun International. Kita dalam kapasitas profesi kita masing-masing juga dapat mempunyai “Karakter dan Sikap Negarawan” sesuai dengan keadaan dan profesi kita masing-masing.

  • Penulis sebagai Business Lawyer yang juga merupakan anggaota PERADI (Persatuan Advokat Indonesia) merasa berkewajiban untuk menjaga Kemuliaan Profesi Hukum yang dizaman Era Keterbukaan ini di Indonesia, sudah saatnya dapat berkiprah sebagapeta-1i Salah Satu Pilar Penegak Hukum dan Pemberi Contoh Teladan dan Mulia bagi para Generasi Muda kita.

Yang kita Utamakan adalah Kebenaran dan Saling Memberdayakan, termasuk didalam membuat DRAFT Perjanjian kita harus dilandaskan kepada Iktikad Baik saling memperdayakan dan bukan saling jegal dan menjatuhkan. 

  • Perasaan Kepuasaan Bathin bagi seorang yang berusaha untuk   mempunyai  Kharakter  untuk saling menghargai Profesi dan Keahlian masingh-masing, dimana Business itu juga harus diDasarkan kepada Saling Menghormati dan bukan dengan Hawa Nafsu dan Kerakusan serta Ketamakan, karena ALLAH  menjadikan tempat didunia ini hanyalah sebagai Medan Ujian yang semuanya tidak Kekal, dan akan Hancur dan akan pic2dimintakan AKUNTABILTASNYA baik didunia nyata yang sementara ini maupun di Hari AKHIRAT, karena kita semua Ciptaan dari ALLAH akan ada masa hancur dan habisnya….Lifetimenya terbatas.   

Jika kita punya Tekad dan Kekuatan bathin untuk Jujur dan Percaya kepada Sang Maha Pencipta, maka yakinlah bahwa, ALLAH akan mensertai  Niat dan Usaha serta professi kita yang Mulia ini.

  • Janji ALLAH adalah Benar dan Hak…Manusia haruslah saling bersinergi karena yang bisa Mandiri Tunggal hanyalah ALLAH, sedangkan Manusia haruslah saling bekerjasama untuk memBERDAYAKAN  dirinya masing-masing sebagai suatu kesatuan yang saling tergantung satu sama lain.

JAKARTA, 31 Januari 2014

Agung Supomo Suleiman

WORKSHOP PEMBERDAYAAN PERUSAHAAN TAMBANG /MINYAK INDONESIA

Seminar / Workshop  :

JUDUL dan TEMA :

WORKSHOP :

PEMBERDAYAAN KEGIATAN PERUSAHAAN TAMBANG /MINYAK INDONESIA

Dari PAYUNG HUKUM DAN KEBIJAKAN

Diskripsi/Pendahuluan

PENYELENGGARA dari Workshop ini  merasakan perlunya penyadaran kepada   stakeholders dari Kegiatan Pertambangan di Indonesia apakah kita mempunyai Vision Mission serta Map Road  terkait dengan PEMBERDAYAAN KEGIATAN PERUSAHAAN TAMBANG INDONESIA dari Aspek Managemen, Vision, Mision, Mitigasi Risiko,  Hukum dan Kebijakan;  Sebagaimana kita ketahui  dialam Demokrasi dan Reformasi serta Era Globalisasi  kita sebagai bangsa dengan Wilayah yang luas  yang mengandung banyak kekayaan alam Bahan galian Tambang 

perlu mengkaji  ulang dan mengevaluasi apakah sudah saatnya  Investor Indonesia maupun Profesional  Manpower  Indonesia  setelah:

  • 67 tahun  Indonesia Merdeka tahun 1945 dan
  • 47 Tahun terhitung  semenjak Indonesia   pertama kali membuka Penamaman Modal Asing ke Indonesia tahun 1965 dibidang Pertambangan Umum,

kini  membuat     Road Map yang Jelas

                                    dan

Visi serta Misi yang jelas dan terukur bagaimana mengaktualkan  PEMBERDAYAAN KEGIATAN  PERUSAHAAN TAMBANG /MINYAK  INDONESIA, mengingat :

  • sudah banyak Investor atau Pemodal  Indonesia  yang muncul di Indonesia, serta
  •  Banyak Professional  Indonesia baik dalam bidang :
    • Management, Teknik Pertambangan, image005Ahli Keuangan, Finance,  Profesional Hukum, Accounting, Tax, Audit, Hukum Lingkungan, Human Resources, Logistic, Asuransi .

dalam bidang Pertambangan yang menguasai Knowledge dan Know How baik :

  • Tekhnical Know How, Engineering Know How,  Management Know How, Financing Know How,  Audit Know How, Legal Know How, Envorimental Law Know How, Human Resources Know How, Tax Know How,  Asuransi Know How, Logistic Know How

Sebagaimana kita ketahui  yang sering dihadapi oleh Investor Indonesia adalah :

Permodalan, dimana Permodalaan ini bisa kita dapat :

dari Investor Yang Membawa Modal Sendiri, atau dari Bursa Saham  maupun Pembiayaan dari Bank;

Berkaitan dengan hal-hal diatas, dan dalam rangka mencapai Pemberdayaan Perusahaan Tambang?MINYAK  di Indonesia, Indonesia memerlukan

PAYUNG  HUKUM

untuk dapat memulihkan dan mengangkat posisi kedudukan dari

PEMBERDAYAAN KEGIATAN PERUSAHAAN MINYAK / TAMBANG INDONESIA.

Oleh karenanya kita  kita perlu pertanyakan secara serius dan sungguh2 :

  • Bagaimana Dukungan Peraturan Perundangan maupun Kebijakan   untuk dapat meningkatkan  PEMBERDAYAAN  Kegiatan PERMINYAKAN / PERTAMBANGAN  oleh Perusahaan PERMINYAKAN/PENAMBANGAN Indonesia maupun Perusahaan Jasa PERMINYAKAN/ PENAMBANGAN,
  • apakah KENDALA  dan RISIKO KEUANGAN  yang bisa dihadapi baik oleh Para Investor maupun Penyandang Dana,  Bursa Saham maupun Bank yang hendak membiayai  para pengusaha dalam kegiatan Penambangan Umum di  Indonesia;
  • Jika memang ada Dukungan keuangan baik dari Investor,  Bursa Saham dan Perbankan apakah Pengusaha Indonesia dalam Pertamnbangan Umum sudah Siap baik secara Mental Enterpreuner, Teknologi, Management, Daya Saing maupun Pengoperasian untuk   menjadi Pemain Andal dalam Kegiatan PERMINYAKAN/ PERTAMBANGAN di Indonesia ?

Guna menjawab tantangan ini maka

 

           AgsS Law –   SACO (Suleiman Agung &Co)  

mempunyai ILUSI 

mengadakan

Workshop Hukum PERTAMBANGAN /PERMINYAKAN ,

                          dimana  kami  akan  memberikan  Judul dan Tema :

WORKSHOP :

PEMBERDAYAAN KEGIATAN PERUSAHAAN TAMBANG /MINYAK INDONESIA

PAYUNG HUKUM DAN KEBIJAKAN

bg_ag

11 Oktober 2013

Memelihara Network Kunci Kesuksesan Meraih Rejeki

Yah, dalam perjalanan 15 Tahun menjalankan wadah SACO Law Firm ( Suleiman Agung & Co) , salah hal yang perlu dilakukan adalah memelihara dan memaintain network ibarat melempar jala untuk menangkap ikan atau membuat sarang laba-laba guna dapat  menangkap proyek sesuai dengan bidang profesi yang kita kuasai dan geluti. Memang didunia ini kita haruslah banyak belajar dari segala macam bentukGambar

 kehidupan baik binatang maupun kiat untuk dapat meraih rejeki.  Yang penting kalau bagian produksi sudah selesai mengerjakan pekerjaan proyek dengan secara optimal dan professional sesuai dengan irama dari Klien kita, maka tugas selanjutnya adalah bagian penagihan Invoice untuk meminta Klien atau Customer kita untuk membayar Jasa legal Fee yang telah disepakati  bersama antara Klien dengan kantor kita. Nah, jika bayaran telah dilakukan oleh Klien dan telah dipakai untuk keperluan operasional kantor maupun kebutuhan dari Partner dari Wadah law Firm tersebut. Tugas selanjutnya untuk dapat melanjutkan usaha jasa dari wadah Law Firm tersebut, tentunya adalah tugas dari bidang marketing yang harus melanjutkan mengkontak List dari Network dari wadah Law Firm tersebut untuk mendapatkan peluang proyek Klien yang membutuhkan jasa hukum kita. Alat dan supporting dari Marketing ini adalah melalui melakukan kontak baik dengan telephone maupun melalui email maupun memperkenalkan eksistensi dan keberadaan wadah kita melalui Blog yang menurut Penulis adalah suatu kiat dan cara untuk memperkenalkan kepada dunia usaha bahwa wadah kita ada didunia bisnis untuk siap memberikan Jasa Hukum Bisnis kepada Customer atau Calon Klien maupun Klien yang pernah mendapatkan jasa hukum bisnis kita dalam suatu periode snapshot dalam perjalanan bisnis mereka yang membutuhkan jasa aspek hukum terkait Gambardengan binis mereka.

Memang kita tidak boleh berhenti untuk mencari suatu kiat yang kreatif untuk dapat mempertahankan wadah kita yang bagi Penulis kini bernama SACO Law Firm ( Suleiman Agung & Co);

  • Hal yang paling menarik adalah bahwa jaringan Network ini bisa diperoleh dari Jaringan Network dari Klien kita yang telah mempunyai jaringan network yang luas dan telah dipelihara oleh Klien kita misalnya sudah dibina selama 30 tahun, sehingga jelas akan memperluas jaringan kita didalam memberikan jasa hukum bisnis yang telah pernah dirasakan oleh Klien kita, yang kemudian wadah dan keahlian jasa hukum bisnis kita telah direkomendasaikan oleh Klien kita untuk dipakai oleh jaringan dari Klien kita tersebut.

Maka kita sangat bisa belajar dari Klien kita bagaimana kiat dan cara memelihara hubungan network  jaringan dengan Klien kita yang baru, yang  kita peroleh dari Klien kita ini.  Memang merupakan suatu seni tersendiri untuk dapat mengembangkan network kita melalui melakukan Jasa Hukum Bisnis kita secara optiimal dan professional yang bisa mengimbangi irama dari Klien kita yang baru, dimana jika Klien kita yang baru ini berasal dari suatu negara yang sudah maju budaya maupun ethos kerja mereka, maka selain Kliennya kita yang lama maupun  yang baru termasuk diri kita dapat sangat  merasakan adanya suatu Team Work yang Solid dan terbangun suatu keasyikan profesional yGambarang berkwalitas.

  • Rasanya sangat puas jika kita dapat membantu Klien kita maupun Klien baru yang diperkenalkan oleh Klien kita yang lama ini dengan irama kerja yang professional sesuai dengan ekspektasi dari Klein kita yang baru  yang kebetulan berasal dari Negara Sakura Jepang yaitu kota Osaka. 

Rasanya ada kepuasan bathin maupun professional dan kita dapat belajar dan sadar bahwa dunia ini sangat luas cakupannya dan bukan hanya sibukdengan Klien Lokal namun dengan kelebihan kita bisa mendraft Perjanjian dalam Bahasa Inggris. kita punya potensi untuk memperluas dan mengembangkan jaringan dan peta network Klien kita kemanca negara yang kebetulan melakukan kegiatan bisnis di Indonesia.

  • Tentunya hal ini harus kita geluti secara tekun, tangguh dan tidak boleh putus asa dan fokus dengan keahlian jasa yang benar kita kuasai dan kita senangi untuk membangun professi yang kita geluti untuk mengaktualisasikan diri kita dalam dunia yang nyata dan penuh dengan persaingan ini.

     Yang mungkin sekian dahulu tulisan Penulis untuk malam dan periode snapshot fragmentasi kehidupan ini.

Cheers,

Jakarta 11 Oktober 2013

Agung Supomo Suleiman

22 Desember 2012

SELAMAT TAHUN BARU 2013 PEMBERITAHUAN ALAMAT BARU Suleiman Agung & Co ( SACO LAW FIRM) LAW FIRM

Suleiman Agung & Co

(“SACO LAW FIRM”) 

 

IMG00209-20120429-1536

bersama ini mengucapkan

Selamat  Tahun Baru 2013

Semoga di Tahun 2013

diberikan ALLAH

  tekad baru

semangat baru,  kesejahteraan

kemakmuran, rejeki yang berkah,

cash flow dan cash-in yang

lancar, kesehatan,

berkontribusi  menjadikan Dunia

menjadi tempat yang lebih baik, aman,bersih, tertib.

Kami bersama ini  juga

Memberitahukan

Suleiman Agung & Co

(“SACO LAW FIRM),

salam  hangat,

Agung S.Suleiman

 

 

8 September 2012

ASPEK HUKUM MENARIK DALAM REPOSISI KEDUDUKAN PEMAIN TAMBANG LOKAL INDONESIA

Penulis sedang mengamati terjadinya “kecenderungan atau trend” perubahan mendasar dari keinginan pemain tambang Indonesia yang  bukan hanya ingin  menjadi  Pemegang Izin IUP, dan selanjutnya  menggantungkan pada dana, teknologi, know how  semata2 dari  Pemain Tambang Asing,  yang seringkali  dirasakan  hanya bermaksud menggalang dana dari Bursa dan tidak secara serius hendak memulai melakukan kegiatan Produksi Bahan Tambang, dimana hasil study dari kandungan core atau bahan galian logam  yang dapat menghasilkan dana (“Bankable”) baik dari Bursa dan Bank,  tidak diberikan oleh Pemain Tambang Asing kepada Pemain Tambang Lokal yang memiliki IUP; 

  • Pemilik IUP atau semula KP, dari suatu wilayah Tambang, seringkali  merasa diperlakukan tidak adil dan tidak seimbang baik secara klausula aturan hak dan kewajiban dalam perjanjian yang telah dibuat, dimana “jelas terlihat secara kasat mata”  tidak seimbang sama sekali, karena misalnya Penambang Asing yang menjadi Penyandang Dana  yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan Explorasi, menentukan dalam Perjanjian mereka untuk dapat sewaktu2 dan  kapan saja setiap saat menghentikan pemberian Dana yang dibutuhkan maupun menghentikan Perjanjian secara sepihak, tanpa dikenakan  sanksi kerugian komersial maupun waktu  yang diderita oleh Pemilik IUP,  sehingga tidak ada sama sekali “Kepastian Jaminan mendapatkan Dana” bagi Pemain Tambang Indonesia Pemegang IUP, dimana pada pihak lain,  Pemilik dari IUP  dalam Perjanjian  tidak mempunyai hak sama sekali untuk menghentikan Perjanjian maupun transaksi yang dibuat diantara Pemilik IUP denganPenyandang Dana tersebut;

Penulis yang juga adalah Bisnis Lawyer khususnya dalam bidang Pertambangan Umum dan Migas, mengobservasi bahwa dengan   Dana yang digalang Pemain Asing dari Bursa Stock Exhange diluar Negeri, Pemain Tambang Asing telah menetapkan dalam Perjanjian merkea dengan Lokal Partner Indonesia Pemegang IUP  , bahwa kontribusi DANA  ini  di” Trade Off” atau ditukar dengan “Kepentingan Ekonomi” yaitu Hasil Tambang, bahkan dicoba untuk digunakan  sebagai “Inbreng” mendapatkan Equity atau saham dalam PT  dari  Pemegang  Saham  yang memegang IUP Explorasi dan IUP Operasi Produksi dari suatu Wilayah Pertambangan di Indonesia;

  • Kita  melihat bahwa DANA ini   diperoleh oleh Pemain Tambang Asing dari Bursa Saham di luar Negeri, dimana  data Geologinya adalah Data Batuan -Logam-Core yang berasal dari Wilayah Tambang dari IUP atau semula KP yang secara Hukum dipegang syah  oleh Penambangan Lokal Indonesia tersebut.

Penulis mengamati bahwa “Hasil Study atas Kekayaan Kandungan Geologi” sama sekali tidak diberikan oleh Penyandang Dana Asing kepada Pemegang IUP, sehingga jelas sekali  “Tidak Seimbang Kedudukan antara Penyandang Dana Asing dengan Pemegang IUP tersebut;

  • Hal ini secara hukum “Jelas dan Nyata ”  membuat  kejadian  “Tersanderanya Pemegang IUP” dalam kedudukan ;posisi yang sangat lemah karena  sama sekali tidak mempunyai posisi dan kapasitas untuk  dapat menggunakan Hasil Study dari Geologi tersebut  untuk menggalang dana dari Bursa maupun bank bagi kepentingan Pemain Tambang Lokal Indonesia yang memegang IUP Explorasi maupun IUP Operasi Produksi.

Penulis mengamati bahwa  pemain Pemula Penambang Indonesia yang memiliki IUP tersebut dengan sendirinya berusaha dan berjuang untuk mencari suatu kiat dan cara untuk  dapat mengimbangi dan menaikan posisi bargainingnya dengan cara  berkolaborasi  dengan Pemain Lokal Indonesia, yang telah mempunyai Modal Awal karena  telah mempunyai berbagai pengalam bisnis lain termasuk didalam dunia Pertambangan;

  • Maka dengan cara kiat ini Pemain Lokal pemegang IUP dapat  secara nyata  dan Riil, terbantu untuk memperbaiki dan menaikan posisi kekuatannya  dengan counter part  Pemain Asing yang dirasakan tidak  memberikan kesempatan kepada Pemain Awal Pemain Tambang lokal  tersebut untuk memperdayakan dirinya berkembang menjadi Pemain Tambang yang handal; Memang pada fakta kenyataannya kita juga tidak dapat menjamin bahwa berkolaborasi antara Pemain Tambang Awal dengan Pemain Lokal Tambang yang telah berpengelaman dan mempunyai modal awal akan dapat memperbaiki posisi Pemain Tambang Lokal Awal dibandingkan berkolaborasi dengan Pemain Tambang Asing;

Karena sudah merasa lama sekali tidak diperlakukan secara adil oleh Pemain Tambang Asing tersebut,  maka Pemain Awal Penambang ini telah mencoba untuk  menawarkan adanya struktur kerjasama yang berbeda dengan Penambang Asing tersebut , dengan ketentuan persyaratan bahwa IUP  tetapi dimiliki oleh Pemain Lokal, untuk menjaga supaya tidak terdilusi dalam Equity pada PT  yang memegang IUP  dan berusaha untuk  menawarkan Hasil Tambangnya saja yang dijadikan point Trade off  atas  Dana yang telah di galang dari Bursa dan digunakan untuk kegiatan Explorasi;

  • Namun tawaran ini nampaknya  tidak dapat diterima sama sekali oleh Pemain Tambang Asing yang telah berhasil menggalang dana dari Bursa distock Exchange diluar Negeri, sehingga nampaknya pada perkembangan terakhir tidak ada jalan lain dari Pemegang Lokal IUP tersebut,  melainkan untuk meningkatkan  level atau tingkat kolaborasi dengan affiliasi dari Pemain Tambang yang telah memiliki modal awal diatas untuk melakukan tindakan corporate action, dengan menawarkan sebahagian   Equitynya dalam PT kepada Pemain Tambang Lokal Berpengalaman yang telah mempunyai modal maupun pengalaman bisnis lain termasuk dalam pertambangan, dimana  menurut versi mereka didukung dengan Dasar Hukum Korporasi maupun ketentuan Peruandangan Minerba yang berlaku di Indonesia ;

Berdasarkan pengamatan diatas, kita dapat  melihat “ kecenderungan” atau “Trend”  nyata dari  Pemain Tambang di Indonesia untuk dapat menaikan posisi mereka  dengan kiat, ber kolaborasi dengan Pemain Tambang Lokal Indonesia lainnya yang telah mempunyai track rekor serta telah mempunyia kapital awal  untuk tahap awal ezplorasi , dimana kedudukan dari PT pemegang IUP tersebut dapat meningkatkan posisi kedudukan mereka, sehingga dengan dukungan dari Pemain Tambang Lokal lainnya, terlihat  mempunyai Nyali untuk berhadapan dengan Pemain Penambang Asing di Indonesia dan melakukan corporate Action yang mereka rasakan perlu  dalam rangka  untuk mensejajarkan dirinya dengan Pemain Penambang Asing di Indonesia.

Jakarta, 8 September 2012

Penulis : Agung S.Suleiman

AGUNGSS BUSINESS LAWYER NOTE

10 Februari 2012

TEKUN DAN FOKUS

Ya, untuk dapat meraih kepuasaan dalam profesi anda harus tekun dan fokus pada bidang yang anda minati tentunya setelah jatuh bangun gagal, bangkit kembali dan jangan pernah putus asa. Keahlian dan bakat seseorang memang beda antara satu dengan lainnya; Tidak ada satupun makluk yang sama;

Maka anda haruslah mengenali jati diri anda;  Namun percayalah jika anda memang sedang mencari jati diri anda serta bidang profesi apa yang anda inginkan untuk mendulang rejeki,  maka anda harus sesuaikan dengan sifat bakat talenta kesenangan yang dapat menjadi sarana untuk menjemput rejeki yang disediakan ALLAH kepada anda;

Rejeki orang memang beda satu dengan lainnya; Namun dalam perjalanan hidup seseorang tentunya dia harus berusaha untuk jangan mengulang kesalahan2 yang pernah atau sering kita lakukan; Namun jangan anda sekali2 takut gagal, karena anda bisa banyak belajar dari kegagalan anda.

Jangan pula lupa bersyukur kepada ALLAH yang telah menciptakan dan memberikan kesempatan anda untuk hidup didunia; Untuk dapat bergelut dalam bidang profesi yang telah anda pilih menjadi bagian dari hidup anda, anda memang harus menyenanginya; Kalau anda tidak suka atas profesi anda, maka agak sulit bagi kita untuk berusaha mempelajari akar, atau esensi  maupun simpul yang melekat dari profesi anda;

  • Profesi anda tidak berdiri sendiri melainkan akan tali temali dengan bidang-bidang profesi lainnya; Misalnya jika kita memilih profesi menjadi Penasehat Hukum Bisnis, maka anda tidak akan lepas dari berbagai profesi terkait lainnya dalam bidang bisnis yang anda sedang membantu dari aspek legalnya; Hal ini sudah menjadi kenyataan dan fakta hidup dalam bidang dunia profesi yang bertujuan untuk menunjang cita-cita dari seorang pemain atau pelaku bisnis;

Umur tidak menjadi masalah, karena yang penting anda senang dengan profesi yang telah anda pilih; Anda adalah anda, sehingga anda haruslah mengali potensi serta kelemahan yang ada pada diri anda; Team Work merupakan hal yang sangta penting, sehingga anda juga harus memahami dan berusaha untuk mengerti jalan pikiran orang lain didalam menangani suatu permasalahan yang sednag kita hadapi;

  • Nanti Insya ALLAH akan ada satu saat dimana anda bisa bersinergy dan mempunyai chemistry dengan seroang yang lebih senior dengan anda dimana anda bisa mendongkrak nilai harga dari jasa anda; Namun yang penting harus ada waktu untuk saling mengenal kharakter dan keinginan maupun visi masing2;

Jika memang itu adalah jalan hidup yang dapat membuka rejeki anda, Insya ALLAH anda bisa menemukan suatu jalan keluar namun  kalau pengalaman saya adalah kita harus mempunyai pegangan hidup dan moto dimana bagi saya,  saya berusaha untuk juga mendengarkan Ayat Suci Kitab yang saya imani yang dalam hal ini adalah AL Quran, dimana banyak sekali Fadilah yang dapat kita peroleh, antara lain kita diminta untuk Sabar, teguh, tekun, jangan pernah berputus asa dengan Rahmat ALLAH, sehingga jika kita tekun mendengarkan lantunan Firman ajaran, petunjuk,  pelajaran ilmu dari ALLAH, yang diajarkan kepada Rasul, untuk disampaikan kepada umatnya serta umat manusia, maka secara tidak sadar terasa Insya ALLAH keberkahan dan rejeki dari profesi maupun wadah yang kita bentuk dimana untuk diriku sebagai orang yang memilih Profesi Hukum Bisnis alhamdulillah aku membuat Wadah Suleiman Agung & Co ( SACO LAW FIRM)  sebagai suatu wadah untuk dapat mengaktualisasikan bidang Profesi yang aku tekuni dan fokus;

Pada setiap kesulitan akan ada kemudahan dan ini diulang dua kali oleh ALLAH dalam salah satu Surat dalam  Kitab Suci Al Quran, sehingga dapat menggugah jiwa dan mental kita untuk tidak pantang menyerah dan putus asa atas Firman ALLAH ini;

Jakarta, 10 Februari 2012

Agung S.Suleiman

 

 

 

 

 

2 Oktober 2011

Professi Lawyer

Memilih Profesi Lawyer seharusnya dapat mendidik dan mendisiplinkan kita untuk untuk menjadi manusia terhormat dan dapat dipercaya integritasnya, karena memberi pencerahan hukum kepada sekeliling kita ibaratnya diharapkan dapat membantu Klien kita untuk menghormati hukum, etika, norma yang patut dihormati semua para stackholder.

  • Kita tidaklah boleh saling menzalimi melainkan saling memberikan harapan, tidak memanjakan, namun saling dapat meletakan  kondisi dan posisi dari setiap stackholder untuk dapat berkembang menjadi pemain andal, tangguh, dan siap untuk memberikan pelayanan jasa yang professional, good faith, fair play  didalam usaha dan ikhtiar  mencari karunia ALLAH didalam  kehidupan untuk mencari nafkah, karier, masa depan, dan saling membantu memperdayakan diri.

Dalam fakta dunia nyata, kita seringkali  melihat dan menyaksikan secara kasat mata, betapa prinsip saling menhargai, dan saling menghormati seringkali tertutup oleh keinginan secara pintas jalan  mengumpulkan materi secara cepat, tanpa memperhatikan lagi proses good corporate governance, transparancy, dan secara nyata mau membaca kekuatan Riil dari keberadaan kita dalam percaturan persaingan Bisnis   yang ada.

  • Sebagai Profesi Business Lawyer, kita acapkali dihadapkan pada pilihan apakah kita tetap menunjung tinggi martabat profesi Hukum kita yang Independend Profesional ataukah lebih memilih turut terjerembab kedalam perlombaan  mempercepat akumulasi asset dan materi kita secara tidak fair play bahkan mengingkari Kehormatan Professi Hukum Yang Harus Independend dari Keinginanan Hawa Nafsu  Sesaat,  tanpa mau melalui proses yang sulit, yang terjal dan penuh tantangan.

Ibaratnya kita harus  terlebih dahulu mau mendaki gunung, mengurangi lautan, bahkan  menyeberangi jalan yang sulit dan terjal,  demi membawa amanah  “Cahaya Pelitayang sedang ditunggu diseberang Pulau yang mengharapkan adanya Keadilan dan Kebersamaan Hak dan Harga diri  dan martabat untuk berdiri sama tegak dengan sesama manusia yang mengharapkan adanya perbaikan  system didunia yang nyata dan bukan membangun kerusakan dan keserakahan diatas pengorbanan dan penderitaan orang lain atau umat dan golongan lain;

  • Semua tentunya  ingin  dan butuh materi guna melanjutkan  kehidupan yang layak, namun, jika kita telah memilih suatu pilihan menjadi Professi Lawyer Business, kita haruslah membangun diri kita dahulu untuk dapat terbiasa dan berkesinambungan membangun  suatu kharakter, sikap  menghormati Profesi Hukum yang Independend dan tidak bisa dibeli atau diukur dengan Materi semata, meskipun kita jelas perlu materi.

karena yang harus kita Utamakan adalah membangun suatu keadaan disekeliling terdekat kita dengan watak, sikap, kharakter  nuansa kearah jujur, berintegritas, transparansi dan menghormati  diri kita sebelum kita minta orang lain menghormati kita;

Jakarta, 2 Oktober 2011 Minggu Sore

Agung S.Suleiman

SACO LAW FIRM ( Suleiman Agung & Co)

member of  JME

Menara Bidakara, lt2, Kav. 71-71,Jl. Gatot Subroto

26 September 2011

Keunikan SACO LAW FIRM

Yah, keunikan dari SACO LAW FIRM ( atau Suleiman Agung & Co) adalah bahwa, Law Firm ini dijadikan wadah oleh Partnernya yaitu Agung S.Suleiman untuk dapat bebas mandiri dengan berusaha untuk punya Prinsip dan Karakter Professional dan Bertanggung Jawab khususnya didalam memberikan Jasa Hukum kepada para pebisnis di Indonesia, dimana biasanya Kliennya adalah Perusahaan Lokal Indonesia yang hendak berjuang untuk dapat eksis dan mandiri dengan kekuatan sendiri, namun pada kenyataannya harus menghadapi fakta perlu berkolaborasi dengan Perusahaan   lain baik itu lokal atau asing yang dapat diajak bekerjasama untuk saling menghormati dan menghargai keahlian masing-masing.

  • Kunci sukses menurut pandangan setiap orang berbeda satu dengan lainnya. Namun dalam perjalanan hidup Partner dari Law Firm SACO LAW FIRM ini adalah bahwa kita tidak boleh sukses diatas penderitaan atau tertindasnya orang lain;

Untuk hal itu kita harus mempunyai Prinsip serta Karakter dan harus berani mengambil sikap yang bebas mandiri dengan tidak usah takut kita akan jatuh miskin, karena ilmu kita yang professional tidak dapat dicuri atau diambil orang lain, karena ilmu yang telah kita raih, baik berdasarkan  pengalaman, jam terbang, maupun professi keahlian kita, yang telah kita peroleh  baik dengan menggelar titel dari sekolah, universitas  atau berdasarkan pengalaman jam terbang,  Insya ALLAH dengan izin ALLAH dapat terakumulasi menjadi asset yang tidak dapat dicolong atau dicuri orang lain, karena telah melekat dan merupakan bagian dari Keunikan Karakter kita;      

  • Ukurannya prioritas pertamanya,  menurut pengalaman saya adalah “Kwalitas” dan “bukan Kwantitas”, karena jika ukuran kita dari Awal adalah Kwantitas, maka kita secara tidak sadar akan berusaha untuk melakukan segala cara untuk mencapai Kwantitas tersebut, dimana acapkali mengabaikan Etika Professional, maupun  Good Corporate Governance yang secara universal dapat dirasakan oleh orang atau pihak yang mempunyai Prinsip dan Karakter tidak boleh merugikan dan menzalimi pihak atau orang lain siapapun dia dan dari golongan apapun dia;

Didalam kenyataan baik skala Negara Besar, Kapital Besar seringkali jika “Hawa Nafsu” untuk Mengumpulkan Modal Finansiil dijadikan Prioritas Pertama Awal  dan bukan Kwalitas, kita bisa lihat sendiri bagaimana “Kemunafikan” dan “Double Standard” akan terjadi secara kasat mata.

  • Kalau kejadian zaman dulu, yang dilembagakan dalam  Kitab Suci seringkali diberikan Gambaran Keserakahan Hawa Nafsu dari   “Karun” yang gila “Kekayaan” dan Firaun yang “Gila Kekuasaan”;  

Mereka ini dengan kekuasaan mereka hendak membangun kekayaan mereka dengan “Serakah” dan seringkali “Mengusir orang” atau “umat lain” dari tempat asal,  dimana Kekayaan itu berada, dimana di Zaman Modern ini adalah misalnya  Minyak Crude Oil dibelahan Timur Tengah dimana sekarang terjadi Revolusi Rakyat Timur Tengah yang Rakyatnya berkeinginan untuk Lepas dari Kezaliman dan Kesewenangan  Penguasa Yang Berkuasa;

  • Dikawasan Timur Tengah ini, kita dapat amati dan saksikan bahwa pada kenyataan Rakyat membutuhkan Dukungan Kekuatan dari Yang Punya Modal Angkatan Perang Canggih, dimana terlihat adanya beberapa “Negara Besar” yang mengklaim membantu Rakyat dari Penindasan Kekuasaan seperti Di Libya, namun kita harus mencermati dan mengamati apakah Negara Besar yang membantu tersebut benar2  secara “Ikhlas dan Tulus”  membantu Rakyat Libya ataukah mempunyai Agenda sendiri untuk menguasai Ladang Minyak serta kelancaran Jaminan Minyak /Gas untuk kepentingan mereka sendiri; Kita lihat saja perkembangan nanti;
  • Wah, kembali kepermasalahan pilihan Partner dari SACO Law Firm adalah berusaha untuk menjadi Business Lawyer yang ber-etika dan mempunyai prinsip, dimana memang tidak gampang dan mudah untuk dapat Eksis didalam Kancah Pemberian Jasa Hukum di Indonesia ini, namun kita tidak boleh berputus asa;

Perlu diketahui bahwa Partner dari SACO LAW FIRM, memang mulai menjatuhkan pilihan  bebas Mandiri secara sungguh2 adalah ketika menginjak umur 46 Tahun menuju 47 tahun , karena semula niatnya berkeinginan  menjadi Diplomat mengingat orang tua Partner Agung S.Suleiman adalah Diplomat Karier, namun setelah lebih dari 13 Tahun mandiri dengan membuat Wadah sendiri dengan Law Firm yang kini bernama SACO LAW FIRM ( Suleiman Agung & Co), Insya ALLAH secara mental dan tahan banting, tentunya dengan Mohon Bimbingan Sang Maha Kuasa, sudah terbiasa mengambil sikap  ” Berani bertindak dan Mengambil Putusan” untuk Independend, disaat kritikal,   guna mempertahankan  Prinsip dan Etika termasuk Bebas dan Independend;

25 September 2011

Agung S.Suleiman

AGUNGSS BUSINESS LAWYER NOTE        

21 September 2011

Berani Bersikap AMBIL KEPUTUSAN

Yah, sudah 1 (satu) tahun aku lalui pengalaman diseconded oleh Law Firmku Suleiman Agung & Co ( SACO LAW FIRM) pada suatu perusahaan holding,  selama aku mandiri lebih dari 13 tahun semenjak 1 Juni 1998,  dengan wadah yang kini bernama  Law Firm Suleiman Agung & Co ( SACO Law Firm);

  • Aku merasakan lebih bebas dan merdeka menjadi Konsultan Hukum lepasan ketimbang diseconded, karena jika  diseconded dengan waktu  3 atau 2 hari  berada dikantor Klien setiap 1 minggu dengan disediakan kursi meja dikantor Klien,  aku rasakan sebagai Pegawai yang harus duduk terus dibelakang meja

termasuk  jenuh dengan sikap beberapa individu dikantor Klien  yang merasa   majikan, sehingga  advis hukum kita kadangkala dianggap  advis   pegawai  kepada atasan, dimana risiko hukum   terasa  diabaikan, karena menganggap  nasehat dari pegawai bawahan.

  • Persoalan mendasar jika diseconded adalah aku merasa lebih diperlakukan sebagai pegawai padahal aku adalah profesional Lawyer yang Independend dan merdeka dari kungkungan  duduk diruangan dengan manis sehingga kehilangan Rasa Kemerdekaanku.

Aku  merasa jenuh karena  aku  terbiasa bebas memilih dimana aku hendak bekerja, apakah di tempat minum kopi Tiam  sambil mengetik dan bekerja atau dikantorku sendiri dengan mendengarkan musik sambil bekerja ngetik serta Draft kontrak atau  istirahat sejenak keluar ruangan dan jalan dialam terbuka yang tidak tersekat dengan dinding….

  •  Berdasarkan pengalaman ini aku bersikap  mengambil Keputusan  tidak memperpanjang sistem seconded ini, karena aku  sudah terbiasa menjadi Lawyer Yang Independend baik waktu, tempat dan kapan aku mau mengerjakan pekerjaan jasa hukum tersebut.
  • Aku lebih nikmat , merasakan sebagai Konsultan Hukum  Independend dengan wadah  SACO LAW FIRM;

Mungkin kalau diumpamakan dalam dunia  makhluk  aku lebih memilih menjadi “binatang  lepas” dari Kandang, dan dapat “berkelana bebas”  dalam mengexplore kehidupan ini, tentunya bagiku dalam framework profesi hukum khususnya Business Lawyer secara Independend dan Merdeka;

  • Kehidupan itu memanglah pilihan hidup dan tergantung dari perjalanan  pengalaman kita masing-masing untuk memilih cara hidup apa yang hendak diambil sesuai  tabiat dan karakter kita masing2;

Mungkin tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar; namun bagi diriku aku  terbiasa  berani mengambil sikap bebas  merdeka, apalagi umurku Alhamdulillah dengan izin ALLAH sudah dapat mencapai   60 Tahun tahun ini atau kian mendekati …dunia alam lain kenapa harus terus duduk melupakan adanya sinar matahari diluar ruangan alam yang bebas…..sambil naik bis…sebagai rakyat biasa …menikmati kehidupan serta alam terbuka dengan hijaunya dedaunan…

  • Aku  bersyukur  diberikan keberanian  terbiasa  mengambil sikap dan keputusan disaat Crusial , tentunya setelah sesuai kepercayaan dan keimanan kita,  aku  mohon minta diberikan petunjuk oleh ALLAH Sang Maha Pencipta dan

setelah berdiskusi dengan keluarga dan anak kita yang telah  dewasa dan  bekerja,  untuk mengambil sikap dalam  hal  kita rasakan  Milestone serta berada dipersimpangan jalan atau perempatan jalan yang berimplikasi keuangan atau cash flow;

  • Begitulah, kemarin tepat pada tanggal berakhirnya 1 tahun Masa Berlakunya Retainer arrangement  berdasarkan sistem Seconded, syukur ALHAMDULLILAH aku telah “Berani mengambil sikap untuk Bebas Merdeka dalam menjalankan Profesi ku sebagai Corporate Business Lawyer yang Independend.

Mungkin kalau lagu ” Born  Free as free as the Wind Blows.as free as the Grass Grows … “Insya ALLAH diberkahi ALLAH.

Jakarta, 21 September 2011

Agung S.Suleiman

AGUNGSS BUSINESS LAWYER NOTE 

20 April 2011

Kerangka Berpikir Seorang Bisnis Lawyer

Kita sebagai  Bisnis Lawyer harus mencintai atau menumbuhkan rasa cinta kepada profesi kita sebagai seorang Bisnis Lawyer. Dalam pekerjaan kita sehari-hari, jika kita berprofesi sebagai Bisnis  Lawyer, maka kita disibukkan    dengan  menulis didepan Computer kita,   apakah itu sedang mendraft naskah perjanjian, ataukah Legal Advise, atau membereskan catatan minutes meeting,  sewaktu kita mendampingi Klien kita sedang meeting dengan rekan sesama rekan  bisnis dalam rangka menjejaki kerjasama suatu usaha bisnis, atau membuat Letter of Intent, MOU atau dokumen hukum lainnya.

Yang jelas, untuk kelancaran kita didalam melakukan pekerjaan kita, maka  kita harus membiasakan diri kita untuk menulis sistimatis dengan kerangka berpikir yang jernih dan lurus agar kita dapat melead atau memimpin cara berpikir yang sistimastis bagi Klien dan group klien kita yang sedang berusaha untuk menuangkan  kehendak dan keinginan untuk menjejaki suatu kerjasama.

Tentunya, kita juga harus membiasakan diri  untuk mengetik didepan Computer dengan lancar untuk menunjang dan membantu menuangkan alam pikiran kita secara teratur.

Kita harus fokus dan pandai2 mendengarkan pembicaraan dari para pihak dan mengambil esensi dari pembicaraan dan diskusi yang sedang berlangsung.  Karena profesi kita adalah Bisnis Lawyer tentunya kita juga harus berusaha untuk membaca artikel mengenai bisnis maupun istilah dalam bisnis ini supaya kita bisa tune in dengan pembicaraan dari Klien kita.

Tentunya semuanya dimulai dari proses belajar, berpraktek didalam bidang bisnis lawyer  dimana nantinya tentunya akan sampai ke elemen negosiasi didalam mendraft kontrak. Jika kita sudah senang menggeluti profesi sebagai Konsultan Hukum Bisnis, tentunyanya kita akan sampai pada tahapan dimana Klien kita merasakan adanya nilai tambah dari kehadiran kita didalam mendampingi Klien kita.

Disaat kita, maupun Klien kita  sudah merasakan adanya  manfaat kita sebagai profesi lawyer didalam menegosiasikan suatu transaksi bisnis maka kita rasanya seperti seorang pelukis atau pemain musik yang senang mendraft dan menuangkan pikiran2 dalam meeting dan diskusi dari para pihak, sehingga kita sangat senang jika kita dapat dapat dengan mudah  menuangkan pertemuan pikiran dan kerangka berpikir dari para pebisnis usaha  didalam suatu dokumen tertulis yang kita sebut Perjanjian.

Maka untuk dapat mencapai tahapan seperti ini, tentunya diperlukan ketekunan dan kesenangan kita untuk memulai hidup yang teratur dan berusaha untuk menata kerangka berpikir kita secara sistimatis dan efektive dapat dimengerti bagai pembaca dari dokumen Perjanjian itu.

Nah, karena kita adalah berprofesi sebagai   Bisnis Lawyer tentunya makna hukum berkaitan dengan hak dan kewajiban daripada Para Pihak dalam Perjanjian haruslah dapat kita tuangkan secara rapih, teratur dan mengikuti tata cara serta cara yang biasa digunakan dalam pembuatan Draft Naskah Perjanjian. 

Asyik kan ….ok dulu ya tulisan ku hari ini

Jakarta, April 20, 2011

Agung S.Suleiman

AGUNGSS BUSINESS LAWYER NOTE


10 April 2011

JAWABAN DOA – Buka WADAH Mandiri -Synergi

Berikut adalah Tulisanku 12 Tahun yang Lalu 1 Tahun setelah Merdeka  mendirikan  SACO LAW  FIRM


1 TAHUN MERDEKA

Doa setelah 1 Tahun Merdeka

Pada  bulan Juni 1999 yaitu kurang lebih satu tahun setelah saya merdeka (istilah yang aku gunakan untuk berdiri membuat wadah sendiri) keluar dari PT Freeport Indonesia dan mendirikan kantor  Konsultan dan Advocat Hukum, saya  memanjatkan doa kepada Allah suatu doa yang terangkum dibawah  :

”Mulai Doa” :

”Ya Allah,

  • Engkaulah Pencipta segala Sesuatu di Dunia dan segala alam semesta ini.
  • Saya ingin sekali maju Ya Allah tentunya dalam bidang Profesiku.
  • Engkaulah yang menciptakan diriku dan semua makhluk manusia didunia. Pengalaman hidupku telah saya rasakan banyak jatuh dan bangun.
  • Tiada yang dapat membangkitkan diri kita kecuali harus ada kemauan dan keinginan dari diri kita sendiri.
  • Engkau telah menciptakan segala sesuatu didunia dengan ilmu pengetahuan yang Maha Engkau Ciptakan.
  • Saya sangat bersyukur bahwa saya diberi kesempatan oleh Engkau untuk dapat merdeka dan mandiri dan tidak mempunyai atasan kecuali pertanggungan jawabanku kepada Engkau sebagai Maha Boss dan Maha Pencipta.
  • Rasa Kemerdekaan tidak mempunyai Atasan  yang kadangkala terasa dapat seenak dan semau-maunya  menentukan nasib kita  adalah sesuatu yang sangat nikmat untuk dirasakan dan merupakan karunia dari Engkau ya Allah.
  • Dengan kesempatan yang Engkau berikan kepada saya untuk membuka Kantor Konsultan Hukum  sendiri merupakan suatu berkah dan karunia yang harus saya syukuri.
  • Terima kasih ya Allah yang telah memberi  kesempatan untuk dapat menyewa dan menempati kantor di suatu Gedung yang representatif di Gedung S Widjoyo, sehingga rasanya dapat mengangkat derajat kami didepan teman dan rekan seprofesi maupun kepada Klien dan perusahaan business lainnya.
  • Saya sangat bersyukur ya Allah Engkau memberikan kesempatan untuk dapat berkantor di Gedung tersebut dan dapat menampung 2 (dua) Karyawan bagian keuangan, pajak dan administrasi.
  • Tentunya berat rasa tanggung jawabku terhadap masa depan mereka yang mengandalkan kepada kemajuan dari kantor ini.
  • Oh Tuhanku :
  • kalau rejeki kami untuk bisa melanjutkan Kantor tersebut berada di langit turunkanlah; dan
  • Jika rejekiMU untuk kami semua yang bekerja dikantor itu maupun keluarga kami  beradadibawah tanah ” naikkan dan angkatlah kepada kami;
  • Sekiranya rejeki tersebut berada di laut naikkanlah kepada kami.
  • Engkaulah yang memegang “Kunci Perbendarahaan” dari segala Rahmat dan Rejeki.

Amien. ”

”Selesai Doa”.

  • Demikianlah doa saya 1 tahun setelah merdeka yang saya tujukan kepada Allah Sang Pencipta pada tahun 1999.

Saya mendapatkan inspirasi doa ini dari seorang betawi Haji Badek yang bisnisnya adalah bergelut didalam membongkar rumah, dimana hasil bongkarannya dapat dijual maupun dipasang dirumah yang dia bangun, termasuk untuk Rumah saya dan kelauraga saya pertama di bilangan Joglo yang bgerasal dari Bongkaran Bagunan Keduataan Vietnam ( jendela dan mamernya”); Selain itu saya telah membuat beberapa “Tekanan TIPS” yang saya Harus Ingat pada saat 1 Tahun setelah merdeka tahun 1999 tersebut antara lain :

  • Saya sadar bahwa untuk dapat bergerak dalam dunia Konsultan saya haruslah menambah ilmu dan mencari pangsa pasar yang tepat untuk kami geluti.
  • Tentunya saya haruslah memperbaiki diriku kalau ingin maju.
  • Saya harus lebih sabar dan tidak senantiasa ngotot dan mau menang sendiri.
  • Meskipun saya tahu bahwa saya ada alasan untuk mengemukakan argumentasiku tapi cara dan metodenya tidak boleh saya ulang dengan cara memojokkan orang.
  • Saya harus buang jauh-jauh program yang tertanam lama dalam benak dibawah sadarku mengenai hal : bahwa teman bicar saya baik di seminar maupun pergaulan dimanapun adalah seolah-olah atasan yang hendak menekanku sehingga saya  harus  lawan.
  • Ingat saya sudah merdeka ! Yang saya ajak bicara siapapun bukanlah atasanku yang mau menekan kemajuan saja.
  • Kalau perlu kita berdiam diri saja. Saya kan bukan orang yang sedang memberi kuliah.

Demikianlah sekilas Tulisan ku yang aku buat Lebih kurang 1 Tahun semenjak aku merdeka ( Istilah Ku Membuka Warung Sendiri yang kini setelah  menjelang 13 TAHUN berjalan Kantor Hukum ini bernama SACO LAW FIRM )

CATATAN :

  • Aku dahulu Tahun 1990-an sewaktu keluar dari Vico ( Huffco) pernah juga membuka Wadah Sendiri yang bertahan 2 Tahun karena kantorku waktu itu setelah 1 Tahun 3 Bulan Berdiri, diminta oleh Suatu Law Firm ( Foundernya Delma Yuzar Almarhum General Counsel CALTEX )  yang besar yang mempunyai asosiasi dengan  6(enam)  Law Firm di 6 (enam) Kota Australia dan 1 (satu) Law Firm Besar dari USA ( White & Case)  untuk menutup kantor ku yang aku bikin permulaan dari base di Rumah Jalan Mesjid Pejompongan hingga dengan Kawanku yang General Counsel suatu Perusahaan Minyak (bergabung 3 bulan) masuk Gedung Manggala Wanabakti,  dan diminta untuk Menutup dan merger ke Gedung di Chase Manhatan Bank, lewat Fax kekantor kita.
  • Namun aku hanya bertahan 2 Tahun sebagai Partner dengan dijanjikan mendapatkan 15% hingga 20% share yang sebenarnya, ternyata hanya mengantarkan aku untuk dapat naik Naik Haji di akhir 2 Tahun ke Mekah, dimana aku berdoa di Kabah untuk diberikan jalan keluar sehingga aku masuklah ke PT Freeport Company   ( selama 5 tahun dari 1993 hingga tahun Juni 1998 ).
  • Dan setelah menjelang 13 Tahun Merdeka ALLAH mengabulkan Doaku untuk dapat Tetap  Merdeka  selama 13 Tahun dengan Jatuh Bangun secara Cash Flow dengan Sport Jantung dan pengorbanan Materiil/Finansial  dan Mental dari Isteriku dan ke-2 (dua) anak2 ku, hingga sekarang Wadahku bernama SACO LAW FIRM beralamat di Menara Building, 2nd  Floor , Jl Gatot Subroto, dan berasosiasi -ber-Synergy dengan JME Group sekaligus di seconded melalui Wadahku ini ke suatu Holding Company dari suatu Perusahaan Minyak ( melalui Retainer Legal Agreement) yang kini menjelang Commercial Production dan telah disetujui POD ( Plan Of Development) oleh Menteri ESDM ;
  • Maka terindikasi bahwa DOA ku Kepada ALLAH Pencipta Langit dan Bumi termasuk segala isi yang berada dibawah Tanah  :  antara lain  Minyak Gas -Batubara-COAL ) 12 Tahun yang Lalu mendapatkan Jawaban  yang berkesimbungan dengan segala macam Cobaan Cash Flow – Jatuh Bangun hingga Insya Allah dengan Izin ALLAH  dapat menuju kestabilan Cash Flow – Karena ber Synergy dengan Bossku Terdahulu di VICO   (Minyak dan Gas LNG) JME Group – John S.Karamoy menjelang  13 Tahun dengan Izin dari ALLAH Yang Maha Mendengar Doa Kita dan AlhamduliLLAh anak2ku  telah lulus Universitas ITB ( & S2 di Wagening Universiteit Belanda-Bea siswa 100%  dari Pemerintah Belanda) dan FHUI dan kini kedua anaku AlhamduliLLAH  telah bekerja.
  • Nampaknya Rejeki dari ALLAH untuk diri wadahku SACO LAW FIRM dan keluarga serta lingkungan kerjaku Insya ALLAH adalah Kekayaan Karunia ALLAH “dibawah TANAH” yaitu Minyak. Karena Crude Oilnya Perusahaan Minyak (dimana aku sebagai Partner /Lawyer diseconded di Holding Companynya melalui wadah SACO LAW FIRM) sudah mau Commercial Production disetujui oleh BPMIGAS untuk didrill Exploitasi “keatas Tanah “ guna selanjutnya  ditampung di Fasilitas Produksi Minyak yang  Plan of Development atau P OD nya baru saja  sudah disetujui oleh Menteri ESDM, guna diangkut dengan Truk ke Pelabuhan Terminal Pengumpul untuk kemudian Dijual kepada Pembeli sehingga Insya ALLAH ada  Cash In Masuk .….baik untuk Kesejahteraan Masyarakat Riau, maupun untuk mengisi Budget Negara untuk pembangunan Masayarakat Indonesia, dan tentunya untuk Perusahaan Minyak Lokal Indonesia yang sesudah mengambil Risiko Explorasi dimana saya diseconded di Holding Companynya melalui SACO LAW FIRM
  • ALHAMDULILLAH – ALLAHU HU AKBAR – Masya ALLAH La Haula Wala Quwata Ila BilahiAliul AZIM

Jakarta, April 10, 2011

Agung S.Suleiman

Partner Founder

SACO LAW FIRM

in association with JME GROUP

alamat SACO LAW FIRM

Menara Bidakara, 2nd Floor, Jl.Gatot Subroto, Kav 71-73,Jakarta 12870

Indonesia

Laman Berikutnya »

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

PELANGI

Pelangi menjadi salah satu bukti keagungan Tuhan YME..

Angwie on Blog

No one else...just you and me...

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

Un2kmU

semuanya hanya untukmu...

PELANGI

Pelangi menjadi salah satu bukti keagungan Tuhan YME..

Angwie on Blog

No one else...just you and me...

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

Un2kmU

semuanya hanya untukmu...

%d blogger menyukai ini: