SNAPSHOT ARTIKEL HUKUM BISNIS AGSS LAW – SACO AGUNGSS

1 April 2017

Mutatis Mutandis Back To Back Subcontract Drilling Agreement

Wah sudah lama nih tidak berkunjung ke Blog Snapshot Artikel Hukum Bisnisness AgsS Law ini,  biasa karena baru  selesai tersita membantu salah satu Klien terkait  aspek Hukum Kontraktual antara suatu Perusahaan Drilling yang mendapatkan subcontract dari Kontraktor yang mempunyai kontrak dengan Operator dalam Main Contract antara Contractor dan Operator khusus untuk penyediaan Drilling Rig maupun Drilling Services;

Yang agak unik dari sudut  Aspek Hukum Kontraktualnya  adalah bahwa Perjanjian  Back to Back Subcontract Agreement (“Perjanjian Subcontract”)  memilih Governing Law-nya Hukum Indonesia maupun Arbitrasi BANI, sedangkan Perjanjian Utama atau Main Contractnya antara Contractor dan Operatornya memilih Hukum Inggris maupun Forum Arbitrasi diluar Indonesia;

 Perjanjian Subcontract  menggunakan  Judul Back to Back Subcontract Agreement, dimana terindikasi bahwa yang dimaksud dengan Back to Back adalah bahwa salah satu Klausula di Perjanjian Subcontract menyetujui  diterapkannya Konsep Mutatis Mutandis.  

Maksud dari Mutatis Mutandis yang Penulis dapat serap  sebagaimana disepakati dalam Perjanjian Subcontract adalah bahwa  Subcontractor di Perjanjian Subcontract berhak mengambil manfaat baik kewajiban maupun Liabilities yang “Sama” yang diberikanimage005 di Main Contract kepada Contractor, misalnya jika  Contractor diberikan “Pembatasan Liabilities” dalam Main Contract  terkait Kewajiban untuk mengganti atau memperbaiki  bagian atau seluruh  Peralatan yang harus disediakan oleh Contractor kepada Operator   yang perlu diperbaiki karena Defect, dengan tidak melampui  Total Pembayaran yang diterima oleh Contractor dari Operator, maka Subcontract juga berhak mendapatkan Pembatasan Liabilities tersebut.

Namun  pada fakta kenyataannya,  dalam Perjanjian Subcontract, terindikasi bahwa Contractor telah membebankan  kepada Subcontractor suatu Beban Liabilities atau Tanggung Jawab Keuangan yang dapat  melampui  “Total Penerimaan yang diterima oleh Subcontractor”, disaat  suatu Drilling Rig yang disediakan oleh Subcontractor  tidak beroperasi lebih dari misalnya 72 Jam per 1 Bulan, dimana  Subcontractor pada setiap Hari dikenakan Zero Rate oleh Operator, maka Contractor akan mengenakan beban terhadap Subcontract untuk Merimburse- Mengganti Ongkos BiaDrilling Rigya yang dikeluarkan oleh Contractor untuk pembayaran Standby  Cost maupun Ongkos Biaya dari Service Product Line dari para subcontractor lainnya dari Contractor terkait dengan Suatu Drilling Rig yang tidak beroperasi tersebut, hal mana jelas “Sangat Merugikan Subcontractor secara bisnis komersial keuangan”, disebabkan Subcontractor hanyalah terbatas mendapatkan Bayaran Daily Jasa Drilling Operation Fee untuk Scope Services Penyediaan Drilling Rig maupun segala peralatan yang ditentukan dalam minimum requirements yang harus tersedia di Lapangan Lokasi Drilling  Rig beroperasi.

Perlu dicatat bahwa Perjanjian Main Contract-nya  adalah Integrated Project Management (IPM), dimana Contractor mendapatkan sebagian Scope Of Work dari Operator yaitu antara lain menyediakan Drilling Equipment serta melaksanakan Drilling Services, adapun Well Testing serta Civil Work diberikan kepada Perusahaan lain oleh Operator.

Hal   diatas jelas secara aspek Hukum Kontratupic2al kebiasaan yang berlaku  di Industri Drilling Rig di Indonesia khususnya di Oil n Gas maupun Geothermal adalah “sama sekali tidak Fair –  wajar” dan tidak dapat diterima, apalagi Contractor sendiri di Main Contractor-nya telah mendapatkan “Pembatasan Liabilities” terbatas hanya untuk memperbaiki bagian Peralatan maupun dibatasi Tanggung Jawab Pengantiannya  tidak boleh “Melampaui  Total Pembayaran yang dibayarkan oleh Operator kepada Contractor”, sehingga SubContractor  sexcara ketentuan Perjanjian Subcontractnya berhak menerapkan “Konsep Mutatis Mutandis” yang telah disepakati bersama dalam Back to Back Subcontract Agreement antara Subcontractor dan Contractor.      

Yah mungkin sekian dahulu Artikel Tulisan Hukum Kontractual  Bisnis pada malam hari ini menjelang Isa oleh Penulis dari Blog Snapshot Artikel Hukum AgsS Law ini.

Jakarta, 1 April 2017

Agung Supomo Suleiman   

AgsS Law Independent Business Lawyer

AGUNGSS EXPERIMENTAL BLOG

23 Juli 2017

Indonesia di Pusaran Geopolitik – Sumber Daya Alam- China Versus USA dari Natuna hingga Lautan China Selatan

Sistem Pengelolaan  dari Hulu hingga Hilir dari  Sumber Daya Alam  terindikasi tidak diatur secara mendetail  didalam  Kitab  Suci. 

Adapun pengertian Umum dari Sistem Pengelollan Sumber Daya Kekayaan alam mulai dari Hulu hingga Hilir  adalah mencakup Kegiatan  antara lain dari  :

Pencarian (Penyelidikan Umum), Eksplorasi {menjalankan Seismic memperoleh Data Geology hingga Study Data Geology),   Feasibility  StudyExploitasi,  Pengembangan – Pembangunan KonstruksiFasilitas Produksi – Kilang Minyak, Refinery, Smelter (untuk Bahan Tambang Tembaga dan Emas),  Produksi, Pemasaran dan Pemanfaatan atas Sumber Daya Kekayaan ALAM yang dikarunia oleh ALLAH kepada manusia di Suatu Wilayah tertentu diberbagai belahan dunia ini,  berupa  Tambang Keras berupa antara lain (i) Logam antara lain :  Besi, Nikel, Aluminium,  (ii) Non Logam antara lain –  Galian C- Pasir, Kapur,  (iii) Organik Fosil : Minyak – Gas, hingga (iv) Air (v) Angin, (vi) Matahari, 

ALLAH PENCIPTA LANGIT DAN BUMI

Yang diatur oleh ALLAH dalam Kitab Suci Al Quran sebagai Kitab Suci penganut Muslim (Berserah diri kepada ALLAH Yang Maha Esa),  adalah  bahwa :

  • ALLAH yang menciptakan Langit dan Bumi dan semua yang ada diantara keduanya, maupun yang ada dibawah tanah.
  • ALLAH yang menciptakan gunung sebagai pasak  bumi supaya Buminya tidak goyang.
  • terdapat Surat Besi dalam Kitab Suci AL Quran
  • Pada Hari Kiamat ALLAH akan mengeluarkan semua isi perut bumi keluar, sehingga dunia dan gunungnya  menjadi rata.

KEBEBASAN MANUSIA UNTUK MEMILIH

Memang kepercayaan kepada ALLAH serta Hari Akhir, Para Rasul, Kitab -Kitab Sucinya dari Umat ke Umat  dari Zaman ke Zaman  adalah

Faktor “Keimanan” atau “Faith”,  dimana manusia diberikan “Unsur Kebebasan Memilih untuk mempercayainya, atau tidak mempercayainya dengan risiko yang akan ditanggung oleh masing-masing manusia tersebut, khususnya pertangung jawaban di Hari Pembalasan, setelah Hari Kiamat Penghancuran, Hari  Kebangkitan, karena jelas dari Ayat – ayat atau bukti Kekuasaan, Kebesaran dari ALLAH banyak kita temukan dengan jelas  dalam Bukti adanya  :

Langit, Bumi, Matahari, Bulan, Bintang  segala isinya baik Binatang, Tanaman, Kekayaan Sumber Daya Alam, Peredaran Matahari, Bulan, pagi dan siang  yang tidak mungkin  ada dengan sendirinya secara Hukum Alam.

 

Namun terkait dengan pengelolaan Sumber Daya Alam yang dianugerahkan ALLAH diberbagai Wilayah yang kaya dengan Deposit Sumber Kekayaan Alam, nampaknya diserahkan kepada manusia untuk mengaturnya,  tetapi  dengan  catatan umum  :

tidak boleh melanggar hak -hak manusia,

tidak boleh merampas maupun mengusir penduduk yang di Wilayahnya yang dianugerahkan kekayaan alam tersebut,

tidak  boleh tamak dan rakus,

dengan tunduk  atau mengabdi kepada pada “Hawa Nafsu” untuk menguasai Semua Sumber Daya Alam Energi :

dengan Maksud dan Tujuan, dan kesadaran Untuk memenuhi Kebutuhan Energi untuk meningkatkan dan membangun dirinya sebagai Negara Adi Daya Yang Ekspansif dan Agresif,  istilah dalam Hubungan Internasional adalah –  HEGEMONI – Penguasaan Wilayah suatu Negara atau Teritory khususnya yang Kaya dengan Deposit Kekayaan Sumber Daya Alam termasuk Fosil Minyak, Gas Alam, maupun  Tembaga dan Emas untuk menguatkan kekuatan Keuangan Negara tersebut.

  • KAUM  SEKULER.

Kebanyakan manusia dalam sejarah perkembangan perjalanan peradaban manusia, dari Zaman ke Zaman, jarang yang mau mengkaitkan

pelaksanaan Bisnis,  penguasaan,  maupun pengelolaan Sumber kekayaan Alam didunia ini, 

dengan

ALLAH sebagai Pencipta dari semesta alam ini,

sehingga berpotensi  acapkali menghumbar “Hawa Nafsu” keserakahan “HEGEMONI – Menguasai Dunia” melalui Penguasaan – Mata – Rantai “Sumber Daya Alam”   mulai dari Hulu hingga Hilir :

Menguasai Sumber Cadangan Deposit Sumber Daya Alam, mengeplorasi, mengeksploitasi, membangun Fasilitas Pengembangan Produksi, Produksi, hingga Pemasaran, Logistic Penyimpanan, Trasnportasi, maupun penguasaan Wilayah untuk jalur Pipa Penyaluran Distribusi Migas Fosil, dari Hulu hingga Hilir, guna mempertahankan “Ke – Adidayaan Kepentingan Nasional”  yang dominan.

Mereka berpandangan “Tidak Ada Kaitan”  antara Kepercayaan /  Iman adanya ALLAH sebagai Pencipta Kekayaan Sumber Daya Alam dengan cara mendapatkan serta pengelolaan Sumber Daya Alam tersebut.   

Mereka berpandangan dari pengalaman dan sejarah perkembangan peradaban kemanusiaan dan bangsa,   dari Periode ke Periode,  bahwa  manusia harus  :

menggunakan akal pikiran, melakukan penelitian,  pendalaman, pengembangan  ilmu pengetahuan atas Sumber Kekayaan alam, mencari manfaat, kegunaan dari Sumber Daya Alam tersebut, serta

mengembangkan teknology, managemen, ilmu keuangan,

turut terlibat membuat ketentuan yang berpihak untuk kepentingan keuntungan Elit Oligarki yaitu  Elit Pemodal, Elit Legislatif, Eksekutif, serta Yudikatif   yang  berpihak kepada kepentingan Lingkaran Kaum Elit  ini,

membangun “Kekuatan Militer”  untuk mengamankan Jalur Mata Rantai Sumber Daya Alam dari Hulu hingga Hilir,

 mengakumulasi “Modal serta Keuangan”

sehingga dengan mempelajari dan mengembangkan hal diatas, para kumpulan Elit Oligargi,   mulai dari Multi National Company, serta Bangsa dan Negara dari Kaum Elit diatas,  dapat meningkatkan kwalitas hidup,  memajukan negara dan sekutunya,  menjadi kuat  serta mensejahterakan  rakyatnya,  dan menjadi Bangsa atau Negara Adi Daya,

tanpa mengkaitkan pengetahuan  pengenalan nilai agama, maupun  mencari tahu :  

  • Siapakah Zat  yang menciptakan Bumi dengan segala Sumber kekayaan alam ?
  • Siapakah Zat yang menciptakan manusia dengan kelengkapan otak, jantung, lever, tulang, darah, urat nadi, tempurung kepala, kaki, tangan, mata, telinga dan segala kelengkapan manusia tersebut ?
  • Kenapa manusia ada didunia dan kenapa manusia tidak abadi, setelah mempelajari ilmu, mengumpulkan harta dan aset,  melainkan akan mati.

Kaum sekuler ini, bahkan  merasakan dan berpandangan bahwa kebaikan, etika, moral dari manusia itu adalah memang terdapat dalam diri manusia tanpa dikaitkan dengan agama ataupun bersumber dari ALLAH Sang Pencipta,   sehingga mereka bebas mendefinisikan kebaikan maupun kejahatan menurut versi mereka sendiri, terutama kaum Elit yang berkuasa di kalangan Sekuler tersebut. 

Kita Ambil Contoh  :

  • Sumber Daya Energi Bom Atom atau kini  NUKLIR

Kaum Elit Sekuler Yang Berkuasa, siapapun mereka ini, akan menentukan bahwa yang berhak untuk mempunyai, mengembangkan, menguasai serta memakai Tenaga Nuklir, Reaktor Nuklir, pengembangan Senjata Nuklir,  hanyalah dikalangan yang diizinkan dan dekat dan bersekutu dengan kelompok Elit yang berkuasa tersebut. 

Jika terdapat diluar kelompok mereka yang hendak mengembangkan Energi, Reaktor Nuklir, maka akan dicap dengan  label “Kekuatan Evil” atau “Kekuatan Jahat”. 

  • PENGUASAAN  WILAYAH  YANG  BANYAK   SUMBER DAYA MINYAK – GAS ALAM FOSIL

Untuk mempertahankan Kekuatan Industri, Militer, Armada Jet Tempur, Industri, Pembangkit Listrik,   maka kaum Elit  Sekuler – atau kaum yang tidak mengkaitkan  Sumber Kekayaan Alam dengan aspek Keyakinan – Pencipta Dunia – maupun Hari Akhirat,

akan melakukan segala macam cara dan upaya untuk dapat menguasai Wilayah yang mengandung “Deposit Minyak Fosil serta Gas Alam serta Jalur Pipa Transportasi, Logistik,  baik didarat, laut, maupun jalur Udara, tanpa mengindahkan maupun memikirkan kemakmuran dan kesejahteraan dari masyarakat yang berada di Wilayah yang mengandung Sumber Kekayaan Alam tersebut, dengan arti Kelakuan dan Karakter mereke adalah

Mengabdi  kepada “Hawa Nafsu” menjadi Kekuatan Adi Daya yang Bahasa Inggris  : 

They Want To Conquere and Occupy the World with “Greediness”

  • ANTISIPASI  NEGARA  TUAN  RUMAH  YANG WILAYAHNYA MENGANDUNG SUMBER KEKAYAAN ALAM 

Untuk mengantisipasi Kaum Sekuler, Baik Perusahaan maupun Negara, siapapun mereka, yang berusaha untuk melakukan Hegemoni – Merebut Kekuasaan dibelahan dunia, maka Negara Tuan Rumah (HOST)  yang Wilayahnya Mengandung Sumber Kekayaan Alam tersebut,

termasuk Indonesia harus membangun :  

Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, Politikus, kaum Cendekiawan –  yang berkewajiban  melakukan Upaya  Pembentengan Diri  agar  Sumber Kekayaan Alam yang terkandung di Wilayah yang diminati oleh Pemodal Sekuler tersebut, tetap harus dapat diberdayakan untuk Mewujudkan Tugas Amanah dari Konstitusinya, untuk mensejahterakan Rakyatnya dengan bersumber kepada  Asset Sumber Kekayaan Alam tersebut, yang tidak akan terbaharui. 

  • Kaum Sekuler siapapun mereka ini,  sebaliknya  akan berupaya memastikan bahwa :
  • Kaum Elit Penguasa Baik Politik, Eksekutif, Legislatif, disuatu Wilayah yang banyak mengandung Cadangan Minyak Fosil, Gas Alam  untuk membuat Kebijakan, Ketentuan Undang-undang yang “berpihak” dan “tidak menggangu maupun menghalangi” kelancaran :
    • Jaminan Pengamanan Kepastian tersalurnya Sumber Daya Minyak Fosil, Gas Alam ,
    • maupun
    • Bahan dasar Perlengkapan Persenjataan  mereka,  misalnya :
      • Tembaga untuk kelongsong peluru, maupun Bahan Besi Baja  untuk bahan dasar pembuatan Kapal Laut maupun Pesawat Terbang, pipa gas alam. Besi Beton untuk Kosntruksi, maupun Emas yang dapat  menjaga kestabilan Kekuatan Simpanan  Keuangan mereka,
    • sehingga Kaum Sekuler Baik Investor maupun  Negara tersebut, akan berusaha agar tidak ada perlakuan Diskrimnasi terhadap kepentingan Investasi mereka di Sektor Pengeloaan Sumber Daya Alam  oleh Negara Tuan Rumah.
  •  PENEKANAN  MELALUI  LEMBAGA BANTUAN PENDANAAN : 

 Penekanan .ini biasanya dapat dilakukan melalui Kekuatan Keuangan yang dikuasai oleh Kelompok tertentu, dimana

SANGSI :  SANDERA BANTUAN DANA – EMBARGO  EKONOMI

Sanksinya yang biasanya cenderung dilakukan adalah dengan Menyandera – atau Menghentikan Bantuan Dana – yang dibutuhkan oleh Negara Tuan Rumah tersebut, atau harus memenuhi beberapa persyaratan yang menguntungkan atau berpihak kepada Kepentingan Nasional atau National Interest dari Bangsa yang mendanai Lembaga Dono Keuangan tersebut.

  • Kekuatan Bantuan Uang – Pendanaan dijadikan Alat Kekuatan – Negosiasi

Kekuatan Bantuan Uang – Pendanaan akan dijadikan Alat Kekuatan untuk memperkuat Posisi Kedudukan didalam melakukan Negosiasi yang dapat melancarkan Investasi mereka disuatu Negara,  yang membutuhkan Dana tersebut, baik untuk mengisi kebutuhan Budget Negara  Negara Tuan Rumah (Host Country), maupun untuk menanggulangi kesulitan keuangan  yang dialami Suatu Negara Tuan Rumah, seperti yang dialami  oleh Indonesia sewaktu Krisis Ekonomi Pertama Tahun 1998 – dimana ada 51 Butir – IMF yang harus di patuhi untuk mendapatkan Dana Bantuan dari IMF.

  • KOLABORASI  Pemodal, Elit Politik Eksekutif, Parlemen- Partai, Militer,Media Korporasi.

    Memang dari Zaman ke Zaman dalam perjalanan peradaban manusia, terlihat bahwa kekuatan dan Kolaborasi Pemodal, Elit Politik Eksekutif, Parlemen- Partai, Militer, dan kini ditambah dengan Media elektronik TV maupun Media Sosial dapat dijadikan Alat untuk “memperkuat Posisi kedudukan” melakukan Perundingan maupun membuat  Kebijakan Peraturan Undang-undang,  untuk mendukungKepentingan Nasional” atau “National Interest”  dari masing-masing Negara, khususnya di Wilayah yang mempunyai Cadangan Deposit Sumber Kekayaan Alam Minyak Gas Fosil, Bahan Tambang Besi, Tembaga, Emas;                 

KONSEP SETIAP NEGARA BERBEDA – BEDA

Kita melihat bahwa konsep setiap Negara didalam melakukan pemberdayaan diri mereka khususnya yang ada kaitan dengan Pemanfataan Sumber Daya Alam – Energi berbeda beda satu dengan lainnya yang sangat menarik untuk dilakukan penelitian dan observasi.

Kita ketahui bahwa Nilai Sumber Daya Alam jika masih berada didalam bumi  dan belum  diexplorasi, esploitasi hingga diproduksi nilainya adalah “Nol”, namun jika sudah diproduksi akan menjadi “Mempunyai Nilai Ekonomi”. 

IMPLEMENTASI   GEOPOLITIK BLOK GAS ALAM NATUNA   – HINGGA LAUTAN CINA SELATAN ANTARA  AMERIKA SERIKAT DAN CINA.

SECARA GEOPOLITIK BLOK NATUNA STRATEGIS. 

Kita amati tetangga kita Singapura Sumber Daya Alamnya Migasnya minim, sehingga kebutuhan Gas Alam mereka adalah dengan membeli Gas Alam dari Indonesia melalui  Pertamina yang mengelola penyaluran Gas Alamnya dari Blok Gas Alam  Blok Natuna melalui  Jalur  Pipa Gas Alam  dibawah laut.Pertamina_ExxonMobil_East-Natuna_Indonesia_Gas_Field_Map

Secara Geopolitik –Blok East Natuna adalah “SANGAT Strategis” karena terletak di Laut Natuna dan telah berada di Zona Ekonomi Eksklusif  yaitu  jalur laut sepanjang 200 mil ke laut terbuka dari batas kemaritiman Indonesia.

Di  Zona Ekononomi Ekslusif ini,  Indonesia memperoleh    kesempatan pertama untuk memanfaatkan Sumber Daya alam dilaut dan dibawahnya.

Secara  Peta  Geographis, kita lihat bahwa disebelah barat Natuna terdapat Negara  Malaysia dan Thailand, disebelah  Timur dari Natuna terdapat  Filipina dan disebelah Utara terdapat Negara Vietnam dan China.

Dengan demikian dari Aspek Geopolitik – Geographis  kawasan  Laut Cina Selatan hingga Blok Natuna berpotensi rentan dengan gejolak perebutan Pengaruh Kekuatan  yang memanas  khususnya antara Amerika  Serikat dan Cina, dimana Amerika Serikat seringkali mengirim lalu lalang Armada Kapal Induknya di Lautan China Selatan, sehingga China telah membangun Kapal Induk Ke-duanya untuk menandingi unjuk kekuatan Armada Laut dari Amerika Serikat. 

Penulis juga mengamati dari Nara Sumber Website http://maritimnews.com/geopolitik-indonesia-dalam-pusaran-konflik-laut-cina-selatan/ :  

bahwa antara Indonesia dan China juga terdapat masalah di Wilayah Laut Cina Selatan (LCS),  dimana ada perbedaan pandangan antara hak historis garis pantai dengan kesepakatan hukum Internasional tentang batas laut yang disepakati dalam UNCLOS 1982.China Laut Natuna Laut Cina Selatan Peta

Pihak Indonesia menyatakan bahwa terjadi pelanggaran oleh Coast Guard China terhadap hak berdaulat dan Yurisdiksi Indonesia di Wilayah Zona Ekonomi Eksklusif dan landasan Kontingen di Kepulauan Natuna,  dimana Kapal China menghalang-halangi penegak hukum aparat Indonesia.

Adapun China menyatakan Kapal KM Kway 10078 tidak melakukan pelanggaran kedaulatan dengan berpendapat bahwa Wilayah tersebut merupakan Wilayah Tradisional Fishing China secara Historis, karena China berpandangan garis dalam peta   memasukan Wilayah Zona Ekonomi Eksklusif dan Landas Kontnen RI di Wilayah Kepulaan Natuna.  

Sejalan dengan perkembangan diatas, maka terlihat bahwa ada potensial sengketa Wilayah antara Indonesia dan China di Wilayah Zone Ekonomi Eksklusif di WIlayah Perairan Kepulauan Natuna dan Lautan China Selatan, sehingga tentunya selain menyangkut Hak Penangkapan Ikan Laut di Wilayah tersebut, juga akan dapat berpengaruh atas Kekayaan  Sumber Daya Alam didaerah Kepulauan Natuna.

    Terkait dengan hal ini,  Negara Adi Daya Amerika serta Investor Minyak ExxonMobil tentunya berkepentingan untuk menjamin pengelolaan Blok Natuna yang menurut hasil Study Data Seismic dan Study Geologi yang dilakukan 10 tahun, memperlihatkan adanya Deposit Gas Alam salah satu yang terbesar didunia, yaitu Gas in Place sebesar   222 Trilliun Cubic Feet  dan cadangan terbukti  46 TCF, dimana Kandungan gas CO2 adalah  70%.

Dari data yang kita peroleh di Website terindikasi pada tanggal 10 Desember 2015, POA (Principal Of Agreement) di Blok East Natuna akan berakhir.

Pertamina sebagai Pimpinan Konsorsium dengan  ExxonMobil, sedang menjejaki PSC dengan SKKMIgas. 

Terindikasi bahwa Pertamina   memiliki Participant Interest 35%, Exxon Mobil Oil –  35%,Total  E & P – 15 %   dan Perusahaan Minyak PTT  Thailand – 15%.

  • Sejarah Blok Natuna.

Dari sejarahnya, banyak Investor Migas yang tertarik atas Blok Natuna termasuk Petronas, Shell  dan China Petroleum National Petroleum.

Semula Blok Natuna pernah digarap oleh Agip tahun 1973, dimana perusahaan Migas – Italia ini menemukan struktur Gas,  namun dikembalikan ke Pemerintah.

Pada tahun 1980 oleh Pemerintah diserahkan pengelolaanya kepada ESSO, yaitu anak perusahaan Exxon, yang  bermitra dengan Pertamina. Dalam Jangka Waktu 10 Tahun dilakukan Seismic dan Study Geologi, dimana diperoleh Hasil perkirakan Gas in Place  sebesar   222 Trilliun Cubic Feet dan cadangan terbukti  (Proven Reserve) 46 TCF, dan Kandungan gasnya CO2 adalah  70%.

Tahun 1995 dilakukan pengembangan penambahan area untuk Gas yang terbuang, dimana PSC diperpanjang, dan  Exxon serta Mobil merger sehingga pengelolaannya dikenal  ExxonMobil di Blok Natuna D. Alpha. 

Kontrak tahun 1995 ini berakhir Tahun 2005, dimana Pemerintah beralasan bahwa ExxonMobil tidak melaksanakan POD (Plan of Development), namun ExxonMobil menyatakan telah melakukan kesanggupan  atau komitmen Rencana  Pengembangan.

Begitulah gambaran ringkas contoh pengembangan Blok Natuna, yang nampaknya banyak pihak Investor yang berkepentingan untuk menggarap Blok Natuna, termasuk China Petroleum National Petroleum,  oleh karena Letak Blok Natuna Geographis Sangat Strategis, sehingga menjadi juga mata rantau jalur perebutan Pengaruh Geopolitik  khususnya  antara Amerika Serikat dan China, dikawasan Lautan Natuna ini hingga Lautan Cina Selatan.    

KLAIM CHINA  ATAS SUMBER DAYA ALAM DI LAUTAN  CINA SELATAN

Hegemoni China

Sebagaimana kita tahu Cina telah mengklaim  hampir semua Wilayah Perairan yang mengandung Sumber Daya Alam di Wilayah teritorial Laut Cina Selatan. Dimana Wilayah ini berbenturan dengan klaim yang dilakukan oleh  Vietnam, Brunei, Malaysia dan Filipina atas Wilayah yang kaya dengan Sumber Daya Alam tersebut.

Sebagaimana kita ketahui Cina telah membangun pangkalan militer di Spartly Islands dan Paracel, dimana Cina telah membangun pulau buatan untuk  pendaratan Pesawat Pembom. Maka nampak di Wilayah Lautan Selatan terjadi Perebutan Pengaruh Kekuasaan.

Memang efek dan akibat dari Negara  maju dan berambisi menjadi Negara Adidaya,  cenderung untuk memperkuat “Armada Militernya” termasuk Armada Kapal Induknya, yang dapat menampung Pesawat Tempur yang membutuhkan Minyak Fosil, untuk menguasai Jaminan Keamanan Wilayah yang kaya dengan Cadangan Deposit Sumber Daya Minyak dan Gas Fosil guna menjamin Kemajuan Industri,  dari Negara Adi Daya tersebut, sehingga akan terjadi Perebutan Pengaruh Kekuasan diantara Negara Maju yang sama-sama berambisi menjadi Negara Adi Daya, dimana di Lautan Natuna hingga Lautan Cina Selatan nampak sekali terjadinya Geopolitik Adu Pengaruh Kekuatan dan Kekuasaan untuk menguasai Sumber Daya Alam diantara Amierka Serikat dan Cina.

KESIMPULAN :     

Maka sebagaimana dikemukan diatas, perlu kita amati dengan serius Aspek Geopolitik – Geographis  kawasan  Laut Cina Selatan hingga Blok Natuna, yang memanas  khususnya antara Amerika  Serikat dan Cina, dimana untuk meng- counter lalu lalangnya Armada Kapal Induknya di Lautan China Selatan, China juga telah memperkuat Kekuatan Militernya dengan membangun Kapal Induk Ke-duanya, dimana Indonesia khususnya Blok Natuna   berada di Wilayah  perebutan Geopolitik perebutuan  Pengaruh Kekuasaan antara Amerika Serikat dan Cina.

WEJANGAN  BAGI  BANGSA INDONESIA .

Sebagai penduduk Wilayah Indonesia yang dilandasi pada Keimanan, kita harus yakin dan percaya tanpa ragu bahwa ALLAH  telah menganugerahkan kepada kita manusia berupa kelengkapan badan yaitu  Mata, Telinga, Akal, Qalbu Hati Nurani, Kaki, Tangan, Mata, Telinga untuk memperoleh ilmu menemukan,  memikirkan, manfaat kegunaan dari Sumber Daya Kekayaan Alam untuk kesejahteraan Masyarakat Indonesia.

Sebagai orang yang beriman dan Penduduk yang tinggal di Wilayah Kepulauan yang dianugerahkan oleh ALLAH Kekayaan Sumber Alam dimana Sumber Daya Alam tersebut ada yang tidak terbaharui lagi, misalnya minyak dan Gas Fosil, barang Tambang, 

maka  Penyelenggara Negara baik Pihak Pejabat di Eksekutif, Legilsatif, Yudikatif, maupun  Kaum Cendiakawan,  dan Intelektual, harus secara cakap mempunyai sikap dan pendirian untuk   : 

menjaga Kedaulatan dari Rakyat sebagai penduduk yang berada dan bertempat tinggal di Wilayah Kepulauan Nusantara,  termasuk Kepulauan Natuna Khususnya Blok Natuna,  dimana Sumber Daya Alam tersebut dianugerahkan oleh ALLAH kepada Bangsa Indonesia, sehingga, kita harus turut menjaga kedaulatan Wilayah Indonesia,   jangan menyerah  kepada China atas benturan WIlayah di ZEE di Lautan Cina Selatan atau Lautan Natuna, dimana kita bisa bersatu dengan Negara Asean Lain yaitu Philipina, Brunei, Malaysia, Vientam didalam berhadapan dengan China yang sangat berkeinginan untuk menguasai Sumber Kekayaan Alam di Lautan China Selatan, untuk mempertahankan ambisinya sebagai Negara Adi Daya yang membutuhkan banyak Migas Fosil untuk Industrinya sebagai Negera Maju  maupun kelengkapan Armada Militernya untuk Mengamankan Wilayah Sumber Daya Alam di Wilayah Lautan Cina Selatan.

Selanjutnya Indonesia harus dapat memainkan peranan Geopolitik untuk mempunyai Sikap Sendiri untuk Kepentingan Nasional Indonesia,  dalam rangka menyelamatkan kekuatan dan kekuasaan atas Sumber Daya Alam Minyak Fosil yang berada di Blok Natuna, maupun Kekayaan Ikannya di Zone Ekonomi Eksklusif,   dimana karena Indonesia  secara sejarah memang dekat dengan Amerika, terkait dengan pengelolaan Migas di wilayah Indonesia, maka Indonesia bisa memainkan Sumber Daya Alamnya untuk menguatkan posisinya baik terhadap China, maupun Amerika Serikat,    namun juga jangan sampai  melepaskan Kepentingan Nasional yang dapat mengganggu Kepastian Jaminan Mensejahterakan Masyarakat Indonesia pada umumnya  dari Pengelolaan Migas di Blok Natuna tersebut.

Kita ketahui bahwa dalam Pertarungan perebutan Kekuasaan antara China dan Amerika Serikat di Lautan China Selatan, Amerika Serikat tidak mengehendaki Indonesia bersikap Netral, melainkan berkeinginan agar Indonesia lebih berpihak kepada kepentingan Amerika Serikat.

Begitupun  juga China   berkeinginan agar Indonesia lebih berpihak kepada China dalam Perebutan Kekuasan dan Pengaruh termasuk penguasaan terhadap Sumber Daya Alam  di Wilayah Lapangan Migas di Indonesia, untuk memenehui kebutuhan Energi dari China yang berambisi sebagai Negara Maju dan Berkembang.

Yah, mungkin sekian dahulu Tulisan Penulis berjudul  : Indonesia di Pusaran Geopolitik – Sumber Daya Alam- China Versus USA dari Natuna hingga Lautan China Selatan 

Agung Supomo Suleiman

Independent Business Lawyer

Pemerhati  Masalah Pemberdayaan  “Sumber Daya Alam” 


17 Juli 2017

EVALUASI LEBIH BANYAK “BUAT KERUSAKAN” ATAU “PERBAIKAN”

Sebagai penganut Muslim, jika kita membaca Kitab suci Al Quran, dimana  banyak diriwayatkan kisah para Rasul dan Nabi sebelum Nabi Muhammad S.A.W., dimana kita diajarkan dan diminta oleh ALLAH untuk hanya boleh tunduk, mengabdi, patuh dan takut  kepada ALLAH Yang Maha Esa.  

Prinsip dasar diatas telah ditunjukan oleh sikap dan karakter dari Para Rasul dan Nabi dimulai dari Nabi Ibrahim yang telah merusak semua patung-patung  berhala dengan kampaknya,  dimana kampaknya disisakan di kepala patung berhala yang paling besar.

Nabi Ibrahim  kemudian meminta mereka untuk menanyakan kepada patung  berhala yang paling besar untuk menjawab para penyembah patung berhala:  “siapa yang telah merusak patung-patung berhala tersebut, dan mereka menanggapi dengan menyatakan bahwa patung tersebut tidak dapat berbicara”. 

Nabi Ibrahim kemudian meresponse mengapa jika Patung tidak dapat berbicara dan tidak dapat memberikan manfaat, mudharat “Tetap”  disembah oleh Para Penyembah Patung-patung Berhala tersebut. 

Nabi Ibrahim bahkan “mengambil risiko” untuk melawan Bapaknya sendiri yang menyembah Patung Berhala tersebut, sehingga berakibat Nabi Ibrahim dibakar, namun ALLAH telah memerintahkan kepada Api yang diciptakan oleh ALLAH untuk menjadi “dingin” dan menyelamatkan Nabi Ibrahim sesuai dengan firman  ALLAH  didalam Kitab Suci Al Quran Al Quran Surat AL Anbiyaa ayat 69 . 

Kisah diatas, yang juga diikuti oleh banyak kisah- kisah cerita para Rasul dan Nabi yang diutus oleh ALLAH pada zamannya yaitu antara lain :

  • Nabi Nuh (Surat 23 Al Muminun ayat 23 s/d 30)

  • kemudian setelah mereka ALLAH ciptakan kaum yang lain (kaum Ad) dan diutus oleh ALLAH seorang rasul dari kaum mereka yaitu Nabi Hud) (Surat 23 ayat 31 – 41)

  • setelah itu ALLAH  menciptakan umat-umat yang lain (Surat 23 ayat 42),

  • Tiap ada satu umat pun yang dapat menyegerakan ajalnya, dan tidak pula menangguhkannya (Surat 23 Al Muminun ayat 43)

  • Kemudian ALLAH utus rasul-rasul Nya berturut-turut.

  • Setiap kali  seorang rasul datang kepada kaumnya, mereka mendustakannya, maka ALLAH silih menggantikannya sebahagian mereka dengan sebahagian yang lainnya ( dalam kebinasaan). Maka binasalah bagi mereka yang tidak beriman (Surat 23 ayat 44).

  • serta Nabi Musa (Surat Al Mukminun ayat 45 – 49),

  • Nabi Isa (putra Maryam) ( Surat 23 ayat 50)

    untuk hanya menyembah, ALLAH, karena tidak ada tuhan (yang berhak disembah) bagimu selain ALLAH Yang Maha Kuasa, dimana ALLAH menetapkan bahwa ALLAH senantiasa akan menolong dan membela orang yang beriman termasuk pemimpin orang yang beriman kepada ALLAH, dari  kezaliman orang-orang yang tidak beriman tersebut.    

Begitu juga dengan Rasul dan Nabi Muhammad S.A.W. hanyalah menyembah, tunduk, patuh dan takut kepada ALLAH Yang Maha Esa, dimulai dari Nabi Muhammad harus hijrah dan pindah dari Mekah ke Medinah, sampai Nabi Muhammad dapat kembali ke Mekah dengan membawa kemenangan yang dianugerahkan oleh ALLAH didalam menyampaikan Risalah untuk hanya menyembah, mengabdi,  tunduk, patuh dan takut kepada ALLAH Yang Maha Esa  melalui Wahyu yang disampaikan oleh ALLAH kepada Rasul dan Nabi Muhammad S.A.W. 

Berdasarkan Konsep Dasar ajaran diatas, maka kita sebagai kaum muslim diminta oleh ALLAH untuk hanya boleh menyembah, mengabdi,  tunduk, patuh dan takut kepada ALLAH Yang Maha Esa atau dikenal dengan “Konsep Ketauhidan”.   

  • PELAKSANAAN  IMPLEMENTASI   KETAUHIDAN  DALAM  KEHIDUPAN  NYATA.

Dalam implementasi keseharian kita adalah  tergantung dari pilihan hidup kita, dalam berkarya, bekerja, berusaha ataupun berprofesi.

Bagi Penulis yang dalam kehidupannya berprofesi sebagai Independent Business Lawyer, maka Penulis harus memilih dan menentukan agar kita  senantiasa berusaha untuk  mengimplementasikan diri, dalam melaksanakan tugasnya untuk  “hanya takut kepada ALLAH”, sehingga pada tahapan 1/2 dari Karir Profesi,   menjatuhkan pilihan untuk menjadi  “Independent” – Self Employed – didalam mencari rejeki karunia dari ALLAH,  dengan pengertian dan keyakinan yang bersumber dari Firman ALLAH dalam Kitab Suci bahwa :

Sumber Rejeki adalah dari ALLAH sebagai Pencipta Kehidupan kita di Dunia ini, dimana semua makhluk ALLAH sudah disediakan rejeki dari ALLAH (Surat Hud ayat 6).

Dengan berpedoman kepada firman ALLAH bahwa Hanya kepada ALLAH kita Menyembah – mengabdi dan hanya kepada ALLAH kita meminta (Surat Al Fatiha ayat 5). 

dan Firman ALLAH, bahwa ALLAH menciptakan malam supaya kita beristirahat, dan ALLAH menciptakan Siang untuk kita mencari Kehidupan    

Maka Penulis menjalankan Professi Sebagai Independent Business Lawyer – Self Employed berusaha untuk berpegang pada Pedoman ALLAH diatas, sehinga kita selama berada didunia senantiasa berdoa kepada ALLAH dan  harus  berikhtiar mencari Karunia rejeki dari ALLAH karena ALLAH sesuai kemampuan kita, dimana ALLAH yang menetapkan “Kadar dan Takaran” Rejeki kita. 

Kini Usia Penulis diberikan  dan diizinkan oleh ALLAH mencapai lebih dari 65 Tahun, dimana setiap manusia tanpa terkecuali yang telah diberikan izin ALLAH untuk bisa berumur lebih dari 65 Tahun  “keadaan phisik tubuh” nya   sudah tidak sekuat dahulu sewaktu  masih muda, sehingga kita harus menjaga pola olahraga, pola makan, pola istirahat, pola beribadah dengan cakap.

Keadaan mulai melemahnya phisik kita ini, dari pandangan “Keimanan kepada ALLAH” adalah  merupakan tanda-tanda “Sunatullah” yang hendak disampaikan oleh ALLAH kepada kita,  bahwa kita sebagai Manusia “tidaklah abadi” melainkan sudah dan sedang berproses mendekati “Tahapan Babak Akhir” dari kehidupan kita didunia ini, sebagaimana banyak di informasikan oleh ALLAH berulang kali didalam Kitab Suci Al Quran :

bahwa ALLAH menciptakan manusia dari “lemah” menjadi “kuat” kemudian menjadi “lemah” lagi,  dimana ada manusia yang diwafatkan sebelum mencapai umur yang panjang,  dan ada yang dipanjangkan umurnya,  hingga ilmu yang semula diajarkan oleh ALLAH akan menjadi  lupa dan tidak ingat lagi.

Selanjutnya banyak informasi dalam Kitab Suci dari ALLAH yang memberitahukan kepada kita,

bahwa kita nanti akan dibangkitkan dari Kubur dan akan dikumpulkan oleh ALLAH untuk diadili secara se-adil-adilnya oleh ALLAH, dimana masing-masing dari kita akan membaca Catatan Buku kita masing-masing di Hari Kiamat dan Kebangkitan.   Habis Gelap Terbitlah terang

Sebagaimana kita sadari, kita  sama sekali tidak mengetahui umur berapa dan ditempat mana kita akan dicabut nyawanya oleh Malaikat sebagai petugas dari ALLAH, sehingga tentunya kita harus berusaha menyiapkan diri kita untuk berpisah dengan dunia yang fana atau sementara ini sesuai peringatan ALLAH  ini.

Salah satu langkah persiapannya adalah kita berusaha  mengikuti Petunjuk dan Informasi dari ALLAH sebagai Pencipta kita, yang terdapat  didalam Kitab Suci Al Quran.

Salah satu  peringatan ALLAH kepada kita  adalah kita tidak boleh hanya menghitung- hitung kekayaan kita yang kita akan tumpuk didunia, hingga kita sampai ajal kita, namun kita harus pandai bersyukur atas segala Karunia dan Kenikmatan yang telah diberikan oleh ALLAH kepada kita, sebagaimana ALLAH memberitahukan kepada kita dalam  Kitab Suci Al Quran, sebagai Pedoman Hidup kita dari ALLAH.

IMPLEMENTASI 

Implementasinya dari ajaran ALLAH adalah bahwa kita harus berusaha secara Nyata berbuat sesuatu amal saleh yang berguna, misalnya antara lain dengan kita saling berbagi  “Ilmu Pengetahuan” maupun “Pengalaman hidup” kita selama ini, serta mencoba mengevaluasi :

apakah Dunia yang kita tinggalkan kepada anak dan cucu kita ini sudah semakin baik ataukah masih banyak membutuhkan perbaikan disana sini – baik system pengelolaannya, maupun penyelenggaraannya agar kita tidak dipersalahkan oleh generasi yang mendatang  bahwa kita telah meninggalkan lebih banyakkerusakan system yang menyusahkan dan merugikan generasi  dan  penduduk penerus kita”  daripada “perbaikan” .  

Jakarta, 17 Juli 2017

Agung Supomo Suleiman

Agungss Experimental Blog

8 Juli 2017

PERUBAHAN CUACA EKSTREEM PARALEL PERUBAHAN PETA  KEKUATAN DUNIA  PENGARUHI   GEOPOLITIK PEREBUTAN PENGARUH SUMBER DAYA ALAM  ENERGY FOSIL.   

PERUBAHAN CUACA EKSTREEM PARALEL PERUBAHAN PETA  KEKUATAN DUNIA  PENGARUHI  GEOPOLITIK  PEREBUTAN SUMBER DAYA ALAM  ENERGY FOSIL. 

Seiring  perubahan  keadaan alam yang sangat ekstrim, terasa mempengaruhi irama pergolakan perubahan peta kekuatan dunia. 

Akibat pembakaran energi yang belum optimal mengurangi  emisi, akibatkan meningkatnya Polusi udara yang tercemar,  pada akhirnya mengurangi Ozon sebagai filter dari Sinar Matahari kedunia,  sehingga terjadi Global Warming, begitulah pandangan Para Ahli Lingkungan. 

Salah satu “Penyebab Utama” terjadinya pergolakan didunia terutama di belahan dunia Timur Tengah, terindikasi kuat disebabkan adanya “PERUBAHAN PETA KEKUATAN DUNIA” yang mempengaruhi perebutan Pengaruh Kekuatan Goepolitik  dalam memperebutkan Sumber Daya Alam FOSIL, baik “Pengelolaannya” termasuk Rencana maupun Pelaksanaan Perebutan Perlintasan Pemasangan Pipa Gas Alam baik oleh Iran dan Qatar yang rencana dibangun melalui Syria, sebagai Daerah Strategis” untuk Pemasangan Jalur Lalu Lintas Pemasangan Jalur Pipa Gas Alam dari Timur Tengah yaitu Qatar dan Iran ke Eropa;

Hal diatas terkait Usaha Jaminan tersedianya Jatah Hasil dari Bahan Bakar Minyak Fosil dan Kekayaan Gas Alam dan Minyak untuk dibawa ke masing-masing Negara Adi Daya tersebut baik Negara-negara  di Eropa, maupun  Cina dan India, guna memenuhi kebutuhan Gas Alam untuk Pemanas, Gas Rumah dan Industri, maupun  Minyak Fosil  untuk menggerakan Roda Mesin Perindustrian, Pesawat Jet Tempur yang berada diatas Kapal Induk, Pembangkit Tenaga Listrik, penghangat,  yang membutuhkan Bahan Bakar Fosil tersebut, maupun ketakutan Russia kehilangan Pangsa Pasar Penjualan Gas Alam ke Eropa. 

Perkembangan diatas, secara tidak langsung menyebabkan makin keruhnya Kecamuk Perebutan Kekuasaan di Syria, effek dari domino Arab Spring yang menjalar ke Syria, dimana makin keompleks dengan adanya Perebutan Pengaruh Kekuasaan Kontrol atas Sumber Daya Alam di Timur Tengah.

Salah satu Kekuataan Negara Adi Daya adalah terjaminnya Ketersediaan Bahan Bakar Fosil  guna mempertahankan kelancaran beroperasinya  sekitar 60 hingga 90 Peswat Jet Terbang yang berada di  1 Kapal Induk, dimana ada lebih kurang 11 Aramada Kapal Induk yang bermuatan banyak  Jet Tempur.

Mesin Bertenaga Nuklir untuk  Kapal Induk

Kapal Induknya sendiri, menggunakan Mesin Bertenaga Nuklir yang diperoleh dari Rektor Nuklir yang berada di Kapal Induk Nuklir tersebut yang dihubungkan dengan Turbin Uap.

Tenaga Uap yang dihasilkan Kapal Induk selain sebagai penggerak Kapal juga digunakan sebagai Sumber Tenaga Listrik dimana Tenaga Uapnya digunakan sebagai Pengatur Tekanan pada Catapult Kapal Induk guna meluncurkan Pesawat Terbang dari Kapal Induk, dimana ke 90 Pesawat Terbang membutuhkan Bahan Bakar Fosil Aftur. 

Adapun Gas Alam  ada beberapa jenis yaitu LNG (Liquid Natural Gas) yang dibutuhkan untuk keperluan Pemanas dan Gas Rumah Tangga maupun Industri. Ada juga LPG untuk Gas Rumah Tangga.

Selama masih belum ada “Pengganti Alternatif Energy lain”,  untuk menggantikan Minyak Fosil yang menjadi  sumber energi yang dibutuhkan untuk menggerakkan mesin-mesin baik Pesawat Terbang termasuk lebih kurang 60 hingga 90 Pesawat Jet Tempur yang berada di 1  Armada Kapal Induk,  maupun Industri,  kebutuhan Bahan Bakar untuk Kendaraan mobil, Industri, Pembangkit Tenaga Listrik, dan semua kegiatan lainnya,  yang membutuhkan Energy dari  Bahan Bakar Fosil, dimana Cadangan 60% terdapat dibelahan Timur Tengah, maka selama itu pula akan ada potensial ketidak stabilan di Wilayah Timur Tengah, karena pertarungan Rebutan Pengaruh Kekuasaan dan Kontrol oleh beberapa Kutub Kekuatan Adi Daya yang berusaha menguasai Jalur Cadangan Deposit maupun Jalur Transportasi Penyaluran Pipa Gas Alam serta Minyak.

Maka guna  dapat terpenuhinya Kelancaran dan Keamanan Jaminan Supply Bahan Bakar dengan Jumlah Kwantitas Volume yang besar dan berkesenimambungan Kontinuitasnya,   tentunya Semua Mata Rantai Cadangan maupun Produksi,  Pemrosesan, Kilang Refinery (Penyulingan Produk Migas menjadi LNG), Kilang Minyak yang memproduksi beberapa Produk seperti antara lain Bensin, Avtur, Solar, Minyak Tanah), Tangki Pengumpulan Minyak, Tangker LNG, Jalur pipa Minyak  dan Gas Alam,  Logistic yang besar, haruslah dijaga Penguasaan Pengendaliannya.    

Maka banyak kepentingan Adidaya yang berusaha untuk tetap “ Menguasai dan Mengendalikan Sumber Cadangan maupun Fasilitas Produksi dan distribusi termasuk Pipa dan Kilang Minyak, dimana mereka akan berusaha dengan segala macam cara agar “Elit Penguasa” yang berkuasa di Negara Belahan Timur Tengah termasuk Syria, yang Secara Strategis akan dilintasi oleh Jalur Pipa Gas Alam dari Timur Tengah ke Eropa, adalah “Elit Penguasa” yang berpihak kepada Negara Adi Daya serta Kelompok  Perusahaan Minyak dan Gasnya, baik didalam membuat “Ketentuan maupun Kebijakan”, yang tidak menghambat Jaminan Mata Rantai Cadangan Alam Gas dan Minyak, Fasilitas Produksi  untuk kepentingan Nasional dari Negara Adi Daya tersebut.

GAMBARAN RINGKAS TERKAIT Peranan Sumber Daya Alam bagi ketahanan dan perkembangan manusia.  

Guna memberikan gambaran ringkas terkait Peranan Sumber Daya Alam bagi perkembangan  manusia beserta Wilayah serta bentuk Pemerintahan yang tentunya tidak lepas dari peranan manusia untuk senantiasa mengembangkan kwalitas hidupnya dengan menggunakan akal serta menemukan teknology untuk memberdayakan Sumber Daya Alam untuk kebutuhan dan perkembangan manusia, maka Penulis akan menjabarkan ringkasan Sekilas Sejarah Perjalanan Evolusi Pemberdayaan Sumber Daya Alam dari masa ke masa dari Peradaban Manusia untuk dapat memberdayakan Sumber Daya Alam tersebut untuk kebutuhan ketahanan dan perkembangan manusia. .

SEKILAS  SEJARAH  PERJALANAN  EVOLUSI  PEMBERDAYAAN  SUMBER  DAYA  ALAM

  • MESIN UAP PENGGANTI  “TENAGA  AIR”  MENGGERAKAN  KAPAL LAUT.   

Sebelum  Era Periode Mesin digerakan oleh Bahan Bakar Fosil baik Minyak, Gas maupun Batubara, kita ketahui Pengerak Kapal dan Industri adalah  “Mesin Uap”, yang menggakapal-uapntikan Tenaga Angin yang dibutuhkan “Kapal Layar” di Zaman “sebelum Mesin Uap  di- Invent (ditemukan)”, yaitu pada masa Kekuatan Kerajaan Spanyol, Kerajaan Inggris, Belanda, Portugis, Kerajaan Para Dinasti di Cina, pada Tahun 1600 – an, yang mengandalkan kepada  “Para Perancang Kapal Layar”  serta Pelautnya yang  mempunyai “Jiwa Keberanian Avonturir”  untuk Berlayar ke Belahan Benua lain Tempo Dulu, dengan mengandalkan kepada Tenaga Angin.

Dengan adanya penemuan “Mesin Uap” pada Periode “Industri Awal“, maka terbentuklah “Kelas Industriawan” yang membutuhkan Kapital – Modal, serta kemudian membutuhkan “Pekerja atau Buruh Industri” dalam jumlah yang banyak namun murah untuk menekan Biaya, sehingga menghasilkan adanya “Golongan “Pemilik Industri”   yang membutuhkan Modal, Kapital Versus “Golongan Kelas Buruh”, dan  munculah istilah Kelas Kaum Kapitalis Versus Kaum Buruh.

MASA Pra – Mesin Uap. 

Pada masa “Pra – Mesin Uap”, Pihak yang berkuasa disuatu Wilayah  adalah berbagai Kerajaan-kerajaan, yang tersebar diberbagai Belahan didunia, dengan mempunyai beberapa jangkauan Wilayah tertentu.

Foto Gambar Kapal Layar Carrack 03

Kekayaan yang dimilik Kerajaan sebelum adanya “Mata Uang” sebagai Alat Tukar adalah  Bahan Bahan Galian Kekayaan Alam berupa Emas, Batu Giok, Intan, serta Tanah.   

Dari periode Masa ke Masa, nampaknya senantiasa ada Kaum Elite yang Berkuasa yaitu Para Penguasa Raja, dengan Penasehat Raja, Kekuataan Pasukan Tempur Tentara  dimana misalnya di  Zaman Kerajaan Yunani terkenal “Tentara Spartacus”, dan kaum Intelek, Pemikir misalnya Aristoteles yang konon kebanyakan adalah  dari Athena – Greece Yunani. 

Selain kelompok tersebut, terdapat juga “Tuan Tanah” yang menguasai Kepemilikan Tanah dimana di Inggris dikenal dengan sebutan “Landlord”, sedangkan kaum Ningrat Kerajaannya disebut King, Queen serta Duke.  Tentunya ada para Pedagang yang membawa dan mencari serta menjual barang dagangannya, dari satu tempat ke tempat lain.

Kita bisa ketahui bahwa pada tempo dahulu Perdagangan Rempah-rempah,  Cengkeh, bumbuan, maupun produk pertanian lainnya, menjadi barang Komoditi yang dibutuhkan dan diperdagangkan oleh setiap Insan dimanapun  di Belahan Wilayah Geographis Bumi ini, dimana Pedagang  Eropa yaitu Kerajaan Spanyol, Kerjaan Inggris, Kerajaan Belanda, Kerajaan Portugis,    Cina pada saat dan Zaman Era tersebut telah membangun Kekuatan Armada Kapal Layarnya yang mengandalkan “Kekuatan Angin” menyeberangi Benua melalui Lautan.    

Dizaman Pra – Industri,  Golongan yang Elit berkuasa adalah Pemilik Kebun, dengan Tanah Perkebunan yang luas, dimana untuk Wilayah Indonesia terkenal Perkebunan Tebu, Tembakau, Cengkeh. dimana kaum pemilik Kebun adalah Golongan yang Elit sedangkan Petaninya adalah Buruh Petani, dimana kita ketahui pernah ada Petani yang dipekerjakan secara “Paksa – maupun  tenaga murah. 

Kita ketahui di Amerika Serikat Bagian Selatan banyak Perkebunan, dimana untuk mengisi kekurangan dan kelangkaan tenaga manusia Petani untuk menggarap pertaniannya,  diperkerjakan Petani murah yang dibawa dari Afrika,  yang dijadikan Budak pada zaman Era tersebut, untuk menekan Biaya dari Pemilik Perkebunan tersebut, dimana pada akhirnya menimbulkan Perang Saudara antara Utara dan Selatan di Belahan Benua Amerika Utara.

Dengan kita mempelajari perjalanan sejarah suatu kelompok penduduk atau kumpulan manusia atau umat mulai dari masa Primitif, Zaman Batu, hingga masa Suku, Kerajaan, dari masa ke masa, termasuk perkembangan Kebudayaan, Sistim Penguasa, Kekuataan Militer,  Modal, Perkembangan Teknologi, dari Masa Kapal Layar yang menggunakan “Kekuatan Angin”, Mesin Uap yang menggerakan Kapal Uap, hingga ditemukannya Bahan Bakar Fosil baik Migas maupun Batubara,  untuk Penggerak Mesin mulai dari Kapal Terbang, Industri, Pembangkit Tenaga Listrik, kendaraan, motor dan berbagai mesin lainya  maka kita akan mendapatkan nuansa Kekuatan Budaya, Daya Pikir, kemajuan  sistem menjalankan penyelenggeraan kekuasaan, maupun pemberdayaan diri untuk bertahan hidup.

Kemajuan Budaya dan cara untuk bertahan dari suatu kelompok manusia, perlu kita amati dan  kaitkan dengan “Jiwa Petualangan – Pioner” Ketangguhan, ketrampilan  dari Manusia  untuk merubah serta memperbaiki nasib, kwalitas hidup golongan atau kelompok masyarakat tertentu, dimana mereka berusaha  berusaha  mencari Wilayah lain, diluar tempat menetap mereka,  maupun mencari Hasil Bumi lain yang dibutuhkan akibat kelangkaan komiditi tersebut di Wilayah tersebut, pada suatu periode tertentu, termasuk pencarian Hasil Rempah-rempah, Bahan Galian Emas, Batu2an berharga Giok, Porselen,  hingga digunakan mata Uang sebagai bahan penukar Barter.

Terdapat bahan galian berharga yang dapat dijadikan “Barang Barter” yaitu  Emas, dimana Negara Adi Daya Amerika Serikat, pad suatu masa  pernah mengkaitkan Mata Uangnya US Dollar denganUang-Syailendra Emas Batangan yang disimpan di Bank. Namun pada masa Kekuasaan Nixon, disebabkan Simpanan Emas dari Amerika Serikat  berkurang,  maka  kita dan strategi untuk menguatkan “Nilai Mata Dollar Amerika Serikat” adalah dengan mengkaitkan Pembelian Migas oleh Amerika kepada Negara Produsen Minyak khususnya di Timur Tengah dengan Mata Uang US Dollar, yang kita kenal dengan Petro- Dollar.

Namun dalam perkembangan,  Negara-Negara di  Eropa yang telah mempunyai kekuatan Keuangan yang stabil, misalnya Jerman, Perancis, Belanda, Belgia  merasakan perlu untuk  bersatu membentuk  “Uni Eropa” serta membentuk Mata Uang Euro, guna “memperkuat kedudukan Mata Uang maupun Kekuatan Keuangannya terhadap Amerika Serikat dan Mata Uang US Dollar Amerika Serikat.

Dalam perkembangannnya  Uni Eropa atau anggota Negara Uni Eropa,  mengadakan transaksi pembelian Minyak dari Negara-Negara di Timur Tengah dengan menggunakan Mata Uang Euro,dan bukan US Dollar,   guna mengimbangi Kekuatan Mata Uang Dollar Amerika, dimana Negara Iraq, Libya, dan Iran yang tidak berkiblat kepada Amerika Serikat setuju atas strategi Uni Eropa ini, namun berakibat, ditumbangkannya Pimpinan Iraq, Lybia, oleh kekuatan Adi Daya  Amerika Serikat.

PERUBAHAN PETA  KEKUATAN PEREKONIMIAN  NEGARA Adi Daya  

  • Bangkitnya Kekuatan Perekonomian China dan India

Dalam perkembangan Perubahan Peta Kekuatan Negara Adi Daya, kita lihat India dan Cina dalam perkembangannya telah meningkatkan dirinya didalam Kekuatan Perekonomian Dunia, dimana Cina yang menganut Ideology Komunis telah merubah dan didalam menjalankan Kegiatan Ekonominya yang terindikasi bercampur dengan Sistem Kapitalis, dimana nampaknya terindikasi bahwa masing-masing Individu atau Perusahaan Swasta juga dapat berperan dan memiliki modal, meskipun Sistem Ideologi Partai Berkuasanya adalah tetap Komunis, jadi Menganut Sistem Dual Campuran.

Adapun India kekuatannya Primerya adalah  dalam Informasi Teknologynya, dimana  Jiwa Dagang dan Enterprenurnya sudah dari dahulu terkenal dipunyai oleh Pedagang India, yang banyak berdagang dan menyebar diseluruh belahan dunia termasuk ke Indonesia.Dengan  berkembangnya Kekuatan  Negara India dan China, tentunya membutuhkan Energy Bahan Bakar untuk menggerakan Industri mereka, termasuk kebutuhan Bahan Bakar Fosil  Batu Bara,  Minyak dan Gas Alam yang dimport dari luar wilayah negara mereka.

Sebagaimana diuraikan diatas, salah satu faktor penyebab utama terjadinya pergolakan didunia terutama di belahan dunia Timur Tengah, terindikasi disebabkan Terjadinya Perubahan Peta Kekuatan Negara Adi Daya termasuk tumbuh dan berkembangnya Negara Cina dan India  yang membutuhkan Bahan Bakar Fosil untuk mengerakan Industrinya, maupun kekhawatiran Russia kehilangan pangsa Pasar di Eropa atas penjualan Gas Alamnya, karena Eropa berusaha mencari ALternatif Pasokan Gas Alam selain dari Russia, sehingga mempengaruhi  terjadinya perebutan Pengaruh Kekuatan Goepolitik  –  Sumber Daya Alam termasuk perebutan perlintasan Pemasangan Pipa Gas Alam baik oleh Iran dan Qatar,  yang rencana dibangunnya adalah sama-sama  melalui Syria. Adapun kita ketahui bersama bahwa di Syria, sedang terjadi Perang Saudara yang semula diakibatkan oleh  domino Arab Spring yang menjalar di Dunia Arab, namun pada perkembangan menjadi sangat Kompleks,  karena banyak campur tangan Perebutan Pengaruh Kepentingan Negara Adidaya Rusia yang mendukung Pemerintahan Basyir Asaad, serta dibantu oleh Iran yang beraliran Syiah yang berhadapan dengan banyak Sekte pemberontak  untuk menumbangkan Basyaar Assad, yang dibantu dan didukung oleh Adi Daya Amerika.

Dari pengamatan yang ada,  terkait Pemberdayaan Bahan bakar Fosil, maka selama  masih belum ada alternatif Nyata Energi lain misalnya Solar, atau Energy Angin, atau Penyimpanan Media Baterei atas Tenaga Listrik sebagaimana akan diproduksi oleh Volvo tahun 2019,   untuk menggantikan Minyak dan Gas Alam Cair dalam “Jumlah yang Besar dan Berkesinambungan”,  untuk menjadi Sumber Energi yang dibutuhkan untuk menggerakkan mesin-mesin baik Pesawat Jet Tempur, Pesawat Terbang,  Kendaraan mobil, Industri, Pembangkit Tenaga Listrik, dan semua Kegiatan yang membutuhkan bahan bakar Bakar Fosil, dimana cadangan yang paling besar 60% terdapat dibelahan bumi di Timur Tengah, maka potensial pergolakan acapkali sering terjadi di Wilayah Timur Tengah, karena terdapat “Beberapa Kutub Kekuatan Adi Daya” yang berusaha menguasai Jalur Cadangan Deposit Minyak Fosil dan Gas maupun Jalur Transportasi Penyaluran Pipa Gas Alam serta Minyak, untuk kebutuhan “Kepentingan Nasional” –  nya Masing-masing termasuk Rusia yang tetap menghendaki agar Eropa tergantung kepada Gas Alam yang diproduksi oleh Perusahaan Milik Negara Russia.

Jakarta, 8 Juli 2017

Agung Supomo  Suleiman

Konsultan Hukum Bisnis – Independent Business Lawyer

Pemerhati – Pemberdayaan  Sumber Daya Alam Minyak Gas Batubara – Energy 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4 Juli 2017

GEOPOLITIK MIGAS – Pemasangan Pipa Gas Iran Versus Pipa Gas Qatar

Penulis Blog Snapshot Tulisan Artikel Hukum Bisnis Minyak Gas, Pertambangan Umum maupun Sumber Kekayaan Alam lainnya, ALHAMDULILLAH dengan Izin ALLAH –  berprofesi sebagai Freelance Independent Business Lawyer  (Kombinasi  Company Man (15 Tahun) – Self – Employed (18 Tahun) , dimana sewaktu Kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, mengambil Jurusan Hukum Internasional,  dengan Salah Satu Mata KuliahHubungan Internasional.

Kombinasi :

(i) Pengalaman Berkarya –  Independent Business Lawyer – dengan fokus Aspek Hukum Minyak dan Gas, Pertambangan Umum dan Sumber Kekayaan Alam lain – dan

(ii) Pendidikan Mata Kuliah Hubungan Internasional,

membuat Penulis, yang diizinkan ALLAH, kini berumur lebih dari 65 Tahun,  tertarik  mengamati “Perkembangan yang terjadi di Belahan Dunia Timur Tengah, terkait issue Hangat yaitu :

Geopolitik  Pasokan Gas di Belahan Eropah dari Russia dan Timur Tengah,  dimana Russia melalui Perusahaan Negara Russia yaitu   Gazprom  berkontribusi   80% Pemasok Gas, untuk  dijual ke Eropa, sehingga Russia  sangat berkepentingan agar Market – Pangsa Pasar ini,  tidak terganggu oleh Rencana Eropa yang berusaha mencari Alternatif Pasokan Gas selain dari Russia,  karena akan mempengaruhi Income Pendapatan dan Budget Negara Russia yang mengandalkan dari Export Gas ke Eropah.

 

Kerangka Dasar Penulisan;

  • Secara Pandangan Ahli Geologi :

Menurut Ahli Geologi proses pembuatan Minyak dan Gas mencapai lebih kurang 350 Juta tahun melalui Plankton  yaitu tanaman, segala macam jenis binatang dan manusia, yang sudah tertanam dan terpedam dalam perut Bumi, dengan tekanan yang sangat tinggi dan Suhu Panas yang tinggi,  dikedalam beribu meter di Perut Bumi, sehingga menjadi Minyak dan Gas, yang kita gunakan sebagai Energi untuk menggerakan mesin Pembangkit Listrik, maupun bahan bakar Mobil, Pesawat Terbang, Kapal Laut maupun keperluan alat berat lain serta Industri dan Pabrikan yang membutuhkan Energi. 

  • Proses Fenomena Alam yang di Rancang oleh ALLAH atas terbentuknya Migas :

Kita tentunya sebagai orang yang beriman, harus sadar bahwa proses pembentukan Minyak dan Gas tersebut merupakan suatu sistem proses hukum fenomena alam yang di rancang dan ciptakan oleh ALLAH,  dimana ALLAH  yang menciptakan segala macam jenis Tanaman, segala jenis binatang baik didarat, laut maupun yang dilangit, yang telah mati dan  terpendam diperut kedalam bumi,   dengan Tekanan Yang Keras dan Temperatur Suhu Tinggi, dimana pada akhirnya menjadi Minyak dan Gas, yang terjebak dalam cekungan dan patahan lapisan batuan dibawah lapisan-lapisan bumi, guna  diditeksi oleh Ahli Geologi, serta Ahli Perminyakan, untuk selanjutnya jika dari hasil explorasi diketemukan Cadangan Deposit Yang Komersial akan diberikan POD (Plan Of Development)  oleh SKKMIGAS  guna diekploitasi, dibangun semua Fasilitas Produksi, Refinery, diproduksi dan dipasarkan di Pasar Minyak dan Gas didunia untuk kebutuhan dan manfaat kita semua, termasuk di Belahan Eropa yang memubutuhkan pasokan Gas untuk kebutuhan pemanas, masak, fuel – bahan bakar bensin, solar untuk  kendaraan, Industri,  khusus untuk keperluan Energy;

  • Pandai Bersyukur atas Nikmat ALLAH :

Kita  diperingatkan oleh ALLAH untuk pandai bersyukur dan senantiasa mengingat akan Nikmat ALLAH tersebut;

  • Peringatan adanya Hari Akhirat :

ALLAH memperingatkan adanya Hari Akhirat dimana setiap manusia tidak terkecuali akan diminta pertanggung-jawaban oleh ALLAH, sehingga cara memproses Tahapan untuk mendapatkan Migas melalui penyelidikan umum,exploirasi, pembangunan Kilang, Refinery, pemasangan pipa,  expolitasi, produksi dan hingga dipasarkan dijual kepada  ke Para Pembeli Migas dan Gas,  tidak boleh dengan cara Merusak Lingkungan Hidup, termasuk tidak boleh mengambilnya dengan cara yang tidak di Ridhoi oleh ALLAH, karena nanti akan menjadi laknat dan bukan berkah, baik di dunia dan akhirat.   

  • Manusia butuh Petunjuk ALLAH :

Pada fakta kenyataannya, kita sebagai manusia, dalam kehidupan dan kesibukan,  sering lupa dan diliputi kekurangan, sehingga kita membutuhkan Petunjuk dari ALLAH, guna “Mengisi atau Men-Charge “Rohani Qalbu” dan Otak Pikiran kita dengan mendengarkan melalui telinga, melihat melalui mata, membaca dengan Qalbu  (mata hati kita), karena sesuai Firman ALLAH dalam Kitab Suci dari ALLAH termasuk Al Quran, kita manusia di alam Roh sebelum ditiupkan Roh  kedalam Tubuh Jasad kita oleh ALLAH, telah mengadakan :

  • ALLAH mengambil Kesaksian di Alam Roh  terhadap Jiwa manusia :

dan bersaksi adanya ALLAH yang menciptakan kita sebagaimana Firman ALLAH dalam Kitab Suci AL Quran Surat Al A’raaf 7 ayat 172 ( terjemahan Bahasa Indonesia- nya) :

Dan (ingatlah), ketika Tuhan mu mengeluarkan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan ALLAH mengambil kesaksian terjadap jiwa mereka (seraya berfirman) : “Bukankah AKU ini Tuhanmu?”  mereka menjawab : “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi. (Kami lakukan demikian itu) agar pada Hari Kiamat kamu tidak mengatakan : “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah  orang yang lengah terhadap ini.

Kitab Suci Al Quran Surat Hadid 57 ayat Ayat 8 yang berbunyi (terjemahan Bahasa Indonesianya:

  • ALLAH telah mengambil Perjanjian dengan Manusia :

Dan mengapa kamu tidak beriman kepada ALLAH padahal Rasul menyeru  kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya DIA (ALLAH) “telah mengambil perjanjianmu”, jika kamu adalah  orang  yang beriman.

Memang Informasi dari ALLAH  Sang Maha Pencipta, sudah diberikan ALLAH kepada para Rasul dan Nabi untuk disampaikan kepada kita manusia, sehingga kita sebagai orang yang diberikan rasa keimanan oleh ALLAH, harus benar-benar berterima kasih dan bersyukur kepada ALLAH yang telah memberikan kita Hidayah dan Petunjuk serta kemauan untuk membaca isi Kitab Suci Al Quran, sebagai Cahaya Nur Ilahi untuk mengeluarkan kita manusia dari kegelapan menuju penerangan, sesuai ayat berikutnya dari Surat Hadid (Surat Besi) ayat 9 dari Al Quran yang berbunyi : ( terjemahan Bahasa Indonesianya)

Dialah yang menurunkan kepada hamba NYA  ayat-ayat yang terang (Al Quran) supaya DIA mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada Cahaya. Dan sesungguhnya ALLAH benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadpmu.

Berdasarkan Firman dari ALLAH dalam Surat Hadid (Besi) 57 ayat 8 dan 9 tersebut diatas, maka Penulis sebagai Independent Business Lawyer, yang pekerjaan kesehariannya seringkali terlibat masalah “Perjanjian”, benar- benar, diberikan Kesadaran Awal,  karena :

ALLAH telah memberitahukan kita sejak di alam Roh,  yaitu  sebelum Roh kita ditiupkan oleh ALLAH kedalam Tubuh Jasa kita yang diciptakan oleh ALLAH dari Tanah (melalui proses produksi antara orang tua kita masing-masing),  ALLAH telah mengadakan “Kesaksian dan Perjanjian” antara :              

(i) setiap Roh yang diciptakan oleh ALLAH  dengan (ii) ALLAH sebagai Pencipta  Roh akan kesaksian adanya ALLAH sebagai Tuhan kita,  agar di Hari Kiamat kita tidak dapat lengah dan menyatakan kita tidak pernah bersaksi (adanya ALLAH). 

Oleh karenanya,  kita sebagai Manusia diminta ALLAH :

untuk hanya Menyembah dan Tunduk dan Taat kepada ALLAH Yang Maha Esa dan Para Rasul,  serta ajaran dan Petunjuk NYA untuk hanya mengabdi kepada ALLAH, dimana di Hari Akhirat kita semua tanpa terkecuali akan dimintakan pertanggung jawaban atas perbuatan kita selama didunia, termasuk bagaimana kita membuat Undang-undang dan Peraturan serta Kebijakan didalam pengelolaan Migas selama didunia ini.      

IMPLEMENTASI  KESEHARIAN  DIDUNIA  NYATA :

Geopolitik – Migas – Perebutan Pengaruh Kepentingan – Pasokan Gas Alam ke Eropah melalui Pipa – Pipeline Gas  Iran  Versus Pipa Gas Qatar yang keduanya melintas Syria.

Dalam implementasi keseharian kita didunia nyata, adalah tugas Manusia untuk mengelola dunia beserta semua kekayaan alam sebagai karunia ALLAH baik didarat, laut, udara dengan syarat “tidak boleh membuat kerusakan didunia”, dan harus menggunakan akal, qalbu kita, serta “tidak boleh merampas hak orang lain”, termasuk Karunia Kekayaan alam yang diberikan oleh ALLAH,  diberbagai hamparan belahan didunia ini;

Penulis mencopy Cut Paste Peta Jalur Pipa di Timur Tengah dari Website : http://www.antaranews.com/berita/585522/geopolitik-dan-perang-dunia-terselubung-di-suriah

Pasokan Gas ALAM   di Timur Tengah

ULASAN  Ringkas :  

Kita ketahui bahwa Produksi Minyak dan Gas dari Belahan Timur Tengah  merupakan Pasokan Produksi lebih kurang 60%  dari Produksi Migas Dunia, yang kini menjadi ajang Perebutan Kekuasaan Pengaruh maupun Perebutan Jalur Pipa Gas ALAM antara berbagai Kepentingan Negara Adi Daya di dunia, termasuk yang berkepentingan adalah “Eropa yang tidak mau menggantungkan diri pada pasokan Gas Alam dari Rusia“, serta  Iran yang acapkali di Embargo oleh Amerika, dimana Poros Iran – Rezim Assad- Rusia akan berhadapan dengan Poros Saudi Arab – yang dianggap dekat dengan Amerika Serikat, UAE maupun para Investor-Investor  Migas Asing.

Photo di Copy Cut  Paste : dari http://cdn.newsapi.com.au/image/v1/335809bc5a4500918ff797c8a540c039

Russia kini men-supply Eropa 1/4 gas yang dipakai untuk pemanasan, memasak, fuel bahan bakar dan kegiatan lainnya.

Pada Faktanya 80% Gas yang diproduksi oleh Perusahaan Negara Russia Gazprom dijual ke Eropah, sehingga Rusia berkepentingan untuk mempertahankan pasar ini.

Namun sebaliknya Eropa tidak senang atas ketergantungan Pasokan Gas dari Rusia. Dimana jika terjadi konflik, Russia akan menggunakan kekuatan ini untuk menekan Eropah.  Dengan demikian jika Eropah bisa mendapatkan alternatif pasokan Gas selain dari Russia,  tentunya langkah ini disenangi oleh Amerika Serikat karena akan berakibat mengurangi Pengaruh Russia di Eropa.

Selain itu Russia dan Cina  mempunyai kepentingan Investasi Proyek Pemasangan Pipa Migas di Belahan Dunia Timur Tengah ini.

Persaingan terjadi atas pemasangan Pipa Gas Alam dari Qatar menuju Eropah serta Pipa Alam Gas dari Iran ke Eropah, dimana Qatar dan Iran  adalah Pengekspor dan Penyalur Gas Alam (Natural Gas) ke Eropah, sebagaimana dapat kita ketahui  dari sumber Website : https://www.foreignaffairs.com/articles/syria/2015-10-14/putins-gas-attack , dimana Rencana Jalur Pipa Gas Alam ini akan melewati Wilayah Syria. Disini kita lihat Letak Syria yang strategis untuk menghubungkan kebutuhan Pemasukan Pipa Gas dari Qatar dan Iran ke Eropah.

Dari sumber diatas, kita dapat ketahui bahwa pada Tahun 1989 Qatar dan Iran memulai membangun South Pars/North Dome Field, yang berada dan ditanam 3000 meter dibawah dasar lantai Persian Gulf.south pars

Dengan adanya ditemukannya atau Discovery Cadangan 51 Trilliun Cubic Meter Gas dan 50 Juta Cubic meter dari Liquid Condensate, maka hal ini  merupakan lapangan Natural Gas atau Gas alam terbesar didunia, dimana diperkirakan  lebih kurang 1/3 kekayaannya terletak di Perairan Iran dan 2/3  terletak di  Perairan Qatar.

Dasar Nara Sumber nya : yang Penulis Copy dan Cut Paste dari Website  :    https://www.foreignaffairs.com/articles/syria/2015-10-14/putins-gas-attack

Quote

POWER LINES

In 1989, Qatar and Iran began to develop the South Pars/North Dome field, which is buried 3,000 meters below the floor of the Persian Gulf. With 51 trillion cubic meters of gas and 50 billion cubic meters of liquid condensates, it is the largest natural gas field in the world. Approximately one-third of its riches lie in Iranian waters and two-thirds in Qatari ones.

Unquote

Dengan ditemukannya LNG tersebut, Qatar telah melakukan Investasi besar di LNG, dengan membangun LNG Plant dan terminal agar dapat mengapalkan LNG ke belahan dunia. Namun dengan jatuhnya harga Migas dan meningkatnya harga Kapal  Transportasi, maka Qatar tidak bisa bersaing dengan Rusia yang menjadi Pemasok Gas terbesar ke Eropah, sehingga membutuhkan dibangunnya Jalur Pipa Gas  pada tahun 2009 melalui Saudi Arabia, Yordania, Syria ke Turki dimana Investasi Milyaran Dollar harus dilakukan dimuka untuk mengurangi Biaya Ongkos Transportasi jangka panjang.

Photo Copy Cut Paste dari : http://cdn.newsapi.com.au/image/v1/094d5929f2a7da0ec47855659dcc8df8

The proposed gas pipeline from Qatar via Saudi Arabia, Jordan, Syria and Turkey to Europe.Source:Supplied

Picture Pipeline Qatar n Iran

The proposed gas pipeline from Qatar via Saudi Arabia, Jordan, Syria and Turkey to Europe.Source:Supplied

Nampaknya Syria, Presiden Basyar Al Asaad menolak mendatangani Rencana Proyek Pemasangan Pipa Gas ini, dimana  tentunya Russia berkepentingan untuk juga mencegah terjadinya Jalur Pipa oleh Qatar lewat Syria ini. Disinilah terjadinya perebutan pertarungan Pengaruh Kekuatan Geopolitik yang semakin kompleks, diantara kekuatan Adidaya terkait dengan Pasokan Gas dan LNG ini.

Pada saat yang bersamaan Iran  melihat peluang ini, dimana infrastruktur untuk meng- export gasnya, masih langka,  sehingga untuk dapat mengekspor Reserve Gasnya yang besar ini,  Iran mengajukan  proposal Pemasangan Pipa alternative Iran – Iraq– Syria Pipeline yang sangat didukung oleh Russia, yang meyakini bahwa Russia akan lebih mudah untuk melakukan Deal dengan Iran dibadingkan Qatar yang jauh dari Basis Amerika Serikat) untuk mengontrol import gas ke Eropah dari Iran, Laut Caspian, dan  Asia Tengah.Rance Investasi Pipelinenya adalah $10 Milliar ke Eropah nelalui Iraq dan Syria dan dibawah Laut Mediterinian.

Pipeline Iran

Pengumuman atas Proyek Pipa ini dilaksanakan Tahun 2011,  dimana Para Pihak telah mendatangani Dokumen Proyek pada bulan July Tahun 2012.  Rencana penyelesaian Konstruksi Pemasangan Pipa Gas ini adalah Tahun 2016, namun Revolusi Arab Spring  dan perang Chaos yang berkecamuk di Syria telah mencegah  schedule Penyelesaian Konstrukis Pemasangan Pipa Gas Iran ini.

Kita ketahui bahwa  Turki letaknya adalah berbatasan dengan Syria, namun seringkali menghadapi  “masalah domestik dengan Suku Kurdi”.

Kita amati bahwa perkembangan diatas, menjadi masalah kompleks dari Pandangan Geopolitik yang menggunakan Pasokan Minyak dan Gas sebagai Instrumen kekuatan maupun kelemahan, untuk berunding maupun memperkuat Posisi keuangan maupun keberdayaannya ;

Misalnya Rusia akan sangat terkena dampak turunnya Pendapatan dan Budget,   jika Eropah mendapatkan alternatif sumber lain Gas selain dari Russia, yang dapat menyebabkan turunnya pendapatan Budget Rusia dari penjualan Gas ke Eropah.  

Minyak dan Gas juga menjadi sumber energi kekuatan perekonomian maupun perlengkapan persenjataan Negara Adi Daya, termasuk untuk Kapal Induk serta Pesawat Terbangnya yang sangat membutuhkan kepastian Pasokan Migas untuk menunjang kekuatan perekonomian, militer,   dan ke Adidayaan dari negara-negara tersebut.   Kita ketahui Syria menghubungkan 3 Benua yaitu Eropah, Asia dan Afrika.  

 Dengan demikian untuk tetap menjaminnya masukan pasokan Minyak dan Gas, bagi negara-Negara di Eropah, maupun Amerika Serikat serta terjaminnya Iran dari tekanan Amerika Serikat dan Eropah, maka Iran membutuhkan kolaborasi dengan Russia, maupun kekuatan Hisbulah serta Rezim yang berkuasa di Syria yaitu Basyir Assad. Di Amerika Serikat sebenarnya telah ditemukan banyak Shale Oil maupun Gas, namun membutuhkan waktu yang lama untuk di ekspor ke Eropah.

Dengan gambaran sekilas latar belakang diatas,  maka  guna dapat tetap terjaminnya pasokan serta exploitasi Kekayaan Alam Migas tersebut, maka masing-masing Kekuatan Adidaya akan membuat strategi dan langkah untuk dapat menguasai Jalur Pipa Minyak dan Gas, maupun mengamankan Investasi atas Proyek Jalur Pipa serta  Ladang Minyak dan Gas,  sebagaimana kita lihat sedang terjadi dibelahan Timur Tengah, dimana sedang berlangsung perebutan Pengaruh Kepentingan Geopolitik kekuatan beberapa Negara Adi Daya tersebut, berikut Modal Besar, serta dukungan Kekuatan Militernya,  sehingga menyebabkan ketidak stabilan keamanan serta pecahnya perang saudara antara sesama warga penduduk di Timur Tengah, yang dimulai  dengan tumbangnya Pimpinan Sadam Husein di Iraq, dari Partai Sosialis Bath,  dengan alasan adanya Senjata Pemusnah Masal, yang ternyata tidak terbukti ada, dan menjalar pergolakan yang dikenal dengan Arab Spring, mulai dari Tunisia, Libya, termasuk sebelumnya Tahun 1980-an, adanya bantuan kepada Kelompok Muhajidin di Afghanistan, oleh Negara Adi Daya Amerika Serikat,  terkait  perlawanan melawan Kekuatan Rusia;

Kita amati bahwa rezim berkuasa di Syria, Basyir Asad, yang semula hendak dijatuhkan karena proses domino demokrasi Arab Spring, ternyata kini telah dibantu oleh Iran, maupun Russia dengan pesawat tempurnya, dimana dipihak lain  Negara Adi Daya Amerika Serikat, diakui oleh para Pimpinan Negaranya jika kita lihat dari berita di Media Internet,   terlibat membantu membiayai Gerakan Pemberontakan terhadap Rezim Asad,  sehingga pada akhirnya terjadi dan berkecamuk Perang Saudara di Syria, sehingga tidak jelas siapa lagi yang berkepentingan, untuk menjadi lawan maupun kawan, yang berakibat banyak sekali korban nyawa serta terjadinya Pengungsian Warga penduduk sipil dalam “Skala Besar” untuk lari dan  keluar dari Daerah Konflik perang Saudara di Iraq, Suriah, dan daerah Timur Tengah lainnya;

Hal diatas jelas berakibat terjadinya pelanggaran atas Hak Kedamaian dan Kenyamanan dari masyarakat yang berada diwilayah yang dikarunia ALLAH dengan kekayaan alam tersebut, untuk dapat memperoleh kesejahteraan dan kemakmuran serta  rasa kedamaian, keamanan dan ketentraman.  

Kalau kita tarik ke Bumi Nusantara terkait dengan Migas  ini :

Kini Pemerintah yang berwenang dalam Migas yaitu ESDM, sedang membuat suatu Schema alternatif yang dikenal dengan Gross Split Minyak dan Gas, yang berbeda dengan Perjanjian Bagi Hasil yang selama ini diterapkan diproses kegiatan pengusahaan Migas di Indonesia

Untuk hal ini kita perlu amati dan pelajari Shema Gross Spilt MIGAS ini, dan mengadakan perbandingan dengan Perjanjian Bagi Hasil atau PSC maupun, TAC, JOB, EOR yang telah ada, apakah telah memberikan Kesimbangan Hak dan Kewjiban antara Pengusaha Produsen Migas, Pemerintah, Pembeli Migas misalnya PLN yang Energynya dibutuhkan untuk Pembangkit Listrik, maupun Industri usaha, termasuk masyarakat yang membutuhkan bensin dan gas rumah tangga bagi kelangsungan hidup sehar-hari. 

Kita juga perlu mengamati apakah Pengusaha Migas Nasional diberikan akses untuk mendapatkan kemudahan Dana Awal dalam Tahapan Explorasi, dimana pada Tahapan ini  belum ada pemasukan dari penjualan produksi  migas, dimana  Study Geology yang dibuat oleh Para Ahlinya, harus Kredible guna dapat di percaya oleh Perbankan, Pasar Modal untuk mendapatkan dana Awal melakukan kegiatan Explorasi dimana risiko Singking Fund adalah Risiko dari Pengusaha Migas, jika ternyata tidak ditemukan Discocery Cadangan Migas yang Komersial.

Kita perlu juga mengamati apakah Hasil Produksi maupun Pendapatan Budget Negara  yang diperoleh dari Hasil Bagian Migas oleh  Pemerintah, oleh  para Elit Politik baik di Eksekutif, Legislatif,  telah membuat ketentuan dan kebijakan yang  memaksimalkan peruntukannya untuk  Kesejahteraan dan Kemakmuran Masyarakat, sesuai dengan Amanah Konstitusi termasuk Pasal 33 ayat 3 Undang-undang Dasar 1945.

Perlu pula diamati  apakah dalam dunia Perminyakan Gas serta Penunjang Perminyakan dan Gas telah  memberikan  keadilan, kemudahan mendapatkan akses dan kesempatan yang luas dan sama, tanpa diskriminasi,   untuk memperoleh antara lain :

pengetahuan, pendidikan dapat mengakses Informasi, dan kesempatan luas memberdayakan diri baik secara Permodalan, Teknology, Keuangan,  Pendidikan yang terjangkau untuk rakyat Banyak, serta berusaha mandiri dengan tidak dikenakan beban Pajak yang terlalu berat bagi masyarakat umum pemula, guna dapat memberdayakan kekuatan Lokal. 

Adapun Hasil Pendapatan dan Budget oleh Pemerintah yang diperoleh oleh   Pemerintah haruslah digunakan untuk Kemakmuran dan Kesejahteraan Masyarakat Umum yaitu antara lain :

  • Kemudahan mendapatkan Pendidikan yang terjangkau dan Beas Siswa dari Taman Kanak hingga jenjang Universitas, Akademi  Kejuruan termasuk untuk jurusan Migas dan kesadaran Bersih Lingkungan dan  Bebas  Polusi  Udara.
  • Pelayanan Rumah Sakit Umum yang terjangkau dan memadai,
  • Memperoleh sandang,  pangan dan papan tempat tinggal yang murah dan terjangkau bagi Rakyat Banyak,
  • Mendapatkan Listrik yang murah, dan kontinui bagi semua Masyarakat diseluruh penjuru Bumi Nusantara.
  • Transportasi Publik yang aman, nyaman, terjangkau, dan cepat serta tepat waktu
  • Akses mendapatkan udara yang bebas dari Polusi pencemaran emisi, sehingga mobil dan semua kendaraan umum harus memenuhi persyaratan yang tidak membuat Polusi dan Pencemaran Udara.
  • Ketersediaan mendapatkan kemudahan Pelayanan Umum baik kemudahan mendapatkan E-KTP, maupun segalam macam Izin yang tidak dipersulit maupun tidak terlalu banyak dan berbelit,
  • Memperoleh Air bersih yang sehat untuk dapat diminum dalam Kwalitas, Kwantitas dan Konstinuitas (K3),
  • Bebas banjir dan bebas dari kemacetan Lalulintas yang bertambah parah, baik di Jalan Umum mapun Jalan Tol,
  • Dibuat Taman untuk Rekreasi di setiap Wilayah Kota, sehingga orang bisa menikmati udara serta tempat bermain yang bersih, nyaman dan tertib

Sekian Dahulu Rubrik Tulisan  Kilas Siang Hari ini, semoga bermanfaat.

Jakarta, 4 Juli 2017

Agung Supomo Suleiman 

    AGUNGSS INDEPENDENT BUSINESS LAWYER

AGUNGSS BUSINESS LAWYER NOTE

29 Juni 2017

INDEPENDENT LAWYER BEBAS KEPENTINGAN

Filed under: Independent Lawyer Bebas Kepentingan — agungssuleiman @ 5:03 pm

Independent Lawyer, harus bebas kepentingan, agar pandangan hukumnya tidak bias dan melenceng dari  kwalitas profesi  kebenaran.

Hampir sama dengan Ulama dan LSM, disuatu negara harus ada Pihak Ke-3 Independent Professional  yang benar – benar berusaha untuk “bebas dan merdeka” dari Kepentingan Politik, Penguasa, Eksekutif, Yudikatif, maupun Pengusaha, dimana, Pihak Ke-3 ini diharapkan dari “kaum Profesional”, yang tidak boleh berpartisan, maupun partial (atau dengan kata lain harus “Impartial” dan “Non-Partai” – “Non-Partisan”) untuk menjaga Independensi Opini dan Pandangan profesionalitasnya serta harus mempunyai pandangan yang Kritis terhadap Kebijakan maupun Undang-undang,  Peraturan yang merupakan “Produk Politik” dibuat oleh Pemerintah (Eksekutif) dan  Legislatif.       

Oleh karenanya pandangan dari Kalangan Akademis – Professional Cendekiawan – Study Akademis, harus selalu ada, sebelum dibuat Rancangan Undang-Undang tertentu, maupun dalam penerapan dan pelaksanaan dari Undang-Undang tersebut.  

Pembuatan Undang-undang ini secara Hukum Konsitusional tidak boleh bertentangan dengan amanat yang dituangkan dalam Undang – Undang Konstitusi dari suatu Negara, dimana Landasan Dasar dari Negara tersebut pada umumnya adalah Konstitusi Undang Undang Dasar yang dibentuk   dan disepakati  untuk menjadi Landasan Konstitusi dari Negara tersebut.

Memang, setiap Negara,  masing-masing berbeda Konsep dasar Pembentukan Negaranya maupun Landasan Konstitusi dari Negara tersebut yang sepakat dibentuk oleh Masyarakat disuatu Wilayah tertentu dimuka bumi ini.   

Jika kita berpatokan pada Kitab Suci Al Quran, yang diyakini oleh Umat Muslim sebagai Firman Allah yang membenarkan Kitab-Kitab Suci terdahulu, maka ALLAH berfirman bahwa ALLAH yang menciptakan berbagai bangsa dan suku untuk saling mengenal.

Selanjutnya ALLAH juga berfirman bahwa setiap Umat itu ada umurnya yaitu ada awal dan ada akhirnya, sama dengan manusia ada saat lahir dan ada saat meninggalkan dunia ini. Makanya, dalam ajaran Islam yang mengacu kepada Kitab Suci Al Quran, di firmankan oleh ALLAH bahwa atas  setiap Umat ada Rasul dan Nabi yang diturunkan oleh ALLAH, dimana Rasul dan Nabi yang terakhir dan sebagai penutup adalah Nabi Muhammad S.A.W. yang diturunkan oleh ALLAH lebih kurang 600 ratusan tahun setelah Nabi Isa A.S,  dan menurut pada Ahli sejarah Agama, adalah  ribuan tahun setelah Nabi Musa A.S. 

Sebagaimana kita ketahui,  Umatnya  Nabi Nuh, termasuk anaknya Nabi  Nuh, yang tidak beriman kepada ALLAH Yang Maha Esa maupun kepada Nabi Nuh,  telah dimusnahkan oleh ALLAH, melalui banjir besar yang diturunkan oleh ALLAH dari langit dan dapur bumi,  dimana Nabi Nuh beserta umat – orang yang beriman kepada ALLAH dan Nabi Nuh  telah “diselamatkan oleh ALLAH”,  dan dimana   sebelumnya, kepada Nabi Nuh telah  diwahyukan oleh ALLAH untuk membuat perahu untuk mengangkat dan menyelamatkan Nabi Nuh dan  umat kaum yang beriman kepada Nabi Nuh serta beberapa pasangan binatang. 

Begitulah proses cerita para Nabi beserta Umatnya banyak diceritakan oleh ALLAH kepada Nabi Muhammad S.A.W. melalui Wahyu yang  dirisalatkan kepada Nabi Muhammad dalam Kitab Suci Al Quran. 

Jika kita tarik ke bumi Nusantara, menurut sejarah, dahulunya terdiri dari berbagai Kerajaan-Kerajaan, antara lain Kerajaan Sriwijaya, Majapahit,  dan berbagai kerajaan lainnya,  dengan cakupan batasan Wilayah serta Kekuasaan serta Penduduk dan asal usul latar belakang etnis dan budaya, serta kepercayaan serta sistim menjalankan Kerajaannya juga berbeda-beda satu dengan lainnya.

 

Dengan timbul dan tenggelamnya Kerajaan-Kerajaan tersebut, nampaknya ajaran kepercayaan yang dianut oleh Umat pada periode Kerajaan – Kerajaan tersebut juga berbeda satu dimages Candiengan lainnya, dimana dari peninggalan  Candi Prambanan, Candi Borobudur yang ditemukan di daerBorobudur-new-101-_smallah Pulau Jawa, nampaknya kepercayaan Budha dan Hindu  yang berasal dari India  adalah kepercayaan yang dianut pada zaman Kerajaan tersebut yaitu pada perkiraan Abad ke 7 Masehi, sebelum  datangnya  ajaran Islam yang menurut Ahli sejarah yang Penulis temukan di Website, datangnya Islam adalah pada abad ke 7 melalui hubungan pedagang Gujarat India ke Kerajaan Sriwijaya, sumber http://kisahasalusul.blogspot.com/2015/10/sejarah-masuknya-islam-ke-indonesia.html, namun ada juga yang berpandangan dimulai abad ke 13 – 14 Masehi,  dimana disebutkan  adanya peninggalan batu Nisan yang ditemukan di Pasai, dimana terindikasi disebutkan Tahun 17 Dzulhijah 831 atau 21 September 1428 Masehi yang identik dengan Batu Nisan yang ditemukan di makannya Maulana Ibrahim 822 H atau 1279 M.

Begitulah dalam perjalanan panjang dari sejarah di Wilayah Nusantara, kita ketahui bersama kejayaan Arsitek Candi serta peninggalan sejarah suatu masa Kerajaan dapat terlihat dari peninggalan budaya yang ada pengaruh kepercayaan dari suatu umat pada masa perjalanan kehidupan manusia yang tinggal bergantian di bumi Pertiwi Nusantara ini.

Kini di Era Demokrasi,  pemikiran dari Para Intelektual  baik dari Kalangan Ulama maupun Cendekiawan Profesional, Budayawan  yang harus bebas, lepas  dan Independent  dari pengaruh para Penguasa, Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, yang acapkali berkolaborasi dengan Pemodal,  dibutuhkan untuk dapat mengontrol maupun mengingatkan para Penguasa, Eksekutif maupun perangkatnya, Legislatif, Yudikatif, untuk tetap berpedoman kepada Petunjuk ALLAH maupun Landasan Konstitusionalnya, yaitu antara lain :

melaksanakan Keadilan, Kepastian Hukum dan Pengadilan yang berpihak kepada Kebenaran, Amanah untuk men-Sejahterakan Masyarakat Luas, terutama kesamaan Hak Akses memperoleh  Pendidikan, Kesehatan, Sandang, Papan Perumahan yang terjangkau dan memadai,  Pangan yang sehat dan terjangkau,  Pelayanan Transportasi Umum Publik yang nyaman, aman dan bersih dan lancar serta tepat waktu,  mendapatkan akses atas air bersih dan air minum yang sehat berkwalitas, kwantitas yang cukup dan kontinu berkelanjutan, mendapatkan udara yang bersih dan bebas dari Polusi, pencemaran emisi, memperoleh kesempatan untuk berkarya, membuat lapangan kerja, menyalurkan kreatifitas yang positif, tersedianya taman hijau tempat penyerapan air maupun bermain dan berolahraga, bersepeda, berjalan kaki.

Terkait dengan hal diatas, maka Para Cendekiawan Intelektual termasuk Para  Independent Lawyer, haruslah menyediakan waktu untuk memberikan saran pikiran, masukan antara lain :

berupa karya tulisan yang konstruktif melalui misalnya menulis di Blog yang dibuat oleh masing-masing Independent Lawyer yang memang perduli dan tertarik untuk memberikan sumbang saran sesuai bidang dan profesinya masing-masing termasuk keilmuan dan pengalaman yang diperolehnya selama masa kerjanya, demi terwujudnya kesadaran dan meleknya Hukum  untuk tercapainya rasa keadilan bagi masyarakat  khususnya perjuangan  “menegakan  rasa keadilan dan perasaan mendapatkan kenyamanan dan perlakuan kesamaan  hukum yang adil dan transparan”,  sesuai dengan cita-cita kita bersama termasuk dari para pendiri dari Bangsa Indonesia ini.

Memang tidaklah mudah untuk dapat  memberikan saran dan pandangan yang bebas dari kepentingan politik, maupun tempat kita berkerja atau berkarya, sehingga Independensi dari Para Lawyer diharapkan dapat terwujud,  sesuai  batas kemampuannya masing-masing, mengingat  tahapan untuk dapat mencapai level Independensi tidaklah semudah yang diucapkan maupun dinyatakan, karena pada fakta realitas hidup sehari-hari kita masing-masing harus berjuang untuk menyalakan asap dapur kita masing-masing, sesuai tahapan level kebutuhan kita dari satu tahapan ke tahapan berikutnya, yang tentunya melalui proses yang panjang dan membutuhkan kesabaran dan ketabahan.

Mungkin sekian dahulu pemasukan sekilas pemikiran Penulis pada malam ini, dengan harapan dapat bermanfaat bagi kita semua dalam rangka menciptakan dunia yang lebih baik bagi kita semua dari generasi ke generasi.

Wassalam,

Agung S.Suleiman

Jakarta, 29 Juni 2017

AgungSS Experimental Blog   

Blog Awal Komunikasi “Jendela Dunia”

Filed under: Awal Komunikasi "Jendela Dunia" — agungssuleiman @ 3:32 am

Setelah sekian lama berlalang menjalankan profesi baik sebagai In-House Legal Consultant maupun sebagai Independent Business Lawyer yang Self-Employed, dan membuat beberapa Blog serta menulis, kini Penulis merasakan bahwa wadah yang dibutuhkan untuk menyalurkan keingingan kita untuk dapat menyalurkan pasion kita adalah “melalui Blog”, karena Penulis “sangat merasakan bahwa “kebebasan” untuk menyalurkan pengalaman baik ilmu dan pengalaman kita yang diberikan kesempatan oleh ALLAH untuk menimbanya,  tanpa adanya  sekat-sekat birokrasi maupun pembatasan dan hambatan maupun segala macam aturan protokoler adalah melalui “Blog yang kita buat sendiri didunia maya”, sepanjang kita dapat menjaga etika kita berkomunikasi melalui media maya ini.   

Dengan demikian, apa yang kita cari selama ini ternyata ada “didalam diri kita masing-masing”, dimana  tinggal kita mencari wadah atau panggung untuk menyalurkannya sesuai dengan pasion kita masing-masing.

Kisah ceritanya hampir sama dengan cerita seseorang yang mencari jati dirinya kemana-mana dan ternyata setelah mendapatkan “Kotak Rahasia Jati Diri” yang dicari-cari, adalah Kotak -kotak besar, yang berisi kotak-kotak yang semakin lebih kecil,  dimana isi dikotak kecil yang terakhir  isinya :

Ternyata adalah sebuahCermin Kaca” yang dia dapat bercermin dan berkaca dan yang dapat dilihat dikaca cermin tersebut :  adalah “dirinya sendiri”.       

Analog dengan cerita tersebut diatas, maka bagi kita yang kebetulan senang dan berkeinginan untuk mengajar atau membagi pengalaman Ilmu maupun pengalaman hidup yang diperoleh dan diberikan kesempatan oleh ALLAH untuk mengalaminya, maka ternyata salah satu “wadah yang anda bisa gunakan di Era Globalisasi IT dunia Maya adalah “Blog yang anda buat sendiri”. 

Misalnya, jika anda mendapatkan Tugas untuk menjadi Konsultan disuatu tempat tertentu, maka  jika karena alasan satu DSC00719dengan lainnya, anda merasa kurang luas cakupan penerapan atau peng – amalannya, maka Anda sebagai orang yang pilihan hidupnya adalah “Berprofesi untuk berbagi ilmu dan pengalaman”, tentu anda bisa kembangkan Ilmu serta pengalaman yang anda peroleh selama ini melalui Blog yang anda buat sendiri didunia Maya, dimana jangkauannya adalah seluas jangkauan Internet Provider didunia ini tanpa batas Geographis. 

Memang Unik bukan, ternyata “Blog yang kita buat sendiri merupakan  “Awal Komunikasi Jendela Dunia“, di Era Informasi Teknologi, guna  dapat men-share dan menyalurkan pikiran dalam Otak, perasaan emosional maupun pencerahan Spiritual dalam “Qalbu” kita.

Otak dan Qalbu kita  dalam proses perjalanan hidup kita, akan penuh dengan isi berupa Ilmu dan pengalaman hidup yang dialami oleh kita masing-masing,  sesuai data dan Informasi yang masuk,  sesuai, lingkungan kita, orang tua kita, rumah, sekolah, masyarakat dan tempat kerja  sekitar  kita, selama   umur yang diberikan oleh ALLAH kepada kita didunia ini, sebelum secara alamiah SunatuLLAH, umur kita makin menua dan Daya Ingat serta Daya pikir kita akan melemah dan menghilang sebagai Tanda Kebesaran ALLAH,  bahwa setiap manusia itu tidak kekal dan ada masa berakhir umurnya atau tiba  ajalnya disaat Malaikat mencabut Nyawa kita sesuai perintah ALLAH dalam Kitab Suci AL Quran dan Kitab2 Suci  sebelumnya.

Wassalam,

Jakarta, 29 Juni 2017

Agung Supomo Suleiman

  Independent Business Lawyer Note

22 Juni 2017

Tunduk pada “Hawa Nafsu” Hasilkan Kerusakan DUNIA

Filed under: Tunduk pada Hawa Nafsu hasilkan Kerusakan Dunia, — agungssuleiman @ 3:06 pm

Tanpa Petunjuk dan Tuntunan  dari ALLAH melalui Firman NYA dalam Kitab-Kitab Suci NYA jelas akan menghasilkan “kerusakan didunia”, karena orang cenderung untuk tunduk kepada “Hawa Nafsunya“, jika tidak beriman dan tunduk kepada ALLAH.  Memang orang yang cenderung untuk tunduk kepada “Hawa Nafsu”, akan tidak sadar, bahwa dia sedang membuat kerusakan didunia,  karena, sesuai  Firman ALLAH dalam Kitab Suci Al Quran, khususnya permulaam ayat Surat Al Baqarah, manusia yang tidak beriman  kepada ALLAH, dan Hari Akhirat,   jika kita nasehati dia untuk jangan membuat Kerusakan didunia, dia  akan membalas menyatakan bahwa dia sedang melakukan perbaikan dan bukan kerusakan, padahal sesungguhnya kata ALLAH,  dia telah melakukan kerusakan didunia ini, tanpa dia sadari. Merdeka

Bagi kita penganut muslim, indikator melakukan kerusakan didunia berpedoman kepada Firman  ALLAH yang terdapat dalam Kitab Suci Al Quran.

Pada fakta kenyataan didalam kehidupan kita sehari-hari, didalam masa kekinian, terlihat, bahwa  jika kita tidak mau mengikuti dan taat pada Petunjuk ALLAH dengan mau membaca Kitab Suci dari ALLAH, yang merupakan Cahaya untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju penerangan, maka, kecenderungan manusia akan membuat Kerusakan didunia ini. 

Kita sebagai orang yang beriman dituntut  untuk beriman kepada ALLAH, kepada Para Rasul dan Nabi, yang mendapatkan  wahyu dan risalat dari ALLAH sebagaimana difirmankan ALLAH  dalam Kitab Suci AL Quran, guna  disampaikan kepada kita semua manusia,  untuk  senantiasa menyembah ALLAH yang telah menciptakan Langit dan Bumi dan segala yang terdapat diantara keduanya, dan kepada Kitab2 Suci sebelumnya yang diturunkan kepada Para Rasul dan Nabi sebelum Nabi Muhammaad S.A.W,,  serta beriman kepada Hari Akhirat. 

Paramater dan ukuran dari implementasi atas tunduk dan patuhnya manusia kepada ALLAH, dapat  terlihat dari hasil perbuatan dan kelakuan manusia  yang dialami  oleh sesama penghuni didunia yaitu apakah :

  • telah terjadi kerusakan didunia yaitu ditempat kita tinggal,  baik kerusakan sistem, didalam membuat Peraturan Kebijakan, yang cenderung mengikuti “Hawa Nafsu” keserahkan dan ketamakan yang melampui batas, yang outputnya menghasilkan  Kerusakan di dunia yang tidak diridhoi oleh ALLAH Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, misalnya antara lain : terjadinya kesenjangan yang semakin melebar baik dalam kesempatan memperoleh pendidikan, kesehatan, papan-tempat tinggal, pangan  antara komponen elemen masyarakat, akses informasi, kesempatan untuk berkarier, berkarya, fasilitas transportasi Umum Publik yang aman, nyaman, bersih,  pelayanan rumah sakit umum bagi segala lapisan masyarakat  yang terjangkau dan memadai, kenyamanan memperoleh kebutuhan dasar untuk dapat hidup yaitu air bersih untuk minum, mandi, mencuci, perlakuan dan pemenuhan rasa keadilan di Pengadilan, rasa mendapatkan pengayoman dan perlindungan bagi semua lapisan masyarakat tanpa ada diskriminasi .

  • atau telah terjadi perbaikan sistim  dimulai dari Kebijakan dan Peraturan yang dilandasi dan diwarnai oleh  Petunjuk dari ALLAH untuk antara lain : memberikan rasa keadilan,  tidak diskriminatif, memberikan rasa aman, nyaman, kesejahteraan, ketersediaan kesempatan yang sama dan adil dalam memperoleh kesempatan pendidikan, kesehatan, papan-tempat tinggal pangan  antara komponen elemen masyarakat, akses informasi, kesempatan untuk berkarier, berkarya, fasilitas transportasi umum pubik yang aman, nyaman, bersih,  pelayanan rumah sakit yang memadai, kenyamanan memperoleh kebutuhan dasar untuk dapat hidup yaitu air bersih untuk minum, mandi, mencuci, perlakuan dan pemenuhan rasa keadilan di Pengadilan, rasa mendapat pengayoman dan perlindungan bagi semua lapisan masyarakat tanpa ada diskriminasi.

Dengan pengalaman kita hidup didunia ini termasuk di negara kita, maka guna dapat mempertahankan Independensi cara berpikir, kita harus berusaha hanya boleh takut kepada ALLAH Yang Maha Kuasa  dan bukan kepada selain ALLAH.

Sebagai penganut Muslim, salah satu kunci pedoman yang harus kita pegang dan lakukan, sesuai  Kitab Suci Al Quran,  adalah bahwa kita dituntut untuk  bersabar dan senantiasa berdoa dan berikhtiar melaksanakan misi dan tugas fungsi tugas dan misi kita masing-masing dalam bidang maupun profesi yang kita masing-masing, dengan senantiasa berusaha untuk bertaqwa dan hanya takut kepada ALLAH. Nambang Timah di Bangka

Kita harus senantiasa ingat kepada Janji ALLAH bahwa bahwa Bumi ini diwariskan oleh ALLAH kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada ALLAH dan Rasulnya serta percaya kepada Kitab Suci serta Hari Kiamat, atau Hari Pembalasan.

Memang dalam praktek kehidupan tidaklah semudah dengan ucapan saja, dimana kita akan berproses untuk dapat mengenal Hakekat makna pengenalan kita kepada ALLAH yang Maha Kuasa dan Maha Pengasih,  yang senantiasa mengamati diri kita dimanapun kita berada, dimana   ALLAH tidak pernah ngantuk dan tidak pernah tidur, sebagaimana tersebut dalam Surat Kursi –  Al Quran.

Masing-masing dari diri kita telah dijatahkan rejeki dan talenta oleh ALLAH. Memang pada fakta kenyataannya,  nasib dan garis tangan setiap manusia adalah berbeda satu dengan lainnya, dimana setiap manusia ujian dan cobaannya tidak sama, melainkan berbeda satu dengan lainnya.DSC00719

Beruntung bagi kita yang diberikan kesempatan oleh ALLAH untuk dapat berpikir dan menggunakan akal kita,  sehingga bisa menuangkan waktu kita untuk berbagi pengalaman dengan sesama kolega.  Penulis kebetulan jika ada waktu luang akan menyempatkan diri   menulis di Blog yang tersedia di dunia Maya, sehingga rasanya kita mempunyai  Media untuk  dapat  saling bertukar   pikiran  maupun   membagi ilmu dan  pengalaman dari kehidupan kita baik dalam berkarya, profesi, berkarier,  usaha, maupun apapun kegiatan kita, termasuk menginjak masa pensiun,   sehingga  dengan mudahnya di Era Teknologi informasi ini,  kita  dapat membina dan memelihara  rasa kepedulian kepada sesama kita, guna dapat terciptanya dunia yang lebih baik, nyaman, aman, bersih, tertib, bagi kita semua dari generasi ke generasi. 

Mungkin sekian dahulu saling bersapa melalui Blog ini dengan harapan kita semua diberkahi dan mendapatkan pencerahan di Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Amiin Ya Robil Al Amin….

Wassaalam,

Jakarta, 22 Juni 2017, Malam Jumat, Hari Kedua terakhir Bulan Ramadhan.

Agung S.Suleiman

 

 

21 Juni 2017

Sekilas Gambaran Kebutuhan Air Minum – Menjaga Keseimbangan Hak dan Wewenang Penyelenggara dan Pelanggan

Yah, beginilah menjadi Freelance Independent Business Lawyer memang banyak suka dukanya.  Penulis pada akhir Bulan Ramadhan  sedang terlibat  tugas mencari keseimbangan Hak dan Kewajiban antara Penyelenggara Air Minum dan Pelanggan, dimana akan dilakukan Evaluasi dan akan disusun suatu Kriteria maupun Definisi  persamaan Persepsi antara Para Stakeholder terkait  Persepsi Hak dan Kewajiban dari Penyelenggara Air Minum dan Pelanggannya.   

Hal  yang menarik, dalam pengalaman sebagai Independent Business Lawyer  adalah bahwa Penulis sering terlibat  memberikan Advis, saran dari Aspek Hukum maupun membuat Perjanjian terkait dengan Kekayaan Alam yang diciptakan oleh ALLAH mulai dari  Minyak dan Gas yang menurukodeco2t Geologi adalah terbentuk dari proses Plankton yang terpendam dikedalaman Bumi untuk waktu yang lama sekali dan dalam dibawah permukaan Bumi,  sehingga tersimpan  dalam jebakan Cekungan Bumi dalam keadaan tekanan yang tinggi maupun temperatur yang panas, dan terbentuklah Minyak dan Gas, dimana proses untuk menemukan Depositnya membutuhkan Geologi yang ahli batuan untuk dapat mendeteksi dan memperkirakan dimana ada lapisan batuan bumi berupa tahan dan cekungan yang potential  terkumpul  Deposit Kandungan Minyak dan Gas tersebut.

Lebih Lanjut Penulis sebagai Independent Business Lawyer  juga sering terlibat dalam  Aspek Hukum terkait Bahan Galian  kekayaan Alam berupa Logam dan Non Logam yang dapat berupa  tembaga, emas, besi mulai dari HuluPENGERUK TAMBANG yaitu mencari keberadaan  Kandungan Deposit keberadaan Tembaga, Emas maupun hilirnya yaitu sudah menjadi produk dari Besi maupun juga penambangan batubara;

Penulis suatu saat  juga terlibat Aspek Hukum Perjanjian maupun masalah hukum terkait dengan kegiatan Drilling Panas Bumi atau Geothermal yaitu penampungan Air Hujan namun yang berada dilokasi adanya Magma atau dapur didunia ini, sehingga Air hujan dari langit yang diturunkan oleh ALLAH dari langit,  sesuai dengan firman ALLAH di Kitab Suci Al Quran jatuh dan terjebak di daerah yang banyak dapur magma sehingga menimbulkan Uap Air Panas yang oleh manusia yang berakal dapat dijadikan Sumber Energi untuk mengerakan Turbine sehingga menghasilkan Listrik sehingga dapat bermanfaat bagi manusia yang membutuhkan Listrik tersebut. 

Kini dalam Bulan Puasa, Penulis mendapatkan karunia dari  ALLAH,  diajak  terlibat menjadi salah satu anggota Tim Konsultan dalam membantu kegiatan terkait Penyelenggaraan Peningkatan Penyediaan Air Minum, yaitu melakukan Evalusasi Keseimbangan  Hak dan Kewajiban Penyelenggara Penyediaan Air Minum dan Pelanggan. Picture2

Memang sangat menarik untuk mengambil Hikmahnya di Bulan Ramadhan ini, karena segala Kekayaan Alam tersebut di Ciptakan oleh ALLAH melalui suatu proses yang dibuat oleh ALLAH Yang Maha Kuasa, dimana membutuhkan manusia yang berakal untuk mengetahui adanya Tanda-tanda Kebesaran dan Kekuasaan dan Maha Pengasih dan Penyayang dari ALLAH yang menciptakan kekayaan Sumber ALAM tersebut melalui suatu proses alamiah yang merupakan Sunatullah dari ALLAH.

  • Bayangkan   Sumber Air Baku dari Air yang berasal dari Air Laut melalui proses penguapan akan terangkat ke atas langit menjadi gumpalan Awan dimana kemudian dengan adanya Angin yang diCiptakan oleh ALLAH akan digerakan awan tersebut ketempat Tanah yang tandus yang semula  Mati kemudian diturunkan Awan tersebut menjadi Air yang membuat bumi yang tandus tadi menjadi Hidup kembali dan Bumi yang semula kering kerontang dan retak-retak akan menjadi basah kembali dan hidup serta mengeluarkan segala macam jenis tanaman yang bisa dimakan oleh Manusia maupun makhluk ciptaan Allah lainnya. SUBHANALLAH Masa Suci dan Maha Pengasih ALLAH kepada makhluk ciptaan NYA.  

Dari salah satu Nara sumber –  Dosen dan Peniliti dari IPB,  dapat kita peroleh informasi bahwa di daerah Pemukiman, yang makin padat dan banyak penghuninya akan mengurangi resapan air, sehingga akan mengurangi Deposit Sumber Air yang dapat dikelola menjadi Air Bersih guna dapat diminum.   Penulis copy Paste Foto diatas dari Presentasi dari Dosen dan Peneliti tersebut. Maka merupakan tanggung jawab kita bersama untuk memastikan tersedianya lahan untuk Penyerapan Air Hujan di pemukiman kita dengan moto 1 orang menanam 1 pohon.

Dengan berkurangnya Lahan Tanah lapang yang dapat menampung air hujan, serta dengan banyaknya kotoran Industri yang mencemarkan sungai, maka Air Baku bersih untuk keperluan Air bersih dan Air Minum menjadi sangat berkurang.

Penyadaran akan penting tersedianya Sumber Air Baku adalah tanggung jawab kita semua, dimana ALLAH yang menciptakan Air dan menurunkan Air Hujan, dari langit ke bumi, namun tugas manusialah untuk  melestarikan dan menjaga agar Air tersebut dapat tertampung baik di Tanah resapan Air maupun Pohon yang dapat meresap Air bersih dan kita harus sadar untuk jangan mengotori Air Sungai dengan segala macam limbah dan kotoran plastik yang dapat menyebabkan pencemaran atas Air Bersih, sehingga berakibat menimbulkan penyakit kepada manusia maupun ikan serta binatang yang membutuhkan air bersih yang berkualitas dengan kuantitas yang kontinuitas (K3).

Dari beberapa Nara Sumber  juga tercuat kepermukaan pertanyaan mendasar apakah Air bersih dan Air Minum merupakan komoditi ekonomi ataukah milik Publik,  sehingga jika ada pengaduan atas Pelanggan Air Bersih atau Air Mimum apakah akan diadukan kepada YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia)  yang menerima keluhan Konsumen baik Privat atau Swasta ataukah ke Ombudsman yang hanya  menerima Pengaduan Pelayanan Publik saja dan bukan dari Privat atau swasta.         

Salah satu tugas fungsinya  yang dibebankan oleh Pasal 6 Peraturan Presiden No. 90 Tahun 2016 kepada BPPSPAM (Badan Penyelenggara Peningkatan Sistem Air Minum)ah adalah memberikan Rekomendasi kepada Pemerintah Pusat dn Pemerintah Daerah  untuk  menjaga Terjaminnya Keseimbangan Hak dan Kewajiban antara Penyelenggara Air Minum dan Pelanggan.

Dalam suatu diskusi yang diselenggarakan BPPSPAM, banyak masukan yang berguna yang diberikan   Nara Sumber dari YLKI dan Ombudsman, BKLN  yang akan digunakan oleh  Konsultan untuk menyusun Rumusan, Kriteria maupun Tata Cara EvaluasiKeseimbangan Hak dan Kewajiban PDAM dan Pelanggan maupun pelaksanaannya dalam Perjanjian Pelanggan.  Juga memberikan masukan adalah dari Forum Komunikasi Pelanggan yang banyak menceritakan pengalaman pengalaman menjadi mediator untuk menampung keluhan dari Pelanggan terkait dengan pelayanan Air Minum.

Tentunya untuk mengukur pelaksanaan atas keseimbangan Hak dan Wewenang ini akan juga digunakan Parameter  untuk menghitung tingkat pelayanan antara lain dengan memberikan Skore atas Pelayanan Kelancaran Penyediaan Air Minum ini. dimana harus ada kejujuran, kemampuan kapasitas penyediaan Pelayanan Air Minum yang dapat diberikan selama 1 hari apakah 24 Jam ataukah kurang dari 24 Jam.

Begtu juga akan dipikirkan apakah akan dituangkan dalam Perjanjian Pelanggan adanya Klausula Kompensasi jika misalnya Pelanggan selama 2 hari berturut-turut tidak mendapatkan pelayanan Air Minum, maka apa kompensansi yang diberikan kepada Pelanggan ?

Hal yang juga menarik adalah dalam Level Produksi nampaknya dapat dilakukan kerjasama antara Pihak PDAM dengan Swasta, namun dalam Pendistribusian Air Minum hanya dapat dilakukan oleh PDAM.

Demikian sekilas gambaran mengenai salah satu aspek kebutuhan dasar Manusia yaitu Penyediaan Sistem Air Minum dimana harus dijaga Keseimbangan Hak dan Kewajiban  antara Penyelenggara dan Pelanggan Air Minum.

Jakarta, Rabu, 21 Juni 2017  Menjelang Akhir Bulan Ramdhan

Agung S. Suleiman

Independent Business Lawyer Note   

1 April 2017

SALUT dengan Keteguhan Menteri ESDM dan Tim Jajaran terkait Divestasi 51% Saham – di PT Freeport Indonesia

Keberanian dan ketegasan dari Pemerintah Indonesia khususnya Menteri ESDM didalam pendirian agar PT Freeport Indonesia mentaati ketentuan untuk Divestasi 51% dari Saham yang dikeluarkan oleh PT Freeport Indonesia kepada pemegang Saham Indonesia merupakan tindakan yang tepat dan memang kita tunggu-tunggu mengingat Pengelolaan dari Kekayaan Alam Tambang Tembaga dan Emas yang dikarunia oleh ALLAH Yang Maha Pemberi Karunia serta Maha Pencipta Bumi dan langit dan segala isi kandungan Bumi termasuk Tembaga dan Emas kepada Rakyat Indonesia termasuk Rakyat Papua harus dikelola secara maksimal untuk kepentingan Meningkatkan Kesejahteraan Seluruh Rakyat Indonesia.PENGERUK TAMBANG

Secara Hukum  Kontraktual dari Kontrak Karya khususnya PT Freeport Indonesia  memang sudah lama sekali yaitu 50 Tahun semenjak ditandatangani Tahun 1967 (Generasi Pertama), dimana dalam perjalanannya di-Perbaharui pada tanggal 30 Desember Tahun 1991, antara PT Freeport (yang semula  Freeport Indonesia Incorporated) dengan Pemerintah Indonesia.

Dalam Kontrak Karya PT FI ini khususnya  Pasal 24 (b) ditentukan  Divestasi secara  bertahap dari tahun 1991 hingga ujungnya paling lambat ulang tahun ke 20 setelah penadatanganan Kontrak Karya (30 Desember 1991 + 20 Tahun = Tahun 2011 seharusnya PT FI telah menjual saham mencapai 51% kepada Pemegang Saham Nasional. 

Penulis syukur Alhamdulillah pernah menjadi In-House Legal Counsel di PT FI 5 (Lima) Tahun dari TahPhoto PT FI di Highlandun 1993 hingga 1998,  sehingga Penulis yang kini berprofesi sebagai Independent Business Lawyer,  merasa terpanggil  untuk mengingatkan bahwa  PT Freeport Indonesia  adalah secara Hukum Kontraktual terikat atas Komitment  melaksanakan Janjinya dalam Pasal 24(b) – Kontrak Karya tersebut, dan bukannya malah tetap bersikukuh hendak mempertahankan Kepemilikan Saham Mayoritas di PT FI, dengan alasan bahwa kembali modal Investasi untuk Deep Zone membutuhkan waktu yang lama.   pic2    

  • Perlu kita tegaskan bahwa sesuai dengan argumentasi dari Menteri ESDM,  kekayaan ALAM Tembaga dan Emas dalan Deep-Zone adalah milik Bangsa Indonesia sesuai dengan Pasal 33 ayat 3 UUD 1945, sehingga tidak dapat dijadikan Leverage memperkuat Kedudukan Posisi dari Pemegang Asing di PT Freeport Indonesia;

    Sebaliknya justru Kekayaan Alam Tembaga dan Emas yang terdapat di Deep Zone adalah milik Bangsa dan Rakyat Indonesia, sehingga harus dapat “memperkuat Posisi Kedudukan Nasional Indonesia” baik Jajaran Menteri ESDM   maupun DPR yang mewakili Rakyat Indonesia untuk lebih  berpikir dan menggunakan akal secara Cakap dan Cerdas  bagaimana bernegosiasi dengan Pemegang Saham Asing dari PT FI agar Nilai  Saham yang akan diakuisisi oleh Pemegang Saham Nasional yaitu  apakah itu BUMN, BUMD kombinasi dengan Pemegang Saham Nasional Indonesia bisa mendapatkan Harga Beli Akusisi Divestasi yang wajar, memadai  dan terjangkau hingga mencapai 51% Saham,  yang “Harus” dikombinasikan dengan Financial Engineering sedemikian rupa yang cakap, smart menarik bagi Penyandangan Dana – dimana ada Jaminan Kepastian Pengembalian Uang oleh Investor Pemegang Saham Nasional kepada Lembaga Bank atau Sindikasi Pinjaman – dengan terlebih dahulu melakukan Study Geologis berapa Volume Besarnya  Cadangan Tembaga dan Emas yang mendekati Akurasi yang terdapat di Deep Zone; image005

    Maka dengan hal diatas, suatu Project Finance yang terukur bisa lebih diandalkan kepada Kepastian adanya Perkiraan Volume Cadangan Tembaga dan Emas Yang Komersial di Deep Zone  yang dapat di Exploitasi dan produksi untuk suatu Jangka Waktu yang terukur dan jelas yang membutuhkan Modal Peralatan dan Infrastruktur yang Signifikan Besar guna dapat memperoleh Hasil Produksi secara Bertahap yang Komersial dan terukur,  namun Pasti dengan melakukan Study Komersiality yang professional yang perlu ditunjang dengan Para Ahli Profesional yang Handal guna dapat memberikan Jaminan Kesejahtaraan kepada Rakyat Indonesia secara berkelanjutan sesuai dengan Perkiraan Volume Cadangan Deposit Tembaga dan Emas di Deep Zone tersebut.

Perlu dicatat dalam benak kita bahwa Amanah dalam Kontrak Karya untuk segera melaksanakan Wujud Divestasi 51% adalah merupakan Ikatan Kontrak yang harus dihargai oleh Pemegang Saham Asing di PT Freeport Indonesia sesuai dengan Konsep Pancta Sun Servanta Pasal 26 dari Konvensi Viena dimana Negara Indonesia dan Negara Amerika Serikat terikat kepada Ketentuan Konvensi Viena ini.

 Terkait kewajiban Divestasi 51% diatas, kita ketahui bahwa Pemerintah terdahulu melalui PP no 77 Tahun 2014 , Menteri ESDM maupun Direktorat Jenderal  Pertambangan Umum dan Batu Bara terkesan kuat “malah membuat suatu Kebijakan, Peraturan maupun MOU dengan  “tanpa Konsultasi” dengan DPR  dahulu, dimana terindikasi mengurangi Kewajiban Divestasi 51% menjadi turun menjadi 30 %,  sehingga jelas menghilangkan kesempatan Pemegang Saham Nasional untuk dapat membeli saham yang dikeluarkan oleh PT Freeport Indonesia menjadi Mayoritas 51%,  sesuai Pasal 24 (b) melalui bertahap hingga pada akhirnya setelah ulang Tahun 20 Tahun setelah ditandatangani Kontrak karya PT Freeport ( 20+ 30 Desember 1997 = 30 Desember 2011) menjadi 51% dari seluruh saham yang diterbitkan PT Freeport Indonesia .   

Kita memang perlu sadar bahwa Pengusaha Investor dari Amerika akan senantiasa berusaha semaksimal mungkin mempertahankan Posisi Mayoritas Pemegang Saham dari Seluruh saham yang dikeluarkan oleh PT Freeport Indonesia, bukan hanya terhadap kepemilikan Saham Nasional Indonesia, tetapi terhadap Pemegang Saham Asing lainnya, mereka akan Juga Bertahan untuk mempertahankan Mayoritas Kepemilikan Saham dengan cara Investor Asing ditawarkan “Production Sharing atas Hasil produksi Tembaga dan Emas” dengan membuat semacam Participation Agreement, dan bukan di pengalihan di Level Kepemilikan Equity atau Saham Mayoritas di perusahaan PT Freeport Indonesianya.     

Maka dengan Keberanian dan keteguhan Sikap dari Menteri ESDM pada masa Pemerintahan saat ini, dengan seluruh  Tim Jajaran yang baru untuk tetap berkokoh bertahan agar Divestasi 51% kepada Pemegang Saham Nasional terlaksana sesuai Ketentuan Kontrak Karya maupun Konvensi Viena, serta peraturan Perundangan – Undangan yang berlaku, maka kita Wajib yakin dan berusaha dengan Gigih, agar  pemegang Saham Asing dari PT Freeport Indonesia harus setuju untuk melaksanakan Divestasi 51% tersebut,  karena Kekayaan Alam Tambang dan Emas yang dikarunia ALLAH Sang Maha Pencipta kepada Rakyat Indonesia termasuk Rakyat Papua, yang berqada di Deep Zone, haruslah dikelola secara Cakap,  Benar dan Transparan serta Professional untuk menjamin Peningkatan Kesejahteraan Rakyat Indonesia, menginggat kini sudah tahun 2017,  jadi sudah “lebih dari 50 Tahun” semenjak Tahun 1967 yaitu Ditandatanganinya Kontrak Karya dimaksud.  

Jakarta, 1 April 2017IMG_1588

Agung Supomo Suleiman

AgsS Law Independent Business Lawyer

AGUNGSS Experimental  Blog

28 Januari 2017

BRAND NAME “AgsS Law” – Saco Law

Penulis sebagai Independent Business Lawyer  sadar perlunya Brand Name, untuk identifikasi jati diri, karakter dan keunikan setiap kontributor Jasa Hukum Bisnis.

Belajar dari perjalanan jatuh bangun merintis usaha pemberian Jasa Hukum Bisnis sebagai Independent Business Lawyer,  Penulis  merasakan Label Brand  name  “AgsS Law – Independent Business Lawyer (“AgsS Law”)  – paralel dengan “SACO LAW” Insya ALLAH cocok dan berkah,  melalui suatu proses jatuh bangun – gagal dan bangkit kembali dengan izin dan pertolongan ALLAH Yang Maha Kuasa.

  • Semua proses jatuh bangun ini   adalah  pengenalan Jati Diri – Unik  Diferensiasi atas diri Penulis yang dengan izin ALLAH dapat Survive selama lebih dari 18 Tahun semenjak 1 Juni 1998,  menjalankan praktisi professi pemberian jasa hukum secara “self-employed” setelah sebelumnya diberikan kesempatan oleh ALLAH untuk mempunyai pengalaman akumulatif bekerja sebagai Lawyer – Inhouse Legal Counsel di Kantor Adnan Buyung Nasution & Associates ( 5 Tahun), VICO ( Huffco Indonesia ) Perusahaan MIGAS Asing ( 5 Tahun, di PT Freeport Indonesia Company (perusahaan Tembaga dan Emas PT PMA Asing dan Indonesia) (5 Tahun), dan 2 Tahun Partner di Delma Juzar & Wiriadinata  karena diminta Merger sewaktu Penulis sempat membuat Kantor Law Firm sendiri kemudian bersama Partner lain sama2 berpengalaman di Perusahaan MIGAS.

 

Dengan kecepatan bergeraknya trend arus IT dan Era Applikasi, termasuk untuk Jasa Hukum Bisnis, maka Penulis  merasa cocok dan fit berkarya dalam profesi sebagai Independent Business Lawyer, guna  membantu para Stack holder yang terlibat didalam usaha mencari karunia ALLAH,  dari Sumber Kekayaan Alam

  • Minyak Gas (MIGAS) yang terbuat dari Plankton Manusia, Binatang, Tanaman yang dipendam dalam Bumi selama 350 Juta tahun menurut Geologis dengan Tekanan dan Panas dalam Perut Bumi –
  • Bahan Tambang Batuan– Logam – Tembaga, Emas, Besi,
  • Batubara
  • Panas Bumi yang berasal dari Air Hujan yang disimpan dan di-Panaskan  diperut Bumi yang terdapat  Magma – yang Panasnya jika mencapai 270 derajat dapat Menggerakan Turbine untuk menghasilkan Energy Listrik

    Proses alamiah diatas adalah merupakan proses yang diciptakan – melalui Proses – Alamiah yang di Ciptakan dan Disempurnakan oleh ALLAH Yang Maha Kuasa Pencipta Dunia untuk manusia selama berada hidup dibumi, sehingga membutuhkan manusia yang diberi akal dan kemauan untuk hidup, maju dan meningkatkan kwalitas kehidupan manusia; 

Maka kita manusia selain berilmu pengetahuan juga Harus Senantiasa mencari Kebenaran guna dapat menjawab :

Pertanyaan Mendasar :

Kenapa Manusia lahir, tumbuh dari janin, berkembang menjadi bayi dalam rahim ibunya, Insya lahir, tumbuh dari bayi, anak, dewasa, bekerja, kemudian akan menua sehingga setiap manusia tidak terkecuali  hidup didunia hanya untuk sementara waktu, karena setiap manusia akan menua dan mati meninggalkan dunia yang fana ini.

  •  Motto yang diambil dari Kitab Suci Al Quran :  “janganlah membuat kerusakan didunia” “selalu berusaha  berbuat  kebaikan untuk kemasalahatan, manfaat,  bagi segenap para penghuni didunia ini.
  • Profesi Penulis adalah Independent Business Lawyer
  • JAKARTA, 28 Januari 2017
  • Agung Supomo Suleiman
  • AgsS Law – Independent Business Lawyer
  • AGUNGSS Experimental Blog

25 Agustus 2016

Independent Business Lawyer

Dengan perjalanan waktu yang cukup lama didalam menjalankan Profesi sebagai Independent Business Lawyer, Penulis merasakan menemukan titik temu persamaan pengalaman praktek dengan para  Independent Commercial Lawyer http://www.onhandcounsel.co.uk/  dimana  kita sama2 merasakan senang berprofesi sebagai Independent Business Lawyer, lihat juga Freelance Independent Business Lawyer ;

Di Indonesia, dalam perkembangan,  kita bisa temukan adanya Website Ahli Hukum,   yang memuat Directory Ahli Hukum. Persyaratan untuk mendaftar Profile adalah 1.mempunyai  Lisensi Profesional   untuk melaksanakan profesi legal  dan 2 yang bersangkutan  menawarkan jasa hukum kepada external klien. Website Ahli Hukum ini selain menyediakan Directory,  juga menjadi “Fasilitator” untuk mempertemukan Customer dengan Lawyernya yang berasal dari Law Firm maupun   Lawyer.

Hal yang sangat menarik adalah bahwa Pemakai Jasa yang berasal dari Ahli Hukum Website, dapat  membuat suatu Rating dan Review  atas Jasa yang telah diberikan oleh seorang Lawyer kepada User /Customer tersebut,  dimana Penulis sebagai Independent Business Lawyer telah di Rate dan Review oleh User dari Ahli Hukum dalam Kolom Review Rate sebagaimana terbaca : https://ahlihukum.com/listings/agung-supomo-suleiman/

Dengan methode Rating dan Review diatas, dapat dijadikan Acuan oleh Customer yang mengunjungi Ahli Hukum  atas Performance dari Legal Services yang telah dilakukan oleh setiap Lawyer atau Independent Business Lawyer yang telah memberikan suatu Jasa Hukum termasuk menterjemahkan Dokumen Hukum yang diminta oleh Klien atau User.

Nampaknya dalam perkembangan baru dalam dunia Business Lawyering, ada persamaan keinginan praktek Legal Professional lebih Independent,  terutama bagi mereka yang dengan karunia dari Sang Maha Pencipta, diberikan kesempatan dan pengalaman berpraktek dalam sesuatu bidang spesialis  disebabkan dalam perjalanan praktisi profesi hukumnya,   sering  mengeluti, menekuni, fokus maupun terarah  menjadi terbiasa terlibat didalam memberikan Jasa Hukum Bisnis ke arah spesialisasi dengan permasalahan aspek bisnis dari Klien yang bergerak didalam bidang bisnis tertentu.

Lebih lanjut dengan perkembangan adanya IT didunia internet, maka para Independent Profesional Business Lawyer, dapat menciptakan Assosiasi diantara mereka, dengan  menggunakan link jalur Internet, dimana terkait dengan “kantor  konventional tersentralisasi disuatu Ruangan atau kantor di Darat  akan ada – Alternatif”  dengan “berkumpul atau inter -connected-saling terkoneksi  melalui “Media Virtual di dunia Internet” seperti yang terjadi dengan OnHandCounsel http://www.onhandcounsel.co.uk/ dimana Penyelenggaranya menjadi Penghubung atau menjadi Intermedia antara Customer atau Klien yang membutuhkan Jasa Hukum Bisnis – dimana melalui Media Internet dapat dipool hanya sebagai Media Penyelenggara-Perantara yang bisa menghubungkan Customer dengan Klien dengan berbagai – Independent Business Lawyer – yang mempunyai keahlian berbeda-beda, dimana mereka sama sekali tidak berada di 1(satu) Kantor Hukum lagi, melainkan hanya dikoordiner oleh si Penyelenggara OnhandCounsel   malah dibuat adanya Assosiasi Independent Business Lawyer yang terdiri dari beberapa jumlah Independent Business Lawyer yang masing-masing mempunyai keahlian Spesialisasi tersendiri “tanpa berada” di satu Kantor yang sama melainkan terpencar secara Independent sendiri-sendiri.

Bagi Penulis sendiri sebenarnya sudah merasakan maanfaat,  adanya Internet, Email, dan Computer, dimana Penulis telah membuat Blog Snapshot Artikel Hukum SACO AGUNGSS ini, maupun Blog Bahasa Inggris berjudul AGUNGSS  Business Lawyer Note,  untuk memperkenalkan kepada dunia Bisnis maupun Para Profesi Hukum, akan keperluan adanya Independent Business Lawyer ini.

Nah, Klien dapat mengenal watak dan Kharakter serta Prinsip yang Penulis tuangkan warnanya melalui Tulisan Artikel Hukum maupun Pengalaman Penulis dalam mempraktekan Keahlian dan Pengalaman Penulis yang ALLAH Yang Maha Kuasa telah memberikan kesempatan kepada Penulis untuk menekuni bidang Profesi Keahlian Hukum ini, yang pada akhirnya Ber-Fokus ke membantu memberikan Jasa Hukum Bisnis kepada Kalangan Investor Business dalam Bidang Minyak, Gas, Pertambangan Umum termasuk Tembaga, Emas, Batu Bara dan sumber Kekayaan Alam lainnya.

Bersyukur kepada ALLAH Sang Maha Pencipta,  kini Penulis sedang membantu Klien Pengusaha Indonesia didalam pertambangan Kapur atau Batu Gamping sebagai Bahan Baku Semen, tentunya dari Aspek Hukum termasuk meliputi mempersiapkan Perjanjian Pemegang Saham dari PT Klien dari Penulis, yang Penulis merasakan adalah Karunia dan Rejeki dari ALLAH kepada Penulis disaat Penulis membutuhkan adanya Rejeki Karunia dari ALLAH untuk dapat Survive Hidup didunia yang sementara, namun nyata telah diciptakan ALLAH Yang Maha Kuasa.

  Klien dari Penulis dapat berkomunikasi lewat Internet Email Korespondensi, dan Jasa Hukum Bisnis yang Penulis lakukan adalah di tempat Penulis sendiri, dimana hasil Draft Perjanjian Bisinis yang diminta buatkan oleh Klien,  akan Penulis kirim ke Klien lewat Internet; Baru nanti setelah itu, dilanjutkan dengan bertemu  membicarakan Draft Perjanjian yang diminta dibuatkan oleh Klien, untuk  bertemu didarat di Kantor Klien atau bisa di tempat pertemuan di Darat dimanapun,  yang disepakati bersama.

Maka, tinggal nanti yang mempunyai persepsi yang sama atas cara kerja sebagai Profesional Independent Business Lawyer ini,  bisa kita kumpulkan atau Pool, melalui satu Website yang diselenggarakan oleh “Fasilitator Kantor di Website” tertentu, yang bisa menghubungkan antara para Customer /Klien dengan masing-masing Para Independent Business Lawyer ini, melalui Website Penyelenggara seperti     http://www.onhandcounsel.co.uk/ di Inggris.

Memang ada untung dan ruginya jika kita menjadi Spesialis Pemberian Jasa Hukum atas suatu Bidang Bisnis tertentu. Klien jelas akan merasakan manfaatnya karena kita dengan karunia ALLAH, yang sudah lama diberikan kesempatan berkecimpung  didalam pembuatan berbagai transaksi bisnis tertentu, akan bersyukur bisa dianggap ahli atau expertise karena memang kita sudah terbiasa dan digiring Fokus ke arah Spesialisasi dalam mendraft transaksi bisnis tertentu,  mulai dari pembuatan MOU, Letter of Intent, Perjanjian Kerjasama Bisnis, Perjanjian Pemberian Dana, yang dapat dikaitkan dengan dikaitkan dengan Struktur Susunan Pemegang Saham,  dimana kita  sebagai Independent Business Lawyer atau Independent Legal Consultant seringkali,  diminta untuk membuatkan Perjanjian Joint Venture, Joint Operasting Agreement (“JOA“)maupun Perjanjian  Pemegang Saham dari suatu PT, dimana dalam Dokumen ini,   seorang  Independent Business Lawyer akan mendraft ketentuan yang disepakati oleh  Para Pemegang Saham didalam merintasi bisnis dibidang tertentu, termasuk memasukan  ketentuan terkait Investasi, Dana  yang dibutuhkan, serta aturan hak dan kewajiban masing-masing pihak dari Pemegang Saham tersebut untuk pelaksanaan kegiatan bisnis mereka.

Risiko dari Independent Business Lawyer yang Spesialisasi ini, dapat terganggu,  jika bidang usaha yang dispesialisasikan keahlian menangani aspek hukum bisnisnya,  terkena masalah didunia bisnis atau pasar, misalnya terjadi  anjloknya Harga pasaran Komoditi yang mereka usahakan, seperti merosotnya harga Minyak, jelas akan terasa berdampak kepada profesi supportingnya  dari Klien bidang Migas termasuk Profesi Independent Business Lawyer yang menekuni Spesialisasi Hukum Transaski Migas.

Nah,  Penulis kebetulan terbiasa dengan masalah membuat Perjanjian Bisnis yang ada kaitan dengan Pembiayaaan atau kebutuhan dana dari Klien yang baru memulai Start up bisnis mereka atau berusaha untuk Survive dalam bidang bisnis yang mereka tekuni, yang membutuhkan bantuan pendanaan atau investasi untuk keperluan menjalankan bisnisnya. Kebanyakan dari Klien yang dihandle oleh Penulis,  sebagai Independent Business Lawyer adalah pemberian Jasa Hukum Bisnis terkait dengan usaha Klien dalam bidang Sumber  Kekayaan Alam yang terdapat dan tersebar di Bumi yang kita tinggali ini.

NUANSA  PEMBENTUKAN  KARAKTER.

Karena Penulis dimasa kecil  Alhamdulillah  banyak diisi dengan nuansa untuk mengenal Siapa Sang Maha Pencipta  atau Gusti ALLAH dari kehidupan ini, termasuk penciptaan Dunia, Langit,  oleh orang tua Penulis terutama oleh Ibu dari Penulis, maka dalam  perjalanan jatuh bangunnya pengalaman berkarier sebagai Independent Bisnis Lawyer, tentunya warna Nuansa  Keilahian  terkait dengan pengelolaan Sumber  Kekayaan Alam yang di Ciptakan oleh ALLAH Sang Maha Pencipta sangat tertanam didalam diri Penulis didalam meniti Karier sebagai Independent Bisnis Lawyer.  Adapun masalah karakter faktor “Kejujuran” sangat ditanamkan dan dicontohkan serta diteladani oleh orang tua dari Penulis dari pihak Bapak.

Kombinasi Nuana Religius dan Kejujuran inilah yang membentuk karakter Penulis didalam meniti profesi sebagai Independent Business Lawyer. Penulis seringkali merasakan datangnya  pertolongan rejeki ALLAH kepada Penulis melalui permintaan Klien untuk memberikan Jasa Hukum Bisnis yang acapkali terkait  dengan Perusahaan Klien yang bermaksud melakukan usaha bisnis dengan mengelola Kekayaan Alam ini baik MIGAS  maupun Tembaga, Emas, batubara  dan yang terkini adalah  penambangan bahan baku semen yaitu Kapur;

Untuk diri pribadi Penulis, sesuai Pedoman Kitab Suci dari ALLAH khususnya Al Quran, kita diberitahu oleh ALLAH bahwa ALLAH adalah yang menciptakan Langit dan bumi dan semua yang ada diantara keduanya termasuk yang dibawah permukaan bumi yaitu Sumber Kekayaan Alam.

Nah, karunia dari ALLAH tersebut, sebenarnya menurut Kitab Suci AllAH adalah cobaan dan ujian bagi kita apakah kita Bersyukur disediakan dan diberikan Kenikmatan rejeki dari ALLAH yang berasal dari Kekayaan ALLAM Ciptaan ALLAH ini, ataukah kita “kufur Nikmat” alias tidak mensyukuri Nikmat Karunia rejeki dari ALLAH ini.

Sebagai Profesi Indpendent Business Lawyer, kita diminta oleh KLIEN untuk  memberikan Jasa Hukum Bisnis kepada Klien yang sedang berusaha untuk menambang mulai dari Kegiatan Eksplorasi, di suatu Wilayah Kerja dengan koordinat peta seluas beberapa HA, dengan melakukan Pengeboran Eksplorasi untuk kedalaman tertentu,  serta melalui  suatu  jumlah Pengeboran, guna  memperoleh data geologi,  guna dipelajari berapa besar Cadangan Deposit Kandungan, serta apakah layak secara ke-ekonomiannya komersial untuk di tingkatkan ketahapan pengembangan Eksploitasi dan produksi setelah dilakuan Feasibility Study.

Menarik bagi kita,  yang Alhamdulillah,  dengan berkah, rahmat dan izin ALLAH,     dibukakan Qolbu kita untuk  mengkaitkan Sumber Kekayaan Alam ini dengan sumber Kitab Suci Al Quran, dimana ALLAH telah menginformasikan kepada kita bahwa ALLAH adalah  yang menciptakan Langit dan Bumi beserta semua apa yang ada dibawah dan didalam bumi  mulai dari Emas, Tembaga, Batu Bara, Nikel, Kapur, Batu Gamping yang diperuntukan oleh ALLAH  untuk kita manusia  guna  kita manfaatkan untuk memenuhi keperluan kehidupan kita. Namun kita sebagai orang yang beriman tidak boleh lupa bahwa Semua Sumber Kekayaan Alam  tersebut,  adalah Ciptaan ALLAH yang diperuntukan  buat kita manusia,  agar bisa kita kelola secara benar dan tidak boleh melakukan Perusakan diatas Bumi yang di Ciptakan oleh ALLAH .

 Penulis merasakan Karunia ALLAH,  yang memberikan kesempatan untuk Menimba Ilmu Hukum di Fakultas Hukum, ternyata dalam praktek implementasinya diarahkan oleh ALLAH,  berdasarkan  fakta dari Perjalanan kehidupan Penulis sebagai Business  Lawyer “ke-arah” yang adakaitannya dengan Sumber  Kekayaan ALLAM yang dibuat oleh ALLAH, yaitu pernah kerja sebagai Advokat dan Legal Consultan di Kantor Adnan Buyung Nasution & Associates (Nasution, Lubis Hadiputranto) 5 Tahun;  sebagai In-House Legal Counsel  di Vico (Huffco) perusahaan Minyak dan Gas dari beberapa Investor Amerika selama 5 Tahun, yang melakukan kegiatan penambangan Minyak Gas di Kalimantan, serta  sebagai     In-House  Legal  Counsel   selama 5      Tahun  di PT. Freeport Indonesia perusahaan Kontraktor Tambang Tembaga dan Emas yang melakukan kegiatan Penambangan Tembaga dan Emas di Papua Irian, dan pernah membuat Wadah sendiri yang kemudian, merger menjadi Partner di Law Firm  yang Pendirinya berasal dari Caltex perusahaan Minyak Gas dari Amerika, dan sudah selama lebih 18 Tahun,  Penulis dengan izin ALLAH,  melakukan profesi sebagai Independent Business Lawyer, yang kebanyakan penangannya adalah membantu Klien Indonesia maupun asing yang melakukan Kegiatan dibidang usaha penambangan Minyak/Gas, Batubara, dan kini membantu Klien yang melakukan penambangan Kapur sebagai bahan baku Semen dalam tahapan Eksplorasi, dengan memberikan Jasa Hukum pembuatan Perjanjian Bisnis yang dibutuhkan.

        Perlu diingat bahwa perjalanan karier adalah melalui  Jatuh bangun termasuk cash flownya,  dengan kadangkala terasa adanya masa Paceklik,   namun rejeki kita dari ALLAH dapat Penulis rasakan datangnya  seringkali  melalui berbagai sumber termasuk dari anak-anak yang dikaruniakan oleh ALLAH kepada kita manusia, dimana kita sebagai keluarga akan melakukan sinerji,  saling mendukung baik moril materiil maupun spritual;

Penulis harus pandai-pandai bersyukur kepada ALLAH, yang telah memberikan kita kesempatan untuk diciptakan oleh ALLAH dibumi ini, dimana bumi ini sesuai dengan Firman ALLAH dalam Kitab Sucinya tidaklah kekal, malah di hari Kiamat menurut Kitab Suci Al Quran Gunung ini akan dihancurkan oleh ALLAH menjadi rata dan datar  Surat 20  Taha ayat 105 dari Kitab Suci Al Quran, ALLAH berfirman : Terjemahan bahasa Indonesia :

Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah “Tuhanku akan menghancurkan (di hari Kiamat ) sehancur-hancurnya

ayat 106 : maka DIA akan menjadikan datar sama sekali 

ayat 107 :tidak ada sedikitpun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tingg-tinggi

  Berdasarkan  Firman ALLAH tersebut, maka tentunya kita harus mengambil hikmahnya, bahwa bahan dasar Kapur yang biasanya terdapat di Gunung-gunung, sebelum hari Kiamat, memang diciptakan oleh ALLAH kepada kita manusia untuk kita kelola secara benar dan memperhatikan lingkungan,  sehingga harus dibuat AMDAL (Analisa Dampak Lingkungan), serta dilakukan pengamanan lingkungan sedemikian rupa agar sewaktu proses penambangan Eksplorasinya, Exploitasi maupun produksi untuk menjadi bahan baku Semen memperhatikan Dampak terhadap lingkungan sekitarnya, dengan memperhatikan dan melakukan AMDAL serta langkah-langkah antisipasi, pengamanan lingkungan, sebelum melakukan kegiatan Penambangan Eplorasi, Eksploitasi dan Produksinya dilakukan.

Dengan demikian kita harus bersyukur kepada ALLAH, dan dapat merasakan bahwa masing-masing dari kita, diberikan keahlian tertentu oleh ALLAH melalui pendidikan formal di Sekolah/Universitas maupun dari praktek kehidupan kita untuk   bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar kita termasuk mencari Karunia ALLAH  untuk menafkahi anggota keluarga kita. Memang masing-masing individu dibesarkan dilingkungan masing-masing yang berbeda satu dengan lainnya, dimana jika kita berprofesi sebagai Independent Business Lawyer, maka nantinya kita akan dimintakan pertanggung jawaban atas pelaksanaan profesi kita oleh ALLAH Sang Maha Pencipta, yang telah menciptakan dan mengizinkan kita menjadi manusia di dunia yang sementara ini.

Mungkin sekian dahulu tulisan ringkas dari Penulis pada Pagi Hari Kamis ini, setelah kemarin seharian kerja membuat suatu Perjanjian Pemegang Saham terkait dengan restrukturisasi susunan komposisi saham serta penyediaan dana yang dibutuhkan oleh Klien dari Penulis untuk dapat secara optimal, effesient dan effektif melakukan  kegiatan Kegiatan Penambangan Bahan Galian Limestone atau Kapur sebagai bahan baku Semen.

Jakarta, 25 Agustus 2016

Agung Supomo Suleiman

Independent Business Lawyer

     

Laman Berikutnya »

Blog di WordPress.com.

PELANGI

Pelangi menjadi salah satu bukti keagungan Tuhan YME..

Angwie on Blog

No one else...just you and me...

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

Un2kmU

semuanya hanya untukmu...

PELANGI

Pelangi menjadi salah satu bukti keagungan Tuhan YME..

Angwie on Blog

No one else...just you and me...

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

Un2kmU

semuanya hanya untukmu...

%d blogger menyukai ini: