SNAPSHOT ARTIKEL HUKUM BISNIS AGSS LAW – SACO AGUNGSS

30 Juli 2017

LETAK GEOGRAFIS KEPULAUAN NUSANTARA MERUPAKAN RAHMAT FENOMENA ALAM KARUNIA ALLAH

Kita harus bersyukur kepada ALLAH Yang Maha Pemberi Kehidupan,  bahwa kita masih bernafas dan diberikan kehidupan oleh ALLAH hingga hari ini.

Untuk menyadari bahwa kita harus benar-benar dan sungguh bersyukur kepada ALLAH, maka  kita yang diberikan “Akal” oleh ALLAH,  memang harus membaca “Fenomena Alam”, sesuai perintah ALLAH didalamKitab Suci AL Quran,  untuk mengetahui ayat – ayat Nyata dari “Kekuasaan Kasih Sayang” ALLAH kepada kita manusia yang diciptakan dan diizinkan oleh ALLAH untuk bertempat tinggal sementara didunia yang fana ini dibelahan Kepulauan Nusantara pada saat ini.

Implementasinya :

Implementasi Rasa Bersyukur kepada ALLAH,  adalah  bahwa kita harus mempelajari Fenomena Alam  – Ciptaan ALLAH yaitu Bumi dan Langit dan semua yang ada diantara Keduanya serta apa yang ada didalam Bumi tersebut, guna dapat mendapat memperoleh bukti Nyata akan kekuasaan ALLAH atas “fenomena alam” termasuk :

kekuataan dari Arus Angin yang bergerak dari Tekanan Tinggi disuatu Benua ke Daerah yang Tekanannya  lebih Rendah dari suatu Benua yang  dipengaruhi oleh adanya Cuaca lebih dinginnya  di Belahan Selatan dari Bola Dunia pada suatu periode  karena menjauhnya Matahari, yang menyebabkan Tekanan Udaranya Lebih Tinggi,   dimana pada saat yang bersamaan  Belahan Bumi Utara sedang Dekat dengan Matahari, yang menyebabkan lebih Panas – sehingga Tekanan Udaranya – Lebih Kecil, sebagai akibat dari Rotasi Bumi pada Puros Sumbu serta Revolusi mengelilingi Matahari.  letak geografis dari Indonesia

Hal ini termasuk   mempelajari Letak Geografis dari pada Kepulauan Nusantara Indonesia,  dimana kita diberi ALLAH untuk   bertempat tinggal sementara waktu.

Letak Kepulauan Nusantara adalah berada diantara 2 (Dua) Samudera yaitu

(i) Samudera Hindia disebelah bawah kiri Kepulauan Nusantara dan

(ii)  Samudera Pacific disebelah atas kanan Kepulauan Nusantara.

Kepulauan Nusantara – Indonesia juga diapit oleh 2 (Dua)  Benua yaitu :

(i) Benua Asia  diatas,   dan

(ii) Benua Australia dibawah kanan  Kepulauan Nusantara  kita.   

Keadaan nyata  Letak Geografis Kepulauan kita diatas, pada saat kita hidup sekarang ini,  tentunya sangat berpengaruh pada pembentukan  “Keadaan alam baik dilautan maupun didaratan kepulauan Nusantara ini” .

  • LETAK ASTRONOMI.

Letak Kepulauan kita,  jika kita  berpatokan kepada Letak Astronomi yaitu Letak suatu Tempat atau Peta berdasarkan Garis Lintang dan Garis Bujur.

Kita berada diantara :

60 Lintang Utara (LU)  dan 110 Lintang Selatan (LS)

950 Bujur Timur  (BT) dan 1410 BT.

  • Pengertian Garis Lintang dan Garis Bujur.

Garis Lintang. Garis Lintang adalah  : garis khayal pada Peta atau Globe yang sejajar dengan Khatulistiwa.

Garis Bujur.  Garis Bujur adalah garis khayal pada Peta atau Globe yang menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan.

  • Hubungan Letak Geografis dengan Perubahan Musim  untuk Kepulauan Indonesia.

Musim Kemarau  : berlangsung antara  Bulan April –  Bulan Oktober 

Musim Hujan        :  Bulan  Oktober  –  Bulan April 

Perubahan Musim ini adalah disebabkan terjadinya :

Peredaran Semu Matahari Tahunan (sebagai akibat dari Rotasi Bumi serta Revolusi Bumi mengelilingi Matahari), 

dan

adanya  Pergerakan Angin Muson  

Peredaran Semu Matahari adalah peredaran gerakan Semu Matahari dari Garis Khatulistiwa menuju  Garis  Lintang Balik Utara 23.50 LU  ke Khatuliswa  dan  bergeser  menuju ke Garis Lintang Balik Selatan 23.50 LU dan kembali  ke  Khatulistiwa. 

Hal  ini berpengaruh pada “Letak Terbit dan Terbenamnya” Matahari Setiap Hari tidaklah sama.

Karena Kepulauan Nusantara  – Indonesia luas yang terdiri dari banyak  Pulau-pulau yang dipersatukan dengan banyak perairan  dan di apit oleh 2 (Dua) Benua (Asia dan Australia) dan 2 (Dua)  Samudera  (Pacific dan Hindia),  maka  menurut para ahli  terdapat  bermacam Jenis  Angin.

Salah satu Jenis Angin  yang besar   adalah Angin  Muson.

Kita mencoba memaparkan  Angin Muson ini.

  • Terbentuknya ANGIN MUSON

Di Indonesia :

Terdapat 2 (Dua) Angin Muson  :

a. Angin Muson Barat

Bumi Rotasi dan Revolusi mengelilingi Matahari.

Pada Bulan Oktober s/d Bulan Maret kedudukan Matahari berada didekat Bumi Bagian Selatan.

Maka pada periode ini Benua Australia  lebih banyak disinari Matahari daripada Benua Asia, sehingga Benua Australia   adalah “Musim Panas”.

Akibatnya di Benua Australia bertekanan Rendah / Minimum,  sedangkan Di Belahan Bumi Asia lebih dingin, sehigga Tekanannya Tinggi /  Maksimum. 

Keadaan ini menyebabkan bertiupnya Angin dari Benua Asia ke Bumi Australia (Tekanan Tinggi ke Rendah) yang melewati lautan luas di Samudera Pacific  serta Laut Cina Selatan

Angin Muson Barat   ini bertiup Setiap Angin-Muson-Barat6 Bulan yaitu :  Bulan Oktober s/d  Maret.

Karena Angin Muson Barat ini melewati Samudera Pacific dan dan  Lautan Cina Selatan, dimana Air Lautnya diperairan yang luas ini  dipanaskan oleh Terik Sinar Matahari   panas menjadi Uap Air, menjadi Gumpalan Awan, sehingga Angin Muson Barat ini  akan membawa masa Uap Air dalam bentuk Gelombang Awan,  sampai di Kepulauan Nusantara, dan akan turun menjadi Hujan, sehingga mengakibatkan terjadinya “Musim Hujan”.

Maka Setiap Bulan November, Desember dan Januari, Indonesia  Bagian Barat  akan mengalami musim Hujan dengan curah Hujan yang cukup tinggi. Picture2

b. Angin Muson Timur.

Bertiup 6 (Enam) Bulan yaitu : setiap Bulan  April  s/d  September.

Angin-Muson-Timur-300x202

Kita catat bahwa Bumi  melakukan Rotasi dan Revolusi mengelilingi Matahari,  dimana  pada Bulan April  hingga  Bulan September   kedudukan  Matahari  berada di  belahan  Bumi Utara, yang menyebabkan Wilayah Benua Asia bersuhu Panas, sehingga Tekanannya Rendah.

Hal ini   menyebabkan  adanya Udara yang berhembus dari Benua Australia yang suhunya lebih Dingin – Bertekanan Tinggi  menuju Benua Asia, yang tekanannya Rendah, sehingga  Udara  bergerak  inilah  yang  kita  sebut  “Angin Muson Timur”.

Angin ini melewati “Gurun Yang Luas”  di Benua Australia,  dan hanya melalui sedikit perairan,  sehingga Angin tersebut “Bersifat Kering” dan menyebabkan “Musim Kemarau”.

Dengan mengetahui dan mempelajari Fenomena Alam yang dikaitkan dengan Letak Geografis letak Kepulauan Nusantara ini,  maka kita bertambah terbuka “Akal” pikiran dan Qalbu (Hati)  serta Keimanan kita  bahwa :

Bahasa Kitab Suci AL Quran adalah Bahasa Kasih Sayang dari ALLAH dimana ALLAH didalam Kitab Suci Al Quran,  seringkali secara berulang-kali menyebutkan bahwa ALLAH yang Menciptakan Bumi dan Langit dan segala sesuatu yang berada diantara keduanya dan ALLAH yang menggerakan Angin yang mengerakan Gumpalan Awan  dan menurunkan Rahmat (Hujan- Air)  dari Langit ke Daerah Tanah Bumi yang Tandus kemudian setelah Mati Bumi itu menjadi “Hidup kembali”, dan mengeluarkan segala macam tanaman untuk manusia.

Air yang diturunkan ALLAH dari langit adalah diperuntukan untuk  manusia dan segala macam binatang serta mengeluarkan  segala macam jenis Tanaman, dimana semua ini diperuntukan oleh ALLAH untuk manusia.

ALLAH seringkali mengumpakan Hati atau  Qalbu kita dengan Tanah yang mati ini, dimana dengan Firman ALLAH didalam AL Quran yang merupakan Cahaya dari ALLAH akan mengeluarkan kita dari Kegelapan menuju Penerangan,

Lebih lanjut Pertanyaan dari kaum Yang Tertutup Hatinya dari Cahaya ALLAH senantiasa akan menanyakan apakah Manusia yang telah mati menjadi tulang belulang didalam Kubur, apakah  akan dapat hidup lagi pada Hari Akhirat ? 

Tanggapan dan Jawaban ALLAH atas pertanyaan dari Orang Yang Tertutup Hatinya untuk  mempercayai ALLAH dan Hari Akhirat adalah bahwa Manusia yang semula mati akan dapat hidup kembali seperti Bumi yang Tandus dimana  ALLAH menurunkan Air hujan dari Langit  ke Bumi yang tandus tadi menjadi Hidup kembali.

Kita Lihat bahwa Benua Australia  sebahagian besar berupa “Gurun yang tandus”, dimana jika Musim Kemarau,  Angin Muson yang bergerak dari Benua Australia ke Kepulauan Indonesia akan kering dan tidak membawa Air,  sebagaimana Angin Muson yang  bergerak pada Musim Hujan dari  Benua Asia ke Kepulauan Indonesia pada Muslim Hujan karena melalui Lautan Pacific.

Picture2

Dimana ada Awan yang berasal dari Uap yang dipanaskan oleh Matahari atas sebahagian Air Laut dari Benua Pacific,  sehingga uap air tersebut menjadi Gumpalan Awan yang didorong oleh Angin Muson pada Musim Hujan ke atas Kepulauan Indonesia

Wah sementara sudah dulu ya tuisanku ini, nanti kita edit dan lanjutkan ya…

Jakarta  30 Juli 2017

Agung  Supomo Suleiman

Pencinta Fenomena ALAM

 

 

 

 

 

 

 

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

PELANGI

Pelangi menjadi salah satu bukti keagungan Tuhan YME..

Angwie on Blog

No one else...just you and me...

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

Un2kmU

semuanya hanya untukmu...

PELANGI

Pelangi menjadi salah satu bukti keagungan Tuhan YME..

Angwie on Blog

No one else...just you and me...

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

Un2kmU

semuanya hanya untukmu...

%d blogger menyukai ini: