SNAPSHOT ARTIKEL HUKUM BISNIS AGSS LAW – SACO AGUNGSS

21 November 2014

MENJAGA INDEPENDENSI BUSINESS LAWYER

peta-1Menjaga Independensi Business lawyer memang tidak mudah, karena jelas akan mempengaruhi keadaan cash flow dari Penulis berprofesi  Independensi Business Lawyer. Namun jika Penulis berusaha  mempunyai patokan bahwa Kehidupan didunia  adalah dengan  Nara Sumber Kitab Suci Al Quran, maka Penulis Insya ALLAH yakin  mempunyai Pegangan Tali Hidup yang sangat kuat dan tidak terputus, karena berpedoman pada Janji ALLAH sebagai Dzat Pencipta Kehidupan yang Maha Kekal Maha Hidup Maha Pencipta Kehidupan Dunia dan AKhirat sepanjangan Masa Baik Dunia dan Akhirat.

  • Untuk dapat mengenal Dzat ALLAH yang Maha Kekal ini memang harus melalui proses jatuh bangun dalam kehidupan nyata didunia ini,  dimana Penulis telah dikarunia ALLAH terjun dalam  profesi Hukum Business, yang semula ingin menjadi Diplomat namun pada kenyataan dan fakta hidup telah menggeluti Profesi Hukum Bisnis selama lebih dari 30 tahun lebih. Nah, sebagai manusia yang dipengaruhi dengan pengalaman profesi Business Lawyer, Penulis  harus bersyukur dan tidak berhenti untuk mencari kebenaran yang Kekal dan tidak lapuk digerus jaman, karena moral kebenaran yang bersumber dari ALLAH dari Kitab-2 Suci yang diturunkan ALLAH kepada para para Nabinya akan tetap abadi dan Kekal dan tidak akan berubah sepanjang zaman.

Penulis merasakan bahwa jika kita sudah diberikan ALLAH Taufik hidayah untuk mengenaAGUNG DI MINYAKl ALLAH dengan berpegangan kepada Kitab Suci AL Quran dimana Ketauhidan atau Ke Maha Esaan dari ALLAH yang merupakan dasar Abadi dari ajaran Kitab Suci dari ALLAH, maka  dalam perjalanan kehidupan ini,   kita sabagai hamba ALLAH yang mencari kebenaran yang abadi dari ALLAH, akan   pada suatu saat  Insya ALLAH diberikan Keyakinan yang tidak meragukan lagi untuk Insya ALLAH mengenal dan hanya menggantungkan diri semata-mata kepada ALLAH Yang Maha Esa dan Maha Tunggal ini.  

  • Keyakinan ini harus dibangun dan dirasakan oleh kita sebagai makhluk ciptaan ALLAH  dengan menggunakan Qalbu serta Akal Pikiran kita sesuai  tuntunan dari ALLAH atau Rob  Yang Maha Baik Pengasih Penyayang didalam memberikan Petunjuk Informasi mengenai Ke-Esaan dan Kemaha Tunggalan dari ALLAH Yang Maha Pemberi Petunjuk.

Penulis merasakan terbantu untuk memperoleh keyakinan keimanan ini, setelah melalui proses panjang dari masa kecil hingga masa kerja di wadah dan institusi orabg_agng lain atau perusahaan orang lain, termasuk  membuka wadah sendiri atau Self – Employed,   karena dipaksa oleh keadaan perjalanan hidup untuk mengambil sikap Independensi serta self employed atau bekerja sendiri semenjak bulan Juni 1998, disebabkan Penulis merasa kecewa dan keluar dari suatu perusahaan besar      PT Freeport Indonesia, karena pada saat terjadi  pergantian Boss dalam suatu organisasi, akan senantiasa sama  simptomnya,  dimana  akan senantiasa terjadi perubahan sistem yang berpengaruh pada nasib  masa depan kita termasuk Penulis.

  • Berdasarkan perjalan terjal dari Penulis inilah, pada akhirnya membawa Penulis untuk harus memaksakan diri   mempunyai suatu pegangan hidup yang pasti dan tidak tergoyahkan,  dimana bagi Penulis apalagi dikala umur Penulis telah diizinkan  oleh ALLAH untuk    berada didunia  63 Tahun, dengan stamina phisiknya mulai menurun, sehingga  Penulis  harus meningkatkan keyakinan spiritual keimanan,   guna Insya ALLAH dapat memperoleh ketenangan  bathin dan pikiran maupun kepastian pegangan hidup untuk dapat  survive.

Untuk hal ini, Penulis merasakan sekali bahwa jika Penulis memaksakan diri untuk menjauhkan dari dari larangan ALLAH dan berusaha untuk membaca Kitab Suci Al Quran sebagai  pedoman hidup untuk mendapatkan suatu kepastian yang tidak diragukan lagi, Penulis merasakan bahwa Dzat ALLAH adalah Hak dan merupakan suatu Kepastian yang tidak diragukan dan bahwa Kitab Suci Al Quran adalah Hak dan Benar dan segala Informasi dan Janji dari ALLAH dalam Kitab Suci Al Quran adalah suatu “Kebenaran Mutlak”  yang tidak ada keraguan sama sekali merupakan informasi dan Firman  dan  petunjuk  dari ALLAH Yang Maha Kuasa, Maha Hidup, Maha Kekal. 547130_4018003258398_132607727_n

Penulis merasakan sangat bersyukur untuk diberikan oleh ALLAH Pemahaman ini, dengan harus senantiasa berdoa kepada ALLAH untuk memohon  tetap ditanamkan  keyakinan keimanan  Islam ini dalam Qalbu Penulis, guna kita  Insya ALLAH,   harus memaksakan diri untuk  “rajin dan menyisihkan waktu” untuk peduli dan mau membaca isi dari AL Quran tersebut, untuk dapat memperkuat kejiwaan dan keyakinan keimanan dari Penulis, guna  dapat tetap survive didalam kehidupan dunia yang seringkali terasa banyak sekali kerancuan  dan double standard serta rekat sekali dengan kepentingan Vested Interest sesaat, dan tidak abadi serta tergerus dengan perjalanan kehidupan ini. Demikianlah tulisan dari Penulis ini pada hari Jumat ini

  • Jakarta 21 November 2014
Iklan

26 Februari 2014

Pilihan Berkarya Professi Lawyer

Jika kita kuliah di Fakultas Hukum, maka kita seringkali bertanya pada saat kita kuliah,   karier dan professi hukum kita akan kita lalui dimana ya setelah aku lulus ?  Hal ini mungkin menjadi pertanyaan kita yang sedang mau kuliah maupun orang tua dari si anak mahasiswa yang sedang atau mau mendaftarkan anaknya Kuliah di Fakultas Hukum tersebut. Untuk memberikan gambaran kepada para mahasiswa fakultas hukum maupun kepada orang tua yang mempunyai anak yang kuliah maupun bermaksud mendaftarkan kuliah di fakultas hukum, gambaran dibawah mungkin dapat membantu memberikan gambar selintas kilas Pilihan Berkarya Professi  Lawyer.pic2

  • Khusus untuk Profesi Independend Business Lawyer sepanjang kita punya keahlian kita bisa melakukan praktek dimana saja,  yang penting kita mempunyai Lisensi PERADI (Persatuan Advokat Indonesia)  untuk beracara di Pengadilan Di Wilayah Yurisdiksi Hukum Indonesia maupun mempunyai Lisensi Konsultan Hukum Pasar Modal yang dikeluarkan oleh Himpunan Konsultan Pasar Modal guna didaftarkan di Otoritas Jasa Keuangan.

Biasanya setelah lulus Fakultas Hukum, maka mulailah mereka mencari pekerjaan yang biasanya melamar Law Firm untuk menjadi Yunior Lawyer, dimana ada yang magang dahulu sebelum lulus atau jika sudah lulus akan bekerja  di Law Firm atau menjadi In-house Legal Counsel di perusahaan yang membutuhkan Lawyer didalam perusahaannya untuk bertanggung dalam Legalitas semua izin maupun dokumen Korporasi  dari Perusahaan dimana dia melamar pekerjaan. bagian Hukum.

  • Perusahaan maupun tempat bekerja itu bisa berbagai bidang usaha dan  beraneka ragam mulai dari Perusahaan Property, Bank, Perusahaan Leasing, Multi Finance, Perusahaan Produk Makanan, Kosmetik, bisa juga di Perusahaan Perkebunan atau farmasi maupun di Perusahaan Minyak /Gas, Perusahaan Tambang batu Bara maupun Perusahaan Kapal Laut, Kapal terbang, Lembaga atau LSM  yang peduli dengan Lingkungan Hidup atau instansi Pemerintah mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan Laut atau Udara,  Telekomunikasi, maupun perusahaan Swasta atau BUMN sesuai dengan rejeki dan nasib serta rejeki  dari si pelamar lulusan Fakultas Hukum tersebut.

Jika si Lawyer tersebut sudah mempunyai pengalaman kerja berkarier di Perusahaan atau Instansi diatas, maka tahapan keduannya biasanya  dia sudah mulai memlih bidang hukum apa yang dia ingin geluti, atau kalau Lawyer sekarang mereka berkeinginan dan berusaha untuk mendapatkan S 2, dan berusaha untuk mencari bea siswa dari  pemberi Bea Siswa atau Scholarship di  internet.

  • Cakupan dari Professi Lawyer itu sangat luas dan banyak, sehingga kemungkinan yang bersangkutan mulai memilih bidang hukum apa yang dia sukai dan minati. Tahapan stress atau pencarian jati diri dari si Pekerja Profesi hukum tersebut juga mulai muncul yang juga dikaitkan dengan besaran gajih atau bayaran serta fasiltas apa yang diperoleh di perusahaan dimana si profesi Lawyer tersebut kehendaki atau inginkan.

Jika orang yang mempunyai pengalaman sebagai lawyer tersebut berkeinginan untuk lebih bebas dan merdeka atas waktu kerja, maka ada sautu saat dimana dia akan bersama-sama dengan beberapa temannya   ngobyek mencari Klien yang membutuhkan nasehat atau jasa hukum misalnya membuat dokumen Perjanjian, melakukan pemeriksaan dokumen hukum, legal due diligence maupun legalitas dari dokumen serta izin yang dibutuhkan oleh perusahaan dimana dia bekerja.

Begitulah untuk Penulis sendiri mempunyai pengalaman perjalanan yang juga Penulis rasakan unik didalam meniti karier dalam profesi Bidang Hukum ini.

Dalam perjalanan selama 15,5 Tahun sebagai Independend Business Lawyer terhitung bulan Juni Tahun 1998, Penulis bispeta-1a merasakan bahwa kita sebagai Independend Business Lawyer yang diberikan ALLAH suatu kesempatan berpengalaman dalam Praktek Hukum dapat mempunyai beberapa pilihan kesempatan untuk bisa berkarya, jika kita sudah mempunyai pengalaman yaitu menjadi  :

  1. Pembicara di Kursus atau Seminar ( jika kita senang Bicara – mempunyai Passion untuk Share Pengalaman serta aspek Business Hukum),
  2.  Tenaga Ahli Hukum dalam suatu PT Konsultasi misalnya  yang bergerak  baik di Bidang Konstruksi, maupun Perminyakan,Gas/Pertambangan.
  3.  Pengacara/Advokat  untuk membela Klien di Pengadilan, Arbitrasi maupun
  4. Konsultan Hukum – Non Litigasi
  5. Menjadi membuka dan mendirikan Kantor Hukum sendiri atau bersama dengan Partner /Rekanan/Sekutu sesama lawyer yang mempunyai Lisensi PERADI.
  6. Menulis Artikel Business Hukum
  7. Membuka Blog   sendiri dan menulis segala macam aspek Hukum baik pengalaman Pribadi sebagai Independend Business Lawyer maupun materi Aspek Hukum yang kita kuasai berdasarkan pengalaman kiDSC00719ta berprakek sebagai Professi Business Lawyer.

Penulis bersyukur dengan izin ALLAH beserta kemauan pilihan Penulis sendiri  telah merasakan ke delapan Butir Pilihan tersebut diatas, dimana sebelumnya Penulis juga pernah menjadi :

Pegawai – dengan Fixed Income selama : 

  • 5 (Lima) Tahun di Kantor Hukum Adnan Buyung Nasution & Associates (Nasution,Lubis,Hadipurtanto) ( tahun 1979 hingga 1984).
  • 5 ( Lima)  Tahun  sebagai Inhouse-Legal Counsel di Perusahaan Minyak/ Gas Huffco Indonesia ( kini Vico Indonesia) (Tahun 1985 – 1990).
  • 5 (Lima ) Tahun sebagai In-House Counsel di PT Freeport Indonesia (Tahun 1993- 1998)

Membuka Kantor Hukum Sendiri : Suleiman & Rekan ( Tahun 1991) ( Self Employed) yang kemudian

pada Tahun 1991 – 1993  bersama dengan Widyawan bersama-sama membuka Kantor Hukum : Agung Suleiman &  Widyawan, dimana 3 (Tiga) Bulan setelah tahun 1991, Almarhum Husein Wiriadinata mengirim Fax ke kantor kami dan meminta Kantor Agung Suleiman &  Widyawan untuk merger dan bergabung dengan Kantor Hukum Delma Juzar & Wiriadinata, dengan Komposisi Share 60% Almarhum Husein Wiriadinata, Widyawan 20% dan Penulis Agung S.Suleiman 20%;

Sewaktu Law Firm Penulis “Agung Suleiman &  Widyawan, “telah merger dan bergabung” dengan  Kantor Delma Juzar & Wiriadinata,  ternyata Nama kantor hasil merger adalah menjadi nama “Kantor Law Office Wiriadinata & Widyawan” dimana nama Kantor Penulis sebagai Partner yaitu  Agung Suleiman tidak muncul dengan alasan dari Almarhum Husein Wiriadinata yang menyatakan bahwa Lawyer Asing dari 5 Law Firm Australia di 5 Kota di Australia menyatakan  Nama Penulis “tidak Saleable”, sehingga Penulis pada tahun 1993 memutuskan untuk mundur saja sebagai  Partner dan bergabung menjadi In-House Legal Counsel di PT Freeport Indonesia .

Begitulah pengalaman dari Penulis dalam perjalanan hidup sebagai Business lawyer dimana pada  Bulan Juni Tahun 1998, Penulis keluar dari PT Freeport dan membuka wadah Kantor Hukum yang semula bernama Suleiman & Co dan kemudian beberapa kali berubah nama dan ganti Partner sehingga kini setelah 15,5 Tahun semenjak Bulan Juni Tahun 1998 bernama Suleiman Agung & Co ( SACO Law Firm)   

  Nah, sungguh menarik bagi kita yang bergelar dan berpendidikan Hukum di Fakultas Hukum, dimana tentunya masing-masing Lawyer mempunyai pengalaman dan pilihan berbeda dengan keunikan masing-masing serta didasarkan kepada kesenangan serta passion dari masing-masing Lawyer apakah memilih Professi Business Lawyer ataukah menjadi pengamat, Penulis, Dosen, Tenaga Ahli Hukum, ataukah memilih menjadi Ahli Hukum Lingkungan, ataukah Hukum Penerbangan, Hukum Pidana, Hukum Perburuhan, Hak Azazi Manusia, Hukum IT atau apapun Karya dan Pilihan professi yang dia mau geluti jika telah Kuliah di Fakultas Hukum dan hendak berkarya didalam kehidupannya masing-masing.

  • Hal ini semua kembali kepada diri kita masing-masing baik itu berdasarkan pilihan hidup, sifat karakteristik dari kita masing-masing apakah memilih ber Avonturir ataukah senang dalam organisasi yang mampan dan meniti Karier tergantung pada diri kita masing-masing serta “setelah dengan sungDSC01031guh-sungguh  berusaha dengan keras dengan berbagai jatuh bangun pengalaman  dengan meminta pertolongan ALLAH, maka Penulis merasakan dalam perjalanan Hidup yang telah dengan Izin ALLAH  mencapai 62 Tahun, terdapat adanya  “Ruang Takdir”  yaitu “Kadar atau Takaran Rejeki” yang dijatahkan kepada kita masing-masing manusia oleh ALLAH YANG MAHA PENCIPTA KEHIDUPAN  dan KEMATIAN  serta Bumi dan Langit beserta segala sesuatu yang ada diantara keduanya yang juga merupakan tantangan dan Ujian serta Cobaan dimana kita diminta oleh SANGA MAHA PENCIPTA dalam Kitab Sucinya termasuk Kitab Suci Al Quran untuk beriman, beramal saleh dengan perbuatan nyata dan bertaqwa serta sabar dan saling nasehat-menasehati dengan kebenaran agar kita mendapatkan berkah dan petunjuk ALLAH dalam mengarungi kehidupan kita baik didunia maupun di Akhirat .
  • Jakarta, 26 Februari 2014
  • Agung Supomo Suleiman
  • BLOG AGUNGSS EXPERIMENTAL 

15 Februari 2014

3 TAHUN DRASTIS PENINGKATAN EXPORT RAW ORE VERSUS DRASTIS BEBAN BEA KELUAR TINGGI RAW ORE

Dari pengamatan Penulis  3(tiga) Tahun semenjak Undang-Undang Minerba No.4 Tahun 2009 dikeluarkan, dimana terdapat  ketentuan kewajiban Pengusaha Tambang untuk melakukan Pengolahan dan Pemurnian “didalam negeri” serta Kewajiban membuat Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian 5 (lima) Tahun semenjak Undang-undang Minerba ini dikeluarkan, terlihat bahwa terjadi “PENINGKATAN  DRASTIS” atas Pengeksporan Mineral dalam keadaan Mentah-Raw  Ore Keluar Negeri dari Bumi Indonesia         

  • ekspor bijih nikel meningkat sebesar 800%,

·          Ekspor bijih besi meningkat 700%,

·         dan Ekspor bijih bauksit meningkat 500%.

Dengan melonjaknya secara Drastis  atas kenaikan Ekspor Mineral Raw atau mentah belum diolah oleh Para Penambang Mineral nampaknya Pemerintah Menjadi “panik” dan seperti “Kebakaran Jenggot”,

  • padahal Pemerintah Sendiri terkesan  “sangat lambat atau lama” didalam mengeluarkan Peraturan Pelaksananya atas ketentuan kewajiban Pengusaha Tambang melakukan Pengolahan dan Pemurnian “didalam negeri” serta Kewajiban membuat Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Didalam Negerisemenjak Undang-undang Minerba ini dikeluarkan.Dalam Undang-Undang Minerba khsusnya Pasal 103 tidak ada ketentuan mengenai Batas waktu Kapan pengolahan dan pemurnian hasil penambangan di dalam negeri wajib dilakukan. Ketentuan Pasal 103 Undang – Undang Minerba No.3 Tahun 2009 hanyalah berbunyi sebagai berikut :
    • Pasal 103

    1)      Pemegang IUP dan IUPK Operasi Produksi wajib melakukan pengolahan dan pemurnian hasil penambangan di dalam negeri.

Mungkin karena tidak ada batas waktu tersebut,  maka nampaknya Pemerintah baru Tahun 2012 yaitu 3 (Tiga) Tahun setelah diundangkannya Undang-Undang Minerba No.4 Tahun 2009, mengeluarkan berbagai  Peraturan Pelaksana dari  beberapa Menteri terkait baru  dikeluarkan setelah melihat adanya Peningkatan Drastis Kegiatan Ekspor yang dilakukan oleh Para Inverstor penambangan yaitu oleh  :

        Menteri ESDM 

  •  pada tanggal 16 Februari 2012  diterbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 07 tahun 2012    tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral.
  • pada tanggal 16 Mei 2012 dilakukan perubahan dengan diterbitkannya Peraturan Menteri ESDM No, 11 tahun 2012

Menteri Perdagangan .

  •  Penerbitan Peraturan Menteri ESDM tersebut diatas  ditindaklanjuti dengan Permendag Nomor: 29/M-DAG/PER/5/2012 tentang Ketentuan Ekspor Pertambangan dan
    •  Menteri Keuangan:
  • Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 75/PMK.011/2012 tentang Penetapan Barang Ekspor yang dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar.
  • Pengusaha Penambangan sebagaimana biasanya tentunya akan mencari segala kiat yang masih dalam batas rambu koridor ketentuan Pertambangan yang berlaku  bagaimana menekan ongkos Penambangan, dimana kalau diwajibkan untuk membuat Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian dalam negeri maupun dikenakan kewajiban untuk melakukan Pengolahan dan Pemurnian Dalam Negeri atas Bahan Ore dengan Kadar Mutu yang ditentukan Pemerintah, berarti secara jelas hal ini  akan menambah beban ongkos biaya pengeluaran untuk Investasi Fasilitas Pengelohan maupun Pemurnian Mineral maupun kewajiban untuk Pengolahan dan Pemurnian dalam negeri atas Bahan Ore  yang mereka tambang untuk kadar dan Mutu tertentu yang ditentukan Pemerintah, dimana juga membutuhkan fasilitas infrastuktur pelabuhan untuk dapat mengekspor Bahan Mineral yang telah diolah dan dimurnikan tersebut.  Photo PT FI di Highland

Kepastian Ketentuan peraturan pelaksana atas Undang-undang Minerba No. 4 Tahun 2009 diatas jelas ditunggu Investor Tambang guna dapat mengkalkulasi biaya  operasional mereka.

Namun disebabkan ternyata dalam 3 Tahun tersebut setelah Undang-Undang Minerba, Pemerintah “terlihat belum siap dengan peraturan pelaksananya”, maka terjadilah “suatu kesempatan waktuvacum Peraturan pelaksananya”  yang bagi Investor Tambang tentunya digunakan untuk mencari peluang tidak terkena Biaya  tambahan fasilitas maupun kewjiban pengolahan dan pemurnian tersebut, dengan menggencot “secara Drastis” Pengeksporan  Bahan Mineral tersebut secara Masive karena  mumpung belum ada Peraturan Pelaksananya dari Pemerintah atas UU Minerba tersebut yang terlihat dari peningkatan ekspor Raw Ore 500% hingga 800% keluar Wilayah Republik Indonesia.

  • Kita dapat amati bahwa secara dalam Undang-Undang Minerba tidak ditentukan sama sekali adanya batas waktu kapan kewajiban Pembuatan Pengelohan dan Pemurnian maupun kapan Perusahaan Tambang harus mulai melakukan Pengolahan dna Pemurnian dalam Negeri. Maka jelas kelihatan disini bahwa memang Pemerintah belum siap dengan perangkat Hukum Pelaksananya pada saat diterbitkannya Undang-Undang Minerba tersebut.

Terkait dengan aspek hukum Kontrak Karya dari PT Freeport Indonesia, kita bisa ketahui bahwa  sebenarnya keinginan dari Pemerintah bagi PT Freeport Indonesia untuk melakukan pembuatan Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian maupun Pengolahan dan pemurnian dari Bahan Konsentrat Tembagan dari PT Freeport sesuai dengan  Pasal 10 ayat 5  Kontrak Karya adalah  5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal  30 Desember 1991 sebagai  Tanggal ditandatanganinya Kontrak Karya dari Kontyrak Karya dengan Pemerintah RI yang telah dikonsultasi dengan DPR. Maka kita dapat melihat bahwa  5 (lima) tahun semenjak Tahun 1991 adalah tahun 1996.

  • Terkait dengan Kesepakatan ini, PT Freeport Indonesia melalui affiliasinya PT Smelting Gresik Smelter di Surabaya  telah membangun Fasilitas Smelter atau Pengolahan dan Pemurnian, dimana Mitsubishi Materials memiliki Saham 60.5% sedangkan  PT Freeport Indonesia Equity sahamnya sebesar 25% dan Nipppon Mining and Metals Co. sebesar 5.%

Adapun yang membangun Fasiltas Smelter ini adalah Chiyoda dengan Biaya Pembangunan Fasiltas USD 500 juta.Bayangkan Feedstock smelter adalah dikapalkan dari Freeport Grassberg yang berjarak 2,600 Kilomerter Lokasi Smelternya adalah dekat dengan Petrokimia Fresik, suatu Perusahaan Pemerintah Fertilizer, yang menggunakan smelter sufuric acid, hal ini yang menjadi pertimbangnn Utamanya mengapa lokasinya di Gresik   Website  PT Smelting Gresik,Smelter.

  • Pertanyaan mendasarnya kalau memang sudah dibangun Smelter diatas, kenapa PT Freeport Indonesia masih merasa berat dikenakan Bea Export yang Tinggi yaitu 50%   atas Bahan Mineral yang ditambangnya yang “masih Belum Diolah (Raw Ore-ore mentah),  dengan alasan Kontrak Karya yang telah mengatur masalah beban Bea Keluar atas Produk Mineral Tembaga dan Emas tidak setinggi seperti yang dikenakan oleh Menteri Keuangan melalui Peraturan Menteri Keuangan No.6/PMK.011/2011 No.6 yang dikeluarkan  pada Tahun 2014 yang merupakan Kebijakan dan Ketentuan pengenaan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar Barang Mineral ditentukan bahwa BEA KELUAR PROGRESSIF :
    • tarif bea keluar untuk tembaga sebesar 25%,
    • sedangkan untuk komoditas mineral yang lainya hanya sebesar 20%.
    • pada semester pertama 2015 kenaikan bea keluar berlaku untuk tembaga dinaikkan menjadi sebesar 35%  dan
  • di semester kedua 2015 menjadi 40%.
    • Sedangkan untuk komoditas mineral lainnya, pada semester pertama 2015 dinaikkan menjadi 30% dan
    • di semester kedua 2015 sebesar 40%.
  • Kenaikan tarif pun terjadi  Tahun 2016 untuk seluruh komoditas mineral yakni di semester pertama menjadi 50% dan di semester kedua sebesar 60%.

bagi yang mengekspor Bahan Galian yang belum diolah hingga Tahun 2017 sebagai Batas Waktu dibuatnya Peleburan (Pengolahan) dan Pemurnian Bahan Galian Tambang di Wilayah  Tambang Indonesia. Lubang Ngangan Juga PT Freeport Indonesia

Kemungkinan yang bisa terjadi adalah bahwa PT Freeport Indonesia  nampaknya “belum Mengolah Konsentrat Tembaganya – dalam Jumlah Volume atau Kadar Batas Mutu yang ditentukan oleh Pemerintah – di Smelter Gresik Surabaya, karena Fasilitas ini “Nampaknya”  belum memadai atau pertanyaan yang mengeletik adalah : kenapa PT Freeport Indonesia  misalnya tidak membangun Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian di Papua yang dekat dengan Fasilitas Pelabuhan Laut dalam di low land.  

  • Pemerintah nampaknya Belum Membuat Ketentuan Yang Memaksa  terhadap Investor Hulu (Explorasi) maupun Investor Hilir (Pengolahan dan Pemurnian) untuk dibuatnya Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Bahan Mineral yang dapat memproses Batas Minimum Kadar atau Mutu Produk Konsentrat Tembaga Freeport yang ditambang di Wilayah Tambang Grassberg Papua Indonesia), sehingga PT Freeport merasakan tidak dipaksa untuk mengolah Bahan Konsentrat Tembaga di Indonesia  dengan Batas Mutu yang ditentukan oleh Pemerintah guna dapat segera memberikan Nilai Tambah atas Penambangan Bahan Galian Tembaga   – sebab sekarang kita “sudah memasuki tahun 2014” yaitu ( 2014 dikurangi 1991 adalah SUDAH LEWAT  23 (Dua puluh Tiga Tahun)  setelah ditandatanganinya perpanjangan Kontrak Karya PT Freeport atau
  • Pada kenyataannya sudah  “18 (Delapan) Tahun Lewat “ setelah   5 (lima) Tahun keinginan Pemerintah dibangunnya Fasilitas Pengolahan (Peleburan dan  Pemurnian) Konsentrat Tembaga  oleh PT Freeport, dan memang ketentuan dalam Pasal 10 ayat 5 dari Kontrak Karya ini tidaklah merupakan ketentuan yang dapat memaksa PT Freeport karena bunyi Klausula dari Pasal 10 ayat 5 juga tidak terlalu keras memberikan suatu kewajiban kepada PT Freeport untuk membangun Fasilitas Peleburan (Pengolahan) dan Pemurnian melainkan hanyalah suatu keinginan dari Pemerintah agar PT Freeport Indonesia membangun Fasilitas Peleburan dan pemurnian di dalam negeri, dimana ditentukan bahwa apabila PT Freeport belum membangun Fasilitas Peleburan dan pemurnian tersebut dalam 5 tahun setelah ditandatangani Kontrak Karya,  maka apabila Pemerintah meminta,  PT Freeport setuju untuk mengolah Konsentrat Tembaga di dalam Negeri Indonesia, ke suatu Fasilitas Peleburan (Pengolahan) dan Pemurnian  yang ditentukan PemerintahIMG_1588
  • Terkait dengan bagaimana dengan Konsentrat Emasnya, Penulis masih harus meneliti lebih jauh bagaimana pengaturannya di Kontrak Karya  antara   PT Freeport Indonesia dengan Pemerintah tanggal 30 Desember 1991.

Berdasarkan analisa Hukum diatas,  nampaknya Pemerintah tidak mau terlalu memberikan kewajiban kepada PT Freeport untuk Membangun Fasilitas  Pengolahan dan Pemurnian dari Konsentrat Tembaga dari  PT Freeport di Indonesia  di Indonesia dengan Batas Mutu Kadar Konsentrat yang ditentukan oleh Pemerintah,  guna dapat memberikan Nilai Tambah bagi Masyarakat Indonesia sesuai dengan amanah Pasal 33 (3) dari Undang-undang Dasar 1945, namun Pemerintah bisa meminta PT Freeport untuk mengolah Konsentrat Tembaga di didalam Negeri, jika ada suatu Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian didalam negeri yang dapat mengolah Konsentrat Tembaga yang berasal dari Wilayah Pertambangan PT Freeport sesuai dengan kadar yang ditentukan Pemerintah. 

  • Terkait dengan terjadinya Langkah dan Tindakan Kontraktor Pertambangan dalam 3 (Tiga) tahun setelah diundangkannya UU Minerba No. 4 Tahun 2009 untuk  mengekspor secara DRASTIS – 500 % hingga 800% KENAIKAN  EKSPOR BAHAN MINERAL RAW ORE  Yang Belum Diolah” yang berasal dari  Wilayah Pertambangan Indoneasia, Pemerintah nampaknya seperti “Kebakaran Jenggot” dan dipaksa harus melakukan suatu Kebijakan yang Drastis juga agar mencegah terjadinya pengurasan lebih jauh Bahan Mineral Mentah dari Bumi Indonesia bg_ag
  • Hal ini dapat terjadi karena Pemerintah memang belum mengeluarkan Peraturan Pelaksananya, sehingga Penambang Bahan Galian Mineral, jelas pada kenyataannya “Menggencot Mengekspor Bahan Ore Raw
  •  bijih nikel meningkat sebesar 800%,
  •  bijih besi meningkat 700%,
          • Bijih bauksit meningkat 500%.

o     yang belum di-Olah didalam Negeri sehingga terjadi reaksi dimana Pemerintah  mengambil Langkah “DRASTIS PULA” melalui Menteri Keuangan dengan Mengeluarkan “Ketentuan Pemaksaan” yaitu PENGENAAN suatu Bea Keluar Progressif  sebesar 50%  (sangat tinggi) hingga waktu  sampai Tahun 2017  yaitu Batas waktu Kewajiban Untuk Membuat Fasilitas Hilirisasi Pengolahan dan Pemurnian atas BAHAN Tambang dengan Batas Mutu yang ditetapkan oleh Pemerintah, maupun Kewajiban  Pengolahan dan Pemurnian dan Batas Mutu yang ditentukan oleh Menteri ESDM atas Bahan Mentah Raw Ore guna dapat ” Memberikan Payung Yang Pasti ” kepada Masyarakat Indonesia Nilai Tambah Peningkatan Mutu Kesejahteraan Hidup yang diperoleh dari Nilai Tambah Bahan Tambang dengan Memenhuhi Mutu tertentu “.

  •     Hal ini jelas merupakan Strategi “ instrumen Hukum” untuk “Memaksa Investor Tambang untuk segera Menyelesaikan Fasililtas Pengolahan dan Pemurnian di Indonesia” demi memberikan Nilai Tambah kepada Kegiatan Penambangan di Indonesia bagi kesejahteraan Masyarakat Indonesia sesuai Undang-Undnag Dasar 1945 Pasal 33 ayat 3.

      Namun demikian untuk memberikan Rasa Keseimbangan Bagi Inverstor Penambangan, tentunya Pemerintah juga harus memberikan Investor Tambang Hilir suatu “Ketentuan Insentif” selain Disinsentif, guna dapat memberikan Keringanan  Beban Biaya  dalam Periode Membangun Fasilitas Pengolahan – dan Pemurnian, maupun mengimbangi Beban Investor Tambang untuk memproses dan menambang di Fasilitas Pengolahan (Peleburan) dan Pemurnian yang dimiliki Perusahaan Hilir tersebut  .

 ·         Berdasarkan sumber dari Warta  Mineral dari Direktorat Pertambangan kita peroleh data bahwa hingga Januari 2013 terdapat :

·         http://www.minerba.esdm.go.id/library/content/file/28935-Publikasi/008f75e938deed453b91c2a3caa236a42013-11-08-20-03-45.pdf

 Terdapat :

  • ·          185  Pengajuan Rencana Pengajuan Rencana Pengolahan dan Pemurnian sebelum Permen ESDM No. 7/2012 dan Sesudah Permen ESDM No. 7/2012:

    Status Smelter

    Jumlah 

     

    Pengolahan & Pemurnian Telah Beroperasi 

     

     

    7

     

    Pengajuan Rencana Pengolahan dan Pemurnian sebelum Permen ESDM No. 7/2012

     

    24

    Pengajuan Rencana Pengolahan dan Pemurnian setelah Permen ESDM No. 7/2012

    154

    TOTAL

    185 

  •  ·         9 ( sembilan) fasilitas pengolahan dan pemurnian yang berpotensi untuk dibangun dengan diagaram sebagai berikut:

1

PT Aneka Tambang, Tbk

Halmahera Timur Buli) Malut

Bijih Nikel Fe

Ni

KONSSTRUKSI

2

.PT Bintang Delapan Mineral

Morowali, Sulteng

Bijih Nikel FeNi

Konstruksi

3.

PT Stargate Pasific Resources

Konawe Utara, Sultra

Bijih Nikel NPI

Konstruksi

4.

PT Putra Mekongga Sejahtera

Kolaka, Sutra

Bijih Nikel NPI

Konstruksi

5.

PT Meratus Jaya Iron Steel

Batu Licin, Kalse

Bijih Besi Pig Iron

Konstruksi

6

PT Indonesia Chemical Alumina

Tayan, Kalbar

Bauksit CGA

Konstruksi

7.

PT Sebuku Iron Lateritic Ore

Kotabaru, Kalsel

Bijih Besi

Konstruksi

8.

PT Kembar Emas Sultra

Konawe Utara, Sultra

Bijih Nikel NPI

Studi Kelayakan

9.

PT Delta Prima Steel

Tanah Laut, Kalsel

Bijih Besi Sponge Iron

Konstruksi

Demikianlah analisa Penulis terkait 3 TAHUN DRASTIS PENINGKATAN EXPORT  RAW ORE VERSUS DRASTIS BEBAN  BEA KELUAR TINGGI RAW ORE

Agung Supomo Suleiman

Independent Business Lawyer

Jakarta  15 Februari 2014

AGUNGSS BUSINESS LAWYER

SULEIMAN  AGUNG & CO ( SACO Law Firm)

8 Februari 2014

NUANSA YANG MELINGKUPI KONTRAK KARYA PERTAMBANGAN BERBEDA JAUH TAHUN 2014 DAN TAHUN 1967 di Indonesia

NUANSA YANG MELINGKUPI KONTRAK KARYA PERTAMBANGAN BERBEDA JAUH TAHUN 2014 DAN TAHUN 1967 di Indonesia yaitu 44 Tahun semenjak Penaman Modal Asing pertama kali di Undang Masuk ke Indonesia sudah jauh berbeda.

  • Pemerintah Indonesia harus lebih cakap didalam menyikapi tanggapan atau reaksi dari Investor Asing terkait  Kebijakan Pemerintah untuk “dapat lebih memperoleh keuntungan dan manfaat dari Nilai Tambah Bahan Galian yang di Explorasi, Exploitasi, Produksi maupun boleh dibawa keluar dari Batas Wilayah Teritory Indonesia; 

Keadaan Perekonomian di Indonesia sudah “Tidak dalam keadaan kesulitan ekonomi dan keuangan apalagi Kebangkrutan” seperti yang dialami bangsa Indonesia 44 Tahun Yang Lalu yaitu tahun 1967, dimana Kontrak Karya Pertambangan Pertama dibuat dan ditandatangani antara Pemerintah yang diwakili oleh Menteri Pertambangan RI dan  Freeport Indonesia, Incorporated  pada tanggal 7 April 1967, dimana disebutkan bahwa semua Kekayaan Mineral (all mineral Resources) yang terletak di Wilayah Teritory Irian Barat adalah merupakan bagian dari Wilayah Republik Indonesia dan semua Mineral Resources adalah asset nasional dibawah Kontrol Pemerintah Indonesia.Undang-Undang Penaman Modal No.1/Tahun 1967  dimana Undang-undang Penanaman Modal ini lahir dari Amanah Putusan MPRS tahun 1996 No.XXIII/MPRS/1996 terkait dengan dibutuhkannya untuk segera dikeluarkan Undang-Undang Penanaman Modal Asing pada saat itu,  mengingat keadaan krisis ekonomi  malah mendekati kebangkrutan sebagaiman tertera dalam isi Putusan MPRS tahun 1996 No.XXIII/MPRS /1996, dimana disebutkan bahwa “Modal Dalam Negeri masih terbatas” sehingga sangat mendesak untuk dibuatkan Payung Hukum Undang Undang Penaman Modal Asing yang melahirkan Undang-Undang Penaman Modal No.1/Tahun 1967 tersebut;

  • Disebutkan dalam Contract Of Work tersebut dalam  bagian Witnessethnya bahwa :

Erstberg telah diexplore, dipetakan dan sampled oleh Freeport Sulfur Company pada tahAGUNGSS AT MINING SITEun 1960 sesuai dengan Izin Explorasi yang telah diberikan  Pemerintah Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bahwa Republic Indonesia : desires to advance the economic development of the people of the Territory, and to that end desires to encourage and promote the further exploration of the Ertsberg, and, if, an ore deposit of commercial grade and quantity to exist there, to take all appropriate measures, consistent with the needs of the people of the Territory and the requirements of the Republic of Indonesia, to facilitate the development of such ore deposit and the operation of a mining enterprise in connection therewith.

  • Disebutkan juga bahwa FI has or has access to the information, knowledge, technical ability and resources to undertake such further exploration development and operation and is ready, willing and able to do so on sesuai dengan ketentuan yang akan disebut dalam Perjanjian COW ini.

Disebabkan Freeport Sulfur Company telah menyelesaikan investigasi awal dari Erstberg, maka FI akan melakukan program explorasi, development, construction dan operasi yang dibagi dalam 3 Tahapan yaitu Periode Explorasi, Periode Konstruksi dan Periode Operasi. Juga disebutkan dalam pertimbangan bagian depan Witnesseth dalam Perjanjian COW,  bahwa Pemerintah Indonesia sudah mengeluarkan Undang-Undang No.1 Tahun 1967 tertanggal January 10,1967 terkait dengan Penaman Modal Asing dan Perjanjian COW ini dilakukan sesuai dengan Undang-Undang tersebut.

  • Kita mengetahui bahwa Undang  Undang No 1 Tahun 1967 dikeluarkan sebagai implementasi dari salah satu Butir di Ketetapan MPRS tahun 1996 No.XXIII/MPRS/1996 terkait dengan dibutuhkannya untuk segera dikeluarkan Undang-Undang Penanaman Modal Asing pada saat itu,  mengingat “keadaan krisis ekonomi  pada tahun 1967 malah mendekati kebangkrutan sebagaiman tertera dalam isi Putusan MPRS tahun 1996 No.XXIII/MPRS /1996, dimana disebutkan bahwa “Modal Dalam Negeri masih terbatas” sehingga sangat mendesak untuk dibuatkan Payung Hukum Undang Undang Penaman Modal Asing yang melahirkan Undang-Undang Penaman Modal No.1/Tahun 1967 tersebut;    

Begitulah suasana dan NUANSA dan pertimbangan dibuat dan ditandatanganinya Kontrak Karya Generasi pertama tersebut di Indonesia tahun 1967.

Kini sudah banyak Para Ahli Indonesia dalam Managemen, Reservoir Engineering, Geologis Indonesia, Teknik Pertambangan, Perbankan, Keuangan, Ahli Hukum, Lingkungan, Asuransi, Logistik, Pajak dibidang Pertambangan Umum termasuk “Penanaman Modal Dalam Negeri sudah tidak lagi terbatas” khususnya untuk melanjutkan Amanah Pasal 33 ( 3) dari Undang -Undang Dasar 1945 untuk mensejahterakan Rakyat Indonesia dimana  Pemerintah atas nama Negara selaku penerima Kuasa Pertambangan Umum  melakukan Kegiatan Pertambangan Umum di Wilayah Teritory Pertambangan di Indonesia dengan mengadakan Perjanjian Kontrak Karya dengan Para Investor Tambang baik Asing maupun Dalam Negeri.  IMBung Karno Sihanok

Maka dengan  telah dikeluarkannya  ketentuan  Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 2014 yang “kewajiban Pemegang Kontrak Karya  untuk melakukan Pemurnian Dalam Negeri” dimana Pemegang Kontrak Karya yang melakukan kegiatan penambangan mineral logam dan telah melakukan pemurnian dapat melakukan Penjualan ke Luar Negeri dalam Jumlah tertentu dimana ketentuan Batasan Minimum Penglohan dan Pemurnian akan diatur dengan Peraturan Menteri,

Kebikan ini merupakan langkah yang tepat dari Pemerintah, dan menunjukkan “Kekuatan dan Kemauan Politik Pemerintah” untuk mewjajibkan Investor Asing untuk membuat Pengelohan atas Bahan Galian di Wilayah Indonesia, sehingga dilarang bagi Pelaku Tambang untuk Langsung Mengekspor Bahan Galian Tambang dalam keadaan Belum Diolah di Indonesia untuk batasan tertentu yang akan ditentukan oleh Peraturan Menteri ESDM.

  • Menurut Pengamatan Penulis sebenarnya Investor Asing didalam Kontrak Karya “sudah sangat mengetahui” bahwa Pemerintah  menghendaki “pada suatu saat”   Investor Pertambangan diwajibkan untuk membuat “Smelter” atau “Tempat pengolahan Bahan Galian Tambang untuk dilakukan di  Indonesia”,  sehingga “bukanlah” merupakan suatu Hal Yang Mengagetkan Investor Asing jika pada saat ini Pemerintah Mengeluarkan “Peraturan dan  Kebijakan” untuk Memaksa Investor Tambang maupun Investor yang memang Ahli dalam melakukan Pengolahan Bahan Galian   untuk Mengolah BAHAN GALIAN tersebut guna dapat memberikan “Nilai Tambah” dari Hasil Bahan Galian dilakukan di Indonesia oleh Para Investor Tambang maupun Investor Pengolahan Tambang,   demi memberikan Nilai Tambah kepada Kesejahteraan Rakyat Indonesia  sesuai dengan amanah dari ketentuan Pasal 33 (3) Undang-undang Dasar 1945.
  • Dalam Pasal 10 ayat 5 Periode Operasi dari Kontrak Karya yang ditandatangani oleh Pemerintah Indonesia dan PT Freeport Indonesia Company tertanggal 30 Desember 1991 (Kontrak Karya Generasi V) ditentukan :
    • Perusahaan (dalam hal ini PT Freeport Indonesia) menyadari Kebjaksanaan Pemerintah untuk mendorong pengolahan di dalam negeri semua kekayaan alamnya menjadi produk akhir apabila layak. Perusahaan juga menyadari  keinginan Pemerintah agar Pabrik Peleburan dan Pemurnian Tembaga didirikan di Indonesia dan setuju bahwa Perusahaan akan menyediakan Konsentrat Tembaga yang dihasilkan dari Wilayah Kontrak untuk Pabrik Peleburan dan Pemurnian yang didirikan di Indonesia tersebut dengan ketentuan dibawah ini  : 
      • Selama suatu Jangka Waktu dimana fasilitas-fasilitas peleburan dan pemurnian untuk suatu produk tambang dari Perusahaan belum dibangun di Indonesia oleh atau atas nama Perusahaan, atau setiap subsidiari yang seluriuhnya dimiliki Perusahaan, akan tetapi sudah dibangun di Indonesia oleh Badan lain, Persusahaan “HARUS” apabila diminta oleh Pemerintah menjual produk-produk Tambang tersebut kepada Badan Lain dimaksud dengan Harga dan Kondisi yang tidak kurang menguntungkan bagi badan tersebut dibanding yang dapat diperoleh Perusahaan dari pembeli-pembeli lain untuk jumlah dan mutu yang sama dan pada waktu yang sama serta tempat dan waktu penyerahan yang sama, dengan ketentuan bahwa kondisi kontrak masing-masing dan kondisi-kondisi yang diberikan oleh Perusahaan kepada Badan Lain tersebut tidak akan kurang menguntungkan bagi Perusahaan.
      • Lebih Lanjut juga ada ketentuan bahwa Apabila dalam waktu 5(lima) tahun sejak ditandatnganinya Persetujuan ini, Fasilitas Peleburan dan Pemurnian Tembaga yang berlokasi di Indonesia “Belum Dibangun” atau tidak dalam proses untuk dibangun oleh Badan Lain, maka, tunduk kepada penilaian bersama oleh Pemerintah dan Perusahaan atas kelayakan ekonomi suatu Pabrik Peleburan dan Pemurnian, Perusahaan “HARUS” melakukan atau menyebabkan dilakukannya pendirian Pabrik Pengolahan dan Pemurnian Tembaga di Indonesia sesuai dengan Kebijaksanaan Pemerintah. Berdasarkan salah satu contoh Pasal Ketentuan mengenai Pembangunan Pengolahan dan Pemurnian Tembaga tersebut diatas, maka sebenarnya Investor Pertambangan di Indonesia “SANGAT MENGETAHUI” adanya kebijaksanaan PEMRINTAH tersebut sehingga sudah Saatnya PEMERINTAH Indonesia  berani membuat Kebijakan Politik Yang Lebih Mengungtungkan Kepastian Pemberian Jaminan kesejahteraan kepada Masyarakat Indonesia sesuai dengan Pasal 33 (3) Undang-Undang Dasar Indonesia, karena memang “KEDUDUDUKAN DAN KEKUATAN PEMERINTAH NEGARA REPUBLIK INDONESIA beserta semua Profesional AHlinya dalam Bidang Pertambangan serta Pengusaha Indonesia dalam Pertambangan Di Indonesia  kesiapannya sudah harus “Jauh Berbeda dengan keadaa pada Tahun 1967 atau 44 Tahun yang lalu.
  • Tentunya kiat dan strategy yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia  dari suatu Negara Berdaulat seperti Indonesia, menjelang Pemilu Tahun 2014, adalah    memberikan “Tekanan” kepada Para Investor Asing untuk secara sungguh-sunguh melakukan Ketentuan ini, melalui Instrumen Hukum lain, misalnya mengenakan sanksi konkrit dan nyata secara komersial terhadap Investor yang melanggar ketentuan Larangan Export Bahan Galian yang belum sama sekali diolah di Wilayah Indonesia dalam batas waktu sampai tahun 1917 termasuk telah dikeluarkannya Peraturan  Menteri  Keuangan No.6/PMK/011/2014 yang merupakan rangkaian kebijakan Pemerintah untuk “mengenakan Bea Keluar Atas Bahan Tambang yang lebih tinggi” apabila pengolahan dan pemurnian Hasil Penambangan dari Bahan galian Tambang ini  belum sampai tingkat yang diharapkan.

Dapat pula kita amati adanya Pasal 11 Ayat 2 dari Perjanjian Kontrak Karya antara PT Freeport Indonesian Company dan Pemerintah Indonesia tanggal 30 Desember tahun 1991 dimana ditentukan bahwa:

“Pemerintah mempunyai hak atas dasar yang berlaku umum dan tidak mendiskriminasi terhadap Perusahaan(PT Freeport Indonesia Company) untuk “Melarang Penjualan atau Ekspor mineral-mineral atau Produk apabila penjualan atau ekspor tersebut akan “Bertentangan  dengan kewajiban-kewajiban International dari Pemerintah atau menurut pertimbangan politik luar negeri akan mempengaruhi “kepentingan Nasional Indonesia” .

Sebagaimana kita ketahui kini Tahun 2014, dimana “Rakyat Indonesia”   melalui Demokrasi Politik berhak dan dapat bersuara karena Rakyat Indonesia sudah banyak yang Cerdas, Pintar Sadar akan “Hak Mereka”  untuk menentukan dan mengawasi “Tindakan Pemerintah Maupun DPR”  terkait Langkah Tindakan mana yang Benar-benar”  mewakili kepentingan men-sejahterakan Rakyat Indonesia, termasuk Hak Rakyat untuk  Mengawasi Kegiatan Pertambangan Umum oleh Investor yang dilaksanakan melalui ketentuan dalam Kontrak Karya, Kuasa Pertambangan, Idzin Pertambangan dan kini IUP berdasarkan Undang-Undang Minerba No.4 Tahun 2009 agar Negara Indonesia tidak hanya Sekedar Mengekspor Bahan Galian yang belum Diolah, melainkan Bahan Galian tersebut harus telah Diolah oleh Investor Pertambangan sebelum di Ekspor  untuk mendapatkan Nilai Tambah Atas Pengolahan Bahan Galian Pertambangan  guna dapat meberikan ksejahteraan bagi  Rakyat Indonesia.

  • Penulis sebagai Business Lawyer  yang  memang sudah lama berkecimpung dan mengamati serta berpraktek sebagai Business Lawyer Perminyakan dan Pertambangan menyadari benar bahwa Kontrak Karya sebagai implementasi dari ketentuan Peraturan Perundangan Pertambangan di Indonesia haruslah memberikan landasan “Mensejahterakan Masyarakat Indonesia” dan Konteks serta Nuansa pada Tahun 2014 sudah Sangat Berbeda Jauh dengan  Nuansa tahun 1967.
  • Penulis sangat mengetahui bahwa Investor didunia Pertambangan selalu hendak memakai alasan bahwa Kontrak Karya merupakan “Lex Spesialis Derogat Generalis”, namun pada saat Peraturan Pemerintah No.20 Tahun 1994 mengenai Pelonggaran Kewajiban Divestasi  bagi Investor Asing dapat  tetap 95% bagian Investor Asing dan 5 % Investor Lokal, Penulis yang pada saat itu Inhouse Legal Cpounsel dari PT Freeport Indonesia telah diminta untuk  berdiskusi dengan Anggota DPR, agar PT FI yang telah terikat dan mendatangani Kontrak Karya dengan kenetuan Divestasi dalam 10-15 Tahun mendivestasi Kememilikan Saham Asing dari mayoritas menjadi 49% Pemegang Saham Asing dan 51% Pemegang Saham Nasional,  dapat menikmati  Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 1994 tersebut.  

Dengan demikian Ketentuan dari Peraturan Menkeu Nomor 6 /PMK.O11 /2014 yang merupakan rangkaian dari PP No.1/2012  sudah merupakan Hak dan Wewenang dari Pemerintah yang harus berlaku dan dipatuhi oleh Investor Asing, apalagi kewajiban Pembuatan Pengolahan dan Pemurnian dari Bahan Galian dalam Kontrak Karya maupun Hak Pemerintah untuk Melarang Ekspor Baha Galian yang masih belum di Olah  demi Kepentingan Nasional Indonesia juga telah disepakati oleh PT Freeport Indonesia dala Pasal-Pasal yang terurai diatas. 

Sekian Tulisan dan Paparan Penulis  untuk pagi ini karena sudah ada Adzan Subuh di Mesjid Kompleks Depleu Cipete.AGUNG DI MINYAK

30 Januari 2014

SALING MEMBERDAYAKAN

Yah, sebagai Business lawyer Independen, Penulis  benar-benar merasa bersyukur kepada ALLAH SANG MAHA PENCIPTA, bahwa Penulis dapat diperbolehkan oleh ALLAH Yang Maha Kuasa dan Maha Pencipta Bumi ini termasuk kandungan didalamnya, memberikan kebebasan Penulis untuk menjadi Business Lawyer yang Independen dan Merdeka, dengan pengertian tidak terikat pada suatu institusi melainkan bebas menentukan Profesi Hukum apa yang Penulis dapat aktualisasikan diri Penulis didalam menerapkan keahlian yang diberikan oleh ALLAH maupun kesempatan untuk berkiprah sebagai Independend Lawyer dengan menjalankan wadah sendiri yang kini bernama SACO LAW FIRM ini maupun pribadi  yang secara Hukum Indonesia berhak untuk menjadi ADVOKAT dan anggota PERADI. DSC01588

Menurut Pengalaman Penulis sebagai Business Lawyer yang Independ kita juga haruslah mempunyai jiwa enterpreneur dan merdeka dan bebas ber-Insisiatif dan Kreatif untuk mencari Unit Proyek apa sebagai Business Lawyer

  • Seperti Ahok, dalam talk show atau wawancara dengan AHOK Versus TV ONE di You Tube...dimana menurut Penulis, Wagub DKI Ahok sangat berwibawa dan negarawan sekali dan tidak perlu takut untuk tidak diberitakan oleh TV ONE, karena kapasitas AHOK adalah Wakil Gubernur DKI yang benar-benar Negarawan yang Mulia dan Terhormat.

Biasanya Orang Negarawan Yang Jujur dan mempunyai karakter seperti JOKOWI dan AHOK inilah, yang jelas dihormati baik secara Lokal maupun International. Kita dalam kapasitas profesi kita masing-masing juga dapat mempunyai “Karakter dan Sikap Negarawan” sesuai dengan keadaan dan profesi kita masing-masing.

  • Penulis sebagai Business Lawyer yang juga merupakan anggaota PERADI (Persatuan Advokat Indonesia) merasa berkewajiban untuk menjaga Kemuliaan Profesi Hukum yang dizaman Era Keterbukaan ini di Indonesia, sudah saatnya dapat berkiprah sebagapeta-1i Salah Satu Pilar Penegak Hukum dan Pemberi Contoh Teladan dan Mulia bagi para Generasi Muda kita.

Yang kita Utamakan adalah Kebenaran dan Saling Memberdayakan, termasuk didalam membuat DRAFT Perjanjian kita harus dilandaskan kepada Iktikad Baik saling memperdayakan dan bukan saling jegal dan menjatuhkan. 

  • Perasaan Kepuasaan Bathin bagi seorang yang berusaha untuk   mempunyai  Kharakter  untuk saling menghargai Profesi dan Keahlian masingh-masing, dimana Business itu juga harus diDasarkan kepada Saling Menghormati dan bukan dengan Hawa Nafsu dan Kerakusan serta Ketamakan, karena ALLAH  menjadikan tempat didunia ini hanyalah sebagai Medan Ujian yang semuanya tidak Kekal, dan akan Hancur dan akan pic2dimintakan AKUNTABILTASNYA baik didunia nyata yang sementara ini maupun di Hari AKHIRAT, karena kita semua Ciptaan dari ALLAH akan ada masa hancur dan habisnya….Lifetimenya terbatas.   

Jika kita punya Tekad dan Kekuatan bathin untuk Jujur dan Percaya kepada Sang Maha Pencipta, maka yakinlah bahwa, ALLAH akan mensertai  Niat dan Usaha serta professi kita yang Mulia ini.

  • Janji ALLAH adalah Benar dan Hak…Manusia haruslah saling bersinergi karena yang bisa Mandiri Tunggal hanyalah ALLAH, sedangkan Manusia haruslah saling bekerjasama untuk memBERDAYAKAN  dirinya masing-masing sebagai suatu kesatuan yang saling tergantung satu sama lain.

JAKARTA, 31 Januari 2014

Agung Supomo Suleiman

3 Juni 2013

15 TAHUN BERKIPRAH Suleiman Agung & Co (SACO LAW FIRM)

IMG_0477Setelah 15 Tahun diizinkan ALLAH untuk dapat survive, Wadah Suleiman Agung & Co ( SACO LAW FIRM) dengan perkenanan dan pertolongan ALLAH harus  lebih cakap, smart  dan siap  didalam menjalankan fungsinya.

  • Operatornya – Foundernya adalah Penulis sendiri yaitu  Agung S.Suleiman SH, yang kini sudah berumur 61 tahun menuju 62 tahun dimana sudah bersyukur kepada ALLAH dapat menerbangkan pesawat Suleiman Agung & Co ( SACO LAW FIRM),selama 15 Tahun dengan jam terbang yang tinggi dalam bidang memberikan Konsultasi Hukum Bisnis kepada para Klien yang berusaha  bisnis mereka  dari segala aspek hukum bisnis  terlindungi secara optimal termasuk yang diatur dalam Perjanjian dan transaksi bisnis untuk  kepastian hak dan kewajiban dari Para Pihak yang tertuang didalam Perjanjian Bisnis tersebut.

Komoditi yang diberikan dalam pemberian Jasa Bisnis Hukum oleh Suleiman Agung & Co ( SACO LAW FIRM),  pada umumnya adalah  berbentuk Pemberian  Nasehat Hukum ( Legal Opinion), Legal Due Diligence,  mendampingi Negosiasi Klien dengan Counter Bisnis Partnernya, membuat segala macam bentuk Perjanjian mulai dari Letter Of Intent, MOU hingga membuat draft Perjanjian Kerjasama Operasi, Perjanjian Joint Ventures, Perjanjian Patungan, Perjanjian Shareholders Agreement, Perjanjian Participant Agreement, Perjanjian Joint Operating Agreement, Perjanjian Pinjaman atau Loan Agreement maupun membuat Restrukturisasi Loan Agreement, Perjanjian Equity Swap dimana Loan diconvert menjadi Saham maupun Obligasi diconvert menjadi Equity, dan berbagai macam Perjanjian Minyak dan Gas, Perjanjian Akuisisi, Merger dan transaksi bisnis lainnya.

Tentunya kita harus belajar untuk mengetahui Pangsa Pasar kita karena keahlian yang ada pada Penulis sebagai Founder secara pengalaman dalam Bisnis Lawyer lumayan banyak, sehingga secara network dari Perusahaan-preusahaan yang pernah merasakan Jasa Legal Services seharusnya dapat Penulis  masukan sebagai List Contact.

Adapun Track Record dari Klien dari  Suleiman Agung & Co ( SACO LAW FIRM),  selama 15 Tahun  berkiprah sebagai wadah professional Independen Business Lawyer didalam memberikan Jasa Hukum  antara lain :

Perusahaan Minyak dan Gas Bumi : 

  • Kodeco Energy, Unocal Indonesia,  Unocal Geothermal,  PT Medco Energi International Tbk.,  PT Expand Nusantara (Affiliates of Medco Group),   PT Energy Timur Jauh,  (Holding of Bakrie Oil and gas Sector Companies),  Kondur Petroleum SA, T.A.C. Pertamina – PT Binawahana Petrindo Meruap, TAC Pertamina –    PT Patrindo Persadamaju, TAC Intermega Sabaku Pte.Ltd., PT Radiance Energy, Kodeco Energy, PT Golden Spike, JOB- Pertamina  – Golden Spike, PT Asiabumipetroleo,  PT Sumatera Persada Energi; PT Aman Resources Indonesia, PT Promatcon Tepatguna,  PT Jeska Pandu Resources.
  •  PT Sarku Enjinering Utama ( in colaboration with Law Firm Aji Wijaya, Sunarto Yudo & CO)       
Perusahaan Tambang Umum Emas dan Batubara   :
  • PT Indo Multi Niaga (IMN), Noble Coal International Inc., PT Dasa Eka Jasatama having Coal Mining Contracts with PT Pama Persada Nusantara
Perusahaan Besi :
  •  PT Bhirawa Steel

HOTEL  :

  • Hotel Sahid Internasional,

Rumah Sakit :

  • Grand Sahid Memorial Hospital   

Berdasarkan Track Record pemberian Jasa Hukum Bisnis diatas, maka  kantor kami  Suleiman Agung & Co (SACO LAW FIRM), bermaksud untuk meneruskan kiprah kami didalam berkontribusi pemberian Jasa Hukum Bisnis di  Indonesia  demi kemajuan dan peningkatan mutu professioIMG_0713nalisme pemberian Jasa Hukum Bisnis yang professional dan berkwalitas.

Jakarta, 3 Juni 2013 

Agung S.Suleiman 

Partner and Founder dari Suleiman Agung & Co (SACO LAW FIRM),

4 Juni 2012

Bersyukur 14 Tahun Perjalanan SACO LAW FIRM

Yah, aku sangat bersyukur kepada ALLAH Yang Maha Pengasih yang memberikan izin wadahku SACO LAW FIRM  untuk berjalan dengan selamat selama 14 Tahun semenjak aku keluar sebagai Inhouse Legal Counsel di PT Freeport Indonesia pada tanggal 1 Juni 1998 hingga tanggal 1 Juni 2012 ini.  Tentunya perjalanannya adalah jatuh bangun dengan segala suka dan duka, baik dengan beberapa kali berganti partner maupun pegawai, maupun dengan segala seluk beluk macam pekerjaan jasa hukum yang ditangani yang dapat terlihat pada track record pada Blog SACO LAW Firm ; 

Yang tidak kalah menarik dalam menjalankan wadah Law Firm ini adalah, jatuh bangunnya Cash Flow, yang tentunya membuat sport jantung baik pada wadah ini maupun cash flow dapur dirumah; Rasanya kadangkala seperti puasa Senin – Kamis, kadangkala ada cash ini kadangkala puasa cash ini. Namun dalam perjalanan 14 tahun tersebut, yang jelas dan tidak dapat dihindari adalah kepastian adanya 12 Bulan Kalendar Penanggalan setiap Tahun Berjalan , dimana cash-innya kadangkala ada diujung awal  tahun berjalan, kadangkala ditengah tahun, kadangkala diakhir tahun, jadi tidak menentu;

  • Malah kadangkala rasanya diujung tanduk, dimana mungkin Kliennya sedang langka atau sepi, atau bayaran Legal Feenya dari Klien ditunda2 tergantung dari keadaan cash-flow dari Klien, yang kadangakala, terasa menerima Jasa Hukum dari kami, namun bayaran Legal Feenya ditunda misalnya 2 atau 3 bulan setelah menerima Jasa Hukum kami; Dengan demikian kita bisa mengenal adanya Corporate Culture atau budaya dari Klien kita yang berbagai ragam gayanya; Salah satu tips bagi Bisnis Lawyer yang hendak mencoba membuat wadah Law Firm, adalah kesabaran, ketekunan, siap mental tahan banting untuk dapat bertahan dan survive; Bagi diriku aku rasakan perlunya dukungan keluarga khususnya isteri kita, karena pada kenyataannya kita sebagai manusia tidak dapat berdiri sendiri melainkan haruslah mendapatkan support dan pengertian serta dukungan moral dari isteri kita;

              Yang paling penting bagi diriku, dalam perjalanan 14 Tahun wadahku, yang mungkin bersifat lebih subjektif,  adalah kita harus membangun suatu komitmen serta keyakinan kepada sesuatu yang Maha Kuat yang bagiku sebagai penganut Muslim adalah percaya dan menaruh harapan kepada ALLAH Yang Maha Kuasa Yang Menciptakan kehidupan ini dan tidak boleh putus asa kepada adanya Pertolongan dan Berkah dari ALLAH Yang Maha Kuasa dalam menjalankan perjalanan kehidupan kita ini, dimana untuk diriku AlhamduliLLAH aku diberikan kesenangan untuk memilih dan berkecimpung dalam professi Hukum Bisnis, untuk mencari Karunia ALLAH, dimana jika lebih fokus lagi bagiku adalah  pada angkor atau Jangkar Aspek  Hukum Perminyakan Gas dan Pertambahangan Umum atau aspek hukum dari kegiatan pemanfaatan kekayaan alam yang diciptakan oleh ALLAH untuk kemasalahatan kita sebagai manusia yang diciptakan oleh ALLAH Yang Maha Kuasa;

Agung S.Suleiman

Jakarta, 4 Juni 2012 siang hari

AGUNGSS BUSINESS LAWYER NOTE

10 Februari 2012

TEKUN DAN FOKUS

Ya, untuk dapat meraih kepuasaan dalam profesi anda harus tekun dan fokus pada bidang yang anda minati tentunya setelah jatuh bangun gagal, bangkit kembali dan jangan pernah putus asa. Keahlian dan bakat seseorang memang beda antara satu dengan lainnya; Tidak ada satupun makluk yang sama;

Maka anda haruslah mengenali jati diri anda;  Namun percayalah jika anda memang sedang mencari jati diri anda serta bidang profesi apa yang anda inginkan untuk mendulang rejeki,  maka anda harus sesuaikan dengan sifat bakat talenta kesenangan yang dapat menjadi sarana untuk menjemput rejeki yang disediakan ALLAH kepada anda;

Rejeki orang memang beda satu dengan lainnya; Namun dalam perjalanan hidup seseorang tentunya dia harus berusaha untuk jangan mengulang kesalahan2 yang pernah atau sering kita lakukan; Namun jangan anda sekali2 takut gagal, karena anda bisa banyak belajar dari kegagalan anda.

Jangan pula lupa bersyukur kepada ALLAH yang telah menciptakan dan memberikan kesempatan anda untuk hidup didunia; Untuk dapat bergelut dalam bidang profesi yang telah anda pilih menjadi bagian dari hidup anda, anda memang harus menyenanginya; Kalau anda tidak suka atas profesi anda, maka agak sulit bagi kita untuk berusaha mempelajari akar, atau esensi  maupun simpul yang melekat dari profesi anda;

  • Profesi anda tidak berdiri sendiri melainkan akan tali temali dengan bidang-bidang profesi lainnya; Misalnya jika kita memilih profesi menjadi Penasehat Hukum Bisnis, maka anda tidak akan lepas dari berbagai profesi terkait lainnya dalam bidang bisnis yang anda sedang membantu dari aspek legalnya; Hal ini sudah menjadi kenyataan dan fakta hidup dalam bidang dunia profesi yang bertujuan untuk menunjang cita-cita dari seorang pemain atau pelaku bisnis;

Umur tidak menjadi masalah, karena yang penting anda senang dengan profesi yang telah anda pilih; Anda adalah anda, sehingga anda haruslah mengali potensi serta kelemahan yang ada pada diri anda; Team Work merupakan hal yang sangta penting, sehingga anda juga harus memahami dan berusaha untuk mengerti jalan pikiran orang lain didalam menangani suatu permasalahan yang sednag kita hadapi;

  • Nanti Insya ALLAH akan ada satu saat dimana anda bisa bersinergy dan mempunyai chemistry dengan seroang yang lebih senior dengan anda dimana anda bisa mendongkrak nilai harga dari jasa anda; Namun yang penting harus ada waktu untuk saling mengenal kharakter dan keinginan maupun visi masing2;

Jika memang itu adalah jalan hidup yang dapat membuka rejeki anda, Insya ALLAH anda bisa menemukan suatu jalan keluar namun  kalau pengalaman saya adalah kita harus mempunyai pegangan hidup dan moto dimana bagi saya,  saya berusaha untuk juga mendengarkan Ayat Suci Kitab yang saya imani yang dalam hal ini adalah AL Quran, dimana banyak sekali Fadilah yang dapat kita peroleh, antara lain kita diminta untuk Sabar, teguh, tekun, jangan pernah berputus asa dengan Rahmat ALLAH, sehingga jika kita tekun mendengarkan lantunan Firman ajaran, petunjuk,  pelajaran ilmu dari ALLAH, yang diajarkan kepada Rasul, untuk disampaikan kepada umatnya serta umat manusia, maka secara tidak sadar terasa Insya ALLAH keberkahan dan rejeki dari profesi maupun wadah yang kita bentuk dimana untuk diriku sebagai orang yang memilih Profesi Hukum Bisnis alhamdulillah aku membuat Wadah Suleiman Agung & Co ( SACO LAW FIRM)  sebagai suatu wadah untuk dapat mengaktualisasikan bidang Profesi yang aku tekuni dan fokus;

Pada setiap kesulitan akan ada kemudahan dan ini diulang dua kali oleh ALLAH dalam salah satu Surat dalam  Kitab Suci Al Quran, sehingga dapat menggugah jiwa dan mental kita untuk tidak pantang menyerah dan putus asa atas Firman ALLAH ini;

Jakarta, 10 Februari 2012

Agung S.Suleiman

 

 

 

 

 

12 Oktober 2011

SACO LAW FIRM MERDEKA

Yah, sebagai Partner dari SACO Law Firm yang aku inginkan adalah kemerdekaan untuk menentukan nasib kita sendiri tanpa tergantung pada sistem diluar diri kita yang kita tidak dapat kendalikan baik itu organisasi atau individu atau apapun yang tidak bisa kita kendalikan dan kontrol.

  • Aku ingin bebas merdeka dari kekuasaan atau keputusan orang lain yang kadangkala terasa menghambat keinginan kita.

Alasan inilah, yang membuat  aku bertekad bulat pada tanggal 1 Juni 1998 membuat wadah sendiri suatu Law Firm yang kini bernama  SACO LAW FIRM. Aku males diperintah orang atau sistem yang tidak jelas apalagi jika sistem itu dikendalikan oleh kalangan yang  mempunyai tabiat  birokrat, sewenang-wenang, ngebos atau mau menang sendiri atau sibuk mengumpulkan harta untuk keuntungan bisnisnya sendiri, tanpa memikirkan untuk memberdayakan pihak atau orang lain disekitarnya, atau ada kecenderungan untuk tidak mau memandang, menghargai dan menghormati orang atau pihak lain.

  • Kita kan hidup bukan sendiri dan tidak mungkin sendiri; Makanya aku tidak mau terikat dengan obsesi hanya sekedar mengumpulkan Materi semata, melainkan juga kwalitas kemerdekaan hidup. Aku sadar aku bukan orang suci, dan juga tidak murni idealis, dan aku juga membutuhkan materi seperti layaknya orang lain;

Namun aku menginginkan  suatu kehidupan  yang  merdeka, flexible, bebas mengatur jam kerjaku,  tidak terkungkung dengan suatu keadaan tidak berdaya dan berada diluar kehendak dan kontrol kita maupun juga ruangan yang Cubical;

Saya merasakan bahwa  ruangan yang nyata bagiku adalah suatu ruangan dimana aku secara nyata dapat mengetahui dan merasakan denyut jantung kehidupan nyata diluar kungkungan “simbol-simbol fatamorgana” yang ada tersebut.

  • Aku sudah menjalankan eksperimen membangun dan menjalankan wadah sendiri,  semenjak 1 Juni 1998, disaat aku menginjak umur 47 tahun. Banyak pengalaman yang aku alami didalam menjalankan wadah sendiri ini, dan karena profesi ku adalah Bisnis Lawyer, makanya wadah yang aku tekuni selama lebih dari 13 tahun adalah wadah Law Firm yang kini bernamaSACO LAW Firm (Suleiman Agung & Co).

Wadah ini lebih kearah suatu wadah dimana aku bisa bebas menjadi “self-employed”. Kalau waktu kerjanya,  aku sangat males jika harus berada dikantor terus dari pagi sampai sore atau malam.  Namun jika mood ku sedang senang kerja untuk Klienku, wah aku kadang kala lupa waktu seperti “Work Alcoholic”. Tapi  nampaknya aku adalah type orang yang tidak senang dengan Aturan yang Ketat melainkan lebih cocok dengan waktu yang Fleksible. Nyatanya aku bersyukur bisa bertahan lebih dari 13 tahun menjalankan wadah SACO LAW Firm,  yang memenuhi keinginanku untuk mengaktualisasikan  kesenangan “Merdeka” ini…..;

Nah, tahun lalu aku mencoba merasakan diseconded oleh Law Firm ku pada Klien, dengan waktu 3 atau 2 hari dalam 1 Minggu  berada di Kantor Klienku, yang lumayan pengalaman ini, membuat dan menambah wawasan bagaimana rasanya diseconded dengan formula 3 atau 2 hari I minggu tersebut;    Aku sengaja meminta Klienku untuk mengadakan hubungan Retainer dengan Kantorku, karena aku memang tidak berkeinginan untuk menciptakan Hubung Kerja dengan Klienku, melainkan hubungan Retainer Jasa Hukum antara Klien dan kantorku, selama 1 tahun;

  • Aku telah memilih untuk tidak memperpanjang sistem seconded ini, karena aku bisa lebih bebas menetapkan jam kerja maupun ditempat mana aku melakukan Jasa Hukum tersebut, apakah di kantorku sendiri, dicafe yang ada internetnya, dikantor Klien, ataukah dirumah; Yang penting aku bisa bebas menetapkan jam kerja kantorku termasuk kapan aku ingin keluar ruangan untuk menikmati udara lepas baik jalan kaki, naik bis untuk menghirup udara Bebas Lepas dan Merdeka;

Yah, beginilah sepintas lintas pengalaman ku menjalankan profesi hukumku melalui pembuatan wadah law firm ini…aku pengen keluar …ruangan kantor nih merasakan udara lepas …..

Jakarta, 12 Oktober 2011

agungssuleiman

MERDEKA

2 Oktober 2011

Professi Lawyer

Memilih Profesi Lawyer seharusnya dapat mendidik dan mendisiplinkan kita untuk untuk menjadi manusia terhormat dan dapat dipercaya integritasnya, karena memberi pencerahan hukum kepada sekeliling kita ibaratnya diharapkan dapat membantu Klien kita untuk menghormati hukum, etika, norma yang patut dihormati semua para stackholder.

  • Kita tidaklah boleh saling menzalimi melainkan saling memberikan harapan, tidak memanjakan, namun saling dapat meletakan  kondisi dan posisi dari setiap stackholder untuk dapat berkembang menjadi pemain andal, tangguh, dan siap untuk memberikan pelayanan jasa yang professional, good faith, fair play  didalam usaha dan ikhtiar  mencari karunia ALLAH didalam  kehidupan untuk mencari nafkah, karier, masa depan, dan saling membantu memperdayakan diri.

Dalam fakta dunia nyata, kita seringkali  melihat dan menyaksikan secara kasat mata, betapa prinsip saling menhargai, dan saling menghormati seringkali tertutup oleh keinginan secara pintas jalan  mengumpulkan materi secara cepat, tanpa memperhatikan lagi proses good corporate governance, transparancy, dan secara nyata mau membaca kekuatan Riil dari keberadaan kita dalam percaturan persaingan Bisnis   yang ada.

  • Sebagai Profesi Business Lawyer, kita acapkali dihadapkan pada pilihan apakah kita tetap menunjung tinggi martabat profesi Hukum kita yang Independend Profesional ataukah lebih memilih turut terjerembab kedalam perlombaan  mempercepat akumulasi asset dan materi kita secara tidak fair play bahkan mengingkari Kehormatan Professi Hukum Yang Harus Independend dari Keinginanan Hawa Nafsu  Sesaat,  tanpa mau melalui proses yang sulit, yang terjal dan penuh tantangan.

Ibaratnya kita harus  terlebih dahulu mau mendaki gunung, mengurangi lautan, bahkan  menyeberangi jalan yang sulit dan terjal,  demi membawa amanah  “Cahaya Pelitayang sedang ditunggu diseberang Pulau yang mengharapkan adanya Keadilan dan Kebersamaan Hak dan Harga diri  dan martabat untuk berdiri sama tegak dengan sesama manusia yang mengharapkan adanya perbaikan  system didunia yang nyata dan bukan membangun kerusakan dan keserakahan diatas pengorbanan dan penderitaan orang lain atau umat dan golongan lain;

  • Semua tentunya  ingin  dan butuh materi guna melanjutkan  kehidupan yang layak, namun, jika kita telah memilih suatu pilihan menjadi Professi Lawyer Business, kita haruslah membangun diri kita dahulu untuk dapat terbiasa dan berkesinambungan membangun  suatu kharakter, sikap  menghormati Profesi Hukum yang Independend dan tidak bisa dibeli atau diukur dengan Materi semata, meskipun kita jelas perlu materi.

karena yang harus kita Utamakan adalah membangun suatu keadaan disekeliling terdekat kita dengan watak, sikap, kharakter  nuansa kearah jujur, berintegritas, transparansi dan menghormati  diri kita sebelum kita minta orang lain menghormati kita;

Jakarta, 2 Oktober 2011 Minggu Sore

Agung S.Suleiman

SACO LAW FIRM ( Suleiman Agung & Co)

member of  JME

Menara Bidakara, lt2, Kav. 71-71,Jl. Gatot Subroto

26 September 2011

Keunikan SACO LAW FIRM

Yah, keunikan dari SACO LAW FIRM ( atau Suleiman Agung & Co) adalah bahwa, Law Firm ini dijadikan wadah oleh Partnernya yaitu Agung S.Suleiman untuk dapat bebas mandiri dengan berusaha untuk punya Prinsip dan Karakter Professional dan Bertanggung Jawab khususnya didalam memberikan Jasa Hukum kepada para pebisnis di Indonesia, dimana biasanya Kliennya adalah Perusahaan Lokal Indonesia yang hendak berjuang untuk dapat eksis dan mandiri dengan kekuatan sendiri, namun pada kenyataannya harus menghadapi fakta perlu berkolaborasi dengan Perusahaan   lain baik itu lokal atau asing yang dapat diajak bekerjasama untuk saling menghormati dan menghargai keahlian masing-masing.

  • Kunci sukses menurut pandangan setiap orang berbeda satu dengan lainnya. Namun dalam perjalanan hidup Partner dari Law Firm SACO LAW FIRM ini adalah bahwa kita tidak boleh sukses diatas penderitaan atau tertindasnya orang lain;

Untuk hal itu kita harus mempunyai Prinsip serta Karakter dan harus berani mengambil sikap yang bebas mandiri dengan tidak usah takut kita akan jatuh miskin, karena ilmu kita yang professional tidak dapat dicuri atau diambil orang lain, karena ilmu yang telah kita raih, baik berdasarkan  pengalaman, jam terbang, maupun professi keahlian kita, yang telah kita peroleh  baik dengan menggelar titel dari sekolah, universitas  atau berdasarkan pengalaman jam terbang,  Insya ALLAH dengan izin ALLAH dapat terakumulasi menjadi asset yang tidak dapat dicolong atau dicuri orang lain, karena telah melekat dan merupakan bagian dari Keunikan Karakter kita;      

  • Ukurannya prioritas pertamanya,  menurut pengalaman saya adalah “Kwalitas” dan “bukan Kwantitas”, karena jika ukuran kita dari Awal adalah Kwantitas, maka kita secara tidak sadar akan berusaha untuk melakukan segala cara untuk mencapai Kwantitas tersebut, dimana acapkali mengabaikan Etika Professional, maupun  Good Corporate Governance yang secara universal dapat dirasakan oleh orang atau pihak yang mempunyai Prinsip dan Karakter tidak boleh merugikan dan menzalimi pihak atau orang lain siapapun dia dan dari golongan apapun dia;

Didalam kenyataan baik skala Negara Besar, Kapital Besar seringkali jika “Hawa Nafsu” untuk Mengumpulkan Modal Finansiil dijadikan Prioritas Pertama Awal  dan bukan Kwalitas, kita bisa lihat sendiri bagaimana “Kemunafikan” dan “Double Standard” akan terjadi secara kasat mata.

  • Kalau kejadian zaman dulu, yang dilembagakan dalam  Kitab Suci seringkali diberikan Gambaran Keserakahan Hawa Nafsu dari   “Karun” yang gila “Kekayaan” dan Firaun yang “Gila Kekuasaan”;  

Mereka ini dengan kekuasaan mereka hendak membangun kekayaan mereka dengan “Serakah” dan seringkali “Mengusir orang” atau “umat lain” dari tempat asal,  dimana Kekayaan itu berada, dimana di Zaman Modern ini adalah misalnya  Minyak Crude Oil dibelahan Timur Tengah dimana sekarang terjadi Revolusi Rakyat Timur Tengah yang Rakyatnya berkeinginan untuk Lepas dari Kezaliman dan Kesewenangan  Penguasa Yang Berkuasa;

  • Dikawasan Timur Tengah ini, kita dapat amati dan saksikan bahwa pada kenyataan Rakyat membutuhkan Dukungan Kekuatan dari Yang Punya Modal Angkatan Perang Canggih, dimana terlihat adanya beberapa “Negara Besar” yang mengklaim membantu Rakyat dari Penindasan Kekuasaan seperti Di Libya, namun kita harus mencermati dan mengamati apakah Negara Besar yang membantu tersebut benar2  secara “Ikhlas dan Tulus”  membantu Rakyat Libya ataukah mempunyai Agenda sendiri untuk menguasai Ladang Minyak serta kelancaran Jaminan Minyak /Gas untuk kepentingan mereka sendiri; Kita lihat saja perkembangan nanti;
  • Wah, kembali kepermasalahan pilihan Partner dari SACO Law Firm adalah berusaha untuk menjadi Business Lawyer yang ber-etika dan mempunyai prinsip, dimana memang tidak gampang dan mudah untuk dapat Eksis didalam Kancah Pemberian Jasa Hukum di Indonesia ini, namun kita tidak boleh berputus asa;

Perlu diketahui bahwa Partner dari SACO LAW FIRM, memang mulai menjatuhkan pilihan  bebas Mandiri secara sungguh2 adalah ketika menginjak umur 46 Tahun menuju 47 tahun , karena semula niatnya berkeinginan  menjadi Diplomat mengingat orang tua Partner Agung S.Suleiman adalah Diplomat Karier, namun setelah lebih dari 13 Tahun mandiri dengan membuat Wadah sendiri dengan Law Firm yang kini bernama SACO LAW FIRM ( Suleiman Agung & Co), Insya ALLAH secara mental dan tahan banting, tentunya dengan Mohon Bimbingan Sang Maha Kuasa, sudah terbiasa mengambil sikap  ” Berani bertindak dan Mengambil Putusan” untuk Independend, disaat kritikal,   guna mempertahankan  Prinsip dan Etika termasuk Bebas dan Independend;

25 September 2011

Agung S.Suleiman

AGUNGSS BUSINESS LAWYER NOTE        

21 September 2011

Berani Bersikap AMBIL KEPUTUSAN

Yah, sudah 1 (satu) tahun aku lalui pengalaman diseconded oleh Law Firmku Suleiman Agung & Co ( SACO LAW FIRM) pada suatu perusahaan holding,  selama aku mandiri lebih dari 13 tahun semenjak 1 Juni 1998,  dengan wadah yang kini bernama  Law Firm Suleiman Agung & Co ( SACO Law Firm);

  • Aku merasakan lebih bebas dan merdeka menjadi Konsultan Hukum lepasan ketimbang diseconded, karena jika  diseconded dengan waktu  3 atau 2 hari  berada dikantor Klien setiap 1 minggu dengan disediakan kursi meja dikantor Klien,  aku rasakan sebagai Pegawai yang harus duduk terus dibelakang meja

termasuk  jenuh dengan sikap beberapa individu dikantor Klien  yang merasa   majikan, sehingga  advis hukum kita kadangkala dianggap  advis   pegawai  kepada atasan, dimana risiko hukum   terasa  diabaikan, karena menganggap  nasehat dari pegawai bawahan.

  • Persoalan mendasar jika diseconded adalah aku merasa lebih diperlakukan sebagai pegawai padahal aku adalah profesional Lawyer yang Independend dan merdeka dari kungkungan  duduk diruangan dengan manis sehingga kehilangan Rasa Kemerdekaanku.

Aku  merasa jenuh karena  aku  terbiasa bebas memilih dimana aku hendak bekerja, apakah di tempat minum kopi Tiam  sambil mengetik dan bekerja atau dikantorku sendiri dengan mendengarkan musik sambil bekerja ngetik serta Draft kontrak atau  istirahat sejenak keluar ruangan dan jalan dialam terbuka yang tidak tersekat dengan dinding….

  •  Berdasarkan pengalaman ini aku bersikap  mengambil Keputusan  tidak memperpanjang sistem seconded ini, karena aku  sudah terbiasa menjadi Lawyer Yang Independend baik waktu, tempat dan kapan aku mau mengerjakan pekerjaan jasa hukum tersebut.
  • Aku lebih nikmat , merasakan sebagai Konsultan Hukum  Independend dengan wadah  SACO LAW FIRM;

Mungkin kalau diumpamakan dalam dunia  makhluk  aku lebih memilih menjadi “binatang  lepas” dari Kandang, dan dapat “berkelana bebas”  dalam mengexplore kehidupan ini, tentunya bagiku dalam framework profesi hukum khususnya Business Lawyer secara Independend dan Merdeka;

  • Kehidupan itu memanglah pilihan hidup dan tergantung dari perjalanan  pengalaman kita masing-masing untuk memilih cara hidup apa yang hendak diambil sesuai  tabiat dan karakter kita masing2;

Mungkin tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar; namun bagi diriku aku  terbiasa  berani mengambil sikap bebas  merdeka, apalagi umurku Alhamdulillah dengan izin ALLAH sudah dapat mencapai   60 Tahun tahun ini atau kian mendekati …dunia alam lain kenapa harus terus duduk melupakan adanya sinar matahari diluar ruangan alam yang bebas…..sambil naik bis…sebagai rakyat biasa …menikmati kehidupan serta alam terbuka dengan hijaunya dedaunan…

  • Aku  bersyukur  diberikan keberanian  terbiasa  mengambil sikap dan keputusan disaat Crusial , tentunya setelah sesuai kepercayaan dan keimanan kita,  aku  mohon minta diberikan petunjuk oleh ALLAH Sang Maha Pencipta dan

setelah berdiskusi dengan keluarga dan anak kita yang telah  dewasa dan  bekerja,  untuk mengambil sikap dalam  hal  kita rasakan  Milestone serta berada dipersimpangan jalan atau perempatan jalan yang berimplikasi keuangan atau cash flow;

  • Begitulah, kemarin tepat pada tanggal berakhirnya 1 tahun Masa Berlakunya Retainer arrangement  berdasarkan sistem Seconded, syukur ALHAMDULLILAH aku telah “Berani mengambil sikap untuk Bebas Merdeka dalam menjalankan Profesi ku sebagai Corporate Business Lawyer yang Independend.

Mungkin kalau lagu ” Born  Free as free as the Wind Blows.as free as the Grass Grows … “Insya ALLAH diberkahi ALLAH.

Jakarta, 21 September 2011

Agung S.Suleiman

AGUNGSS BUSINESS LAWYER NOTE 

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

PELANGI

Pelangi menjadi salah satu bukti keagungan Tuhan YME..

Angwie on Blog

No one else...just you and me...

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

Un2kmU

semuanya hanya untukmu...

PELANGI

Pelangi menjadi salah satu bukti keagungan Tuhan YME..

Angwie on Blog

No one else...just you and me...

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

Un2kmU

semuanya hanya untukmu...

%d blogger menyukai ini: