SNAPSHOT ARTIKEL HUKUM BISNIS AGSS LAW – SACO AGUNGSS

1 Maret 2016

Freelance Independent Business Lawyer

Yah dalam perjalanan hidup sebagai Profesi Independent Business Lawyer, nampaknya kalau dikaji dan diamati Penulis dalam melaksanakan praktek sebagai Independent Business Lawyer selama lebih dari 17 Tahun lebih semenjak 1 Juni 1998 memuju 18 Tahun, setelah semula bekerja sebagai Legal Consultant  di Law Firm ( 5 Tahun) dan In- House Legal Counsel di  Perusahaan Minyak Gas Huffco Indonesia – Vico Indonesia (5 Tahun) dan 2 tahun jadi Partner di suatu Law Firm  dan In- House Legal Counsel di Perusahaam Tembaga dan Emas PT Freeport Indonesia (5 Tahun)    adalah lebih tepat dan mendekati serta Trend – Kecenderungan mengarah sebagai “Freelance Independent Business Lawyer”, karena rasanya lebih nyaman dan flexible baik mengenai waktu dan tempat untuk melaksanakan Jasa Hukum kepada Klien yang membutuhkannya,  dimana yang paling penting  bagi kita FreeLance Independent Business Lawyer di Era Global IT  Komunikasi adalah  mempunyai peralatan Computer serta Email untuk bisa berkorespondensi, serta WA  dengan Klien,  karena pada kenyataannya Klien yang dilayani oleh Penulis  tertarik untuk mendapatkan hasil dari Jasa Konsultasi Hukum Bisnis misalnya antara lain berupa dibuatkan Perjanjian  Kerjasama Bisnis  yang dibutuhkan untuk mengakomodasi keperluan Bisnisnya,  khususnya untuk melindungi kepentingan aspek hukum  dari kegiatan bisnisnya.

  • Secara Ongkos Legal Fee juga lebih Flexible dan kompetetif wajar dibandingkan dengan menggunakan Law Firm.

Memang kalau kebetulan kita menyandang pendidikan Lawyer atau Pendidikan Hukum di Fakultas Hukum maka tergantung kepada kita gaya dan pilihan cara bagaimana yang paling dirasakan nyaman, menyenangkan serta pas bagi kita sebagai Professi Lawyer. Yang penting kita mempunyai Lisensi  Advokat misalnya Peradi ( Perhimpunan Advokat Indonesia);

  • Nah tentunya adalah pilihan dan juga rejeki serta garis tangan dari masing-masing Lawyer tersebut untuk memilih cara dan gaya hidup untuk mempraktekkan ilmu pengetahuan maupun pengalaman yang dilalui oleh Lawyer tersebut.

Bagi Penulis yang lebih senang tidak terikat dengan protokoler Jam Kerja yang ketat, lebih senang untuk menjatuhkan pilihan hidup untuk “lebih bebas dan flexible” baik tempat dan waktu untuk melakukan Praktik Pemberian Jasa Hukum yang umumnIMG00209-20120429-1536ya terlibat sebagai Freelance Independent Business Lawyer.

Yang penting pekerjaan Jasa Hukum yang dibutuhkan Klien bisa kita lakukan dengan tanggung jawab secara professional dan menjaga mutu pekerjaan yang baik dan berbobot. Adapun bagaimana dan dimana maupun cara kita sebagai Freelancer Independent Business Lawyer mengerjakan pekerjaan Jasa Hukum adalah sepenuhnya tergantung dari kita; 

  • Saat ini nampaknya banyak juga Lembaga yang mengkoordinasi para Freelance Lawyer ini baik secara Global maupun Regional dan Lokal yang bisa kita temukan di Website misalnya Freelance Lawyer Global..    

Freelancer ini bukan hanya untuk Lawyer tapi bisa bermacam profesi seperti kita bisa lihat dalam Freelancer di Indonesia

Kekurangan dari Freelance Independent Business Lawyer ialah :

  • tidak ada Jamninan penghasilan tetap disetiap akhir bulan, sehingga Penghasilan Legal Fee dari Klien harus diatur sedemikian rupa untuk bisa mencukupi kelangsungan hidup dari Freelance Lawyer tersebut.
  • Tidak ada asuransi Pegawai dimana Freelancer Lawyer tersebut harus mencari asuransi sendiri antara lain BPJS untuk di Indonesia .
  • Tidak ada Pensiun seperti yang dialami atau dinikmati oleh Pegawai di suatu Perusahaan yang tetap, sehingga Pensiun kita adalah akumulasi aset yang sudah dapat dikumpulkan dengan izin AL547130_4018003258398_132607727_nLAH. 

Keuntungan dari Freelance Independent Business Lawyer:

  • Kita adalah Boss kita sendiri ( “Self-Employed”)
  • Waktu kita untuk mau menjalankan Jasa Hukum kita adalah bebas ditentukan kita sendiri sebagai Freelance Lawyer tersebut.
  • Kita tidak terikat sebagai Pegawai Tetap yang harus berada terus di Ruangan Kerja dari pagi jam 8.00 pagi hingga jam 5.00 Sore
  • Kita bebas memilih Klien model dan bidang bisnis apa yang kita senang cari pengalaman atau geluti.

Nah Penulis sadar bahwa ternyata Penulis dengan mengamati perjalanan hidup sebagai Profesi Lawyer telah Cenderung menjadi Freelance Independent Business  Lawyer sendiri dengan membuka Blog ini sebagai media memperkenalkan diri Professi Penulis sebagai Freelance Independent Business Lawyer…dimana Penulis rasakan lebih pas dengan keinginan dan pilihan hidup dari Penulis yang semula telah merintis pengalaman dahulu sebagai Inhouse Legal Counsel selama beberapa tahun yang tidak lebih dari 5 Tahun disuatu tempat….memang semua ini adalah Pilihan Hidup ………bagi para Profesional …….

Jakarta 1 Maret 2016 – 2 Maret 2016

Agung Supomo Suleiman

Freelance Independent Business Lawyer 

 

Iklan

2 Oktober 2011

Professi Lawyer

Memilih Profesi Lawyer seharusnya dapat mendidik dan mendisiplinkan kita untuk untuk menjadi manusia terhormat dan dapat dipercaya integritasnya, karena memberi pencerahan hukum kepada sekeliling kita ibaratnya diharapkan dapat membantu Klien kita untuk menghormati hukum, etika, norma yang patut dihormati semua para stackholder.

  • Kita tidaklah boleh saling menzalimi melainkan saling memberikan harapan, tidak memanjakan, namun saling dapat meletakan  kondisi dan posisi dari setiap stackholder untuk dapat berkembang menjadi pemain andal, tangguh, dan siap untuk memberikan pelayanan jasa yang professional, good faith, fair play  didalam usaha dan ikhtiar  mencari karunia ALLAH didalam  kehidupan untuk mencari nafkah, karier, masa depan, dan saling membantu memperdayakan diri.

Dalam fakta dunia nyata, kita seringkali  melihat dan menyaksikan secara kasat mata, betapa prinsip saling menhargai, dan saling menghormati seringkali tertutup oleh keinginan secara pintas jalan  mengumpulkan materi secara cepat, tanpa memperhatikan lagi proses good corporate governance, transparancy, dan secara nyata mau membaca kekuatan Riil dari keberadaan kita dalam percaturan persaingan Bisnis   yang ada.

  • Sebagai Profesi Business Lawyer, kita acapkali dihadapkan pada pilihan apakah kita tetap menunjung tinggi martabat profesi Hukum kita yang Independend Profesional ataukah lebih memilih turut terjerembab kedalam perlombaan  mempercepat akumulasi asset dan materi kita secara tidak fair play bahkan mengingkari Kehormatan Professi Hukum Yang Harus Independend dari Keinginanan Hawa Nafsu  Sesaat,  tanpa mau melalui proses yang sulit, yang terjal dan penuh tantangan.

Ibaratnya kita harus  terlebih dahulu mau mendaki gunung, mengurangi lautan, bahkan  menyeberangi jalan yang sulit dan terjal,  demi membawa amanah  “Cahaya Pelitayang sedang ditunggu diseberang Pulau yang mengharapkan adanya Keadilan dan Kebersamaan Hak dan Harga diri  dan martabat untuk berdiri sama tegak dengan sesama manusia yang mengharapkan adanya perbaikan  system didunia yang nyata dan bukan membangun kerusakan dan keserakahan diatas pengorbanan dan penderitaan orang lain atau umat dan golongan lain;

  • Semua tentunya  ingin  dan butuh materi guna melanjutkan  kehidupan yang layak, namun, jika kita telah memilih suatu pilihan menjadi Professi Lawyer Business, kita haruslah membangun diri kita dahulu untuk dapat terbiasa dan berkesinambungan membangun  suatu kharakter, sikap  menghormati Profesi Hukum yang Independend dan tidak bisa dibeli atau diukur dengan Materi semata, meskipun kita jelas perlu materi.

karena yang harus kita Utamakan adalah membangun suatu keadaan disekeliling terdekat kita dengan watak, sikap, kharakter  nuansa kearah jujur, berintegritas, transparansi dan menghormati  diri kita sebelum kita minta orang lain menghormati kita;

Jakarta, 2 Oktober 2011 Minggu Sore

Agung S.Suleiman

SACO LAW FIRM ( Suleiman Agung & Co)

member of  JME

Menara Bidakara, lt2, Kav. 71-71,Jl. Gatot Subroto

21 September 2011

Berani Bersikap AMBIL KEPUTUSAN

Yah, sudah 1 (satu) tahun aku lalui pengalaman diseconded oleh Law Firmku Suleiman Agung & Co ( SACO LAW FIRM) pada suatu perusahaan holding,  selama aku mandiri lebih dari 13 tahun semenjak 1 Juni 1998,  dengan wadah yang kini bernama  Law Firm Suleiman Agung & Co ( SACO Law Firm);

  • Aku merasakan lebih bebas dan merdeka menjadi Konsultan Hukum lepasan ketimbang diseconded, karena jika  diseconded dengan waktu  3 atau 2 hari  berada dikantor Klien setiap 1 minggu dengan disediakan kursi meja dikantor Klien,  aku rasakan sebagai Pegawai yang harus duduk terus dibelakang meja

termasuk  jenuh dengan sikap beberapa individu dikantor Klien  yang merasa   majikan, sehingga  advis hukum kita kadangkala dianggap  advis   pegawai  kepada atasan, dimana risiko hukum   terasa  diabaikan, karena menganggap  nasehat dari pegawai bawahan.

  • Persoalan mendasar jika diseconded adalah aku merasa lebih diperlakukan sebagai pegawai padahal aku adalah profesional Lawyer yang Independend dan merdeka dari kungkungan  duduk diruangan dengan manis sehingga kehilangan Rasa Kemerdekaanku.

Aku  merasa jenuh karena  aku  terbiasa bebas memilih dimana aku hendak bekerja, apakah di tempat minum kopi Tiam  sambil mengetik dan bekerja atau dikantorku sendiri dengan mendengarkan musik sambil bekerja ngetik serta Draft kontrak atau  istirahat sejenak keluar ruangan dan jalan dialam terbuka yang tidak tersekat dengan dinding….

  •  Berdasarkan pengalaman ini aku bersikap  mengambil Keputusan  tidak memperpanjang sistem seconded ini, karena aku  sudah terbiasa menjadi Lawyer Yang Independend baik waktu, tempat dan kapan aku mau mengerjakan pekerjaan jasa hukum tersebut.
  • Aku lebih nikmat , merasakan sebagai Konsultan Hukum  Independend dengan wadah  SACO LAW FIRM;

Mungkin kalau diumpamakan dalam dunia  makhluk  aku lebih memilih menjadi “binatang  lepas” dari Kandang, dan dapat “berkelana bebas”  dalam mengexplore kehidupan ini, tentunya bagiku dalam framework profesi hukum khususnya Business Lawyer secara Independend dan Merdeka;

  • Kehidupan itu memanglah pilihan hidup dan tergantung dari perjalanan  pengalaman kita masing-masing untuk memilih cara hidup apa yang hendak diambil sesuai  tabiat dan karakter kita masing2;

Mungkin tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar; namun bagi diriku aku  terbiasa  berani mengambil sikap bebas  merdeka, apalagi umurku Alhamdulillah dengan izin ALLAH sudah dapat mencapai   60 Tahun tahun ini atau kian mendekati …dunia alam lain kenapa harus terus duduk melupakan adanya sinar matahari diluar ruangan alam yang bebas…..sambil naik bis…sebagai rakyat biasa …menikmati kehidupan serta alam terbuka dengan hijaunya dedaunan…

  • Aku  bersyukur  diberikan keberanian  terbiasa  mengambil sikap dan keputusan disaat Crusial , tentunya setelah sesuai kepercayaan dan keimanan kita,  aku  mohon minta diberikan petunjuk oleh ALLAH Sang Maha Pencipta dan

setelah berdiskusi dengan keluarga dan anak kita yang telah  dewasa dan  bekerja,  untuk mengambil sikap dalam  hal  kita rasakan  Milestone serta berada dipersimpangan jalan atau perempatan jalan yang berimplikasi keuangan atau cash flow;

  • Begitulah, kemarin tepat pada tanggal berakhirnya 1 tahun Masa Berlakunya Retainer arrangement  berdasarkan sistem Seconded, syukur ALHAMDULLILAH aku telah “Berani mengambil sikap untuk Bebas Merdeka dalam menjalankan Profesi ku sebagai Corporate Business Lawyer yang Independend.

Mungkin kalau lagu ” Born  Free as free as the Wind Blows.as free as the Grass Grows … “Insya ALLAH diberkahi ALLAH.

Jakarta, 21 September 2011

Agung S.Suleiman

AGUNGSS BUSINESS LAWYER NOTE 

7 Januari 2010

Pilihan Profesi

Memang hidup ini penuh dengan pilihan. Jika anda memilih suatu profesi maka hal ini dimulai sewaktu anda memilih Bidang Profesi apa yang anda hendak pelajari  dan memperoleh Ilmunya. Sewaktu aku masuk Fakultas Hukum Universitas Indonesia jurusan yang aku pilih adalah Hukum Internasional dimana Skripsiku adalah Hak Kekebalan Diplomatik Asing di Indonesia. Namun pada akhirnya perjalanan profesiku ternyata menjadi seorang Business Lawyer diawali dengan menjadi Konsultan Hukum di Kantor Hukum Adnan Buyung Nasution & Associates  tahun 1979 sewaktu aku lulus dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Hingga kini aku telah 30 tahun berkecimpung dalam Profesiku sebagai Business Lawyer dimana selama 17 1/2 tahun menjadi Pegawai berprofesi Lawyer  /Partner di Law Firm maupun di Perusahaan Pertambangan PT Freeport Indonesia ( Pertambangan Tembaga)  dan Vico Indonesia ( minyak/gas), dan menjelang  13 tahun membuka wadah sendiri  Law  Firm yang kini bernama Suleiman Agung & Co (SACO LAW FIRM). dan berasosiasi dengan JME Group hingga tulisan ini dibuat. Jatuh bangun menjalankan Profesi Business Lawyer sangat menarik,  dimana menurut hemat saya, hal   yang penting dalam menjatuhkan pilihan adalah bahwa kita harus menyenangi bidang profesi yang telah kita pilih.

Selain menggeluti bidang Profesi Business Lawyer, aku kini  senang menulis dibeberapa  Blog yang aku buat,  dimana salah satu Blognya yang dalam Bahasa Indonesia adalah AGUNGSS BLOG HUKUM ADVOKAT LAWYER ini dimana aku senang berbagi pengalaman menjalani  profesi Business Lawyer termasuk tulisan mengenai masalah aspek hukum terkait business di Indonesia. Sebagai Business Lawyer  kita harus mempunyai integritas yang tinggi dalam profesi ini.

Dikalangan masyarakat Indonesia yang banyak bermunculan di Media dan berita adalah terkait Lawyer Litigasi di Pengadilan dimana secara tidak langsung masyarakat umum dapat belajar dan mengenal banyak istilah hukum yang digunakan di Pengadilan khususnya yang terkait dengan Kasus yang terangkat kepermukaan antara lain Kasus Pemberantasan Korupsi yang ditangani oleh KPK.

Kasus  Hukum yang juga muncul belakang hari ini adalah terkait masalah gugatan  Pencemaran Nama baik, yang muncul dari adanya keluhan seorang Pasien bernama Prita mengenai pelayanannya di salah satu rumah sakit di Jakarta. Kita lihat perkembangan terakhir adalah bahwa Gugatan Pidana Pencemaran Nama terhadap Prita tidak dapat diterima oleh Pengadilan Negeri. Adapun kasus perdatanya masyarakat umum mempunyai penilaian tersendiri atas rasa keadilan atas kasus ini dimana dengan adanya Putusan Pengadilan yang mengenakan Prita untuk membayar sekitar Rp 204 juta ternyata direspons oleh Maysyarakat dengan mengumpulkan Koin yang berjumlah Rp sekitar Rp600 juta sehingga  jauh  melebihi Putusan Pengadilan, dimana pada akhirnya RS  mencabut gugatan terhadap Prita tersebut.

Kembali kepada Profesi Lawyer, maka jika kita  amati dalam praktek di Indonesia,  jika kita bicara mengenai Lawyer, pada umumnya bidang Lawyer terbagi 2 (dua) yaitu (1) Lawyer Yang berpraktek di Pengadilan – seringkali disebut Litigator dan (b) Lawyer Konsultasi -Non-Litigasi yang tidak berperkara di Pengadilan melainkan membantu Klien yang umumnya Perusahaan yang melakukan kegiatan  Bisnis di Indonesia.

Lawyer yang bergerak dalam Konsultasi inilah yang sekarang terdaftar dan tercatat di Bapepam sebagai Konsultan Pasar Modal,  sedangkan yang berpraktek di Pengadilan pada saat ini harus mempunyai Kartu Tanda Advokat dalam hal ini  Peradi ( Persatuan Advokat Indonesia). Lawyer yang bergerak dalam Konsultasi sebenarnya tidak hanya terbatas kepada memberikan Nasehat Hukum dalam Pasar Modal melainkan dalam segala aspek hukum dalam business oleh Perusahaan di Indonesia.

Begitulah dengan adanya 2 aspek Profesi lawyer yaitu Litigasi dan Non-Litigasi atau Lawyer Konsultan maka jika kita kebetulan belajar bidang materi Hukum di Fakultas Hukum baik negeri maupun swasta di Indonesia pada akhirnya kita dijatuhkan pada pilihan profesi tersebut diatas.

Selanjutnya jika kita Praktek di Pengadilan, biasanya Perusahaan akan menunjuk Lawyer Litigasi dengan memberikan Surat Kuasa untuk mewakili kepentingan Perusahaan beracara di Pengadilan. Adapun jika kita menjadi Lawyer Non-Litigasi kita bisa memilih bekerja sebagai In-house Legal Counsel di Perusahaan yang melakukan kegiatan Bisnis di Indonesia, atau anda dapat memilih menjadi  Lawyer  di Kantor Konsultan Hukum di Indonesia.

Adapun Profesi Lawyer yang memilih berpraktek dan membuka kantor sendiri maka Lawyer tersebut dapat sendiri atau bersama dengan sesama Profesi lawyer. Yang penting untuk dapat menjalankan profesi hukum selain mereka harus lulus Fakultas Hukum di Indonesia, jika mereka memilih untuk menjalankan profesi hukum diluar Perusahaan,  maka mereka ini harus mempunyai izin dimana pada saat ini di Indonesia yang mengeluarkan izin untuk konsultan hukum adalah Bapepam dengan memberikan  Lisensi Konsultan Hukum Pasar Modal. Sedangkan yang berlitigasi atau beracara di Pengadilan  harus mempunyai izin praktek yang dikeluarkan oleh Peradi. Masalah Wadah persatuan Advokat ini sekarang menjadi masalah sebagaimana kita dapat lihat beritanya di Media.

Blog di WordPress.com.

PELANGI

Pelangi menjadi salah satu bukti keagungan Tuhan YME..

Angwie on Blog

No one else...just you and me...

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

Un2kmU

semuanya hanya untukmu...

PELANGI

Pelangi menjadi salah satu bukti keagungan Tuhan YME..

Angwie on Blog

No one else...just you and me...

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

Un2kmU

semuanya hanya untukmu...

%d blogger menyukai ini: