SNAPSHOT ARTIKEL HUKUM BISNIS AGSS LAW – SACO AGUNGSS

23 Juli 2017

Indonesia di Pusaran Geopolitik – Sumber Daya Alam- China Versus USA dari Natuna hingga Lautan China Selatan

Sistem Pengelolaan  dari Hulu hingga Hilir dari  Sumber Daya Alam  terindikasi tidak diatur secara mendetail  didalam  Kitab  Suci. 

Adapun pengertian Umum dari Sistem Pengelollan Sumber Daya Kekayaan alam mulai dari Hulu hingga Hilir  adalah mencakup Kegiatan  antara lain dari  :

Pencarian (Penyelidikan Umum), Eksplorasi {menjalankan Seismic memperoleh Data Geology hingga Study Data Geology),   Feasibility  StudyExploitasi,  Pengembangan – Pembangunan KonstruksiFasilitas Produksi – Kilang Minyak, Refinery, Smelter (untuk Bahan Tambang Tembaga dan Emas),  Produksi, Pemasaran dan Pemanfaatan atas Sumber Daya Kekayaan ALAM yang dikarunia oleh ALLAH kepada manusia di Suatu Wilayah tertentu diberbagai belahan dunia ini,  berupa  Tambang Keras berupa antara lain (i) Logam antara lain :  Besi, Nikel, Aluminium,  (ii) Non Logam antara lain –  Galian C- Pasir, Kapur,  (iii) Organik Fosil : Minyak – Gas, hingga (iv) Air (v) Angin, (vi) Matahari, 

ALLAH PENCIPTA LANGIT DAN BUMI

Yang diatur oleh ALLAH dalam Kitab Suci Al Quran sebagai Kitab Suci penganut Muslim (Berserah diri kepada ALLAH Yang Maha Esa),  adalah  bahwa :

  • ALLAH yang menciptakan Langit dan Bumi dan semua yang ada diantara keduanya, maupun yang ada dibawah tanah.
  • ALLAH yang menciptakan gunung sebagai pasak  bumi supaya Buminya tidak goyang.
  • terdapat Surat Besi dalam Kitab Suci AL Quran
  • Pada Hari Kiamat ALLAH akan mengeluarkan semua isi perut bumi keluar, sehingga dunia dan gunungnya  menjadi rata.

KEBEBASAN MANUSIA UNTUK MEMILIH

Memang kepercayaan kepada ALLAH serta Hari Akhir, Para Rasul, Kitab -Kitab Sucinya dari Umat ke Umat  dari Zaman ke Zaman  adalah

Faktor “Keimanan” atau “Faith”,  dimana manusia diberikan “Unsur Kebebasan Memilih untuk mempercayainya, atau tidak mempercayainya dengan risiko yang akan ditanggung oleh masing-masing manusia tersebut, khususnya pertangung jawaban di Hari Pembalasan, setelah Hari Kiamat Penghancuran, Hari  Kebangkitan, karena jelas dari Ayat – ayat atau bukti Kekuasaan, Kebesaran dari ALLAH banyak kita temukan dengan jelas  dalam Bukti adanya  :

Langit, Bumi, Matahari, Bulan, Bintang  segala isinya baik Binatang, Tanaman, Kekayaan Sumber Daya Alam, Peredaran Matahari, Bulan, pagi dan siang  yang tidak mungkin  ada dengan sendirinya secara Hukum Alam.

 

Namun terkait dengan pengelolaan Sumber Daya Alam yang dianugerahkan ALLAH diberbagai Wilayah yang kaya dengan Deposit Sumber Kekayaan Alam, nampaknya diserahkan kepada manusia untuk mengaturnya,  tetapi  dengan  catatan umum  :

tidak boleh melanggar hak -hak manusia,

tidak boleh merampas maupun mengusir penduduk yang di Wilayahnya yang dianugerahkan kekayaan alam tersebut,

tidak  boleh tamak dan rakus,

dengan tunduk  atau mengabdi kepada pada “Hawa Nafsu” untuk menguasai Semua Sumber Daya Alam Energi :

dengan Maksud dan Tujuan, dan kesadaran Untuk memenuhi Kebutuhan Energi untuk meningkatkan dan membangun dirinya sebagai Negara Adi Daya Yang Ekspansif dan Agresif,  istilah dalam Hubungan Internasional adalah –  HEGEMONI – Penguasaan Wilayah suatu Negara atau Teritory khususnya yang Kaya dengan Deposit Kekayaan Sumber Daya Alam termasuk Fosil Minyak, Gas Alam, maupun  Tembaga dan Emas untuk menguatkan kekuatan Keuangan Negara tersebut.

  • KAUM  SEKULER.

Kebanyakan manusia dalam sejarah perkembangan perjalanan peradaban manusia, dari Zaman ke Zaman, jarang yang mau mengkaitkan

pelaksanaan Bisnis,  penguasaan,  maupun pengelolaan Sumber kekayaan Alam didunia ini, 

dengan

ALLAH sebagai Pencipta dari semesta alam ini,

sehingga berpotensi  acapkali menghumbar “Hawa Nafsu” keserakahan “HEGEMONI – Menguasai Dunia” melalui Penguasaan – Mata – Rantai “Sumber Daya Alam”   mulai dari Hulu hingga Hilir :

Menguasai Sumber Cadangan Deposit Sumber Daya Alam, mengeplorasi, mengeksploitasi, membangun Fasilitas Pengembangan Produksi, Produksi, hingga Pemasaran, Logistic Penyimpanan, Trasnportasi, maupun penguasaan Wilayah untuk jalur Pipa Penyaluran Distribusi Migas Fosil, dari Hulu hingga Hilir, guna mempertahankan “Ke – Adidayaan Kepentingan Nasional”  yang dominan.

Mereka berpandangan “Tidak Ada Kaitan”  antara Kepercayaan /  Iman adanya ALLAH sebagai Pencipta Kekayaan Sumber Daya Alam dengan cara mendapatkan serta pengelolaan Sumber Daya Alam tersebut.   

Mereka berpandangan dari pengalaman dan sejarah perkembangan peradaban kemanusiaan dan bangsa,   dari Periode ke Periode,  bahwa  manusia harus  :

menggunakan akal pikiran, melakukan penelitian,  pendalaman, pengembangan  ilmu pengetahuan atas Sumber Kekayaan alam, mencari manfaat, kegunaan dari Sumber Daya Alam tersebut, serta

mengembangkan teknology, managemen, ilmu keuangan,

turut terlibat membuat ketentuan yang berpihak untuk kepentingan keuntungan Elit Oligarki yaitu  Elit Pemodal, Elit Legislatif, Eksekutif, serta Yudikatif   yang  berpihak kepada kepentingan Lingkaran Kaum Elit  ini,

membangun “Kekuatan Militer”  untuk mengamankan Jalur Mata Rantai Sumber Daya Alam dari Hulu hingga Hilir,

 mengakumulasi “Modal serta Keuangan”

sehingga dengan mempelajari dan mengembangkan hal diatas, para kumpulan Elit Oligargi,   mulai dari Multi National Company, serta Bangsa dan Negara dari Kaum Elit diatas,  dapat meningkatkan kwalitas hidup,  memajukan negara dan sekutunya,  menjadi kuat  serta mensejahterakan  rakyatnya,  dan menjadi Bangsa atau Negara Adi Daya,

tanpa mengkaitkan pengetahuan  pengenalan nilai agama, maupun  mencari tahu :  

  • Siapakah Zat  yang menciptakan Bumi dengan segala Sumber kekayaan alam ?
  • Siapakah Zat yang menciptakan manusia dengan kelengkapan otak, jantung, lever, tulang, darah, urat nadi, tempurung kepala, kaki, tangan, mata, telinga dan segala kelengkapan manusia tersebut ?
  • Kenapa manusia ada didunia dan kenapa manusia tidak abadi, setelah mempelajari ilmu, mengumpulkan harta dan aset,  melainkan akan mati.

Kaum sekuler ini, bahkan  merasakan dan berpandangan bahwa kebaikan, etika, moral dari manusia itu adalah memang terdapat dalam diri manusia tanpa dikaitkan dengan agama ataupun bersumber dari ALLAH Sang Pencipta,   sehingga mereka bebas mendefinisikan kebaikan maupun kejahatan menurut versi mereka sendiri, terutama kaum Elit yang berkuasa di kalangan Sekuler tersebut. 

Kita Ambil Contoh  :

  • Sumber Daya Energi Bom Atom atau kini  NUKLIR

Kaum Elit Sekuler Yang Berkuasa, siapapun mereka ini, akan menentukan bahwa yang berhak untuk mempunyai, mengembangkan, menguasai serta memakai Tenaga Nuklir, Reaktor Nuklir, pengembangan Senjata Nuklir,  hanyalah dikalangan yang diizinkan dan dekat dan bersekutu dengan kelompok Elit yang berkuasa tersebut. 

Jika terdapat diluar kelompok mereka yang hendak mengembangkan Energi, Reaktor Nuklir, maka akan dicap dengan  label “Kekuatan Evil” atau “Kekuatan Jahat”. 

  • PENGUASAAN  WILAYAH  YANG  BANYAK   SUMBER DAYA MINYAK – GAS ALAM FOSIL

Untuk mempertahankan Kekuatan Industri, Militer, Armada Jet Tempur, Industri, Pembangkit Listrik,   maka kaum Elit  Sekuler – atau kaum yang tidak mengkaitkan  Sumber Kekayaan Alam dengan aspek Keyakinan – Pencipta Dunia – maupun Hari Akhirat,

akan melakukan segala macam cara dan upaya untuk dapat menguasai Wilayah yang mengandung “Deposit Minyak Fosil serta Gas Alam serta Jalur Pipa Transportasi, Logistik,  baik didarat, laut, maupun jalur Udara, tanpa mengindahkan maupun memikirkan kemakmuran dan kesejahteraan dari masyarakat yang berada di Wilayah yang mengandung Sumber Kekayaan Alam tersebut, dengan arti Kelakuan dan Karakter mereke adalah

Mengabdi  kepada “Hawa Nafsu” menjadi Kekuatan Adi Daya yang Bahasa Inggris  : 

They Want To Conquere and Occupy the World with “Greediness”

  • ANTISIPASI  NEGARA  TUAN  RUMAH  YANG WILAYAHNYA MENGANDUNG SUMBER KEKAYAAN ALAM 

Untuk mengantisipasi Kaum Sekuler, Baik Perusahaan maupun Negara, siapapun mereka, yang berusaha untuk melakukan Hegemoni – Merebut Kekuasaan dibelahan dunia, maka Negara Tuan Rumah (HOST)  yang Wilayahnya Mengandung Sumber Kekayaan Alam tersebut,

termasuk Indonesia harus membangun :  

Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, Politikus, kaum Cendekiawan –  yang berkewajiban  melakukan Upaya  Pembentengan Diri  agar  Sumber Kekayaan Alam yang terkandung di Wilayah yang diminati oleh Pemodal Sekuler tersebut, tetap harus dapat diberdayakan untuk Mewujudkan Tugas Amanah dari Konstitusinya, untuk mensejahterakan Rakyatnya dengan bersumber kepada  Asset Sumber Kekayaan Alam tersebut, yang tidak akan terbaharui. 

  • Kaum Sekuler siapapun mereka ini,  sebaliknya  akan berupaya memastikan bahwa :
  • Kaum Elit Penguasa Baik Politik, Eksekutif, Legislatif, disuatu Wilayah yang banyak mengandung Cadangan Minyak Fosil, Gas Alam  untuk membuat Kebijakan, Ketentuan Undang-undang yang “berpihak” dan “tidak menggangu maupun menghalangi” kelancaran :
    • Jaminan Pengamanan Kepastian tersalurnya Sumber Daya Minyak Fosil, Gas Alam ,
    • maupun
    • Bahan dasar Perlengkapan Persenjataan  mereka,  misalnya :
      • Tembaga untuk kelongsong peluru, maupun Bahan Besi Baja  untuk bahan dasar pembuatan Kapal Laut maupun Pesawat Terbang, pipa gas alam. Besi Beton untuk Kosntruksi, maupun Emas yang dapat  menjaga kestabilan Kekuatan Simpanan  Keuangan mereka,
    • sehingga Kaum Sekuler Baik Investor maupun  Negara tersebut, akan berusaha agar tidak ada perlakuan Diskrimnasi terhadap kepentingan Investasi mereka di Sektor Pengeloaan Sumber Daya Alam  oleh Negara Tuan Rumah.
  •  PENEKANAN  MELALUI  LEMBAGA BANTUAN PENDANAAN : 

 Penekanan .ini biasanya dapat dilakukan melalui Kekuatan Keuangan yang dikuasai oleh Kelompok tertentu, dimana

SANGSI :  SANDERA BANTUAN DANA – EMBARGO  EKONOMI

Sanksinya yang biasanya cenderung dilakukan adalah dengan Menyandera – atau Menghentikan Bantuan Dana – yang dibutuhkan oleh Negara Tuan Rumah tersebut, atau harus memenuhi beberapa persyaratan yang menguntungkan atau berpihak kepada Kepentingan Nasional atau National Interest dari Bangsa yang mendanai Lembaga Dono Keuangan tersebut.

  • Kekuatan Bantuan Uang – Pendanaan dijadikan Alat Kekuatan – Negosiasi

Kekuatan Bantuan Uang – Pendanaan akan dijadikan Alat Kekuatan untuk memperkuat Posisi Kedudukan didalam melakukan Negosiasi yang dapat melancarkan Investasi mereka disuatu Negara,  yang membutuhkan Dana tersebut, baik untuk mengisi kebutuhan Budget Negara  Negara Tuan Rumah (Host Country), maupun untuk menanggulangi kesulitan keuangan  yang dialami Suatu Negara Tuan Rumah, seperti yang dialami  oleh Indonesia sewaktu Krisis Ekonomi Pertama Tahun 1998 – dimana ada 51 Butir – IMF yang harus di patuhi untuk mendapatkan Dana Bantuan dari IMF.

  • KOLABORASI  Pemodal, Elit Politik Eksekutif, Parlemen- Partai, Militer,Media Korporasi.

    Memang dari Zaman ke Zaman dalam perjalanan peradaban manusia, terlihat bahwa kekuatan dan Kolaborasi Pemodal, Elit Politik Eksekutif, Parlemen- Partai, Militer, dan kini ditambah dengan Media elektronik TV maupun Media Sosial dapat dijadikan Alat untuk “memperkuat Posisi kedudukan” melakukan Perundingan maupun membuat  Kebijakan Peraturan Undang-undang,  untuk mendukungKepentingan Nasional” atau “National Interest”  dari masing-masing Negara, khususnya di Wilayah yang mempunyai Cadangan Deposit Sumber Kekayaan Alam Minyak Gas Fosil, Bahan Tambang Besi, Tembaga, Emas;                 

KONSEP SETIAP NEGARA BERBEDA – BEDA

Kita melihat bahwa konsep setiap Negara didalam melakukan pemberdayaan diri mereka khususnya yang ada kaitan dengan Pemanfataan Sumber Daya Alam – Energi berbeda beda satu dengan lainnya yang sangat menarik untuk dilakukan penelitian dan observasi.

Kita ketahui bahwa Nilai Sumber Daya Alam jika masih berada didalam bumi  dan belum  diexplorasi, esploitasi hingga diproduksi nilainya adalah “Nol”, namun jika sudah diproduksi akan menjadi “Mempunyai Nilai Ekonomi”. 

IMPLEMENTASI   GEOPOLITIK BLOK GAS ALAM NATUNA   – HINGGA LAUTAN CINA SELATAN ANTARA  AMERIKA SERIKAT DAN CINA.

SECARA GEOPOLITIK BLOK NATUNA STRATEGIS. 

Kita amati tetangga kita Singapura Sumber Daya Alamnya Migasnya minim, sehingga kebutuhan Gas Alam mereka adalah dengan membeli Gas Alam dari Indonesia melalui  Pertamina yang mengelola penyaluran Gas Alamnya dari Blok Gas Alam  Blok Natuna melalui  Jalur  Pipa Gas Alam  dibawah laut.Pertamina_ExxonMobil_East-Natuna_Indonesia_Gas_Field_Map

Secara Geopolitik –Blok East Natuna adalah “SANGAT Strategis” karena terletak di Laut Natuna dan telah berada di Zona Ekonomi Eksklusif  yaitu  jalur laut sepanjang 200 mil ke laut terbuka dari batas kemaritiman Indonesia.

Di  Zona Ekononomi Ekslusif ini,  Indonesia memperoleh    kesempatan pertama untuk memanfaatkan Sumber Daya alam dilaut dan dibawahnya.

Secara  Peta  Geographis, kita lihat bahwa disebelah barat Natuna terdapat Negara  Malaysia dan Thailand, disebelah  Timur dari Natuna terdapat  Filipina dan disebelah Utara terdapat Negara Vietnam dan China.

Dengan demikian dari Aspek Geopolitik – Geographis  kawasan  Laut Cina Selatan hingga Blok Natuna berpotensi rentan dengan gejolak perebutan Pengaruh Kekuatan  yang memanas  khususnya antara Amerika  Serikat dan Cina, dimana Amerika Serikat seringkali mengirim lalu lalang Armada Kapal Induknya di Lautan China Selatan, sehingga China telah membangun Kapal Induk Ke-duanya untuk menandingi unjuk kekuatan Armada Laut dari Amerika Serikat. 

Penulis juga mengamati dari Nara Sumber Website http://maritimnews.com/geopolitik-indonesia-dalam-pusaran-konflik-laut-cina-selatan/ :  

bahwa antara Indonesia dan China juga terdapat masalah di Wilayah Laut Cina Selatan (LCS),  dimana ada perbedaan pandangan antara hak historis garis pantai dengan kesepakatan hukum Internasional tentang batas laut yang disepakati dalam UNCLOS 1982.China Laut Natuna Laut Cina Selatan Peta

Pihak Indonesia menyatakan bahwa terjadi pelanggaran oleh Coast Guard China terhadap hak berdaulat dan Yurisdiksi Indonesia di Wilayah Zona Ekonomi Eksklusif dan landasan Kontingen di Kepulauan Natuna,  dimana Kapal China menghalang-halangi penegak hukum aparat Indonesia.

Adapun China menyatakan Kapal KM Kway 10078 tidak melakukan pelanggaran kedaulatan dengan berpendapat bahwa Wilayah tersebut merupakan Wilayah Tradisional Fishing China secara Historis, karena China berpandangan garis dalam peta   memasukan Wilayah Zona Ekonomi Eksklusif dan Landas Kontnen RI di Wilayah Kepulaan Natuna.  

Sejalan dengan perkembangan diatas, maka terlihat bahwa ada potensial sengketa Wilayah antara Indonesia dan China di Wilayah Zone Ekonomi Eksklusif di WIlayah Perairan Kepulauan Natuna dan Lautan China Selatan, sehingga tentunya selain menyangkut Hak Penangkapan Ikan Laut di Wilayah tersebut, juga akan dapat berpengaruh atas Kekayaan  Sumber Daya Alam didaerah Kepulauan Natuna.

    Terkait dengan hal ini,  Negara Adi Daya Amerika serta Investor Minyak ExxonMobil tentunya berkepentingan untuk menjamin pengelolaan Blok Natuna yang menurut hasil Study Data Seismic dan Study Geologi yang dilakukan 10 tahun, memperlihatkan adanya Deposit Gas Alam salah satu yang terbesar didunia, yaitu Gas in Place sebesar   222 Trilliun Cubic Feet  dan cadangan terbukti  46 TCF, dimana Kandungan gas CO2 adalah  70%.

Dari data yang kita peroleh di Website terindikasi pada tanggal 10 Desember 2015, POA (Principal Of Agreement) di Blok East Natuna akan berakhir.

Pertamina sebagai Pimpinan Konsorsium dengan  ExxonMobil, sedang menjejaki PSC dengan SKKMIgas. 

Terindikasi bahwa Pertamina   memiliki Participant Interest 35%, Exxon Mobil Oil –  35%,Total  E & P – 15 %   dan Perusahaan Minyak PTT  Thailand – 15%.

  • Sejarah Blok Natuna.

Dari sejarahnya, banyak Investor Migas yang tertarik atas Blok Natuna termasuk Petronas, Shell  dan China Petroleum National Petroleum.

Semula Blok Natuna pernah digarap oleh Agip tahun 1973, dimana perusahaan Migas – Italia ini menemukan struktur Gas,  namun dikembalikan ke Pemerintah.

Pada tahun 1980 oleh Pemerintah diserahkan pengelolaanya kepada ESSO, yaitu anak perusahaan Exxon, yang  bermitra dengan Pertamina. Dalam Jangka Waktu 10 Tahun dilakukan Seismic dan Study Geologi, dimana diperoleh Hasil perkirakan Gas in Place  sebesar   222 Trilliun Cubic Feet dan cadangan terbukti  (Proven Reserve) 46 TCF, dan Kandungan gasnya CO2 adalah  70%.

Tahun 1995 dilakukan pengembangan penambahan area untuk Gas yang terbuang, dimana PSC diperpanjang, dan  Exxon serta Mobil merger sehingga pengelolaannya dikenal  ExxonMobil di Blok Natuna D. Alpha. 

Kontrak tahun 1995 ini berakhir Tahun 2005, dimana Pemerintah beralasan bahwa ExxonMobil tidak melaksanakan POD (Plan of Development), namun ExxonMobil menyatakan telah melakukan kesanggupan  atau komitmen Rencana  Pengembangan.

Begitulah gambaran ringkas contoh pengembangan Blok Natuna, yang nampaknya banyak pihak Investor yang berkepentingan untuk menggarap Blok Natuna, termasuk China Petroleum National Petroleum,  oleh karena Letak Blok Natuna Geographis Sangat Strategis, sehingga menjadi juga mata rantau jalur perebutan Pengaruh Geopolitik  khususnya  antara Amerika Serikat dan China, dikawasan Lautan Natuna ini hingga Lautan Cina Selatan.    

KLAIM CHINA  ATAS SUMBER DAYA ALAM DI LAUTAN  CINA SELATAN

Hegemoni China

Sebagaimana kita tahu Cina telah mengklaim  hampir semua Wilayah Perairan yang mengandung Sumber Daya Alam di Wilayah teritorial Laut Cina Selatan. Dimana Wilayah ini berbenturan dengan klaim yang dilakukan oleh  Vietnam, Brunei, Malaysia dan Filipina atas Wilayah yang kaya dengan Sumber Daya Alam tersebut.

Sebagaimana kita ketahui Cina telah membangun pangkalan militer di Spartly Islands dan Paracel, dimana Cina telah membangun pulau buatan untuk  pendaratan Pesawat Pembom. Maka nampak di Wilayah Lautan Selatan terjadi Perebutan Pengaruh Kekuasaan.

Memang efek dan akibat dari Negara  maju dan berambisi menjadi Negara Adidaya,  cenderung untuk memperkuat “Armada Militernya” termasuk Armada Kapal Induknya, yang dapat menampung Pesawat Tempur yang membutuhkan Minyak Fosil, untuk menguasai Jaminan Keamanan Wilayah yang kaya dengan Cadangan Deposit Sumber Daya Minyak dan Gas Fosil guna menjamin Kemajuan Industri,  dari Negara Adi Daya tersebut, sehingga akan terjadi Perebutan Pengaruh Kekuasan diantara Negara Maju yang sama-sama berambisi menjadi Negara Adi Daya, dimana di Lautan Natuna hingga Lautan Cina Selatan nampak sekali terjadinya Geopolitik Adu Pengaruh Kekuatan dan Kekuasaan untuk menguasai Sumber Daya Alam diantara Amierka Serikat dan Cina.

KESIMPULAN :     

Maka sebagaimana dikemukan diatas, perlu kita amati dengan serius Aspek Geopolitik – Geographis  kawasan  Laut Cina Selatan hingga Blok Natuna, yang memanas  khususnya antara Amerika  Serikat dan Cina, dimana untuk meng- counter lalu lalangnya Armada Kapal Induknya di Lautan China Selatan, China juga telah memperkuat Kekuatan Militernya dengan membangun Kapal Induk Ke-duanya, dimana Indonesia khususnya Blok Natuna   berada di Wilayah  perebutan Geopolitik perebutuan  Pengaruh Kekuasaan antara Amerika Serikat dan Cina.

WEJANGAN  BAGI  BANGSA INDONESIA .

Sebagai penduduk Wilayah Indonesia yang dilandasi pada Keimanan, kita harus yakin dan percaya tanpa ragu bahwa ALLAH  telah menganugerahkan kepada kita manusia berupa kelengkapan badan yaitu  Mata, Telinga, Akal, Qalbu Hati Nurani, Kaki, Tangan, Mata, Telinga untuk memperoleh ilmu menemukan,  memikirkan, manfaat kegunaan dari Sumber Daya Kekayaan Alam untuk kesejahteraan Masyarakat Indonesia.

Sebagai orang yang beriman dan Penduduk yang tinggal di Wilayah Kepulauan yang dianugerahkan oleh ALLAH Kekayaan Sumber Alam dimana Sumber Daya Alam tersebut ada yang tidak terbaharui lagi, misalnya minyak dan Gas Fosil, barang Tambang, 

maka  Penyelenggara Negara baik Pihak Pejabat di Eksekutif, Legilsatif, Yudikatif, maupun  Kaum Cendiakawan,  dan Intelektual, harus secara cakap mempunyai sikap dan pendirian untuk   : 

menjaga Kedaulatan dari Rakyat sebagai penduduk yang berada dan bertempat tinggal di Wilayah Kepulauan Nusantara,  termasuk Kepulauan Natuna Khususnya Blok Natuna,  dimana Sumber Daya Alam tersebut dianugerahkan oleh ALLAH kepada Bangsa Indonesia, sehingga, kita harus turut menjaga kedaulatan Wilayah Indonesia,   jangan menyerah  kepada China atas benturan WIlayah di ZEE di Lautan Cina Selatan atau Lautan Natuna, dimana kita bisa bersatu dengan Negara Asean Lain yaitu Philipina, Brunei, Malaysia, Vientam didalam berhadapan dengan China yang sangat berkeinginan untuk menguasai Sumber Kekayaan Alam di Lautan China Selatan, untuk mempertahankan ambisinya sebagai Negara Adi Daya yang membutuhkan banyak Migas Fosil untuk Industrinya sebagai Negera Maju  maupun kelengkapan Armada Militernya untuk Mengamankan Wilayah Sumber Daya Alam di Wilayah Lautan Cina Selatan.

Selanjutnya Indonesia harus dapat memainkan peranan Geopolitik untuk mempunyai Sikap Sendiri untuk Kepentingan Nasional Indonesia,  dalam rangka menyelamatkan kekuatan dan kekuasaan atas Sumber Daya Alam Minyak Fosil yang berada di Blok Natuna, maupun Kekayaan Ikannya di Zone Ekonomi Eksklusif,   dimana karena Indonesia  secara sejarah memang dekat dengan Amerika, terkait dengan pengelolaan Migas di wilayah Indonesia, maka Indonesia bisa memainkan Sumber Daya Alamnya untuk menguatkan posisinya baik terhadap China, maupun Amerika Serikat,    namun juga jangan sampai  melepaskan Kepentingan Nasional yang dapat mengganggu Kepastian Jaminan Mensejahterakan Masyarakat Indonesia pada umumnya  dari Pengelolaan Migas di Blok Natuna tersebut.

Kita ketahui bahwa dalam Pertarungan perebutan Kekuasaan antara China dan Amerika Serikat di Lautan China Selatan, Amerika Serikat tidak mengehendaki Indonesia bersikap Netral, melainkan berkeinginan agar Indonesia lebih berpihak kepada kepentingan Amerika Serikat.

Begitupun  juga China   berkeinginan agar Indonesia lebih berpihak kepada China dalam Perebutan Kekuasan dan Pengaruh termasuk penguasaan terhadap Sumber Daya Alam  di Wilayah Lapangan Migas di Indonesia, untuk memenehui kebutuhan Energi dari China yang berambisi sebagai Negara Maju dan Berkembang.

Yah, mungkin sekian dahulu Tulisan Penulis berjudul  : Indonesia di Pusaran Geopolitik – Sumber Daya Alam- China Versus USA dari Natuna hingga Lautan China Selatan 

Agung Supomo Suleiman

Independent Business Lawyer

Pemerhati  Masalah Pemberdayaan  “Sumber Daya Alam” 


28 Januari 2017

BRAND NAME “AgsS Law” – Saco Law

Penulis sebagai Independent Business Lawyer  sadar perlunya Brand Name, untuk identifikasi jati diri, karakter dan keunikan setiap kontributor Jasa Hukum Bisnis.

Belajar dari perjalanan jatuh bangun merintis usaha pemberian Jasa Hukum Bisnis sebagai Independent Business Lawyer,  Penulis  merasakan Label Brand  name  “AgsS Law – Independent Business Lawyer (“AgsS Law”)  – paralel dengan “SACO LAW” Insya ALLAH cocok dan berkah,  melalui suatu proses jatuh bangun – gagal dan bangkit kembali dengan izin dan pertolongan ALLAH Yang Maha Kuasa.

  • Semua proses jatuh bangun ini   adalah  pengenalan Jati Diri – Unik  Diferensiasi atas diri Penulis yang dengan izin ALLAH dapat Survive selama lebih dari 18 Tahun semenjak 1 Juni 1998,  menjalankan praktisi professi pemberian jasa hukum secara “self-employed” setelah sebelumnya diberikan kesempatan oleh ALLAH untuk mempunyai pengalaman akumulatif bekerja sebagai Lawyer – Inhouse Legal Counsel di Kantor Adnan Buyung Nasution & Associates ( 5 Tahun), VICO ( Huffco Indonesia ) Perusahaan MIGAS Asing ( 5 Tahun, di PT Freeport Indonesia Company (perusahaan Tembaga dan Emas PT PMA Asing dan Indonesia) (5 Tahun), dan 2 Tahun Partner di Delma Juzar & Wiriadinata  karena diminta Merger sewaktu Penulis sempat membuat Kantor Law Firm sendiri kemudian bersama Partner lain sama2 berpengalaman di Perusahaan MIGAS.

 

Dengan kecepatan bergeraknya trend arus IT dan Era Applikasi, termasuk untuk Jasa Hukum Bisnis, maka Penulis  merasa cocok dan fit berkarya dalam profesi sebagai Independent Business Lawyer, guna  membantu para Stack holder yang terlibat didalam usaha mencari karunia ALLAH,  dari Sumber Kekayaan Alam

  • Minyak Gas (MIGAS) yang terbuat dari Plankton Manusia, Binatang, Tanaman yang dipendam dalam Bumi selama 350 Juta tahun menurut Geologis dengan Tekanan dan Panas dalam Perut Bumi –
  • Bahan Tambang Batuan– Logam – Tembaga, Emas, Besi,
  • Batubara
  • Panas Bumi yang berasal dari Air Hujan yang disimpan dan di-Panaskan  diperut Bumi yang terdapat  Magma – yang Panasnya jika mencapai 270 derajat dapat Menggerakan Turbine untuk menghasilkan Energy Listrik

    Proses alamiah diatas adalah merupakan proses yang diciptakan – melalui Proses – Alamiah yang di Ciptakan dan Disempurnakan oleh ALLAH Yang Maha Kuasa Pencipta Dunia untuk manusia selama berada hidup dibumi, sehingga membutuhkan manusia yang diberi akal dan kemauan untuk hidup, maju dan meningkatkan kwalitas kehidupan manusia; 

Maka kita manusia selain berilmu pengetahuan juga Harus Senantiasa mencari Kebenaran guna dapat menjawab :

Pertanyaan Mendasar :

Kenapa Manusia lahir, tumbuh dari janin, berkembang menjadi bayi dalam rahim ibunya, Insya lahir, tumbuh dari bayi, anak, dewasa, bekerja, kemudian akan menua sehingga setiap manusia tidak terkecuali  hidup didunia hanya untuk sementara waktu, karena setiap manusia akan menua dan mati meninggalkan dunia yang fana ini.

  •  Motto yang diambil dari Kitab Suci Al Quran :  “janganlah membuat kerusakan didunia” “selalu berusaha  berbuat  kebaikan untuk kemasalahatan, manfaat,  bagi segenap para penghuni didunia ini.
  • Profesi Penulis adalah Independent Business Lawyer
  • JAKARTA, 28 Januari 2017
  • Agung Supomo Suleiman
  • AgsS Law – Independent Business Lawyer
  • AGUNGSS Experimental Blog

25 Agustus 2016

Independent Business Lawyer

Dengan perjalanan waktu yang cukup lama didalam menjalankan Profesi sebagai Independent Business Lawyer, Penulis merasakan menemukan titik temu persamaan pengalaman praktek dengan para  Independent Commercial Lawyer http://www.onhandcounsel.co.uk/  dimana  kita sama2 merasakan senang berprofesi sebagai Independent Business Lawyer, lihat juga Freelance Independent Business Lawyer ;

Di Indonesia, dalam perkembangan,  kita bisa temukan adanya Website Ahli Hukum,   yang memuat Directory Ahli Hukum. Persyaratan untuk mendaftar Profile adalah 1.mempunyai  Lisensi Profesional   untuk melaksanakan profesi legal  dan 2 yang bersangkutan  menawarkan jasa hukum kepada external klien. Website Ahli Hukum ini selain menyediakan Directory,  juga menjadi “Fasilitator” untuk mempertemukan Customer dengan Lawyernya yang berasal dari Law Firm maupun   Lawyer.

Hal yang sangat menarik adalah bahwa Pemakai Jasa yang berasal dari Ahli Hukum Website, dapat  membuat suatu Rating dan Review  atas Jasa yang telah diberikan oleh seorang Lawyer kepada User /Customer tersebut,  dimana Penulis sebagai Independent Business Lawyer telah di Rate dan Review oleh User dari Ahli Hukum dalam Kolom Review Rate sebagaimana terbaca : https://ahlihukum.com/listings/agung-supomo-suleiman/

Dengan methode Rating dan Review diatas, dapat dijadikan Acuan oleh Customer yang mengunjungi Ahli Hukum  atas Performance dari Legal Services yang telah dilakukan oleh setiap Lawyer atau Independent Business Lawyer yang telah memberikan suatu Jasa Hukum termasuk menterjemahkan Dokumen Hukum yang diminta oleh Klien atau User.

Nampaknya dalam perkembangan baru dalam dunia Business Lawyering, ada persamaan keinginan praktek Legal Professional lebih Independent,  terutama bagi mereka yang dengan karunia dari Sang Maha Pencipta, diberikan kesempatan dan pengalaman berpraktek dalam sesuatu bidang spesialis  disebabkan dalam perjalanan praktisi profesi hukumnya,   sering  mengeluti, menekuni, fokus maupun terarah  menjadi terbiasa terlibat didalam memberikan Jasa Hukum Bisnis ke arah spesialisasi dengan permasalahan aspek bisnis dari Klien yang bergerak didalam bidang bisnis tertentu.

Lebih lanjut dengan perkembangan adanya IT didunia internet, maka para Independent Profesional Business Lawyer, dapat menciptakan Assosiasi diantara mereka, dengan  menggunakan link jalur Internet, dimana terkait dengan “kantor  konventional tersentralisasi disuatu Ruangan atau kantor di Darat  akan ada – Alternatif”  dengan “berkumpul atau inter -connected-saling terkoneksi  melalui “Media Virtual di dunia Internet” seperti yang terjadi dengan OnHandCounsel http://www.onhandcounsel.co.uk/ dimana Penyelenggaranya menjadi Penghubung atau menjadi Intermedia antara Customer atau Klien yang membutuhkan Jasa Hukum Bisnis – dimana melalui Media Internet dapat dipool hanya sebagai Media Penyelenggara-Perantara yang bisa menghubungkan Customer dengan Klien dengan berbagai – Independent Business Lawyer – yang mempunyai keahlian berbeda-beda, dimana mereka sama sekali tidak berada di 1(satu) Kantor Hukum lagi, melainkan hanya dikoordiner oleh si Penyelenggara OnhandCounsel   malah dibuat adanya Assosiasi Independent Business Lawyer yang terdiri dari beberapa jumlah Independent Business Lawyer yang masing-masing mempunyai keahlian Spesialisasi tersendiri “tanpa berada” di satu Kantor yang sama melainkan terpencar secara Independent sendiri-sendiri.

Bagi Penulis sendiri sebenarnya sudah merasakan maanfaat,  adanya Internet, Email, dan Computer, dimana Penulis telah membuat Blog Snapshot Artikel Hukum SACO AGUNGSS ini, maupun Blog Bahasa Inggris berjudul AGUNGSS  Business Lawyer Note,  untuk memperkenalkan kepada dunia Bisnis maupun Para Profesi Hukum, akan keperluan adanya Independent Business Lawyer ini.

Nah, Klien dapat mengenal watak dan Kharakter serta Prinsip yang Penulis tuangkan warnanya melalui Tulisan Artikel Hukum maupun Pengalaman Penulis dalam mempraktekan Keahlian dan Pengalaman Penulis yang ALLAH Yang Maha Kuasa telah memberikan kesempatan kepada Penulis untuk menekuni bidang Profesi Keahlian Hukum ini, yang pada akhirnya Ber-Fokus ke membantu memberikan Jasa Hukum Bisnis kepada Kalangan Investor Business dalam Bidang Minyak, Gas, Pertambangan Umum termasuk Tembaga, Emas, Batu Bara dan sumber Kekayaan Alam lainnya.

Bersyukur kepada ALLAH Sang Maha Pencipta,  kini Penulis sedang membantu Klien Pengusaha Indonesia didalam pertambangan Kapur atau Batu Gamping sebagai Bahan Baku Semen, tentunya dari Aspek Hukum termasuk meliputi mempersiapkan Perjanjian Pemegang Saham dari PT Klien dari Penulis, yang Penulis merasakan adalah Karunia dan Rejeki dari ALLAH kepada Penulis disaat Penulis membutuhkan adanya Rejeki Karunia dari ALLAH untuk dapat Survive Hidup didunia yang sementara, namun nyata telah diciptakan ALLAH Yang Maha Kuasa.

  Klien dari Penulis dapat berkomunikasi lewat Internet Email Korespondensi, dan Jasa Hukum Bisnis yang Penulis lakukan adalah di tempat Penulis sendiri, dimana hasil Draft Perjanjian Bisinis yang diminta buatkan oleh Klien,  akan Penulis kirim ke Klien lewat Internet; Baru nanti setelah itu, dilanjutkan dengan bertemu  membicarakan Draft Perjanjian yang diminta dibuatkan oleh Klien, untuk  bertemu didarat di Kantor Klien atau bisa di tempat pertemuan di Darat dimanapun,  yang disepakati bersama.

Maka, tinggal nanti yang mempunyai persepsi yang sama atas cara kerja sebagai Profesional Independent Business Lawyer ini,  bisa kita kumpulkan atau Pool, melalui satu Website yang diselenggarakan oleh “Fasilitator Kantor di Website” tertentu, yang bisa menghubungkan antara para Customer /Klien dengan masing-masing Para Independent Business Lawyer ini, melalui Website Penyelenggara seperti     http://www.onhandcounsel.co.uk/ di Inggris.

Memang ada untung dan ruginya jika kita menjadi Spesialis Pemberian Jasa Hukum atas suatu Bidang Bisnis tertentu. Klien jelas akan merasakan manfaatnya karena kita dengan karunia ALLAH, yang sudah lama diberikan kesempatan berkecimpung  didalam pembuatan berbagai transaksi bisnis tertentu, akan bersyukur bisa dianggap ahli atau expertise karena memang kita sudah terbiasa dan digiring Fokus ke arah Spesialisasi dalam mendraft transaksi bisnis tertentu,  mulai dari pembuatan MOU, Letter of Intent, Perjanjian Kerjasama Bisnis, Perjanjian Pemberian Dana, yang dapat dikaitkan dengan dikaitkan dengan Struktur Susunan Pemegang Saham,  dimana kita  sebagai Independent Business Lawyer atau Independent Legal Consultant seringkali,  diminta untuk membuatkan Perjanjian Joint Venture, Joint Operasting Agreement (“JOA“)maupun Perjanjian  Pemegang Saham dari suatu PT, dimana dalam Dokumen ini,   seorang  Independent Business Lawyer akan mendraft ketentuan yang disepakati oleh  Para Pemegang Saham didalam merintasi bisnis dibidang tertentu, termasuk memasukan  ketentuan terkait Investasi, Dana  yang dibutuhkan, serta aturan hak dan kewajiban masing-masing pihak dari Pemegang Saham tersebut untuk pelaksanaan kegiatan bisnis mereka.

Risiko dari Independent Business Lawyer yang Spesialisasi ini, dapat terganggu,  jika bidang usaha yang dispesialisasikan keahlian menangani aspek hukum bisnisnya,  terkena masalah didunia bisnis atau pasar, misalnya terjadi  anjloknya Harga pasaran Komoditi yang mereka usahakan, seperti merosotnya harga Minyak, jelas akan terasa berdampak kepada profesi supportingnya  dari Klien bidang Migas termasuk Profesi Independent Business Lawyer yang menekuni Spesialisasi Hukum Transaski Migas.

Nah,  Penulis kebetulan terbiasa dengan masalah membuat Perjanjian Bisnis yang ada kaitan dengan Pembiayaaan atau kebutuhan dana dari Klien yang baru memulai Start up bisnis mereka atau berusaha untuk Survive dalam bidang bisnis yang mereka tekuni, yang membutuhkan bantuan pendanaan atau investasi untuk keperluan menjalankan bisnisnya. Kebanyakan dari Klien yang dihandle oleh Penulis,  sebagai Independent Business Lawyer adalah pemberian Jasa Hukum Bisnis terkait dengan usaha Klien dalam bidang Sumber  Kekayaan Alam yang terdapat dan tersebar di Bumi yang kita tinggali ini.

NUANSA  PEMBENTUKAN  KARAKTER.

Karena Penulis dimasa kecil  Alhamdulillah  banyak diisi dengan nuansa untuk mengenal Siapa Sang Maha Pencipta  atau Gusti ALLAH dari kehidupan ini, termasuk penciptaan Dunia, Langit,  oleh orang tua Penulis terutama oleh Ibu dari Penulis, maka dalam  perjalanan jatuh bangunnya pengalaman berkarier sebagai Independent Bisnis Lawyer, tentunya warna Nuansa  Keilahian  terkait dengan pengelolaan Sumber  Kekayaan Alam yang di Ciptakan oleh ALLAH Sang Maha Pencipta sangat tertanam didalam diri Penulis didalam meniti Karier sebagai Independent Bisnis Lawyer.  Adapun masalah karakter faktor “Kejujuran” sangat ditanamkan dan dicontohkan serta diteladani oleh orang tua dari Penulis dari pihak Bapak.

Kombinasi Nuana Religius dan Kejujuran inilah yang membentuk karakter Penulis didalam meniti profesi sebagai Independent Business Lawyer. Penulis seringkali merasakan datangnya  pertolongan rejeki ALLAH kepada Penulis melalui permintaan Klien untuk memberikan Jasa Hukum Bisnis yang acapkali terkait  dengan Perusahaan Klien yang bermaksud melakukan usaha bisnis dengan mengelola Kekayaan Alam ini baik MIGAS  maupun Tembaga, Emas, batubara  dan yang terkini adalah  penambangan bahan baku semen yaitu Kapur;

Untuk diri pribadi Penulis, sesuai Pedoman Kitab Suci dari ALLAH khususnya Al Quran, kita diberitahu oleh ALLAH bahwa ALLAH adalah yang menciptakan Langit dan bumi dan semua yang ada diantara keduanya termasuk yang dibawah permukaan bumi yaitu Sumber Kekayaan Alam.

Nah, karunia dari ALLAH tersebut, sebenarnya menurut Kitab Suci AllAH adalah cobaan dan ujian bagi kita apakah kita Bersyukur disediakan dan diberikan Kenikmatan rejeki dari ALLAH yang berasal dari Kekayaan ALLAM Ciptaan ALLAH ini, ataukah kita “kufur Nikmat” alias tidak mensyukuri Nikmat Karunia rejeki dari ALLAH ini.

Sebagai Profesi Indpendent Business Lawyer, kita diminta oleh KLIEN untuk  memberikan Jasa Hukum Bisnis kepada Klien yang sedang berusaha untuk menambang mulai dari Kegiatan Eksplorasi, di suatu Wilayah Kerja dengan koordinat peta seluas beberapa HA, dengan melakukan Pengeboran Eksplorasi untuk kedalaman tertentu,  serta melalui  suatu  jumlah Pengeboran, guna  memperoleh data geologi,  guna dipelajari berapa besar Cadangan Deposit Kandungan, serta apakah layak secara ke-ekonomiannya komersial untuk di tingkatkan ketahapan pengembangan Eksploitasi dan produksi setelah dilakuan Feasibility Study.

Menarik bagi kita,  yang Alhamdulillah,  dengan berkah, rahmat dan izin ALLAH,     dibukakan Qolbu kita untuk  mengkaitkan Sumber Kekayaan Alam ini dengan sumber Kitab Suci Al Quran, dimana ALLAH telah menginformasikan kepada kita bahwa ALLAH adalah  yang menciptakan Langit dan Bumi beserta semua apa yang ada dibawah dan didalam bumi  mulai dari Emas, Tembaga, Batu Bara, Nikel, Kapur, Batu Gamping yang diperuntukan oleh ALLAH  untuk kita manusia  guna  kita manfaatkan untuk memenuhi keperluan kehidupan kita. Namun kita sebagai orang yang beriman tidak boleh lupa bahwa Semua Sumber Kekayaan Alam  tersebut,  adalah Ciptaan ALLAH yang diperuntukan  buat kita manusia,  agar bisa kita kelola secara benar dan tidak boleh melakukan Perusakan diatas Bumi yang di Ciptakan oleh ALLAH .

 Penulis merasakan Karunia ALLAH,  yang memberikan kesempatan untuk Menimba Ilmu Hukum di Fakultas Hukum, ternyata dalam praktek implementasinya diarahkan oleh ALLAH,  berdasarkan  fakta dari Perjalanan kehidupan Penulis sebagai Business  Lawyer “ke-arah” yang adakaitannya dengan Sumber  Kekayaan ALLAM yang dibuat oleh ALLAH, yaitu pernah kerja sebagai Advokat dan Legal Consultan di Kantor Adnan Buyung Nasution & Associates (Nasution, Lubis Hadiputranto) 5 Tahun;  sebagai In-House Legal Counsel  di Vico (Huffco) perusahaan Minyak dan Gas dari beberapa Investor Amerika selama 5 Tahun, yang melakukan kegiatan penambangan Minyak Gas di Kalimantan, serta  sebagai     In-House  Legal  Counsel   selama 5      Tahun  di PT. Freeport Indonesia perusahaan Kontraktor Tambang Tembaga dan Emas yang melakukan kegiatan Penambangan Tembaga dan Emas di Papua Irian, dan pernah membuat Wadah sendiri yang kemudian, merger menjadi Partner di Law Firm  yang Pendirinya berasal dari Caltex perusahaan Minyak Gas dari Amerika, dan sudah selama lebih 18 Tahun,  Penulis dengan izin ALLAH,  melakukan profesi sebagai Independent Business Lawyer, yang kebanyakan penangannya adalah membantu Klien Indonesia maupun asing yang melakukan Kegiatan dibidang usaha penambangan Minyak/Gas, Batubara, dan kini membantu Klien yang melakukan penambangan Kapur sebagai bahan baku Semen dalam tahapan Eksplorasi, dengan memberikan Jasa Hukum pembuatan Perjanjian Bisnis yang dibutuhkan.

        Perlu diingat bahwa perjalanan karier adalah melalui  Jatuh bangun termasuk cash flownya,  dengan kadangkala terasa adanya masa Paceklik,   namun rejeki kita dari ALLAH dapat Penulis rasakan datangnya  seringkali  melalui berbagai sumber termasuk dari anak-anak yang dikaruniakan oleh ALLAH kepada kita manusia, dimana kita sebagai keluarga akan melakukan sinerji,  saling mendukung baik moril materiil maupun spritual;

Penulis harus pandai-pandai bersyukur kepada ALLAH, yang telah memberikan kita kesempatan untuk diciptakan oleh ALLAH dibumi ini, dimana bumi ini sesuai dengan Firman ALLAH dalam Kitab Sucinya tidaklah kekal, malah di hari Kiamat menurut Kitab Suci Al Quran Gunung ini akan dihancurkan oleh ALLAH menjadi rata dan datar  Surat 20  Taha ayat 105 dari Kitab Suci Al Quran, ALLAH berfirman : Terjemahan bahasa Indonesia :

Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah “Tuhanku akan menghancurkan (di hari Kiamat ) sehancur-hancurnya

ayat 106 : maka DIA akan menjadikan datar sama sekali 

ayat 107 :tidak ada sedikitpun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tingg-tinggi

  Berdasarkan  Firman ALLAH tersebut, maka tentunya kita harus mengambil hikmahnya, bahwa bahan dasar Kapur yang biasanya terdapat di Gunung-gunung, sebelum hari Kiamat, memang diciptakan oleh ALLAH kepada kita manusia untuk kita kelola secara benar dan memperhatikan lingkungan,  sehingga harus dibuat AMDAL (Analisa Dampak Lingkungan), serta dilakukan pengamanan lingkungan sedemikian rupa agar sewaktu proses penambangan Eksplorasinya, Exploitasi maupun produksi untuk menjadi bahan baku Semen memperhatikan Dampak terhadap lingkungan sekitarnya, dengan memperhatikan dan melakukan AMDAL serta langkah-langkah antisipasi, pengamanan lingkungan, sebelum melakukan kegiatan Penambangan Eplorasi, Eksploitasi dan Produksinya dilakukan.

Dengan demikian kita harus bersyukur kepada ALLAH, dan dapat merasakan bahwa masing-masing dari kita, diberikan keahlian tertentu oleh ALLAH melalui pendidikan formal di Sekolah/Universitas maupun dari praktek kehidupan kita untuk   bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar kita termasuk mencari Karunia ALLAH  untuk menafkahi anggota keluarga kita. Memang masing-masing individu dibesarkan dilingkungan masing-masing yang berbeda satu dengan lainnya, dimana jika kita berprofesi sebagai Independent Business Lawyer, maka nantinya kita akan dimintakan pertanggung jawaban atas pelaksanaan profesi kita oleh ALLAH Sang Maha Pencipta, yang telah menciptakan dan mengizinkan kita menjadi manusia di dunia yang sementara ini.

Mungkin sekian dahulu tulisan ringkas dari Penulis pada Pagi Hari Kamis ini, setelah kemarin seharian kerja membuat suatu Perjanjian Pemegang Saham terkait dengan restrukturisasi susunan komposisi saham serta penyediaan dana yang dibutuhkan oleh Klien dari Penulis untuk dapat secara optimal, effesient dan effektif melakukan  kegiatan Kegiatan Penambangan Bahan Galian Limestone atau Kapur sebagai bahan baku Semen.

Jakarta, 25 Agustus 2016

Agung Supomo Suleiman

Independent Business Lawyer

     

Blog di WordPress.com.

PELANGI

Pelangi menjadi salah satu bukti keagungan Tuhan YME..

Angwie on Blog

No one else...just you and me...

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

Un2kmU

semuanya hanya untukmu...

PELANGI

Pelangi menjadi salah satu bukti keagungan Tuhan YME..

Angwie on Blog

No one else...just you and me...

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

Un2kmU

semuanya hanya untukmu...

%d blogger menyukai ini: