SNAPSHOT ARTIKEL HUKUM BISNIS AGSS LAW – SACO AGUNGSS

21 November 2014

MENJAGA INDEPENDENSI BUSINESS LAWYER

peta-1Menjaga Independensi Business lawyer memang tidak mudah, karena jelas akan mempengaruhi keadaan cash flow dari Penulis berprofesi  Independensi Business Lawyer. Namun jika Penulis berusaha  mempunyai patokan bahwa Kehidupan didunia  adalah dengan  Nara Sumber Kitab Suci Al Quran, maka Penulis Insya ALLAH yakin  mempunyai Pegangan Tali Hidup yang sangat kuat dan tidak terputus, karena berpedoman pada Janji ALLAH sebagai Dzat Pencipta Kehidupan yang Maha Kekal Maha Hidup Maha Pencipta Kehidupan Dunia dan AKhirat sepanjangan Masa Baik Dunia dan Akhirat.

  • Untuk dapat mengenal Dzat ALLAH yang Maha Kekal ini memang harus melalui proses jatuh bangun dalam kehidupan nyata didunia ini,  dimana Penulis telah dikarunia ALLAH terjun dalam  profesi Hukum Business, yang semula ingin menjadi Diplomat namun pada kenyataan dan fakta hidup telah menggeluti Profesi Hukum Bisnis selama lebih dari 30 tahun lebih. Nah, sebagai manusia yang dipengaruhi dengan pengalaman profesi Business Lawyer, Penulis  harus bersyukur dan tidak berhenti untuk mencari kebenaran yang Kekal dan tidak lapuk digerus jaman, karena moral kebenaran yang bersumber dari ALLAH dari Kitab-2 Suci yang diturunkan ALLAH kepada para para Nabinya akan tetap abadi dan Kekal dan tidak akan berubah sepanjang zaman.

Penulis merasakan bahwa jika kita sudah diberikan ALLAH Taufik hidayah untuk mengenaAGUNG DI MINYAKl ALLAH dengan berpegangan kepada Kitab Suci AL Quran dimana Ketauhidan atau Ke Maha Esaan dari ALLAH yang merupakan dasar Abadi dari ajaran Kitab Suci dari ALLAH, maka  dalam perjalanan kehidupan ini,   kita sabagai hamba ALLAH yang mencari kebenaran yang abadi dari ALLAH, akan   pada suatu saat  Insya ALLAH diberikan Keyakinan yang tidak meragukan lagi untuk Insya ALLAH mengenal dan hanya menggantungkan diri semata-mata kepada ALLAH Yang Maha Esa dan Maha Tunggal ini.  

  • Keyakinan ini harus dibangun dan dirasakan oleh kita sebagai makhluk ciptaan ALLAH  dengan menggunakan Qalbu serta Akal Pikiran kita sesuai  tuntunan dari ALLAH atau Rob  Yang Maha Baik Pengasih Penyayang didalam memberikan Petunjuk Informasi mengenai Ke-Esaan dan Kemaha Tunggalan dari ALLAH Yang Maha Pemberi Petunjuk.

Penulis merasakan terbantu untuk memperoleh keyakinan keimanan ini, setelah melalui proses panjang dari masa kecil hingga masa kerja di wadah dan institusi orabg_agng lain atau perusahaan orang lain, termasuk  membuka wadah sendiri atau Self – Employed,   karena dipaksa oleh keadaan perjalanan hidup untuk mengambil sikap Independensi serta self employed atau bekerja sendiri semenjak bulan Juni 1998, disebabkan Penulis merasa kecewa dan keluar dari suatu perusahaan besar      PT Freeport Indonesia, karena pada saat terjadi  pergantian Boss dalam suatu organisasi, akan senantiasa sama  simptomnya,  dimana  akan senantiasa terjadi perubahan sistem yang berpengaruh pada nasib  masa depan kita termasuk Penulis.

  • Berdasarkan perjalan terjal dari Penulis inilah, pada akhirnya membawa Penulis untuk harus memaksakan diri   mempunyai suatu pegangan hidup yang pasti dan tidak tergoyahkan,  dimana bagi Penulis apalagi dikala umur Penulis telah diizinkan  oleh ALLAH untuk    berada didunia  63 Tahun, dengan stamina phisiknya mulai menurun, sehingga  Penulis  harus meningkatkan keyakinan spiritual keimanan,   guna Insya ALLAH dapat memperoleh ketenangan  bathin dan pikiran maupun kepastian pegangan hidup untuk dapat  survive.

Untuk hal ini, Penulis merasakan sekali bahwa jika Penulis memaksakan diri untuk menjauhkan dari dari larangan ALLAH dan berusaha untuk membaca Kitab Suci Al Quran sebagai  pedoman hidup untuk mendapatkan suatu kepastian yang tidak diragukan lagi, Penulis merasakan bahwa Dzat ALLAH adalah Hak dan merupakan suatu Kepastian yang tidak diragukan dan bahwa Kitab Suci Al Quran adalah Hak dan Benar dan segala Informasi dan Janji dari ALLAH dalam Kitab Suci Al Quran adalah suatu “Kebenaran Mutlak”  yang tidak ada keraguan sama sekali merupakan informasi dan Firman  dan  petunjuk  dari ALLAH Yang Maha Kuasa, Maha Hidup, Maha Kekal. 547130_4018003258398_132607727_n

Penulis merasakan sangat bersyukur untuk diberikan oleh ALLAH Pemahaman ini, dengan harus senantiasa berdoa kepada ALLAH untuk memohon  tetap ditanamkan  keyakinan keimanan  Islam ini dalam Qalbu Penulis, guna kita  Insya ALLAH,   harus memaksakan diri untuk  “rajin dan menyisihkan waktu” untuk peduli dan mau membaca isi dari AL Quran tersebut, untuk dapat memperkuat kejiwaan dan keyakinan keimanan dari Penulis, guna  dapat tetap survive didalam kehidupan dunia yang seringkali terasa banyak sekali kerancuan  dan double standard serta rekat sekali dengan kepentingan Vested Interest sesaat, dan tidak abadi serta tergerus dengan perjalanan kehidupan ini. Demikianlah tulisan dari Penulis ini pada hari Jumat ini

  • Jakarta 21 November 2014
Iklan

26 Februari 2014

Pilihan Berkarya Professi Lawyer

Jika kita kuliah di Fakultas Hukum, maka kita seringkali bertanya pada saat kita kuliah,   karier dan professi hukum kita akan kita lalui dimana ya setelah aku lulus ?  Hal ini mungkin menjadi pertanyaan kita yang sedang mau kuliah maupun orang tua dari si anak mahasiswa yang sedang atau mau mendaftarkan anaknya Kuliah di Fakultas Hukum tersebut. Untuk memberikan gambaran kepada para mahasiswa fakultas hukum maupun kepada orang tua yang mempunyai anak yang kuliah maupun bermaksud mendaftarkan kuliah di fakultas hukum, gambaran dibawah mungkin dapat membantu memberikan gambar selintas kilas Pilihan Berkarya Professi  Lawyer.pic2

  • Khusus untuk Profesi Independend Business Lawyer sepanjang kita punya keahlian kita bisa melakukan praktek dimana saja,  yang penting kita mempunyai Lisensi PERADI (Persatuan Advokat Indonesia)  untuk beracara di Pengadilan Di Wilayah Yurisdiksi Hukum Indonesia maupun mempunyai Lisensi Konsultan Hukum Pasar Modal yang dikeluarkan oleh Himpunan Konsultan Pasar Modal guna didaftarkan di Otoritas Jasa Keuangan.

Biasanya setelah lulus Fakultas Hukum, maka mulailah mereka mencari pekerjaan yang biasanya melamar Law Firm untuk menjadi Yunior Lawyer, dimana ada yang magang dahulu sebelum lulus atau jika sudah lulus akan bekerja  di Law Firm atau menjadi In-house Legal Counsel di perusahaan yang membutuhkan Lawyer didalam perusahaannya untuk bertanggung dalam Legalitas semua izin maupun dokumen Korporasi  dari Perusahaan dimana dia melamar pekerjaan. bagian Hukum.

  • Perusahaan maupun tempat bekerja itu bisa berbagai bidang usaha dan  beraneka ragam mulai dari Perusahaan Property, Bank, Perusahaan Leasing, Multi Finance, Perusahaan Produk Makanan, Kosmetik, bisa juga di Perusahaan Perkebunan atau farmasi maupun di Perusahaan Minyak /Gas, Perusahaan Tambang batu Bara maupun Perusahaan Kapal Laut, Kapal terbang, Lembaga atau LSM  yang peduli dengan Lingkungan Hidup atau instansi Pemerintah mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan Laut atau Udara,  Telekomunikasi, maupun perusahaan Swasta atau BUMN sesuai dengan rejeki dan nasib serta rejeki  dari si pelamar lulusan Fakultas Hukum tersebut.

Jika si Lawyer tersebut sudah mempunyai pengalaman kerja berkarier di Perusahaan atau Instansi diatas, maka tahapan keduannya biasanya  dia sudah mulai memlih bidang hukum apa yang dia ingin geluti, atau kalau Lawyer sekarang mereka berkeinginan dan berusaha untuk mendapatkan S 2, dan berusaha untuk mencari bea siswa dari  pemberi Bea Siswa atau Scholarship di  internet.

  • Cakupan dari Professi Lawyer itu sangat luas dan banyak, sehingga kemungkinan yang bersangkutan mulai memilih bidang hukum apa yang dia sukai dan minati. Tahapan stress atau pencarian jati diri dari si Pekerja Profesi hukum tersebut juga mulai muncul yang juga dikaitkan dengan besaran gajih atau bayaran serta fasiltas apa yang diperoleh di perusahaan dimana si profesi Lawyer tersebut kehendaki atau inginkan.

Jika orang yang mempunyai pengalaman sebagai lawyer tersebut berkeinginan untuk lebih bebas dan merdeka atas waktu kerja, maka ada sautu saat dimana dia akan bersama-sama dengan beberapa temannya   ngobyek mencari Klien yang membutuhkan nasehat atau jasa hukum misalnya membuat dokumen Perjanjian, melakukan pemeriksaan dokumen hukum, legal due diligence maupun legalitas dari dokumen serta izin yang dibutuhkan oleh perusahaan dimana dia bekerja.

Begitulah untuk Penulis sendiri mempunyai pengalaman perjalanan yang juga Penulis rasakan unik didalam meniti karier dalam profesi Bidang Hukum ini.

Dalam perjalanan selama 15,5 Tahun sebagai Independend Business Lawyer terhitung bulan Juni Tahun 1998, Penulis bispeta-1a merasakan bahwa kita sebagai Independend Business Lawyer yang diberikan ALLAH suatu kesempatan berpengalaman dalam Praktek Hukum dapat mempunyai beberapa pilihan kesempatan untuk bisa berkarya, jika kita sudah mempunyai pengalaman yaitu menjadi  :

  1. Pembicara di Kursus atau Seminar ( jika kita senang Bicara – mempunyai Passion untuk Share Pengalaman serta aspek Business Hukum),
  2.  Tenaga Ahli Hukum dalam suatu PT Konsultasi misalnya  yang bergerak  baik di Bidang Konstruksi, maupun Perminyakan,Gas/Pertambangan.
  3.  Pengacara/Advokat  untuk membela Klien di Pengadilan, Arbitrasi maupun
  4. Konsultan Hukum – Non Litigasi
  5. Menjadi membuka dan mendirikan Kantor Hukum sendiri atau bersama dengan Partner /Rekanan/Sekutu sesama lawyer yang mempunyai Lisensi PERADI.
  6. Menulis Artikel Business Hukum
  7. Membuka Blog   sendiri dan menulis segala macam aspek Hukum baik pengalaman Pribadi sebagai Independend Business Lawyer maupun materi Aspek Hukum yang kita kuasai berdasarkan pengalaman kiDSC00719ta berprakek sebagai Professi Business Lawyer.

Penulis bersyukur dengan izin ALLAH beserta kemauan pilihan Penulis sendiri  telah merasakan ke delapan Butir Pilihan tersebut diatas, dimana sebelumnya Penulis juga pernah menjadi :

Pegawai – dengan Fixed Income selama : 

  • 5 (Lima) Tahun di Kantor Hukum Adnan Buyung Nasution & Associates (Nasution,Lubis,Hadipurtanto) ( tahun 1979 hingga 1984).
  • 5 ( Lima)  Tahun  sebagai Inhouse-Legal Counsel di Perusahaan Minyak/ Gas Huffco Indonesia ( kini Vico Indonesia) (Tahun 1985 – 1990).
  • 5 (Lima ) Tahun sebagai In-House Counsel di PT Freeport Indonesia (Tahun 1993- 1998)

Membuka Kantor Hukum Sendiri : Suleiman & Rekan ( Tahun 1991) ( Self Employed) yang kemudian

pada Tahun 1991 – 1993  bersama dengan Widyawan bersama-sama membuka Kantor Hukum : Agung Suleiman &  Widyawan, dimana 3 (Tiga) Bulan setelah tahun 1991, Almarhum Husein Wiriadinata mengirim Fax ke kantor kami dan meminta Kantor Agung Suleiman &  Widyawan untuk merger dan bergabung dengan Kantor Hukum Delma Juzar & Wiriadinata, dengan Komposisi Share 60% Almarhum Husein Wiriadinata, Widyawan 20% dan Penulis Agung S.Suleiman 20%;

Sewaktu Law Firm Penulis “Agung Suleiman &  Widyawan, “telah merger dan bergabung” dengan  Kantor Delma Juzar & Wiriadinata,  ternyata Nama kantor hasil merger adalah menjadi nama “Kantor Law Office Wiriadinata & Widyawan” dimana nama Kantor Penulis sebagai Partner yaitu  Agung Suleiman tidak muncul dengan alasan dari Almarhum Husein Wiriadinata yang menyatakan bahwa Lawyer Asing dari 5 Law Firm Australia di 5 Kota di Australia menyatakan  Nama Penulis “tidak Saleable”, sehingga Penulis pada tahun 1993 memutuskan untuk mundur saja sebagai  Partner dan bergabung menjadi In-House Legal Counsel di PT Freeport Indonesia .

Begitulah pengalaman dari Penulis dalam perjalanan hidup sebagai Business lawyer dimana pada  Bulan Juni Tahun 1998, Penulis keluar dari PT Freeport dan membuka wadah Kantor Hukum yang semula bernama Suleiman & Co dan kemudian beberapa kali berubah nama dan ganti Partner sehingga kini setelah 15,5 Tahun semenjak Bulan Juni Tahun 1998 bernama Suleiman Agung & Co ( SACO Law Firm)   

  Nah, sungguh menarik bagi kita yang bergelar dan berpendidikan Hukum di Fakultas Hukum, dimana tentunya masing-masing Lawyer mempunyai pengalaman dan pilihan berbeda dengan keunikan masing-masing serta didasarkan kepada kesenangan serta passion dari masing-masing Lawyer apakah memilih Professi Business Lawyer ataukah menjadi pengamat, Penulis, Dosen, Tenaga Ahli Hukum, ataukah memilih menjadi Ahli Hukum Lingkungan, ataukah Hukum Penerbangan, Hukum Pidana, Hukum Perburuhan, Hak Azazi Manusia, Hukum IT atau apapun Karya dan Pilihan professi yang dia mau geluti jika telah Kuliah di Fakultas Hukum dan hendak berkarya didalam kehidupannya masing-masing.

  • Hal ini semua kembali kepada diri kita masing-masing baik itu berdasarkan pilihan hidup, sifat karakteristik dari kita masing-masing apakah memilih ber Avonturir ataukah senang dalam organisasi yang mampan dan meniti Karier tergantung pada diri kita masing-masing serta “setelah dengan sungDSC01031guh-sungguh  berusaha dengan keras dengan berbagai jatuh bangun pengalaman  dengan meminta pertolongan ALLAH, maka Penulis merasakan dalam perjalanan Hidup yang telah dengan Izin ALLAH  mencapai 62 Tahun, terdapat adanya  “Ruang Takdir”  yaitu “Kadar atau Takaran Rejeki” yang dijatahkan kepada kita masing-masing manusia oleh ALLAH YANG MAHA PENCIPTA KEHIDUPAN  dan KEMATIAN  serta Bumi dan Langit beserta segala sesuatu yang ada diantara keduanya yang juga merupakan tantangan dan Ujian serta Cobaan dimana kita diminta oleh SANGA MAHA PENCIPTA dalam Kitab Sucinya termasuk Kitab Suci Al Quran untuk beriman, beramal saleh dengan perbuatan nyata dan bertaqwa serta sabar dan saling nasehat-menasehati dengan kebenaran agar kita mendapatkan berkah dan petunjuk ALLAH dalam mengarungi kehidupan kita baik didunia maupun di Akhirat .
  • Jakarta, 26 Februari 2014
  • Agung Supomo Suleiman
  • BLOG AGUNGSS EXPERIMENTAL 

8 Februari 2014

NUANSA YANG MELINGKUPI KONTRAK KARYA PERTAMBANGAN BERBEDA JAUH TAHUN 2014 DAN TAHUN 1967 di Indonesia

NUANSA YANG MELINGKUPI KONTRAK KARYA PERTAMBANGAN BERBEDA JAUH TAHUN 2014 DAN TAHUN 1967 di Indonesia yaitu 44 Tahun semenjak Penaman Modal Asing pertama kali di Undang Masuk ke Indonesia sudah jauh berbeda.

  • Pemerintah Indonesia harus lebih cakap didalam menyikapi tanggapan atau reaksi dari Investor Asing terkait  Kebijakan Pemerintah untuk “dapat lebih memperoleh keuntungan dan manfaat dari Nilai Tambah Bahan Galian yang di Explorasi, Exploitasi, Produksi maupun boleh dibawa keluar dari Batas Wilayah Teritory Indonesia; 

Keadaan Perekonomian di Indonesia sudah “Tidak dalam keadaan kesulitan ekonomi dan keuangan apalagi Kebangkrutan” seperti yang dialami bangsa Indonesia 44 Tahun Yang Lalu yaitu tahun 1967, dimana Kontrak Karya Pertambangan Pertama dibuat dan ditandatangani antara Pemerintah yang diwakili oleh Menteri Pertambangan RI dan  Freeport Indonesia, Incorporated  pada tanggal 7 April 1967, dimana disebutkan bahwa semua Kekayaan Mineral (all mineral Resources) yang terletak di Wilayah Teritory Irian Barat adalah merupakan bagian dari Wilayah Republik Indonesia dan semua Mineral Resources adalah asset nasional dibawah Kontrol Pemerintah Indonesia.Undang-Undang Penaman Modal No.1/Tahun 1967  dimana Undang-undang Penanaman Modal ini lahir dari Amanah Putusan MPRS tahun 1996 No.XXIII/MPRS/1996 terkait dengan dibutuhkannya untuk segera dikeluarkan Undang-Undang Penanaman Modal Asing pada saat itu,  mengingat keadaan krisis ekonomi  malah mendekati kebangkrutan sebagaiman tertera dalam isi Putusan MPRS tahun 1996 No.XXIII/MPRS /1996, dimana disebutkan bahwa “Modal Dalam Negeri masih terbatas” sehingga sangat mendesak untuk dibuatkan Payung Hukum Undang Undang Penaman Modal Asing yang melahirkan Undang-Undang Penaman Modal No.1/Tahun 1967 tersebut;

  • Disebutkan dalam Contract Of Work tersebut dalam  bagian Witnessethnya bahwa :

Erstberg telah diexplore, dipetakan dan sampled oleh Freeport Sulfur Company pada tahAGUNGSS AT MINING SITEun 1960 sesuai dengan Izin Explorasi yang telah diberikan  Pemerintah Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bahwa Republic Indonesia : desires to advance the economic development of the people of the Territory, and to that end desires to encourage and promote the further exploration of the Ertsberg, and, if, an ore deposit of commercial grade and quantity to exist there, to take all appropriate measures, consistent with the needs of the people of the Territory and the requirements of the Republic of Indonesia, to facilitate the development of such ore deposit and the operation of a mining enterprise in connection therewith.

  • Disebutkan juga bahwa FI has or has access to the information, knowledge, technical ability and resources to undertake such further exploration development and operation and is ready, willing and able to do so on sesuai dengan ketentuan yang akan disebut dalam Perjanjian COW ini.

Disebabkan Freeport Sulfur Company telah menyelesaikan investigasi awal dari Erstberg, maka FI akan melakukan program explorasi, development, construction dan operasi yang dibagi dalam 3 Tahapan yaitu Periode Explorasi, Periode Konstruksi dan Periode Operasi. Juga disebutkan dalam pertimbangan bagian depan Witnesseth dalam Perjanjian COW,  bahwa Pemerintah Indonesia sudah mengeluarkan Undang-Undang No.1 Tahun 1967 tertanggal January 10,1967 terkait dengan Penaman Modal Asing dan Perjanjian COW ini dilakukan sesuai dengan Undang-Undang tersebut.

  • Kita mengetahui bahwa Undang  Undang No 1 Tahun 1967 dikeluarkan sebagai implementasi dari salah satu Butir di Ketetapan MPRS tahun 1996 No.XXIII/MPRS/1996 terkait dengan dibutuhkannya untuk segera dikeluarkan Undang-Undang Penanaman Modal Asing pada saat itu,  mengingat “keadaan krisis ekonomi  pada tahun 1967 malah mendekati kebangkrutan sebagaiman tertera dalam isi Putusan MPRS tahun 1996 No.XXIII/MPRS /1996, dimana disebutkan bahwa “Modal Dalam Negeri masih terbatas” sehingga sangat mendesak untuk dibuatkan Payung Hukum Undang Undang Penaman Modal Asing yang melahirkan Undang-Undang Penaman Modal No.1/Tahun 1967 tersebut;    

Begitulah suasana dan NUANSA dan pertimbangan dibuat dan ditandatanganinya Kontrak Karya Generasi pertama tersebut di Indonesia tahun 1967.

Kini sudah banyak Para Ahli Indonesia dalam Managemen, Reservoir Engineering, Geologis Indonesia, Teknik Pertambangan, Perbankan, Keuangan, Ahli Hukum, Lingkungan, Asuransi, Logistik, Pajak dibidang Pertambangan Umum termasuk “Penanaman Modal Dalam Negeri sudah tidak lagi terbatas” khususnya untuk melanjutkan Amanah Pasal 33 ( 3) dari Undang -Undang Dasar 1945 untuk mensejahterakan Rakyat Indonesia dimana  Pemerintah atas nama Negara selaku penerima Kuasa Pertambangan Umum  melakukan Kegiatan Pertambangan Umum di Wilayah Teritory Pertambangan di Indonesia dengan mengadakan Perjanjian Kontrak Karya dengan Para Investor Tambang baik Asing maupun Dalam Negeri.  IMBung Karno Sihanok

Maka dengan  telah dikeluarkannya  ketentuan  Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 2014 yang “kewajiban Pemegang Kontrak Karya  untuk melakukan Pemurnian Dalam Negeri” dimana Pemegang Kontrak Karya yang melakukan kegiatan penambangan mineral logam dan telah melakukan pemurnian dapat melakukan Penjualan ke Luar Negeri dalam Jumlah tertentu dimana ketentuan Batasan Minimum Penglohan dan Pemurnian akan diatur dengan Peraturan Menteri,

Kebikan ini merupakan langkah yang tepat dari Pemerintah, dan menunjukkan “Kekuatan dan Kemauan Politik Pemerintah” untuk mewjajibkan Investor Asing untuk membuat Pengelohan atas Bahan Galian di Wilayah Indonesia, sehingga dilarang bagi Pelaku Tambang untuk Langsung Mengekspor Bahan Galian Tambang dalam keadaan Belum Diolah di Indonesia untuk batasan tertentu yang akan ditentukan oleh Peraturan Menteri ESDM.

  • Menurut Pengamatan Penulis sebenarnya Investor Asing didalam Kontrak Karya “sudah sangat mengetahui” bahwa Pemerintah  menghendaki “pada suatu saat”   Investor Pertambangan diwajibkan untuk membuat “Smelter” atau “Tempat pengolahan Bahan Galian Tambang untuk dilakukan di  Indonesia”,  sehingga “bukanlah” merupakan suatu Hal Yang Mengagetkan Investor Asing jika pada saat ini Pemerintah Mengeluarkan “Peraturan dan  Kebijakan” untuk Memaksa Investor Tambang maupun Investor yang memang Ahli dalam melakukan Pengolahan Bahan Galian   untuk Mengolah BAHAN GALIAN tersebut guna dapat memberikan “Nilai Tambah” dari Hasil Bahan Galian dilakukan di Indonesia oleh Para Investor Tambang maupun Investor Pengolahan Tambang,   demi memberikan Nilai Tambah kepada Kesejahteraan Rakyat Indonesia  sesuai dengan amanah dari ketentuan Pasal 33 (3) Undang-undang Dasar 1945.
  • Dalam Pasal 10 ayat 5 Periode Operasi dari Kontrak Karya yang ditandatangani oleh Pemerintah Indonesia dan PT Freeport Indonesia Company tertanggal 30 Desember 1991 (Kontrak Karya Generasi V) ditentukan :
    • Perusahaan (dalam hal ini PT Freeport Indonesia) menyadari Kebjaksanaan Pemerintah untuk mendorong pengolahan di dalam negeri semua kekayaan alamnya menjadi produk akhir apabila layak. Perusahaan juga menyadari  keinginan Pemerintah agar Pabrik Peleburan dan Pemurnian Tembaga didirikan di Indonesia dan setuju bahwa Perusahaan akan menyediakan Konsentrat Tembaga yang dihasilkan dari Wilayah Kontrak untuk Pabrik Peleburan dan Pemurnian yang didirikan di Indonesia tersebut dengan ketentuan dibawah ini  : 
      • Selama suatu Jangka Waktu dimana fasilitas-fasilitas peleburan dan pemurnian untuk suatu produk tambang dari Perusahaan belum dibangun di Indonesia oleh atau atas nama Perusahaan, atau setiap subsidiari yang seluriuhnya dimiliki Perusahaan, akan tetapi sudah dibangun di Indonesia oleh Badan lain, Persusahaan “HARUS” apabila diminta oleh Pemerintah menjual produk-produk Tambang tersebut kepada Badan Lain dimaksud dengan Harga dan Kondisi yang tidak kurang menguntungkan bagi badan tersebut dibanding yang dapat diperoleh Perusahaan dari pembeli-pembeli lain untuk jumlah dan mutu yang sama dan pada waktu yang sama serta tempat dan waktu penyerahan yang sama, dengan ketentuan bahwa kondisi kontrak masing-masing dan kondisi-kondisi yang diberikan oleh Perusahaan kepada Badan Lain tersebut tidak akan kurang menguntungkan bagi Perusahaan.
      • Lebih Lanjut juga ada ketentuan bahwa Apabila dalam waktu 5(lima) tahun sejak ditandatnganinya Persetujuan ini, Fasilitas Peleburan dan Pemurnian Tembaga yang berlokasi di Indonesia “Belum Dibangun” atau tidak dalam proses untuk dibangun oleh Badan Lain, maka, tunduk kepada penilaian bersama oleh Pemerintah dan Perusahaan atas kelayakan ekonomi suatu Pabrik Peleburan dan Pemurnian, Perusahaan “HARUS” melakukan atau menyebabkan dilakukannya pendirian Pabrik Pengolahan dan Pemurnian Tembaga di Indonesia sesuai dengan Kebijaksanaan Pemerintah. Berdasarkan salah satu contoh Pasal Ketentuan mengenai Pembangunan Pengolahan dan Pemurnian Tembaga tersebut diatas, maka sebenarnya Investor Pertambangan di Indonesia “SANGAT MENGETAHUI” adanya kebijaksanaan PEMRINTAH tersebut sehingga sudah Saatnya PEMERINTAH Indonesia  berani membuat Kebijakan Politik Yang Lebih Mengungtungkan Kepastian Pemberian Jaminan kesejahteraan kepada Masyarakat Indonesia sesuai dengan Pasal 33 (3) Undang-Undang Dasar Indonesia, karena memang “KEDUDUDUKAN DAN KEKUATAN PEMERINTAH NEGARA REPUBLIK INDONESIA beserta semua Profesional AHlinya dalam Bidang Pertambangan serta Pengusaha Indonesia dalam Pertambangan Di Indonesia  kesiapannya sudah harus “Jauh Berbeda dengan keadaa pada Tahun 1967 atau 44 Tahun yang lalu.
  • Tentunya kiat dan strategy yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia  dari suatu Negara Berdaulat seperti Indonesia, menjelang Pemilu Tahun 2014, adalah    memberikan “Tekanan” kepada Para Investor Asing untuk secara sungguh-sunguh melakukan Ketentuan ini, melalui Instrumen Hukum lain, misalnya mengenakan sanksi konkrit dan nyata secara komersial terhadap Investor yang melanggar ketentuan Larangan Export Bahan Galian yang belum sama sekali diolah di Wilayah Indonesia dalam batas waktu sampai tahun 1917 termasuk telah dikeluarkannya Peraturan  Menteri  Keuangan No.6/PMK/011/2014 yang merupakan rangkaian kebijakan Pemerintah untuk “mengenakan Bea Keluar Atas Bahan Tambang yang lebih tinggi” apabila pengolahan dan pemurnian Hasil Penambangan dari Bahan galian Tambang ini  belum sampai tingkat yang diharapkan.

Dapat pula kita amati adanya Pasal 11 Ayat 2 dari Perjanjian Kontrak Karya antara PT Freeport Indonesian Company dan Pemerintah Indonesia tanggal 30 Desember tahun 1991 dimana ditentukan bahwa:

“Pemerintah mempunyai hak atas dasar yang berlaku umum dan tidak mendiskriminasi terhadap Perusahaan(PT Freeport Indonesia Company) untuk “Melarang Penjualan atau Ekspor mineral-mineral atau Produk apabila penjualan atau ekspor tersebut akan “Bertentangan  dengan kewajiban-kewajiban International dari Pemerintah atau menurut pertimbangan politik luar negeri akan mempengaruhi “kepentingan Nasional Indonesia” .

Sebagaimana kita ketahui kini Tahun 2014, dimana “Rakyat Indonesia”   melalui Demokrasi Politik berhak dan dapat bersuara karena Rakyat Indonesia sudah banyak yang Cerdas, Pintar Sadar akan “Hak Mereka”  untuk menentukan dan mengawasi “Tindakan Pemerintah Maupun DPR”  terkait Langkah Tindakan mana yang Benar-benar”  mewakili kepentingan men-sejahterakan Rakyat Indonesia, termasuk Hak Rakyat untuk  Mengawasi Kegiatan Pertambangan Umum oleh Investor yang dilaksanakan melalui ketentuan dalam Kontrak Karya, Kuasa Pertambangan, Idzin Pertambangan dan kini IUP berdasarkan Undang-Undang Minerba No.4 Tahun 2009 agar Negara Indonesia tidak hanya Sekedar Mengekspor Bahan Galian yang belum Diolah, melainkan Bahan Galian tersebut harus telah Diolah oleh Investor Pertambangan sebelum di Ekspor  untuk mendapatkan Nilai Tambah Atas Pengolahan Bahan Galian Pertambangan  guna dapat meberikan ksejahteraan bagi  Rakyat Indonesia.

  • Penulis sebagai Business Lawyer  yang  memang sudah lama berkecimpung dan mengamati serta berpraktek sebagai Business Lawyer Perminyakan dan Pertambangan menyadari benar bahwa Kontrak Karya sebagai implementasi dari ketentuan Peraturan Perundangan Pertambangan di Indonesia haruslah memberikan landasan “Mensejahterakan Masyarakat Indonesia” dan Konteks serta Nuansa pada Tahun 2014 sudah Sangat Berbeda Jauh dengan  Nuansa tahun 1967.
  • Penulis sangat mengetahui bahwa Investor didunia Pertambangan selalu hendak memakai alasan bahwa Kontrak Karya merupakan “Lex Spesialis Derogat Generalis”, namun pada saat Peraturan Pemerintah No.20 Tahun 1994 mengenai Pelonggaran Kewajiban Divestasi  bagi Investor Asing dapat  tetap 95% bagian Investor Asing dan 5 % Investor Lokal, Penulis yang pada saat itu Inhouse Legal Cpounsel dari PT Freeport Indonesia telah diminta untuk  berdiskusi dengan Anggota DPR, agar PT FI yang telah terikat dan mendatangani Kontrak Karya dengan kenetuan Divestasi dalam 10-15 Tahun mendivestasi Kememilikan Saham Asing dari mayoritas menjadi 49% Pemegang Saham Asing dan 51% Pemegang Saham Nasional,  dapat menikmati  Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 1994 tersebut.  

Dengan demikian Ketentuan dari Peraturan Menkeu Nomor 6 /PMK.O11 /2014 yang merupakan rangkaian dari PP No.1/2012  sudah merupakan Hak dan Wewenang dari Pemerintah yang harus berlaku dan dipatuhi oleh Investor Asing, apalagi kewajiban Pembuatan Pengolahan dan Pemurnian dari Bahan Galian dalam Kontrak Karya maupun Hak Pemerintah untuk Melarang Ekspor Baha Galian yang masih belum di Olah  demi Kepentingan Nasional Indonesia juga telah disepakati oleh PT Freeport Indonesia dala Pasal-Pasal yang terurai diatas. 

Sekian Tulisan dan Paparan Penulis  untuk pagi ini karena sudah ada Adzan Subuh di Mesjid Kompleks Depleu Cipete.AGUNG DI MINYAK

30 Januari 2014

SALING MEMBERDAYAKAN

Yah, sebagai Business lawyer Independen, Penulis  benar-benar merasa bersyukur kepada ALLAH SANG MAHA PENCIPTA, bahwa Penulis dapat diperbolehkan oleh ALLAH Yang Maha Kuasa dan Maha Pencipta Bumi ini termasuk kandungan didalamnya, memberikan kebebasan Penulis untuk menjadi Business Lawyer yang Independen dan Merdeka, dengan pengertian tidak terikat pada suatu institusi melainkan bebas menentukan Profesi Hukum apa yang Penulis dapat aktualisasikan diri Penulis didalam menerapkan keahlian yang diberikan oleh ALLAH maupun kesempatan untuk berkiprah sebagai Independend Lawyer dengan menjalankan wadah sendiri yang kini bernama SACO LAW FIRM ini maupun pribadi  yang secara Hukum Indonesia berhak untuk menjadi ADVOKAT dan anggota PERADI. DSC01588

Menurut Pengalaman Penulis sebagai Business Lawyer yang Independ kita juga haruslah mempunyai jiwa enterpreneur dan merdeka dan bebas ber-Insisiatif dan Kreatif untuk mencari Unit Proyek apa sebagai Business Lawyer

  • Seperti Ahok, dalam talk show atau wawancara dengan AHOK Versus TV ONE di You Tube...dimana menurut Penulis, Wagub DKI Ahok sangat berwibawa dan negarawan sekali dan tidak perlu takut untuk tidak diberitakan oleh TV ONE, karena kapasitas AHOK adalah Wakil Gubernur DKI yang benar-benar Negarawan yang Mulia dan Terhormat.

Biasanya Orang Negarawan Yang Jujur dan mempunyai karakter seperti JOKOWI dan AHOK inilah, yang jelas dihormati baik secara Lokal maupun International. Kita dalam kapasitas profesi kita masing-masing juga dapat mempunyai “Karakter dan Sikap Negarawan” sesuai dengan keadaan dan profesi kita masing-masing.

  • Penulis sebagai Business Lawyer yang juga merupakan anggaota PERADI (Persatuan Advokat Indonesia) merasa berkewajiban untuk menjaga Kemuliaan Profesi Hukum yang dizaman Era Keterbukaan ini di Indonesia, sudah saatnya dapat berkiprah sebagapeta-1i Salah Satu Pilar Penegak Hukum dan Pemberi Contoh Teladan dan Mulia bagi para Generasi Muda kita.

Yang kita Utamakan adalah Kebenaran dan Saling Memberdayakan, termasuk didalam membuat DRAFT Perjanjian kita harus dilandaskan kepada Iktikad Baik saling memperdayakan dan bukan saling jegal dan menjatuhkan. 

  • Perasaan Kepuasaan Bathin bagi seorang yang berusaha untuk   mempunyai  Kharakter  untuk saling menghargai Profesi dan Keahlian masingh-masing, dimana Business itu juga harus diDasarkan kepada Saling Menghormati dan bukan dengan Hawa Nafsu dan Kerakusan serta Ketamakan, karena ALLAH  menjadikan tempat didunia ini hanyalah sebagai Medan Ujian yang semuanya tidak Kekal, dan akan Hancur dan akan pic2dimintakan AKUNTABILTASNYA baik didunia nyata yang sementara ini maupun di Hari AKHIRAT, karena kita semua Ciptaan dari ALLAH akan ada masa hancur dan habisnya….Lifetimenya terbatas.   

Jika kita punya Tekad dan Kekuatan bathin untuk Jujur dan Percaya kepada Sang Maha Pencipta, maka yakinlah bahwa, ALLAH akan mensertai  Niat dan Usaha serta professi kita yang Mulia ini.

  • Janji ALLAH adalah Benar dan Hak…Manusia haruslah saling bersinergi karena yang bisa Mandiri Tunggal hanyalah ALLAH, sedangkan Manusia haruslah saling bekerjasama untuk memBERDAYAKAN  dirinya masing-masing sebagai suatu kesatuan yang saling tergantung satu sama lain.

JAKARTA, 31 Januari 2014

Agung Supomo Suleiman

3 Juni 2013

15 TAHUN BERKIPRAH Suleiman Agung & Co (SACO LAW FIRM)

IMG_0477Setelah 15 Tahun diizinkan ALLAH untuk dapat survive, Wadah Suleiman Agung & Co ( SACO LAW FIRM) dengan perkenanan dan pertolongan ALLAH harus  lebih cakap, smart  dan siap  didalam menjalankan fungsinya.

  • Operatornya – Foundernya adalah Penulis sendiri yaitu  Agung S.Suleiman SH, yang kini sudah berumur 61 tahun menuju 62 tahun dimana sudah bersyukur kepada ALLAH dapat menerbangkan pesawat Suleiman Agung & Co ( SACO LAW FIRM),selama 15 Tahun dengan jam terbang yang tinggi dalam bidang memberikan Konsultasi Hukum Bisnis kepada para Klien yang berusaha  bisnis mereka  dari segala aspek hukum bisnis  terlindungi secara optimal termasuk yang diatur dalam Perjanjian dan transaksi bisnis untuk  kepastian hak dan kewajiban dari Para Pihak yang tertuang didalam Perjanjian Bisnis tersebut.

Komoditi yang diberikan dalam pemberian Jasa Bisnis Hukum oleh Suleiman Agung & Co ( SACO LAW FIRM),  pada umumnya adalah  berbentuk Pemberian  Nasehat Hukum ( Legal Opinion), Legal Due Diligence,  mendampingi Negosiasi Klien dengan Counter Bisnis Partnernya, membuat segala macam bentuk Perjanjian mulai dari Letter Of Intent, MOU hingga membuat draft Perjanjian Kerjasama Operasi, Perjanjian Joint Ventures, Perjanjian Patungan, Perjanjian Shareholders Agreement, Perjanjian Participant Agreement, Perjanjian Joint Operating Agreement, Perjanjian Pinjaman atau Loan Agreement maupun membuat Restrukturisasi Loan Agreement, Perjanjian Equity Swap dimana Loan diconvert menjadi Saham maupun Obligasi diconvert menjadi Equity, dan berbagai macam Perjanjian Minyak dan Gas, Perjanjian Akuisisi, Merger dan transaksi bisnis lainnya.

Tentunya kita harus belajar untuk mengetahui Pangsa Pasar kita karena keahlian yang ada pada Penulis sebagai Founder secara pengalaman dalam Bisnis Lawyer lumayan banyak, sehingga secara network dari Perusahaan-preusahaan yang pernah merasakan Jasa Legal Services seharusnya dapat Penulis  masukan sebagai List Contact.

Adapun Track Record dari Klien dari  Suleiman Agung & Co ( SACO LAW FIRM),  selama 15 Tahun  berkiprah sebagai wadah professional Independen Business Lawyer didalam memberikan Jasa Hukum  antara lain :

Perusahaan Minyak dan Gas Bumi : 

  • Kodeco Energy, Unocal Indonesia,  Unocal Geothermal,  PT Medco Energi International Tbk.,  PT Expand Nusantara (Affiliates of Medco Group),   PT Energy Timur Jauh,  (Holding of Bakrie Oil and gas Sector Companies),  Kondur Petroleum SA, T.A.C. Pertamina – PT Binawahana Petrindo Meruap, TAC Pertamina –    PT Patrindo Persadamaju, TAC Intermega Sabaku Pte.Ltd., PT Radiance Energy, Kodeco Energy, PT Golden Spike, JOB- Pertamina  – Golden Spike, PT Asiabumipetroleo,  PT Sumatera Persada Energi; PT Aman Resources Indonesia, PT Promatcon Tepatguna,  PT Jeska Pandu Resources.
  •  PT Sarku Enjinering Utama ( in colaboration with Law Firm Aji Wijaya, Sunarto Yudo & CO)       
Perusahaan Tambang Umum Emas dan Batubara   :
  • PT Indo Multi Niaga (IMN), Noble Coal International Inc., PT Dasa Eka Jasatama having Coal Mining Contracts with PT Pama Persada Nusantara
Perusahaan Besi :
  •  PT Bhirawa Steel

HOTEL  :

  • Hotel Sahid Internasional,

Rumah Sakit :

  • Grand Sahid Memorial Hospital   

Berdasarkan Track Record pemberian Jasa Hukum Bisnis diatas, maka  kantor kami  Suleiman Agung & Co (SACO LAW FIRM), bermaksud untuk meneruskan kiprah kami didalam berkontribusi pemberian Jasa Hukum Bisnis di  Indonesia  demi kemajuan dan peningkatan mutu professioIMG_0713nalisme pemberian Jasa Hukum Bisnis yang professional dan berkwalitas.

Jakarta, 3 Juni 2013 

Agung S.Suleiman 

Partner and Founder dari Suleiman Agung & Co (SACO LAW FIRM),

22 Desember 2012

SELAMAT TAHUN BARU 2013 PEMBERITAHUAN ALAMAT BARU Suleiman Agung & Co ( SACO LAW FIRM) LAW FIRM

Suleiman Agung & Co

(“SACO LAW FIRM”) 

 

IMG00209-20120429-1536

bersama ini mengucapkan

Selamat  Tahun Baru 2013

Semoga di Tahun 2013

diberikan ALLAH

  tekad baru

semangat baru,  kesejahteraan

kemakmuran, rejeki yang berkah,

cash flow dan cash-in yang

lancar, kesehatan,

berkontribusi  menjadikan Dunia

menjadi tempat yang lebih baik, aman,bersih, tertib.

Kami bersama ini  juga

Memberitahukan

Suleiman Agung & Co

(“SACO LAW FIRM),

salam  hangat,

Agung S.Suleiman

 

 

8 September 2012

ASPEK HUKUM MENARIK DALAM REPOSISI KEDUDUKAN PEMAIN TAMBANG LOKAL INDONESIA

Penulis sedang mengamati terjadinya “kecenderungan atau trend” perubahan mendasar dari keinginan pemain tambang Indonesia yang  bukan hanya ingin  menjadi  Pemegang Izin IUP, dan selanjutnya  menggantungkan pada dana, teknologi, know how  semata2 dari  Pemain Tambang Asing,  yang seringkali  dirasakan  hanya bermaksud menggalang dana dari Bursa dan tidak secara serius hendak memulai melakukan kegiatan Produksi Bahan Tambang, dimana hasil study dari kandungan core atau bahan galian logam  yang dapat menghasilkan dana (“Bankable”) baik dari Bursa dan Bank,  tidak diberikan oleh Pemain Tambang Asing kepada Pemain Tambang Lokal yang memiliki IUP; 

  • Pemilik IUP atau semula KP, dari suatu wilayah Tambang, seringkali  merasa diperlakukan tidak adil dan tidak seimbang baik secara klausula aturan hak dan kewajiban dalam perjanjian yang telah dibuat, dimana “jelas terlihat secara kasat mata”  tidak seimbang sama sekali, karena misalnya Penambang Asing yang menjadi Penyandang Dana  yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan Explorasi, menentukan dalam Perjanjian mereka untuk dapat sewaktu2 dan  kapan saja setiap saat menghentikan pemberian Dana yang dibutuhkan maupun menghentikan Perjanjian secara sepihak, tanpa dikenakan  sanksi kerugian komersial maupun waktu  yang diderita oleh Pemilik IUP,  sehingga tidak ada sama sekali “Kepastian Jaminan mendapatkan Dana” bagi Pemain Tambang Indonesia Pemegang IUP, dimana pada pihak lain,  Pemilik dari IUP  dalam Perjanjian  tidak mempunyai hak sama sekali untuk menghentikan Perjanjian maupun transaksi yang dibuat diantara Pemilik IUP denganPenyandang Dana tersebut;

Penulis yang juga adalah Bisnis Lawyer khususnya dalam bidang Pertambangan Umum dan Migas, mengobservasi bahwa dengan   Dana yang digalang Pemain Asing dari Bursa Stock Exhange diluar Negeri, Pemain Tambang Asing telah menetapkan dalam Perjanjian merkea dengan Lokal Partner Indonesia Pemegang IUP  , bahwa kontribusi DANA  ini  di” Trade Off” atau ditukar dengan “Kepentingan Ekonomi” yaitu Hasil Tambang, bahkan dicoba untuk digunakan  sebagai “Inbreng” mendapatkan Equity atau saham dalam PT  dari  Pemegang  Saham  yang memegang IUP Explorasi dan IUP Operasi Produksi dari suatu Wilayah Pertambangan di Indonesia;

  • Kita  melihat bahwa DANA ini   diperoleh oleh Pemain Tambang Asing dari Bursa Saham di luar Negeri, dimana  data Geologinya adalah Data Batuan -Logam-Core yang berasal dari Wilayah Tambang dari IUP atau semula KP yang secara Hukum dipegang syah  oleh Penambangan Lokal Indonesia tersebut.

Penulis mengamati bahwa “Hasil Study atas Kekayaan Kandungan Geologi” sama sekali tidak diberikan oleh Penyandang Dana Asing kepada Pemegang IUP, sehingga jelas sekali  “Tidak Seimbang Kedudukan antara Penyandang Dana Asing dengan Pemegang IUP tersebut;

  • Hal ini secara hukum “Jelas dan Nyata ”  membuat  kejadian  “Tersanderanya Pemegang IUP” dalam kedudukan ;posisi yang sangat lemah karena  sama sekali tidak mempunyai posisi dan kapasitas untuk  dapat menggunakan Hasil Study dari Geologi tersebut  untuk menggalang dana dari Bursa maupun bank bagi kepentingan Pemain Tambang Lokal Indonesia yang memegang IUP Explorasi maupun IUP Operasi Produksi.

Penulis mengamati bahwa  pemain Pemula Penambang Indonesia yang memiliki IUP tersebut dengan sendirinya berusaha dan berjuang untuk mencari suatu kiat dan cara untuk  dapat mengimbangi dan menaikan posisi bargainingnya dengan cara  berkolaborasi  dengan Pemain Lokal Indonesia, yang telah mempunyai Modal Awal karena  telah mempunyai berbagai pengalam bisnis lain termasuk didalam dunia Pertambangan;

  • Maka dengan cara kiat ini Pemain Lokal pemegang IUP dapat  secara nyata  dan Riil, terbantu untuk memperbaiki dan menaikan posisi kekuatannya  dengan counter part  Pemain Asing yang dirasakan tidak  memberikan kesempatan kepada Pemain Awal Pemain Tambang lokal  tersebut untuk memperdayakan dirinya berkembang menjadi Pemain Tambang yang handal; Memang pada fakta kenyataannya kita juga tidak dapat menjamin bahwa berkolaborasi antara Pemain Tambang Awal dengan Pemain Lokal Tambang yang telah berpengelaman dan mempunyai modal awal akan dapat memperbaiki posisi Pemain Tambang Lokal Awal dibandingkan berkolaborasi dengan Pemain Tambang Asing;

Karena sudah merasa lama sekali tidak diperlakukan secara adil oleh Pemain Tambang Asing tersebut,  maka Pemain Awal Penambang ini telah mencoba untuk  menawarkan adanya struktur kerjasama yang berbeda dengan Penambang Asing tersebut , dengan ketentuan persyaratan bahwa IUP  tetapi dimiliki oleh Pemain Lokal, untuk menjaga supaya tidak terdilusi dalam Equity pada PT  yang memegang IUP  dan berusaha untuk  menawarkan Hasil Tambangnya saja yang dijadikan point Trade off  atas  Dana yang telah di galang dari Bursa dan digunakan untuk kegiatan Explorasi;

  • Namun tawaran ini nampaknya  tidak dapat diterima sama sekali oleh Pemain Tambang Asing yang telah berhasil menggalang dana dari Bursa distock Exchange diluar Negeri, sehingga nampaknya pada perkembangan terakhir tidak ada jalan lain dari Pemegang Lokal IUP tersebut,  melainkan untuk meningkatkan  level atau tingkat kolaborasi dengan affiliasi dari Pemain Tambang yang telah memiliki modal awal diatas untuk melakukan tindakan corporate action, dengan menawarkan sebahagian   Equitynya dalam PT kepada Pemain Tambang Lokal Berpengalaman yang telah mempunyai modal maupun pengalaman bisnis lain termasuk dalam pertambangan, dimana  menurut versi mereka didukung dengan Dasar Hukum Korporasi maupun ketentuan Peruandangan Minerba yang berlaku di Indonesia ;

Berdasarkan pengamatan diatas, kita dapat  melihat “ kecenderungan” atau “Trend”  nyata dari  Pemain Tambang di Indonesia untuk dapat menaikan posisi mereka  dengan kiat, ber kolaborasi dengan Pemain Tambang Lokal Indonesia lainnya yang telah mempunyai track rekor serta telah mempunyia kapital awal  untuk tahap awal ezplorasi , dimana kedudukan dari PT pemegang IUP tersebut dapat meningkatkan posisi kedudukan mereka, sehingga dengan dukungan dari Pemain Tambang Lokal lainnya, terlihat  mempunyai Nyali untuk berhadapan dengan Pemain Penambang Asing di Indonesia dan melakukan corporate Action yang mereka rasakan perlu  dalam rangka  untuk mensejajarkan dirinya dengan Pemain Penambang Asing di Indonesia.

Jakarta, 8 September 2012

Penulis : Agung S.Suleiman

AGUNGSS BUSINESS LAWYER NOTE

4 Juni 2012

Bersyukur 14 Tahun Perjalanan SACO LAW FIRM

Yah, aku sangat bersyukur kepada ALLAH Yang Maha Pengasih yang memberikan izin wadahku SACO LAW FIRM  untuk berjalan dengan selamat selama 14 Tahun semenjak aku keluar sebagai Inhouse Legal Counsel di PT Freeport Indonesia pada tanggal 1 Juni 1998 hingga tanggal 1 Juni 2012 ini.  Tentunya perjalanannya adalah jatuh bangun dengan segala suka dan duka, baik dengan beberapa kali berganti partner maupun pegawai, maupun dengan segala seluk beluk macam pekerjaan jasa hukum yang ditangani yang dapat terlihat pada track record pada Blog SACO LAW Firm ; 

Yang tidak kalah menarik dalam menjalankan wadah Law Firm ini adalah, jatuh bangunnya Cash Flow, yang tentunya membuat sport jantung baik pada wadah ini maupun cash flow dapur dirumah; Rasanya kadangkala seperti puasa Senin – Kamis, kadangkala ada cash ini kadangkala puasa cash ini. Namun dalam perjalanan 14 tahun tersebut, yang jelas dan tidak dapat dihindari adalah kepastian adanya 12 Bulan Kalendar Penanggalan setiap Tahun Berjalan , dimana cash-innya kadangkala ada diujung awal  tahun berjalan, kadangkala ditengah tahun, kadangkala diakhir tahun, jadi tidak menentu;

  • Malah kadangkala rasanya diujung tanduk, dimana mungkin Kliennya sedang langka atau sepi, atau bayaran Legal Feenya dari Klien ditunda2 tergantung dari keadaan cash-flow dari Klien, yang kadangakala, terasa menerima Jasa Hukum dari kami, namun bayaran Legal Feenya ditunda misalnya 2 atau 3 bulan setelah menerima Jasa Hukum kami; Dengan demikian kita bisa mengenal adanya Corporate Culture atau budaya dari Klien kita yang berbagai ragam gayanya; Salah satu tips bagi Bisnis Lawyer yang hendak mencoba membuat wadah Law Firm, adalah kesabaran, ketekunan, siap mental tahan banting untuk dapat bertahan dan survive; Bagi diriku aku rasakan perlunya dukungan keluarga khususnya isteri kita, karena pada kenyataannya kita sebagai manusia tidak dapat berdiri sendiri melainkan haruslah mendapatkan support dan pengertian serta dukungan moral dari isteri kita;

              Yang paling penting bagi diriku, dalam perjalanan 14 Tahun wadahku, yang mungkin bersifat lebih subjektif,  adalah kita harus membangun suatu komitmen serta keyakinan kepada sesuatu yang Maha Kuat yang bagiku sebagai penganut Muslim adalah percaya dan menaruh harapan kepada ALLAH Yang Maha Kuasa Yang Menciptakan kehidupan ini dan tidak boleh putus asa kepada adanya Pertolongan dan Berkah dari ALLAH Yang Maha Kuasa dalam menjalankan perjalanan kehidupan kita ini, dimana untuk diriku AlhamduliLLAH aku diberikan kesenangan untuk memilih dan berkecimpung dalam professi Hukum Bisnis, untuk mencari Karunia ALLAH, dimana jika lebih fokus lagi bagiku adalah  pada angkor atau Jangkar Aspek  Hukum Perminyakan Gas dan Pertambahangan Umum atau aspek hukum dari kegiatan pemanfaatan kekayaan alam yang diciptakan oleh ALLAH untuk kemasalahatan kita sebagai manusia yang diciptakan oleh ALLAH Yang Maha Kuasa;

Agung S.Suleiman

Jakarta, 4 Juni 2012 siang hari

AGUNGSS BUSINESS LAWYER NOTE

2 Oktober 2011

Professi Lawyer

Memilih Profesi Lawyer seharusnya dapat mendidik dan mendisiplinkan kita untuk untuk menjadi manusia terhormat dan dapat dipercaya integritasnya, karena memberi pencerahan hukum kepada sekeliling kita ibaratnya diharapkan dapat membantu Klien kita untuk menghormati hukum, etika, norma yang patut dihormati semua para stackholder.

  • Kita tidaklah boleh saling menzalimi melainkan saling memberikan harapan, tidak memanjakan, namun saling dapat meletakan  kondisi dan posisi dari setiap stackholder untuk dapat berkembang menjadi pemain andal, tangguh, dan siap untuk memberikan pelayanan jasa yang professional, good faith, fair play  didalam usaha dan ikhtiar  mencari karunia ALLAH didalam  kehidupan untuk mencari nafkah, karier, masa depan, dan saling membantu memperdayakan diri.

Dalam fakta dunia nyata, kita seringkali  melihat dan menyaksikan secara kasat mata, betapa prinsip saling menhargai, dan saling menghormati seringkali tertutup oleh keinginan secara pintas jalan  mengumpulkan materi secara cepat, tanpa memperhatikan lagi proses good corporate governance, transparancy, dan secara nyata mau membaca kekuatan Riil dari keberadaan kita dalam percaturan persaingan Bisnis   yang ada.

  • Sebagai Profesi Business Lawyer, kita acapkali dihadapkan pada pilihan apakah kita tetap menunjung tinggi martabat profesi Hukum kita yang Independend Profesional ataukah lebih memilih turut terjerembab kedalam perlombaan  mempercepat akumulasi asset dan materi kita secara tidak fair play bahkan mengingkari Kehormatan Professi Hukum Yang Harus Independend dari Keinginanan Hawa Nafsu  Sesaat,  tanpa mau melalui proses yang sulit, yang terjal dan penuh tantangan.

Ibaratnya kita harus  terlebih dahulu mau mendaki gunung, mengurangi lautan, bahkan  menyeberangi jalan yang sulit dan terjal,  demi membawa amanah  “Cahaya Pelitayang sedang ditunggu diseberang Pulau yang mengharapkan adanya Keadilan dan Kebersamaan Hak dan Harga diri  dan martabat untuk berdiri sama tegak dengan sesama manusia yang mengharapkan adanya perbaikan  system didunia yang nyata dan bukan membangun kerusakan dan keserakahan diatas pengorbanan dan penderitaan orang lain atau umat dan golongan lain;

  • Semua tentunya  ingin  dan butuh materi guna melanjutkan  kehidupan yang layak, namun, jika kita telah memilih suatu pilihan menjadi Professi Lawyer Business, kita haruslah membangun diri kita dahulu untuk dapat terbiasa dan berkesinambungan membangun  suatu kharakter, sikap  menghormati Profesi Hukum yang Independend dan tidak bisa dibeli atau diukur dengan Materi semata, meskipun kita jelas perlu materi.

karena yang harus kita Utamakan adalah membangun suatu keadaan disekeliling terdekat kita dengan watak, sikap, kharakter  nuansa kearah jujur, berintegritas, transparansi dan menghormati  diri kita sebelum kita minta orang lain menghormati kita;

Jakarta, 2 Oktober 2011 Minggu Sore

Agung S.Suleiman

SACO LAW FIRM ( Suleiman Agung & Co)

member of  JME

Menara Bidakara, lt2, Kav. 71-71,Jl. Gatot Subroto

20 April 2011

Kerangka Berpikir Seorang Bisnis Lawyer

Kita sebagai  Bisnis Lawyer harus mencintai atau menumbuhkan rasa cinta kepada profesi kita sebagai seorang Bisnis Lawyer. Dalam pekerjaan kita sehari-hari, jika kita berprofesi sebagai Bisnis  Lawyer, maka kita disibukkan    dengan  menulis didepan Computer kita,   apakah itu sedang mendraft naskah perjanjian, ataukah Legal Advise, atau membereskan catatan minutes meeting,  sewaktu kita mendampingi Klien kita sedang meeting dengan rekan sesama rekan  bisnis dalam rangka menjejaki kerjasama suatu usaha bisnis, atau membuat Letter of Intent, MOU atau dokumen hukum lainnya.

Yang jelas, untuk kelancaran kita didalam melakukan pekerjaan kita, maka  kita harus membiasakan diri kita untuk menulis sistimatis dengan kerangka berpikir yang jernih dan lurus agar kita dapat melead atau memimpin cara berpikir yang sistimastis bagi Klien dan group klien kita yang sedang berusaha untuk menuangkan  kehendak dan keinginan untuk menjejaki suatu kerjasama.

Tentunya, kita juga harus membiasakan diri  untuk mengetik didepan Computer dengan lancar untuk menunjang dan membantu menuangkan alam pikiran kita secara teratur.

Kita harus fokus dan pandai2 mendengarkan pembicaraan dari para pihak dan mengambil esensi dari pembicaraan dan diskusi yang sedang berlangsung.  Karena profesi kita adalah Bisnis Lawyer tentunya kita juga harus berusaha untuk membaca artikel mengenai bisnis maupun istilah dalam bisnis ini supaya kita bisa tune in dengan pembicaraan dari Klien kita.

Tentunya semuanya dimulai dari proses belajar, berpraktek didalam bidang bisnis lawyer  dimana nantinya tentunya akan sampai ke elemen negosiasi didalam mendraft kontrak. Jika kita sudah senang menggeluti profesi sebagai Konsultan Hukum Bisnis, tentunyanya kita akan sampai pada tahapan dimana Klien kita merasakan adanya nilai tambah dari kehadiran kita didalam mendampingi Klien kita.

Disaat kita, maupun Klien kita  sudah merasakan adanya  manfaat kita sebagai profesi lawyer didalam menegosiasikan suatu transaksi bisnis maka kita rasanya seperti seorang pelukis atau pemain musik yang senang mendraft dan menuangkan pikiran2 dalam meeting dan diskusi dari para pihak, sehingga kita sangat senang jika kita dapat dapat dengan mudah  menuangkan pertemuan pikiran dan kerangka berpikir dari para pebisnis usaha  didalam suatu dokumen tertulis yang kita sebut Perjanjian.

Maka untuk dapat mencapai tahapan seperti ini, tentunya diperlukan ketekunan dan kesenangan kita untuk memulai hidup yang teratur dan berusaha untuk menata kerangka berpikir kita secara sistimatis dan efektive dapat dimengerti bagai pembaca dari dokumen Perjanjian itu.

Nah, karena kita adalah berprofesi sebagai   Bisnis Lawyer tentunya makna hukum berkaitan dengan hak dan kewajiban daripada Para Pihak dalam Perjanjian haruslah dapat kita tuangkan secara rapih, teratur dan mengikuti tata cara serta cara yang biasa digunakan dalam pembuatan Draft Naskah Perjanjian. 

Asyik kan ….ok dulu ya tulisan ku hari ini

Jakarta, April 20, 2011

Agung S.Suleiman

AGUNGSS BUSINESS LAWYER NOTE


10 April 2011

JAWABAN DOA – Buka WADAH Mandiri -Synergi

Berikut adalah Tulisanku 12 Tahun yang Lalu 1 Tahun setelah Merdeka  mendirikan  SACO LAW  FIRM


1 TAHUN MERDEKA

Doa setelah 1 Tahun Merdeka

Pada  bulan Juni 1999 yaitu kurang lebih satu tahun setelah saya merdeka (istilah yang aku gunakan untuk berdiri membuat wadah sendiri) keluar dari PT Freeport Indonesia dan mendirikan kantor  Konsultan dan Advocat Hukum, saya  memanjatkan doa kepada Allah suatu doa yang terangkum dibawah  :

”Mulai Doa” :

”Ya Allah,

  • Engkaulah Pencipta segala Sesuatu di Dunia dan segala alam semesta ini.
  • Saya ingin sekali maju Ya Allah tentunya dalam bidang Profesiku.
  • Engkaulah yang menciptakan diriku dan semua makhluk manusia didunia. Pengalaman hidupku telah saya rasakan banyak jatuh dan bangun.
  • Tiada yang dapat membangkitkan diri kita kecuali harus ada kemauan dan keinginan dari diri kita sendiri.
  • Engkau telah menciptakan segala sesuatu didunia dengan ilmu pengetahuan yang Maha Engkau Ciptakan.
  • Saya sangat bersyukur bahwa saya diberi kesempatan oleh Engkau untuk dapat merdeka dan mandiri dan tidak mempunyai atasan kecuali pertanggungan jawabanku kepada Engkau sebagai Maha Boss dan Maha Pencipta.
  • Rasa Kemerdekaan tidak mempunyai Atasan  yang kadangkala terasa dapat seenak dan semau-maunya  menentukan nasib kita  adalah sesuatu yang sangat nikmat untuk dirasakan dan merupakan karunia dari Engkau ya Allah.
  • Dengan kesempatan yang Engkau berikan kepada saya untuk membuka Kantor Konsultan Hukum  sendiri merupakan suatu berkah dan karunia yang harus saya syukuri.
  • Terima kasih ya Allah yang telah memberi  kesempatan untuk dapat menyewa dan menempati kantor di suatu Gedung yang representatif di Gedung S Widjoyo, sehingga rasanya dapat mengangkat derajat kami didepan teman dan rekan seprofesi maupun kepada Klien dan perusahaan business lainnya.
  • Saya sangat bersyukur ya Allah Engkau memberikan kesempatan untuk dapat berkantor di Gedung tersebut dan dapat menampung 2 (dua) Karyawan bagian keuangan, pajak dan administrasi.
  • Tentunya berat rasa tanggung jawabku terhadap masa depan mereka yang mengandalkan kepada kemajuan dari kantor ini.
  • Oh Tuhanku :
  • kalau rejeki kami untuk bisa melanjutkan Kantor tersebut berada di langit turunkanlah; dan
  • Jika rejekiMU untuk kami semua yang bekerja dikantor itu maupun keluarga kami  beradadibawah tanah ” naikkan dan angkatlah kepada kami;
  • Sekiranya rejeki tersebut berada di laut naikkanlah kepada kami.
  • Engkaulah yang memegang “Kunci Perbendarahaan” dari segala Rahmat dan Rejeki.

Amien. ”

”Selesai Doa”.

  • Demikianlah doa saya 1 tahun setelah merdeka yang saya tujukan kepada Allah Sang Pencipta pada tahun 1999.

Saya mendapatkan inspirasi doa ini dari seorang betawi Haji Badek yang bisnisnya adalah bergelut didalam membongkar rumah, dimana hasil bongkarannya dapat dijual maupun dipasang dirumah yang dia bangun, termasuk untuk Rumah saya dan kelauraga saya pertama di bilangan Joglo yang bgerasal dari Bongkaran Bagunan Keduataan Vietnam ( jendela dan mamernya”); Selain itu saya telah membuat beberapa “Tekanan TIPS” yang saya Harus Ingat pada saat 1 Tahun setelah merdeka tahun 1999 tersebut antara lain :

  • Saya sadar bahwa untuk dapat bergerak dalam dunia Konsultan saya haruslah menambah ilmu dan mencari pangsa pasar yang tepat untuk kami geluti.
  • Tentunya saya haruslah memperbaiki diriku kalau ingin maju.
  • Saya harus lebih sabar dan tidak senantiasa ngotot dan mau menang sendiri.
  • Meskipun saya tahu bahwa saya ada alasan untuk mengemukakan argumentasiku tapi cara dan metodenya tidak boleh saya ulang dengan cara memojokkan orang.
  • Saya harus buang jauh-jauh program yang tertanam lama dalam benak dibawah sadarku mengenai hal : bahwa teman bicar saya baik di seminar maupun pergaulan dimanapun adalah seolah-olah atasan yang hendak menekanku sehingga saya  harus  lawan.
  • Ingat saya sudah merdeka ! Yang saya ajak bicara siapapun bukanlah atasanku yang mau menekan kemajuan saja.
  • Kalau perlu kita berdiam diri saja. Saya kan bukan orang yang sedang memberi kuliah.

Demikianlah sekilas Tulisan ku yang aku buat Lebih kurang 1 Tahun semenjak aku merdeka ( Istilah Ku Membuka Warung Sendiri yang kini setelah  menjelang 13 TAHUN berjalan Kantor Hukum ini bernama SACO LAW FIRM )

CATATAN :

  • Aku dahulu Tahun 1990-an sewaktu keluar dari Vico ( Huffco) pernah juga membuka Wadah Sendiri yang bertahan 2 Tahun karena kantorku waktu itu setelah 1 Tahun 3 Bulan Berdiri, diminta oleh Suatu Law Firm ( Foundernya Delma Yuzar Almarhum General Counsel CALTEX )  yang besar yang mempunyai asosiasi dengan  6(enam)  Law Firm di 6 (enam) Kota Australia dan 1 (satu) Law Firm Besar dari USA ( White & Case)  untuk menutup kantor ku yang aku bikin permulaan dari base di Rumah Jalan Mesjid Pejompongan hingga dengan Kawanku yang General Counsel suatu Perusahaan Minyak (bergabung 3 bulan) masuk Gedung Manggala Wanabakti,  dan diminta untuk Menutup dan merger ke Gedung di Chase Manhatan Bank, lewat Fax kekantor kita.
  • Namun aku hanya bertahan 2 Tahun sebagai Partner dengan dijanjikan mendapatkan 15% hingga 20% share yang sebenarnya, ternyata hanya mengantarkan aku untuk dapat naik Naik Haji di akhir 2 Tahun ke Mekah, dimana aku berdoa di Kabah untuk diberikan jalan keluar sehingga aku masuklah ke PT Freeport Company   ( selama 5 tahun dari 1993 hingga tahun Juni 1998 ).
  • Dan setelah menjelang 13 Tahun Merdeka ALLAH mengabulkan Doaku untuk dapat Tetap  Merdeka  selama 13 Tahun dengan Jatuh Bangun secara Cash Flow dengan Sport Jantung dan pengorbanan Materiil/Finansial  dan Mental dari Isteriku dan ke-2 (dua) anak2 ku, hingga sekarang Wadahku bernama SACO LAW FIRM beralamat di Menara Building, 2nd  Floor , Jl Gatot Subroto, dan berasosiasi -ber-Synergy dengan JME Group sekaligus di seconded melalui Wadahku ini ke suatu Holding Company dari suatu Perusahaan Minyak ( melalui Retainer Legal Agreement) yang kini menjelang Commercial Production dan telah disetujui POD ( Plan Of Development) oleh Menteri ESDM ;
  • Maka terindikasi bahwa DOA ku Kepada ALLAH Pencipta Langit dan Bumi termasuk segala isi yang berada dibawah Tanah  :  antara lain  Minyak Gas -Batubara-COAL ) 12 Tahun yang Lalu mendapatkan Jawaban  yang berkesimbungan dengan segala macam Cobaan Cash Flow – Jatuh Bangun hingga Insya Allah dengan Izin ALLAH  dapat menuju kestabilan Cash Flow – Karena ber Synergy dengan Bossku Terdahulu di VICO   (Minyak dan Gas LNG) JME Group – John S.Karamoy menjelang  13 Tahun dengan Izin dari ALLAH Yang Maha Mendengar Doa Kita dan AlhamduliLLAh anak2ku  telah lulus Universitas ITB ( & S2 di Wagening Universiteit Belanda-Bea siswa 100%  dari Pemerintah Belanda) dan FHUI dan kini kedua anaku AlhamduliLLAH  telah bekerja.
  • Nampaknya Rejeki dari ALLAH untuk diri wadahku SACO LAW FIRM dan keluarga serta lingkungan kerjaku Insya ALLAH adalah Kekayaan Karunia ALLAH “dibawah TANAH” yaitu Minyak. Karena Crude Oilnya Perusahaan Minyak (dimana aku sebagai Partner /Lawyer diseconded di Holding Companynya melalui wadah SACO LAW FIRM) sudah mau Commercial Production disetujui oleh BPMIGAS untuk didrill Exploitasi “keatas Tanah “ guna selanjutnya  ditampung di Fasilitas Produksi Minyak yang  Plan of Development atau P OD nya baru saja  sudah disetujui oleh Menteri ESDM, guna diangkut dengan Truk ke Pelabuhan Terminal Pengumpul untuk kemudian Dijual kepada Pembeli sehingga Insya ALLAH ada  Cash In Masuk .….baik untuk Kesejahteraan Masyarakat Riau, maupun untuk mengisi Budget Negara untuk pembangunan Masayarakat Indonesia, dan tentunya untuk Perusahaan Minyak Lokal Indonesia yang sesudah mengambil Risiko Explorasi dimana saya diseconded di Holding Companynya melalui SACO LAW FIRM
  • ALHAMDULILLAH – ALLAHU HU AKBAR – Masya ALLAH La Haula Wala Quwata Ila BilahiAliul AZIM

Jakarta, April 10, 2011

Agung S.Suleiman

Partner Founder

SACO LAW FIRM

in association with JME GROUP

alamat SACO LAW FIRM

Menara Bidakara, 2nd Floor, Jl.Gatot Subroto, Kav 71-73,Jakarta 12870

Indonesia

4 Desember 2010

Bulan Desember 2010

  • Tidak terasa sudah bulan Desember 2010. Hidup ini memang penuh misteri. Apa yang kita inginkan dan apa yang kita peroleh kadangkala terasa tidak nyambung. Namun jika benar2 direnungkan ternyata jatah kita mendapatkan rejeki yang nyata dibutuhkan sesuai dengan keperluan kita yang biasanya terpenuhi.
  • Memang jalan atau hal yang kita peroleh bukannya seperti 1 paket langsung kita peroleh dari ALLAH Sang Maha Pencipta, melainkan hanyalah permulaan pintu jalan yang harus kita usahakan mencari jalan keluarnya.
  • Kesempatan itu senantiasa berlalu lalang dimana  kita kadangkala tidak tahu bahwa apa yang sedang kita lakukan merupakan suatu jalan pembuka untuk kita usahakan mencari pengetahuan dan jalan keluar dari permasalahan atau hal yang ingin kita gapai.
  • Hidup itu senantiasa dinamis, kita harus fokus kepada apa yang kita ahli dan memang merupakan profesi yang kita tekuni dan kuasai.
  • Sebagai Corporate Business Lawyer tentunya bidang yang kita geluti adalah membantu lingkungan kita kerja untuk mendapatkan pencerahan dalam bidang hukum bisnis yang kita dalami dan tekuni. Kita tidak bisa ahli dalam segala bidang;
  • Dalam perjalanan hidup profesi sebagi seorang Business Lawyer, kita harus senantiasa tekun membaca dokumen kontrak dan perjanjian yang sedang kita garap. Enduser dan managemen mengharapkan kita bisa memberikan penerangan dan cahaya akan klausula atau pasal dari suatu perjanjian yang sedang kita hadapi bisa berupa nasehat atau advis atas pelaksanaan dari suatu Perjanjian, dimana misalnya  sedang terjadi dispute atas suatu permasalahan yang kompleks,  sehingga kita harus bisa fokus mempelajari isi ketentuan dari Perjanjian dikaitkan dengan permasalah yang timbul antara Klien kita dengan pihak co partner bisnisnya.
  • Tidak selamanya hubungan kontraktual bisnis antara Klien kita dengan counter partnernya mulus. Adakalanya terjadi permasalahan dalam hubungan dagang atau komersial antara Perusahaan Klien dengan  counter partnernya.
  • Sebagai seorang Corporate Business Lawyer, tentunya kita harus dapat membaca isi ketentuan Kontrak tersebut termasuk intensitas dan maksud dari Para Pihak melakukan suatu tindakan yang mempunyai dimensi business maupun hukum.
  • Hubungan kontraktuil antara Para Pihak dapat menjadi kompleks dan kelihatannya rumit khususnya jika kedudukan dan posisi berunding tidak seimbang secara kekuatan Modal, sehingga terindikasi bahwa pihak yang merasa kuat secara  pendanaan maupun modal  bersikap arogan.
  • Dalam Dunia Bisnis usaha, kekuatan Uang, Modal dan Kapital maupun pengaruh serta Network, maupun pengalaman didalam menjalankan suatu usaha sangat berperanan penting.
  • At the end of the day, suatu Pihak yang merasa dirinya lebih kuat secara Keuangan dan Modal biasanya ada kecenderungan untuk meremehkan pihak counter part yang secara posisi keuangannya dianggap berada dibawah tingkat kekuatan finansiil dengan dirinya.
  • Dengan demikian acapkali yang terjadi adalah siapa yang butuh siapa ?
  • Pihak yang merasa dibutuhkan, seringkali berada diatas angin, sehingga kita sebagai pihak yang masih lemah secara modal, harus banyak mengalah karena secara nyata kita masih sedang berusaha untuk survive dan berusaha untuk mengumpulkan modal maupun mengakumulasi modal serta pengalaman.
  • Pada kenyataannya didalam dunia persilatan usaha, kiat dan usaha serta proses untuk  dapat mulai  membangun kekuatan Finansiilnya merupakan suatu usaha yang harus dijalankan serta learning by doing.
  • Kita sebagai Business Lawyer juga mengalami jatuh bangun bagaimana kita bisa menguasai ilmu Hukum Business didalam dunia yang nyata dalam dunia Usaha.
  • Kiat untuk dapat survive dan bertahan menjadi Business Lawyer  yang tidak dipandang sebelah mata  didalam mewakili dan memberikan arahan dan guidance kepada Perusahan Klien adalah suatu tantangan yang menarik dan penuh sport jantung…
  • Tidak ada yang dapat mengangkat diri kita menjadi seorang Profesional Business Lawyer yang handal kecuali atas kemauan dan dorongan diri kita sendiri.
  • Kita harus banyak belajar dan harus memakai berbagai strategi agar kedudukan kita bisa lebih baik dari kemarin.
  • Kadangkala kita seringkali merasa putus asa,  namun camkan bahwa kita  harus tetap tabah dan tekun untuk bisa bertahan dan mengikuti irama dunia bisnis yang secringkali tidak mengenal belas kasihan.
  • Untuk dapat manaikan leverage kita mendapatkan Retainer Fee yang dapat menunjang kehidupan kita, diperlukan suatu kiat yang smart dan cakap termasuk  jika memang adalah rejeki kita dan  ada kesempatan dan peluang  yang diberikan oleh ALLAH, sebaiknya kita dapat menempel dan bersinergy dengan Senior kita dalam bidang konsultasi bisnis dan managemen yang erat dan memerlukan pula profesi Corporate Business Lawyer.
  • Jika memang itu adalah rejeki kita,  yang diberikan oleh ALLAH sebagai Pencipta Kehidupan ini, Insya ALLAH  kita bisa terdongkrak baik secara leverege bernegosiasi maupun level penghargaan secara komersil atas jasa kita.
  • Dalam kenyataannya banyak pe- Modal yang kuat cenderung untuk  meremehkan pihak yang bermodal separuh2 atau setengah2. Kekuatan yang besar acapkali dalam tingkah lakunya akan meremehkan atau tidak memandang pemain jasa atauusaha yang masih berkekauatan kecil.
  • Itulah dunia yang nyata atau the real world yang kita  berada didalamnya.
  • Itulah sebabnya pula dalam dunia usaha khususnya dalam perundingan untuk bekerjasama atau merintis suatu usaha bersama, diperlukan  adanya Business Lawyer yang handal yang diharapkan dapat melindungi dan mewakili kepentingan Hukum Bisnis dari Perusahaan yang mengadakan kerjasama dengan pihak lain, baik dalam kekuatan bernegosiasi maupun untuk dapat memperkuat posisi kedudukan hukum hak dari Perusahaan yang kita wakili.
  • Ada kalanya kekuatan modal haruslah digabung atau diengineering sedemikian rupa baik dalam bentuk Kerjasama Operasi, Pinjaman modal, atau Joint Venture dimana bahasa kerjasamanya dituangkan dalam suatu Perjanjian yang memerlukan bantuan Drafting dari Business lawyer.
  • Begitu pula jika terjadi perselisihan diantara Partner Bisnis diperlukan Bantuan Lawyer  Advise, Lawyer Legal Opinion ataupun bantuan Business Lawyer untuk memmecahkan masalah yang dihadapi oleh Rekanan Bisnis didalam dunia Usaha Yang Nyata.
  • Berdasarkan hal tersebut, kitas sebagai Business Lawyer haruslah senantiasa banyak belajar dalam praktek bernegosiasi dan mencari kesempatan dan peluang untuk dapat mengasah ketrampilan kita bernegosiasi, dengan banyak belajar dari orang lain yang ahli dalam bidangnya.
  • Kita harus dan patut bersyukur jika kita diberikan kesempatan oleh ALLAH Yang Maha Pencipta kehidupan ini, untuk dapat menemukan diri kita maupun peranan kita dalam dunia yang nyata khususnya termasuk dunia Usaha yang banyak liku suka dan dukanya.
  • Setiap insan mempunyai keunikan tersendiri yang ia harus gali dan temukan agar dia dapat bertahan untuk hidup dan berguna bagi lingkungan sekitarnya.
  • Timbalah Ilmu sedalam2nya tapi jangan sombong dan takabur, karena kesombongan dan takabur adalah pangkal dari kejatuhan derajat seseorang atau kaum atau bangsa.

Jakarta, 4 Desember 2010

Laman Berikutnya »

Blog di WordPress.com.

PELANGI

Pelangi menjadi salah satu bukti keagungan Tuhan YME..

Angwie on Blog

No one else...just you and me...

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

Un2kmU

semuanya hanya untukmu...

PELANGI

Pelangi menjadi salah satu bukti keagungan Tuhan YME..

Angwie on Blog

No one else...just you and me...

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

Un2kmU

semuanya hanya untukmu...

%d blogger menyukai ini: