SNAPSHOT ARTIKEL HUKUM BISNIS AGSS LAW – SACO AGUNGSS

28 Mei 2014

KIAT INDEPEND BUSINESS LAWYER MERDEKA

Yah, untuk menjadi Independen Business Lawyer yang Merdeka, adalah suatu seni dan kiat  sendiri didalam kehidupan manusia yang telah memilih profesi Bisnis Lawyer untuk menggeluti kehidupannya didunia ini. Sudah hampir 16 Tahun semenjak Penulis memutuskan untuk self- employed tanggal 1 Juni 1998  dan terjun bebas menjadi Business Lawyer yang Independ dan self -employed dengan pengertian tidak ada gajian atau Fixed – Income.  Bagi kita yang memberanikan diri  pada satu saat untuk terjun bebas masuk kedunia  “Ketidak Pastian – Uncertainty” didalam mendapatkan Income Bulanan yang tetap, adalah tidak mudah, karena secara jelas dan Nyata,  Income bagi kita tidak ada Lagi kepastian mendapatkan  “Masukan Bulanan”  dari suatu Organisasi atau Perusahaan, namun disisi lain kita bisa menikmati Rasa Merdeka didalam menentukan dan mengendalikan Diri Sendiri tanpa ditentukan oleh kekuasaan orang lain.IMG00209-20120429-1536

  • Sekarang Penulis sudah berumur lebih dari 62 tahun, dimana Wadah Penulis masih Relatif muda berumur hampir 16 Tahun, dengan beberapa kali berganti nama serta berganti Partner, dan kini Karier Penulis lebih bersifat “bersolo Karier” sebagai Business Lawyer yang Merdeka dan Independend yang kadangakala Penulis menggunakan Wadah SACO LAW FIRM, namun ada kalanya juga tenaga ahli sebagai Lawyer pribadi karena memang Lisensi atau Izin yang melekat pada Advokat adalah Pribadi sendiri.

Tidak terasa sudah hampir 16 Tahun semenjak tanggal 1 Juni 1998, Penulis bergelut secara Self-Employed dimana adakalanya ada Proyek dan kadangkala juga belum atau tidak ada Proyek yang digarap. Yang jelas apapun asset, pengalaman yang telah dapat dikumpulkan oleh Penulis, pada masa 16 tahun ini, semuanya adalah merupakan suatu pengalaman yang “sangat menarik dan berharga” untuk mental ketangguhan Penulis, dimana tidak ada sekolah yang mengajarkan melainkan, kita haruslah Berani untuk langsung terjun sendiri ke alam “Keluar Kotak Kejenuhan”  dan melompat keluar untuk terjun bebas menikmati kemerdekaan sebagai Manusia yang lebih memilih untuk keluar dari Kotak Gajian Tetap  dan berani terjun ke “Alam Bebas untuk Merdeka”  Yang Tidak Terikat oleh ketidak Pastian masa Depan guna mencari Karunia dan rejeki yang terbentang Luas di alam Luar Kotak tersebut untuk dapat  menghidupi diri sendiri maupun keluarga,  dengan memohon pertolongan dan Karunia serta Idzin dari ALLAH Yang Maha Kuasa dan Maha Pemberi Rejeki.peta-1

  • Saat ini Penulis sih sudah berumur lebih dari 62 Tahun sehingga teman-teman dari Penulis yang seumur sudah banyak yang menginjak masa Pensiun, sedangkan  Penulis masih diberikan Izin oleh ALLAH untuk mempunyai wadah maupun keahlian sebagai Independend Professional Hukum Bisnis  dimana Penulis berusaha seimbang untuk melaksanakan Profesi ini maupun concern dengan saudara kandung Penulis dengan bersilaturahmi dan mengunjungi mereka serta juga menyediakan waktu untuk membaca Kitab Suci Al Quran sebagai pedoman yang diberikan oleh ALLAH kepada kita umat manusia untuk dikeluarkan dari kegelapan menuju Cahaya Penerangan pedoman cara hidup yang mulai baik didunia dan akhirat. 

Dengan umur senja ini,  Penulis haruslah belajar  bagaimana memanage kesehatan phisik dari Penulis untuk dapat tetap survive, dengan tidak usah terlalu ngoyo melainkan harus seimbang antara mencari rejeki, istirahat, olah raga, pola makan sehat, pola tidur, pola ibadah, berkunjung dan peduli dengan keadaan  saudara kandung ring 1 sesuai dengan pedoman Al Quran dan berusaha untuk menghindarkan diri untuk tidak terjebak dalam alam stress melainkan harus lebih bersyukur atas apa yang telah dicapai oleh Penulis  khususnya untuk berani terjun dialam Bebas Merdeka menentukan Nasib dan Masa Depan sendiri melalui gaya dan cara Pilihan Hidup yang Self – Employed yang hingga hari ini bersyukur dapat tetap Survive. 

Jakarta, 28 Mei 2014 direvisi 27 Juni 2014

 Agung Supomo Suleiman

 

Iklan

26 Februari 2014

Pilihan Berkarya Professi Lawyer

Jika kita kuliah di Fakultas Hukum, maka kita seringkali bertanya pada saat kita kuliah,   karier dan professi hukum kita akan kita lalui dimana ya setelah aku lulus ?  Hal ini mungkin menjadi pertanyaan kita yang sedang mau kuliah maupun orang tua dari si anak mahasiswa yang sedang atau mau mendaftarkan anaknya Kuliah di Fakultas Hukum tersebut. Untuk memberikan gambaran kepada para mahasiswa fakultas hukum maupun kepada orang tua yang mempunyai anak yang kuliah maupun bermaksud mendaftarkan kuliah di fakultas hukum, gambaran dibawah mungkin dapat membantu memberikan gambar selintas kilas Pilihan Berkarya Professi  Lawyer.pic2

  • Khusus untuk Profesi Independend Business Lawyer sepanjang kita punya keahlian kita bisa melakukan praktek dimana saja,  yang penting kita mempunyai Lisensi PERADI (Persatuan Advokat Indonesia)  untuk beracara di Pengadilan Di Wilayah Yurisdiksi Hukum Indonesia maupun mempunyai Lisensi Konsultan Hukum Pasar Modal yang dikeluarkan oleh Himpunan Konsultan Pasar Modal guna didaftarkan di Otoritas Jasa Keuangan.

Biasanya setelah lulus Fakultas Hukum, maka mulailah mereka mencari pekerjaan yang biasanya melamar Law Firm untuk menjadi Yunior Lawyer, dimana ada yang magang dahulu sebelum lulus atau jika sudah lulus akan bekerja  di Law Firm atau menjadi In-house Legal Counsel di perusahaan yang membutuhkan Lawyer didalam perusahaannya untuk bertanggung dalam Legalitas semua izin maupun dokumen Korporasi  dari Perusahaan dimana dia melamar pekerjaan. bagian Hukum.

  • Perusahaan maupun tempat bekerja itu bisa berbagai bidang usaha dan  beraneka ragam mulai dari Perusahaan Property, Bank, Perusahaan Leasing, Multi Finance, Perusahaan Produk Makanan, Kosmetik, bisa juga di Perusahaan Perkebunan atau farmasi maupun di Perusahaan Minyak /Gas, Perusahaan Tambang batu Bara maupun Perusahaan Kapal Laut, Kapal terbang, Lembaga atau LSM  yang peduli dengan Lingkungan Hidup atau instansi Pemerintah mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan Laut atau Udara,  Telekomunikasi, maupun perusahaan Swasta atau BUMN sesuai dengan rejeki dan nasib serta rejeki  dari si pelamar lulusan Fakultas Hukum tersebut.

Jika si Lawyer tersebut sudah mempunyai pengalaman kerja berkarier di Perusahaan atau Instansi diatas, maka tahapan keduannya biasanya  dia sudah mulai memlih bidang hukum apa yang dia ingin geluti, atau kalau Lawyer sekarang mereka berkeinginan dan berusaha untuk mendapatkan S 2, dan berusaha untuk mencari bea siswa dari  pemberi Bea Siswa atau Scholarship di  internet.

  • Cakupan dari Professi Lawyer itu sangat luas dan banyak, sehingga kemungkinan yang bersangkutan mulai memilih bidang hukum apa yang dia sukai dan minati. Tahapan stress atau pencarian jati diri dari si Pekerja Profesi hukum tersebut juga mulai muncul yang juga dikaitkan dengan besaran gajih atau bayaran serta fasiltas apa yang diperoleh di perusahaan dimana si profesi Lawyer tersebut kehendaki atau inginkan.

Jika orang yang mempunyai pengalaman sebagai lawyer tersebut berkeinginan untuk lebih bebas dan merdeka atas waktu kerja, maka ada sautu saat dimana dia akan bersama-sama dengan beberapa temannya   ngobyek mencari Klien yang membutuhkan nasehat atau jasa hukum misalnya membuat dokumen Perjanjian, melakukan pemeriksaan dokumen hukum, legal due diligence maupun legalitas dari dokumen serta izin yang dibutuhkan oleh perusahaan dimana dia bekerja.

Begitulah untuk Penulis sendiri mempunyai pengalaman perjalanan yang juga Penulis rasakan unik didalam meniti karier dalam profesi Bidang Hukum ini.

Dalam perjalanan selama 15,5 Tahun sebagai Independend Business Lawyer terhitung bulan Juni Tahun 1998, Penulis bispeta-1a merasakan bahwa kita sebagai Independend Business Lawyer yang diberikan ALLAH suatu kesempatan berpengalaman dalam Praktek Hukum dapat mempunyai beberapa pilihan kesempatan untuk bisa berkarya, jika kita sudah mempunyai pengalaman yaitu menjadi  :

  1. Pembicara di Kursus atau Seminar ( jika kita senang Bicara – mempunyai Passion untuk Share Pengalaman serta aspek Business Hukum),
  2.  Tenaga Ahli Hukum dalam suatu PT Konsultasi misalnya  yang bergerak  baik di Bidang Konstruksi, maupun Perminyakan,Gas/Pertambangan.
  3.  Pengacara/Advokat  untuk membela Klien di Pengadilan, Arbitrasi maupun
  4. Konsultan Hukum – Non Litigasi
  5. Menjadi membuka dan mendirikan Kantor Hukum sendiri atau bersama dengan Partner /Rekanan/Sekutu sesama lawyer yang mempunyai Lisensi PERADI.
  6. Menulis Artikel Business Hukum
  7. Membuka Blog   sendiri dan menulis segala macam aspek Hukum baik pengalaman Pribadi sebagai Independend Business Lawyer maupun materi Aspek Hukum yang kita kuasai berdasarkan pengalaman kiDSC00719ta berprakek sebagai Professi Business Lawyer.

Penulis bersyukur dengan izin ALLAH beserta kemauan pilihan Penulis sendiri  telah merasakan ke delapan Butir Pilihan tersebut diatas, dimana sebelumnya Penulis juga pernah menjadi :

Pegawai – dengan Fixed Income selama : 

  • 5 (Lima) Tahun di Kantor Hukum Adnan Buyung Nasution & Associates (Nasution,Lubis,Hadipurtanto) ( tahun 1979 hingga 1984).
  • 5 ( Lima)  Tahun  sebagai Inhouse-Legal Counsel di Perusahaan Minyak/ Gas Huffco Indonesia ( kini Vico Indonesia) (Tahun 1985 – 1990).
  • 5 (Lima ) Tahun sebagai In-House Counsel di PT Freeport Indonesia (Tahun 1993- 1998)

Membuka Kantor Hukum Sendiri : Suleiman & Rekan ( Tahun 1991) ( Self Employed) yang kemudian

pada Tahun 1991 – 1993  bersama dengan Widyawan bersama-sama membuka Kantor Hukum : Agung Suleiman &  Widyawan, dimana 3 (Tiga) Bulan setelah tahun 1991, Almarhum Husein Wiriadinata mengirim Fax ke kantor kami dan meminta Kantor Agung Suleiman &  Widyawan untuk merger dan bergabung dengan Kantor Hukum Delma Juzar & Wiriadinata, dengan Komposisi Share 60% Almarhum Husein Wiriadinata, Widyawan 20% dan Penulis Agung S.Suleiman 20%;

Sewaktu Law Firm Penulis “Agung Suleiman &  Widyawan, “telah merger dan bergabung” dengan  Kantor Delma Juzar & Wiriadinata,  ternyata Nama kantor hasil merger adalah menjadi nama “Kantor Law Office Wiriadinata & Widyawan” dimana nama Kantor Penulis sebagai Partner yaitu  Agung Suleiman tidak muncul dengan alasan dari Almarhum Husein Wiriadinata yang menyatakan bahwa Lawyer Asing dari 5 Law Firm Australia di 5 Kota di Australia menyatakan  Nama Penulis “tidak Saleable”, sehingga Penulis pada tahun 1993 memutuskan untuk mundur saja sebagai  Partner dan bergabung menjadi In-House Legal Counsel di PT Freeport Indonesia .

Begitulah pengalaman dari Penulis dalam perjalanan hidup sebagai Business lawyer dimana pada  Bulan Juni Tahun 1998, Penulis keluar dari PT Freeport dan membuka wadah Kantor Hukum yang semula bernama Suleiman & Co dan kemudian beberapa kali berubah nama dan ganti Partner sehingga kini setelah 15,5 Tahun semenjak Bulan Juni Tahun 1998 bernama Suleiman Agung & Co ( SACO Law Firm)   

  Nah, sungguh menarik bagi kita yang bergelar dan berpendidikan Hukum di Fakultas Hukum, dimana tentunya masing-masing Lawyer mempunyai pengalaman dan pilihan berbeda dengan keunikan masing-masing serta didasarkan kepada kesenangan serta passion dari masing-masing Lawyer apakah memilih Professi Business Lawyer ataukah menjadi pengamat, Penulis, Dosen, Tenaga Ahli Hukum, ataukah memilih menjadi Ahli Hukum Lingkungan, ataukah Hukum Penerbangan, Hukum Pidana, Hukum Perburuhan, Hak Azazi Manusia, Hukum IT atau apapun Karya dan Pilihan professi yang dia mau geluti jika telah Kuliah di Fakultas Hukum dan hendak berkarya didalam kehidupannya masing-masing.

  • Hal ini semua kembali kepada diri kita masing-masing baik itu berdasarkan pilihan hidup, sifat karakteristik dari kita masing-masing apakah memilih ber Avonturir ataukah senang dalam organisasi yang mampan dan meniti Karier tergantung pada diri kita masing-masing serta “setelah dengan sungDSC01031guh-sungguh  berusaha dengan keras dengan berbagai jatuh bangun pengalaman  dengan meminta pertolongan ALLAH, maka Penulis merasakan dalam perjalanan Hidup yang telah dengan Izin ALLAH  mencapai 62 Tahun, terdapat adanya  “Ruang Takdir”  yaitu “Kadar atau Takaran Rejeki” yang dijatahkan kepada kita masing-masing manusia oleh ALLAH YANG MAHA PENCIPTA KEHIDUPAN  dan KEMATIAN  serta Bumi dan Langit beserta segala sesuatu yang ada diantara keduanya yang juga merupakan tantangan dan Ujian serta Cobaan dimana kita diminta oleh SANGA MAHA PENCIPTA dalam Kitab Sucinya termasuk Kitab Suci Al Quran untuk beriman, beramal saleh dengan perbuatan nyata dan bertaqwa serta sabar dan saling nasehat-menasehati dengan kebenaran agar kita mendapatkan berkah dan petunjuk ALLAH dalam mengarungi kehidupan kita baik didunia maupun di Akhirat .
  • Jakarta, 26 Februari 2014
  • Agung Supomo Suleiman
  • BLOG AGUNGSS EXPERIMENTAL 

2 Oktober 2011

Professi Lawyer

Memilih Profesi Lawyer seharusnya dapat mendidik dan mendisiplinkan kita untuk untuk menjadi manusia terhormat dan dapat dipercaya integritasnya, karena memberi pencerahan hukum kepada sekeliling kita ibaratnya diharapkan dapat membantu Klien kita untuk menghormati hukum, etika, norma yang patut dihormati semua para stackholder.

  • Kita tidaklah boleh saling menzalimi melainkan saling memberikan harapan, tidak memanjakan, namun saling dapat meletakan  kondisi dan posisi dari setiap stackholder untuk dapat berkembang menjadi pemain andal, tangguh, dan siap untuk memberikan pelayanan jasa yang professional, good faith, fair play  didalam usaha dan ikhtiar  mencari karunia ALLAH didalam  kehidupan untuk mencari nafkah, karier, masa depan, dan saling membantu memperdayakan diri.

Dalam fakta dunia nyata, kita seringkali  melihat dan menyaksikan secara kasat mata, betapa prinsip saling menhargai, dan saling menghormati seringkali tertutup oleh keinginan secara pintas jalan  mengumpulkan materi secara cepat, tanpa memperhatikan lagi proses good corporate governance, transparancy, dan secara nyata mau membaca kekuatan Riil dari keberadaan kita dalam percaturan persaingan Bisnis   yang ada.

  • Sebagai Profesi Business Lawyer, kita acapkali dihadapkan pada pilihan apakah kita tetap menunjung tinggi martabat profesi Hukum kita yang Independend Profesional ataukah lebih memilih turut terjerembab kedalam perlombaan  mempercepat akumulasi asset dan materi kita secara tidak fair play bahkan mengingkari Kehormatan Professi Hukum Yang Harus Independend dari Keinginanan Hawa Nafsu  Sesaat,  tanpa mau melalui proses yang sulit, yang terjal dan penuh tantangan.

Ibaratnya kita harus  terlebih dahulu mau mendaki gunung, mengurangi lautan, bahkan  menyeberangi jalan yang sulit dan terjal,  demi membawa amanah  “Cahaya Pelitayang sedang ditunggu diseberang Pulau yang mengharapkan adanya Keadilan dan Kebersamaan Hak dan Harga diri  dan martabat untuk berdiri sama tegak dengan sesama manusia yang mengharapkan adanya perbaikan  system didunia yang nyata dan bukan membangun kerusakan dan keserakahan diatas pengorbanan dan penderitaan orang lain atau umat dan golongan lain;

  • Semua tentunya  ingin  dan butuh materi guna melanjutkan  kehidupan yang layak, namun, jika kita telah memilih suatu pilihan menjadi Professi Lawyer Business, kita haruslah membangun diri kita dahulu untuk dapat terbiasa dan berkesinambungan membangun  suatu kharakter, sikap  menghormati Profesi Hukum yang Independend dan tidak bisa dibeli atau diukur dengan Materi semata, meskipun kita jelas perlu materi.

karena yang harus kita Utamakan adalah membangun suatu keadaan disekeliling terdekat kita dengan watak, sikap, kharakter  nuansa kearah jujur, berintegritas, transparansi dan menghormati  diri kita sebelum kita minta orang lain menghormati kita;

Jakarta, 2 Oktober 2011 Minggu Sore

Agung S.Suleiman

SACO LAW FIRM ( Suleiman Agung & Co)

member of  JME

Menara Bidakara, lt2, Kav. 71-71,Jl. Gatot Subroto

18 Mei 2010

Mencari Proyek sebagai Business Lawyer

Wah, sudah hampir 12 tahun semenjak Juni 1998, aku mandiri sebagai profesi Business Lawyer di Jakarta ini. Tidak gampang ya menjadi Lawyer Independent. Ternyata menjalankan profesi Hukum sebagai Konsultan Hukum Business Lawyer jika melakukan praktek sendiri dari Nol, tidak semudah seperti cerita fantasi di dunia khayalan. Yang jelas masalah Cash Flow kita untuk dapat menghidupi kantor dan keluarga kita benar2 menjadi hal yang perlu dipikirkan dalam menggeluti praktek sendiri sebagai Business Lawyer.

Salah satu kiatku supaya dikenal menjalankan usaha Jasa Hukum ini adalah dengan membuka Blog ini maupun Blog berbahasa Inggris yang aku beri Judul AGUNGSS BUSINESS LAWYER NOTE.

Memang tidak semudah membalik telapak tangan atau berkhayal saja, melainkan banyak sport jantungnya,  karena untuk menetapkan Harga Jual Jasa Hukum ini tidak segampang menjual barang yang dibeli oleh individu, karena Customer kita pada umumnya adalah Perusahaan yang membutuhkan Jasa Hukum.   Jika kita mempunyai Link atau pecahan dari suatu Law Firm Besar mungkin lebih mudah untuk dapat survive karena sudah banyak Klien besar yang mengenal kita, maupun Lawyer yang bergabung dengan kita.

Namun, jika kita mulai dari Nol dan membuka sendiri, meskipun kita berasal bekerja sebagai Legal Counsel di perusahaan Besar seperti PT Freeport Indonesia maupun Vico Indonesia ( Huffco Inc.), maupun menjadi Lawyer di Kantor Adnan Buyung Nasution dan  Partner di Kantor Hukum   Delma Juzar & Wiriadinata( Wiriadinata& Wydiawan),  tidak semudah itu kita dapat on The Air didalam menjalankan kantor sendiri kita.

Yang jelas pengalaman menjalankan Law Firm sendiri secara Independent dan Mandiri telah kita jalankan dan lalui selama hampir 12 Tahun semenjak Juni 1998. Dengan demikian jatuh bangun menjalankan kantor sendiri atau Self Employed telah kita lakukan selama 12 tahun ini. Dengan demikian  kita harus percaya dan yakin serta tekun, untuk tetap menjalankan Profesi Hukum kita sebagai Business Lawyer jika memang kita menyenangi Profesi Hukum ini. Yang penting didalam hidup ini adalah menjalankan pekerjaan serta profesi yang kita senangi dan kuasai. Wah karena sudah azan Magrib aku berhenti menulis dulu ya. Cheers       

7 Januari 2010

Pilihan Profesi

Memang hidup ini penuh dengan pilihan. Jika anda memilih suatu profesi maka hal ini dimulai sewaktu anda memilih Bidang Profesi apa yang anda hendak pelajari  dan memperoleh Ilmunya. Sewaktu aku masuk Fakultas Hukum Universitas Indonesia jurusan yang aku pilih adalah Hukum Internasional dimana Skripsiku adalah Hak Kekebalan Diplomatik Asing di Indonesia. Namun pada akhirnya perjalanan profesiku ternyata menjadi seorang Business Lawyer diawali dengan menjadi Konsultan Hukum di Kantor Hukum Adnan Buyung Nasution & Associates  tahun 1979 sewaktu aku lulus dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Hingga kini aku telah 30 tahun berkecimpung dalam Profesiku sebagai Business Lawyer dimana selama 17 1/2 tahun menjadi Pegawai berprofesi Lawyer  /Partner di Law Firm maupun di Perusahaan Pertambangan PT Freeport Indonesia ( Pertambangan Tembaga)  dan Vico Indonesia ( minyak/gas), dan menjelang  13 tahun membuka wadah sendiri  Law  Firm yang kini bernama Suleiman Agung & Co (SACO LAW FIRM). dan berasosiasi dengan JME Group hingga tulisan ini dibuat. Jatuh bangun menjalankan Profesi Business Lawyer sangat menarik,  dimana menurut hemat saya, hal   yang penting dalam menjatuhkan pilihan adalah bahwa kita harus menyenangi bidang profesi yang telah kita pilih.

Selain menggeluti bidang Profesi Business Lawyer, aku kini  senang menulis dibeberapa  Blog yang aku buat,  dimana salah satu Blognya yang dalam Bahasa Indonesia adalah AGUNGSS BLOG HUKUM ADVOKAT LAWYER ini dimana aku senang berbagi pengalaman menjalani  profesi Business Lawyer termasuk tulisan mengenai masalah aspek hukum terkait business di Indonesia. Sebagai Business Lawyer  kita harus mempunyai integritas yang tinggi dalam profesi ini.

Dikalangan masyarakat Indonesia yang banyak bermunculan di Media dan berita adalah terkait Lawyer Litigasi di Pengadilan dimana secara tidak langsung masyarakat umum dapat belajar dan mengenal banyak istilah hukum yang digunakan di Pengadilan khususnya yang terkait dengan Kasus yang terangkat kepermukaan antara lain Kasus Pemberantasan Korupsi yang ditangani oleh KPK.

Kasus  Hukum yang juga muncul belakang hari ini adalah terkait masalah gugatan  Pencemaran Nama baik, yang muncul dari adanya keluhan seorang Pasien bernama Prita mengenai pelayanannya di salah satu rumah sakit di Jakarta. Kita lihat perkembangan terakhir adalah bahwa Gugatan Pidana Pencemaran Nama terhadap Prita tidak dapat diterima oleh Pengadilan Negeri. Adapun kasus perdatanya masyarakat umum mempunyai penilaian tersendiri atas rasa keadilan atas kasus ini dimana dengan adanya Putusan Pengadilan yang mengenakan Prita untuk membayar sekitar Rp 204 juta ternyata direspons oleh Maysyarakat dengan mengumpulkan Koin yang berjumlah Rp sekitar Rp600 juta sehingga  jauh  melebihi Putusan Pengadilan, dimana pada akhirnya RS  mencabut gugatan terhadap Prita tersebut.

Kembali kepada Profesi Lawyer, maka jika kita  amati dalam praktek di Indonesia,  jika kita bicara mengenai Lawyer, pada umumnya bidang Lawyer terbagi 2 (dua) yaitu (1) Lawyer Yang berpraktek di Pengadilan – seringkali disebut Litigator dan (b) Lawyer Konsultasi -Non-Litigasi yang tidak berperkara di Pengadilan melainkan membantu Klien yang umumnya Perusahaan yang melakukan kegiatan  Bisnis di Indonesia.

Lawyer yang bergerak dalam Konsultasi inilah yang sekarang terdaftar dan tercatat di Bapepam sebagai Konsultan Pasar Modal,  sedangkan yang berpraktek di Pengadilan pada saat ini harus mempunyai Kartu Tanda Advokat dalam hal ini  Peradi ( Persatuan Advokat Indonesia). Lawyer yang bergerak dalam Konsultasi sebenarnya tidak hanya terbatas kepada memberikan Nasehat Hukum dalam Pasar Modal melainkan dalam segala aspek hukum dalam business oleh Perusahaan di Indonesia.

Begitulah dengan adanya 2 aspek Profesi lawyer yaitu Litigasi dan Non-Litigasi atau Lawyer Konsultan maka jika kita kebetulan belajar bidang materi Hukum di Fakultas Hukum baik negeri maupun swasta di Indonesia pada akhirnya kita dijatuhkan pada pilihan profesi tersebut diatas.

Selanjutnya jika kita Praktek di Pengadilan, biasanya Perusahaan akan menunjuk Lawyer Litigasi dengan memberikan Surat Kuasa untuk mewakili kepentingan Perusahaan beracara di Pengadilan. Adapun jika kita menjadi Lawyer Non-Litigasi kita bisa memilih bekerja sebagai In-house Legal Counsel di Perusahaan yang melakukan kegiatan Bisnis di Indonesia, atau anda dapat memilih menjadi  Lawyer  di Kantor Konsultan Hukum di Indonesia.

Adapun Profesi Lawyer yang memilih berpraktek dan membuka kantor sendiri maka Lawyer tersebut dapat sendiri atau bersama dengan sesama Profesi lawyer. Yang penting untuk dapat menjalankan profesi hukum selain mereka harus lulus Fakultas Hukum di Indonesia, jika mereka memilih untuk menjalankan profesi hukum diluar Perusahaan,  maka mereka ini harus mempunyai izin dimana pada saat ini di Indonesia yang mengeluarkan izin untuk konsultan hukum adalah Bapepam dengan memberikan  Lisensi Konsultan Hukum Pasar Modal. Sedangkan yang berlitigasi atau beracara di Pengadilan  harus mempunyai izin praktek yang dikeluarkan oleh Peradi. Masalah Wadah persatuan Advokat ini sekarang menjadi masalah sebagaimana kita dapat lihat beritanya di Media.

4 Januari 2010

Apa Fungsi Bisnis Lawyer ?

Yah banyak dari kita di Indonesia masih mempertanyakan Apa Fungsi Bisnis Lawyer ? Apakah kita perlu memakai jasa Bisnis Lawyer.  Apa gunanya memakai Bisnis Lawye r ?

Pertanyaan ini jelas sangat wajar dikemukakan mengingat di Indonesia biasanya bisnis dilakukan begitu saja dan jika kita memakai Bisnis Lawyer dianggap akan menambah ongkos biaya saja dari Perusahaan. Toh bisnis  bisa berjalan lancar saja tuh tanpa adanya keterlibatan dari Bisnis Lawyer.

Perusahaan Berafiliasi ke Pemegang Saham USA

Adapun jika perusahaan tersebut berafiliasi ke perusahaan USA atau Amerika Serikat, karena Penulis pernah menjadi In-House Legal Counsel di- 2  perusahaan yang dimiliki oleh Pemegang Saham dari USA masing-masing Vico ( semula bernama Huffco) yang bergerak dalam minyak dan gas di Kalimantan serta di PT Freeport Indonesia Company perusahaan tambang yang beroperasi di Irian, selama masing-masing 5 ( lima)  tahun,  maka Penulis sadar bahwa kebutuhan seorang In House Counsel sangat dirasakan penting.

Hal ini disebabkan penasehat Hukum atau In House Legal Counsel di Perusahaan yang berafiliasi dengan Pemegang Saham USA akan senantiasa  melapor  kepada Management, dimana management tidak akan  menandatangani  Perjanjian, dokumen korporasi atau dokumen apapun  yang mengikat Perusahaan,  tanpa terlebih  dahulu  ada pembubuhan Initial dari In-House Legal Counsel, sebagai tanda telah diperiksa dan disetujui oleh Bisnis Lawyer. Kebiasaan ini merupakan budaya korporasi dari perusahaan USA yang memang sangat membutuhkan adanya jaminan telah direview dan disetujuinya dokumen Perjanjian maupun dokumen korporasi yang mengikat Perusahaan  oleh In-House Legal Counsel tersebut.

Sejarah Budaya Perusahaan Indonesia terkait Kebutuhan Bisnis Lawyer

Adapun budaya perusahaan Indonesia, terindikasi merasakan diperlukannya  advis hukum atau pemeriksaan dokumen Perjanjian maupun Korporasi dari Perusahaan oleh Penasehat Hukum,  adalah setelah terjadinya banyak  kasus hukum yang muncul di Media Masa. Pemberitaan di Media Masa atas Perusahaan yang pemilik sahamnya adalah  Indonesia biasanya  terkait masalah Tindak Pidana yang menyangkut Pucuk Pimpinan Perusahaan yang terlibat tindak pidana korupsi sehingga harus berurusan dengan Gedung  Bundar alias Kejaksaan Agung. Hal ini biasanya terkait dengan adanya penyimpangan dana Proyek yang berasal dari Anggaran Belanja Negara sehingga terlibat adanya dana milik Negara yang dikorupsi.

Dengan demikian proses kesadaran pentingnya dirasakan melibatkan Bisnis Lawyer di perusahaan yang dimiliki oleh Pemegang Saham Indonesia terindikasi  prosesnya berbeda dengan dibutuhkan Bisnis Lawyer oleh Perusahaan asing khususnya Perusahaan yang berafiliasi pemegang saham dari USA yang beroperasi di Indonesia.

Kesadaran Pentingnya melibatkan Bisnis Lawyer oleh Perusahaan

Apapun prosesnya dan latar belakangnya,  nampaknya kesadaran akan penting dan perlunya pemeriksaan dan review atas Dokumen Perjanjian, Dokumen Korporasi maupun Perjanjian Pinjaman atau Restrukturisasi Hutang oleh Bisnis Lawyer yang biasanya dilakukan baik oleh In-House Legal Counsel maupun berkoordinasi dengan Bisnis Lawyer dari luar Perusahaan semakin meningkat. Hal ini adalah  guna memberikan kepastian bahwa Perusahaan maupun Management Perusahaan dapat merasa aman dan nyaman karena segala tindakan Korporasi Perusahaan dengan pihak ketiga khususnya jika melibatkan uang atau Dana Budget Negara dari aspek hukum telah dirasakan memadai dan melindungi kepentingan management khususnya jajaran Direksi, pemegang saham sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

Jakarta

3 Desember 2010

Agung Supomo Suleiman

Partner

Suleiman Agung & Co

Blog di WordPress.com.

PELANGI

Pelangi menjadi salah satu bukti keagungan Tuhan YME..

Angwie on Blog

No one else...just you and me...

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

Un2kmU

semuanya hanya untukmu...

PELANGI

Pelangi menjadi salah satu bukti keagungan Tuhan YME..

Angwie on Blog

No one else...just you and me...

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

Un2kmU

semuanya hanya untukmu...

%d blogger menyukai ini: